LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MEMULAI PERJALANAN MENGANTAR SIAN SIAN


__ADS_3

Guru Song dan Guru Ping mengangguk patuh dan berkata,


"Kami tahu salah, kami siap menjalankan tugas, terimakasih ketua.."


Guru Zhuangzi menghela nafas panjang, sambil menghela nafas sedih, dia melanjutkan berkata,


"Tahu salah perbaiki kesalahan, itu adalah yang terbaik, dari pada meminta maaf.."


"Bawalah dia pergi keruangan hukuman, kalian boleh ambil beberapa sumberdaya di sana, untuk mengobati luka kalian dan putra putri kalian.."


ucap guru Zhuangzi berpesan, sebelum dia melangkah meninggalkan tempat itu.


"Guru besar,.. ku mohon pada mu, jangan hukum kakak Ba, atau hukumlah Sian Sian sekalian bersamanya..!"


teriak Sian Sian, sambil berlari maju memeluk kedua kaki guru Zhuangzi, dengan airmata bercucuran membasahi wajahnya.


Guru Zhuangzi menghela nafas sedih, dia membelai kepala Sian Sian dengan lembut dan berkata,


"Maafkan guru, peraturan tetap peraturan hukum harus tetap di jalankan.."


"Yun er,.. bawalah Sian er untuk di obati, kemudian kamu antarkan dia kembali ke pulau Peng Lai di laut timur.."


Tiba-tiba Sian Sian bangkit berdiri, menunjuk kearah guru Zhuangzi dan berkata,


"Kau kejam, ! kalian semua kejam dan jahat..!"


"Kakek ku pasti akan kembali untuk kemari mencari kalian, ! dia tidak akan mengampuni kalian..!"


Teriak Sian Sian emosi.


Li Ba tiba-tiba mengangkat kepalanya dan berkata,


"Sian er tidak boleh kurang ajar terhadap guru.."


"Pulanglah, jangan membawa kakek mu kemari, atau kakak akan mati di depan mu..!"


ucap Li Ba serius.


"Kakak...! kenapa !?"


teriak Sian Sian,


Dia kembali berlari kearah Li Ba, memeluk Li Ba erat-erat, sambil menangis sedih.


"Sian er anak baik, jangan menangis, dengarlah kakak.."


"Ikut kakak Yun, kembali ke sisi kakek mu, hukuman kakak kan cuma setahun."


"Selesai hukuman, kakak berjanji, kakak pasti akan pergi mencari mu ke Peng Lai.."


Sian Sian menggelengkan kepalanya dan berkata dengan sikap keras kepalanya.


"Tidak kak, biarkan Sian Sian menemani kakak jalani hukuman..boleh ya ?"


Li Ba yang kehabisan akal memberi kode agar Guo Yun membantunya.


Guo Yun mengangguk dan merespon cepat, dengan gerakan cepat dia menotok tengkuk Sian Sian.


Setelah Sian Sian terkulai pingsan, Guo Yun menyambut tubuhnya, Guo Yun menggendongnya dan berkata,

__ADS_1


"Adik Ba aku pergi dulu, setelah tugas ku selesai, aku baru kembali menemani mu menjalani hukuman.."


Li Ba mengangguk, sambil tersenyum dia berkata,


"Terimakasih kakak Yun, Sian er ku titipkan pada mu.."


Selesai berkata, Li Ba dengan kepala tertunduk, dia berjalan mengikuti Guru Song dan Guru Ping, yang akan membawanya keruang hukuman.


Guo Yun setelah memberi hormat ke guru Zhuangzi, dia pun bergerak menuruni puncak Ling San, sambil menggendong Sian er, yang pingsan.


Saat tiba di bawah tebing di dekat pantai tepi sungai, Guo Yun langsung di sambut oleh Lai Fu dan ketiga rekannya.


Mereka memberi hormat kearah Guo Yun,


"Apa kabar senior Yun.."


"Kenapa dengan dia ? mana senior Ba ?"


tanya Lai Fu heran.


Guo Yun tersenyum pahit dan berkata,


"Tiada waktu menjelaskan, yang jelas adik Ba sedang di hukum."


"Bila diantara kalian ada yang pergi ke Su Yuan, kalian pasti akan mendengar semuanya.."


"Apa hari ini akan ada perahu yang akan mampir kemari..?"


tanya Guo Yun saat melihat ditepi sungai tidak terlihat perahu satupun.


