LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MEMENUHI TANTANGAN


__ADS_3

Min Min mengangguk pelan menanggapi pesan Guo Yun.


Gongsun Li dan Si Si menatap kearah Min Min dengan prihatin, mereka mengerti posisi sulit dan dilema yang di hadapi oleh Min Min, yang berdiri di tengah tengah antara Guo Yun dan ayah angkatnya.


Tapi mereka tidak berkata apa-apa, selain menepuk lembut pundak Min Min untuk memberinya dukungan.


Min Min membalasnya dengan anggukan dan tersenyum penuh rasa terimakasih.


Sesaat kemudian mereka berempat kembali duduk bersama,


Kini giliran Guo Yun yang menggali informasi perkembangan dunia dari Si Si dan Gongsun Li.


"Apa yang terjadi selama beberapa waktu setelah penahlukkan kerajaan Zhao dan Wei ? apa yang terjadi dengan kerajaan Yan ?"


tanya Guo Yun serius.


Gongsun Li menghela nafas panjang dan terlihat agak sedih.


Si Si hanya memilih membiarkan Gongsun Li saja yang bercerita, dia tidak mau ikut campur.


Meski tahu banyak, tapi dia lebih memilih menatap kakaknya dengan tatapan bersimpati dan turut prihatin.


Gongsun Li terlihat termenung sejenak lalu berkata,


"Saat mendapat kabar pangeran Dan berencana menyuruh Ching Ke pergi membunuh Ying Zheng.."


"Aku langsung pergi ke negara Yan, menemui kakak Ching Ke, memintanya membatalkan niat tersebut.."


"Aku juga pergi menemui menteri Ju Wu, memintanya membujuk Raja Xi dari Yan, untuk beraliansi dengan kita dan kerajaan Dai dan Xiong Nu.."


"Untuk bekerjasama menghadapi invasi Qin yang sudah bersiap di Zhong San.."


Gongsun Li mengambil nafas sejenak, sebelum kemudian dengan wajah kecewa, dia melanjutkan ceritanya,


"Tapi semua menjadi sia sia, karena pangeran Dan tidak menyetujui, dia bahkan tidak percaya kekuatan aliansi bisa membantunya menahan invasi Qin.."


"Dia tetap ngotot dengan strategi nya, meminta kak Ching Ke membawa kepala jendral pembelot Qin, Fan Wu Ji serta membawa peta wilayah Du Kuang.."


"Berpura-pura menyerah, lalu membunuh Ying Zheng.."


"Karena Ju Wu gagal membujuk raja Xi dan pangeran Dan.."


"Aku mencoba membujuk kak Ching Ke agar tidak turut campur."


"Tapi kak Ching ke, berkata dia tidak bisa menolak permintaan sahabatnya, karena terlalu banyak berhutang pada nya.."


"Selain itu kakak Ching Ke juga ingin menuntut balas pada Ying Zheng, apa yang terjadi dengan kita.."


"Pada akhirnya perjalanan ku ke Yan sia sia.."


'Kak Ching Ke tetap berangkat menjalankan misinya, raja Xi dari Yan juga menolak tawaran aliansi dan bantuan dari kita..'


"Alhasil misi itu di gagalkan oleh Lu Bu Wei, kak Ching Ke tewas tanpa jasad dan kubur.."


ucap Gongsun Li sambil menghapus airmatanya..

__ADS_1


Guo Yun hanya bisa menghela nafas panjang, dan berkata,


"Setiap orang punya pilihan, kita hanya bisa menghargainya."


"Meski pilihan nya terkadang tidak masuk akal bagi kita, tapi begitulah kenyataannya.."


"Setiap orang punya pilihan, resiko, dan konsekwensi atas pilihan yang di ambilnya.."


"Itu di luar kemampuan kita, kamu sudah maximal, tak perlu terlalu bersedih."


ucap Guo Yun sambil menepuk lembut bahu Gongsun Li.


Gongsun Li mengangguk pelan, menanggapi ucapan menenangkan dari Guo Yun, setelah itu dia kembali melanjutkan ceritanya.


"Setelah kejadian tersebut, dengan alasan ingin membalas dendam.."


"Ying Zheng memerintahkan kak Wang Jian dan putranya Wang Ben berangkat menahlukkan kerajaan Yan."


"Pihak kerajaan Yan mengalami kekalahan telak dalam pertempuran di Zhong San, pasukan Yan mundur hingga ketepi sungai Yi.


"Di sana pasukan Yan dan bala bantuan dari kerajaan Dai di hancurkan tanpa sisa."


"Kerajaan Dai kemudian di hancurkan oleh Qin dengan alasan melawannya bersama Yan."


"Selanjutnya pihak Qin melakukan pengejaran terhadap sisa pasukan kerajaan Yan, hingga ketepi sungai Yan, menghancurkan nya."


