
Gongsun Li dan Si Si seketika berbinar sepasang mata mereka.
Memang inilah yang ingin Guo Yun lihat dari mereka berdua.
Sudah terlalu lama dia membuat kedua istrinya ini sedih dan cemas untuk nya.
Kini adalah saatnya bagi dia untuk memberikan momen momen bahagia buat mereka.
Guo Yun di dalam hati sudah mengambil keputusan, apa yang akan dia lakukan kedepannya nanti, sepulang dari mereka mengunjungi tempat tinggal lamanya.
Guo Yun maju merangkul pinggang kedua istrinya yang ramping dan berkata,
"Ayo kita tinggalkan tempat yang melukai perasaan ini.."
"Mari kita sambut masa depan kita yang indah, menanti kita untuk meraihnya.."
"Hidup ini singkat, kita tidak boleh menyia nyia kan nya.."
"Yang hilang Idak kan pernah kembali, yang terlewat juga tidak bisa kita mengulanginya lagi.."
"Jadi kita harus benar benar memanfaatkan nya baik baik waktu kita, agar kelak saat ubanan menjadi kakek nenek.."
"Tidak ada lagi yang kita sesalkan ."
"Ayo.."
ucap Guo Yun penuh semangat dan berusaha untuk terlihat ceria.
Menyimpan semua luka dan kesedihannya sedalam mungkin, cukup dia saja yang merasakannya.
Jangan orang orang di sekitarnya ikut merasakan nya.
Benar saja sikap ceria Guo Yun dan kata katanya yang menenangkan hati.
Membuat Gongsun Li dan Si Si bisa kembali tersenyum bahagia dan terbawa ceria.
Mereka bertiga kembali ke perahu dan meneruskan perjalanan mereka dengan penerangan lampu minyak dan obor seadanya.
Guo Yun sudah hapal dengan daerah tersebut, jadi dia tidak ragu menempuh perjalanan meski dalam keadaan penerangan cahaya minim.
Mereka bertiga duduk saling berpelukan, membiarkan perahu itu bergerak pelan mengikuti aliran air.
"Yun ke ke setelah dari sini, apa rencana dan langkah mu selanjutnya.?"
tanya Gongsun Li iseng membuka pembicaraan.
Perlahan lahan di angkasa sana Bukan bulat terang mulai menunjukkan wujudnya.
membantu memberikan penerangan yang gemilang.
"Wah bulan purnama,.."
Ucap Guo Yun sambil menunjuk keatas.
"Apa yang perlu di heran kan, bukannya setiap tgl 15 pasti muncul ?"
"Yun ke ke hutang dua jawaban ya..?"
ucap Gongsun Li sambil tersenyum.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Begini Li Er, rencana ku setelah dari sini, aku ingin kita kembali ke kerajaan Yue.."
"Untuk menikmati kehidupan kita yang aman dan tentram jauh dari keributan, orang tidak menganggu ku.."
__ADS_1
"Aku juga tidak akan pergi menganggu orang.."
"Aku ingin kita menikmati kebersamaan kita, kalau bisa aku ingin cepat cepat punya anak dari kalian.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum penuh arti.
Gongsun Li dan Si Si wajahnya langsung merah dan tertunduk malu.
Tapi mereka tidak menolak atau pun membantah usulan Guo Yun, malah mereka berdua terlihat tersenyum bahagia.
Guo Yun tersenyum melihat reaksi kedua istrinya, lalu berkata,
"Mengenai purnama ini, bila aku belum sembuh dulu.."
"Setiap purnama, aku akan berubah, aku akan menerkam wanita yang dekat dengan ku seperti ini.."
ucap Guo Yun sambil menerkam Gongsun Li, menjatuhkan nya terlentang dan menindihnya, mengerayangi tubuhnya, menggelitikinya sambil menciumi bibir hingga leher Gongsun Li dengan rakus.
Tentu saja Gongsun Li langsung menyambutnya dengan suara teriakan kaget.
"Aihhh,..! jangan..! aduh..! geli..! aduh jangan disana..! ampun Yun Ke ke geli..!"
"Auww,..!"
"Aduh..!"
"Jangan jangan..jangan disitu..Auww,..! geli..! aduh ampun Yun ke ke..!"