"Ada,.. tunggu sebentar, aku akan lepaskan tanda untuk memanggil Li Kui kemari.."


Sesaat kemudian dari arah hilir, terlihat sebuah perahu bergerak cepat mendatangi tempat itu.


Guo Yun menatap Lai Fu dengan penuh tanda tanya,


Lai Fu sambil tersenyum berkata,


"Li Kui yang pernah mengantar senior Yun kemari, dia memutuskan akan menunggu senior Yun di sini.."


"Dia tinggal tidak jauh dari sini, setiap kita kita membutuhkan perahu nya, kita tinggal lepaskan ini, dia pasti akan kemari.."


ucap Lai Fu memberi penjelasan.


Mendengar hal itu, Guo Yun menjadi tertarik dengan karakter Li Kui.


Guo Yun di dalam hati berpikir, dalam perjalanan ini, dia akan mengujinya, bila sesuai dengan harapannya.


Li Kui akan di ajak turut serta dalam petualangan nya seperti Li Ba.


Tidak perlu menunggu lama, perahu yang di kendarai oleh Li Kui pun tiba.


Li Kui melompat turun dari perahu dengan ringan, dia seorang diri menarik perahu itu hingga ke darat.


Guo Yun bisa melihat otot tangan Li Kui menggelembung besar, saat Li Kui sedang mengerahkan kekuatan nya, menarik perahu kepinggir.


Setelah menyelesaikannya, sambil tersenyum lebar, Li Kui berkata,


"Tuan Yun, akhirnya kita bertemu lagi,..Li Kui sudah lama menunggu hari ini.."

__ADS_1


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Senang bertemu dengan anda saudara Li Kui.."


"Sekali ini aku sangat membutuhkan bantuan mu, mungkin kita harus menuju laut timur, aku mau ke pulau Peng Lai, apa kamu bisa antar..?"


Li Kui sambil tersenyum lebar berkata,


"Tuan mau kemanapun, aku selalu siap mengantarnya, hanya saja ini perahu sungai.."


"Tidak cocok melaut, gampang karam, kita harus mampir ke negara Yan."


"Nanti kita cari sebuah Kapal layar yang Cocok, baru bisa kita mengarungi samudera mencari pulau itu.."


ucap Li Kui antusias.


"Silahkan atur saja, itu bukan masalah.."


ucap Guo Yun santai.


"Baiklah tuan Yun, kalau begitu kita berangkat sekarang saja, Tuan Yun naiklah ke perahu duluan.."


"Biar aku mengaturnya.."


ucap Li Kui gembira.


Li Kui menoleh kearah Lai Fu dan berkata,


"Kakak Fu terimakasih banyak,.. sampai jumpa.."


Lai Fu membalasnya dengan lambaian tangan.


Guo Yun melayang ringan masuk kedalam perahu, sambil menggendong Sian Sian.


Melihat Guo Yun sudah naik keatas perahu, Li Kui segera mendorong perahu kearah sungai.


Sebelum akhirnya dia ikut melompat ringan keatas perahu, menyusul Guo Yun dan Sian Sian.


Guo Yun membaringkan Sian Sian dengan hati-hati di dalam bilik perahu, lalu dia dengan serius membantu mengoleskan obat salep luka, di punggung Sian Sian.


Guo Yun sedikit terenyuh, melihat luka yang di alami oleh gadis tanggung itu.


Guo Yun jadi sulit membayangkan, bagaimana gadis itu melewati hari harinya selama 5 tahun terakhir ini.


Guo Yun merasa iba dan kasihan


dengan nasib yang di alami oleh gadis itu.


Perlahan-lahan perahu mereka mulai bergerak meninggalkan kaki tebing Ling San.


Perahu bergerak pelan menelusuri sungai Yang Tze, yang panjang.


Saat memasuki tengah malam, Sian Sian pun tersadar dari pingsannya.


Dia sedikit mengeluh menahan rasa perih di punggungnya, saat ingin bergerak untuk bangun.


Suasana di dalam bilik perahu terlihat remang remang, karena hanya di bantu oleh penerangan sebuah lampu minyak, yang terlihat bergoyang-goyang, dan tergantung di atas bilik perahu.


Sian Sian mengedarkan pandangannya, dia hanya melihat bayangan Punggung Guo Yun, yang sedang duduk di anjungan perahu.

__ADS_1


__ADS_2