"Setelah itu mereka menyerang ke ibukota Ji, raja Xi meminta maaf dengan mengirimkan kepala putranya pangeran Dan.."


"Tapi pihak Qin tidak menanggapinya, mereka terus melakukan serangan.."


"Hingga ibukota Ji runtuh, raja Xi dan sisa Pasukannya melarikan diri ke Kota Liao Dong.."


"Akhirnya di Liao Dong, Raja Xi tertangkap dan di eksekusi bersama seluruh keluarga dan semua pejabatnya.."


"Kerajaan Yan pun di hapus, dan menjadi wilayah Qin."


ucap Gongsun Li mengakhiri ceritanya.


Lalu dia menatap kearah Si Si, meminta Si Si menggantikan dirinya melanjutkan cerita.


Si Si mengangguk lalu melanjutkan ceritanya,


"Qin melanjutkan targetnya ke kerajaan Qi, berbeda dengan raja Xi, raja Xian dari kerajaan Qi, cukup kooperatif, mereka bersedia menerima bantuan kerjasama dari kita menghadapi invasi Qin.."


"Berkat strategi Sun Pin dan bantuan pasukan Harimau Hitam, berkali kali Qin harus mengalami kekalahan dan pasukan nya, terpaksa di tarik mundur."


"Karena kesal dengan campur tangan kita, Lu Bu Wei diam diam memerintahkan Bai Qi Meng Thian Meng Yu memimpin pasukan Qin menyerang Shoucun."


"Karena sebagian besar pasukan kita sedang di kirim membantu kerajaan Qi melawan Qin."


"Saat invasi datang, jendral Lian Po hanya bisa bertahan mati matian seorang diri di sana, bersama sisa pasukan kita yang ada.."


"Saat kita kembali untuk memberikan bantuan, Shoucun sudah jatuh bersama Jendral tua Lian Po, yang ikut gugur di sana.."


ucap Si Si pelan dan agak sedikit sedih terharu oleh kesetiaan dan keberanian Jendral tua Lian Po..

__ADS_1


"Kami terpaksa mundur kembali ke Wu Yue.."


ucap Si Si menutup ceritanya.


Guo Yun mengangguk lalu berkata,


"Jendral tua itu patut di hormati."


Untung dulu aku tidak sampai kesalahan tangan


menghabisinya.."


ucap Guo Yun sedikit menyesal, juga kagum dengan keberanian dan kesetiaan Lian Po.


Guo Yun menatap kearah ketiga istrinya dan berkata,


"Kalian tentu sudah lelah.. beristirahat lah dulu.."


"Nanti Kentungan ketiga, aku baru membangunkan kalian.."


Ketiga istri Guo Yun tidak membantah, mereka mengerti situasi..


Mereka langsung berbaring di kasur mencoba untuk tidur.


Sedangkan Guo Yun memilih duduk bermeditasi melancarkan sirkulasi tenaga saktinya.


Berbeda dengan Gongsun Li dan Si Si yang sudah terbiasa tidur dalam berbagai situasi.


Min Min justru hanya memejamkan matanya, tapi dia tidak bisa tidur.


Dia tidak terbiasa tidur tanpa Guo Yun, saat di lembah hantu sebelum mereka menikah, dia juga harus ditunggui oleh Guo Yun hingga tertidur.


Baru Guo Yun kembali ke kamarnya sendiri.


Tepat Kentungan ketiga, Guo Yun pun membangunkan Gongsun Li dan Si Si.


Karena Min Min sambil tersenyum sudah langsung bangun duduk, menatap kearah Guo Yun sambil tersenyum malu.


Guo Yun juga tahu kebiasaan Min Min, tapi kini situasi berbeda, dia juga tidak berani memanjakan Min Min terutama di depan Gongsun Li.


Setelah membangunkan Gongsun Li dan Si Si.


Guo Yun langsung bergerak seorang diri meninggalkan penginapan.


Dia langsung berjalan kaki menuju Jembatan Sabuk Giok sesuai janji ketemu di dalam surat.


Beberapa saat Guo Yun pergi, Gongsun Li dan Si Si yang mengambil jalan lain nya, pun ikut menyusul menuju lokasi.


Hanya tersisa Min Min seorang diri yang duduk di tepi jendela kamar, menatap kearah sinar rembulan di atas langit dengan wajah sendu dan muram.


Guo Yun saat tiba di jembatan tersebut, dia melihat tempat itu kosong sepi.


Tidak terlihat ada siapapun disana, menunggu beberapa waktu orang yang di tunggu tidak juga tiba.


Guo Yun terlihat berjalan mondar mandir di atas jembatan terlihat agak sedikit gelisah.

__ADS_1


Begitu pula dengan Gongsun Li dan Si Si dalam persembunyian mereka.


Mereka lebih lebih tidak sabar dan gelisah, mereka berdua berulang kali mengutuk Lu Bu Wei habis habisan.


__ADS_2