"Aduh..aduh.. jangan di sana,..hi.hi..hi..hi..! aduh..! Hi..hi..hi .hi..!"
Gongsun Li terlihat meng ge Lin Jang dan meronta kecil sambil tertawa-tawa genit.
Pura pura menolak tapi dia justru sangat menikmatinya.
Si Si yang melihatnya hanya tersenyum, dia kemudian berdiri menjauh pura pura tidak melihat dan mendengarnya.
Dia memejamkan matanya menikmati belaian lembut angin malam.
Sementara itu di belakangnya, permainan Guo Yun dan Gongsun Li yang sudah lama saling merindukan.
Sudah berpindah ke dalam bilik perahu, meneruskan perjuangan mereka untuk mendapatkan anak.
Hingga perahu jadi berguncang guncang dan bergoyang goyang.
Hanya ada suara rin tih an dan de Sah an Gongsun Li yang terdengar dari balik bilik perahu.
Kemudian di susul dengan suara nafas memburu Guo Yun, hingga akhirnya suasana menjadi hening.
Tapi hal itu tidak berlangsung lama, suara cekikikan genit Gongsun Li kembali terdengar.
Lalu kejadian kembali berulang, hal itu terjadi berulang kali, hingga malam berganti pagi.
Hanya terlihat Guo Yun yang keluar dari bilik perahu tanpa mengenakan baju.
Dia hanya mengenakan celana yang agak kedodoran, karena talinya belum di benarkan.
Di dalam bilik perahu, terlihat Gongsun Li yang hanya tertutup jubah Guo Yun, tidur telungkup, dengan bibir tersenyum bahagia penuh kepuasan.
"Si Si kamu pasti lelah,.. masuk lah, susul Li er, coba ikut tidur.."
ucap Guo Yun sambil membetulkan tali celananya.
Lalu duduk di samping Si Si.
Si Si sambil tersenyum penuh arti berkata,
__ADS_1
"Aku belum ngantuk, gimana udah puas mainnya..?"
"Kalau belum,.."
ucap Si Si sengaja menggantung kata kata nya, sambil tersenyum penuh arti.
Guo Yun langsung berbinar,
"Kamu serius ?"
"Tapi di mana ya..?"
"Di dalam masih ada Li Er, dia sedang tidur ."
ucap Guo Yun sambil celingak celinguk.
Si Si langsung tertawa dan meninju lengan Guo Yun.
"Lihat kamu,.. begitu rakus.."
"Baru juga di layani oleh kakak Li semalam suntuk, ku hitung ada 8 kali paling dikit.."
"Kini masih mau lagi..?"
"Orang gak tahu bisa pikir Yun ke ke kambuh lagi..."
"Sayangi kesehatan mu, aku nggak mau jadi janda muda.."
ucap Si Si sambil tertawa
Guo Yun sambil tersenyum lebar, menarik Gongsun Li kedalam pelukannya.
Lalu menciuminya dengan gemas dan berbisik,
"Kalau kamu mau, kita bisa menepi di sana, di balik batu itu sepertinya asyik..?"
"Jangan khawatir 10 kali pun kamu gak bakal ngejanda.."
"Selama tenaga inti langit dan bumi tidak pernah habis, tenaga ku pun gak bakal habis.."
ucap Guo Yun nyombong.
Si Si sambil tertawa mencengkram bagian bawah perut Guo Yun dan berkata,
"Sombong lihat udah lembek kaya cakwe gitu masih sombong..'
"Aku bisa keburu berkeringat nunggu nya ."
ucap Si Si sambil menahan tawa.
Tapi sesaat kemudian tawanya hilang, sepasang matanya membelalak kaget.
"Tuh kan kaget,.. makanya jangan menghina, aku lihat gimana kamu mau menjinakkan nya, setelah marah gini dia.."
ucap Guo Yun sambil menahan tawa.
Si Si melepaskan pegangan tangannya dan berkata,
"Yun Ke ke ini bicara kemana..?"
"Aku kaget lihat itu,.. bukan ini.."
ucap Si Si sambil menarik wajah Guo Yun melihat kearah depan.
Di mana sepanjang sungai terlihat air yang tadinya jernih, kini terlihat keruh kemerahan.
__ADS_1
Sepanjang mata memandang air berubah warna menjadi merah darah, bau amis menyengat memenuhi tempat itu.