LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENCARI JALAN KELUAR


__ADS_3

Ini hanya menunjukkan betapa beracunnya semburan bisa ular itu.


Bila terkena, Guo Yun pasti akan tewas tak tertolong lagi.


Tapi semakin lama Guo Yun semakin gesit, dan lincah.


Dengan langkah ajaib di padu ilmu meringankan tubuh menembus Mega.


Hampir mustahil bagi ular putih raksasa itu, bisa melukai Guo Yun.


Sebaliknya Guo Yun lah yang terus menerus memberikan luka di dua tempat.


Satu di leher, satu lagi di dekat samping tanduk di kepalanya.


Guo Yun hanya bisa memainkan energi pedang saja, senjata batang bambunya bukan pedang pusaka.


Sehingga tidak bisa membantunya memberikan daya ledak, yang jauh lebih dahsyat ke ular putih raksasa yang kebal itu.


Pertarungan terus berlanjut, tempat itu mulai porak poranda, di hancurkan oleh ular putih yang marah itu.


Setelah sekian kali terkena tebasan pedang bambu Guo Yun, di bagian tanduknya.


Akhirnya tanduk itu tidak kuat, copot dari dudukannya diatas kepala ular itu.


"Brakkkk...!"


""Rarrrrrrhh...!"


Ular itu langsung meraung marah dan menyerang dengan ekornya, kalang kabut menghajar kearah Guo Yun.


"Wussss..!"


"Brakkkk..!"


"Bresss..!"


Guo Yun demi menghindar serangan yang sangat kuat dan berbahaya itu.


Dia akhirnya mendarat keatas kepala ular itu dengan ringan.


Di posisi itu, Guo Yun mengalirkan tenaga sakti ke sepasang kakinya.


Sehingga melekat di sana seperti seekor Pacet.


Bagaimana ular itu mengibaskan kepalanya, Guo Yun terus menempel di sana.


Bukan hanya menempel, tapi secara bertubi-tubi, Guo Yun terus menerus menyarangkan pedang bambu hijau itu.


Menusuk bekas luka di tanduk yang patah, Guo Yun mengincar area itu.


Karena dia melihat, di sana ada sebongkah batu yang mengeluarkan cahaya kehijauan.


Guo Yun yakin itu adalah batu siluman, titik terlemah dari ular raksasa itu.


Maka nya dia mati matian, terus berusaha menyerang area itu.

__ADS_1


Demi menghindari serangan Guo Yun, yang sangat menyakiti nya.


Ular itu bahkan berulang kali, menghempaskan kepalanya, ke tebing, keatas batu, ke pohon, ke mana saja, agar bisa menjauhkan Guo Yun dari kepalanya.


Tapi usaha itu tidak membuahkan hasil, Guo Yun selalu melayang ringan, seperti seekor lalat menghindar.


Lalu kembali menempel, begitu kepalanya telah menghantam sasaran.


Di sana dia masih terus menghantam titik itu, bambu di tangannya telah hancur.


Kini Guo Yun menggunakan sepasang cakarnya, terus menghantam dan mengorek luka tersebut.


Dia berusaha mencabut keluar batu hijau di kulit kepala ular itu.


Darah menyembur, membasahi wajah dan pakaian Guo Yun.


Tapi Guo Yun tidak berhenti, dia terus berusaha mencabut batu hijau, yang kini semakin terlihat jelas.


Batu hijau itu ternyata adalah sebutir mutiara hijau sebesar kepalan tangan, orang dewasa.


Akhirnya Guo Yun dengan cakar sembilan naga langit, berhasil mencabut keluar mutiara itu dari tempatnya.


Perlawanan ular itu pun terhenti, begitu mutiara di atas kepalanya di cabut keluar oleh Guo Yun dari kepalanya.


Ular itu akhir nya jatuh tergeletak tak berdaya di atas tanah, sebelum akhirnya terdiam tidak bergerak lagi.


Guo Yun setelah berhasil menahlukkan ular tersebut, dia langsung pergi membersihkan diri nya yang berlepotan darah ular itu.


Setelah membersihkan, diri Guo Yun menyimpan batu mutiara hijau itu kedalam saku bajunya.


Sekaligus berusaha meningkatkan lagi kekuatan tenaga saktinya.


Guo Yun merasakan darahnya bergolak hebat, dan tenaga saktinya meningkat dengan pesat.


Dia tidak menyadari bahwa, saat dia sedang berusaha mencabut mutiara hijau di kepala ular Siluman itu.


Secara tidak sengaja, Guo Yun telah menelan darah ular itu, yang menyembur kewajahnya.


Darah ular itu memilki khasiat, meningkatkan kekuatan tenaga dalam Guo Yun, secara bertahap, dengan berbaur di dalam darahnya.


Tapi darah itu juga memilki efek samping, yang cukup berbahaya bagi Guo Yun, yang hanya sendirian ditempat sepi ini tanpa pasangan.


Setiap bulan purnama darah Guo Yun akan menggelegak, bera hi nya, akan meningkat tak terkendali.


Kebetulan malam itu adalah malam bulan purnama.


Guo Yun yang sedang bermeditasi bermandikan cahaya bulan, mulai merasa ada keanehan di dalam tubuhnya.


Dia merasa ada hawa panas, yang sedang bergolak di dalam tubuhnya.


Saking panasnya, Guo Yun sampai bermeditasi dalam keadaan polos.


Tapi tetap saja darahnya terus menggelegak, hawa yang panas terus berputar putar di dalam tubuhnya.


Rudal Guo Yun sudah mengamuk, berdiri tegak belum mau turun sebelum bertemu lawannya.

__ADS_1


Guo Yun yang tidak tahan, akhir nya menceburkan dirinya kedalam kolam air terjun.


Bermeditasi di dasar kolam, mencoba menahan gejolak hawa panas di tubuhnya, yang sangat menyiksa.


Tapi air kolam belum juga berhasil meredam keseluruhan hawa panas yang sangat kuat itu.


Guo Yun akhirnya terpaksa harus kembali berpindah tempat, dia kini duduk di sebuah batu, yang terletak di bawah air terjun.


Disana Guo Yun menerima hantaman keras air terjun, kearah kepalanya.


Dengan cara ini, perlahan hawa itu akhirnya berhasil di tekan.


Hingga menjelang pagi, di mana bulan sudah menghilang, perlahan lahan kondisi Guo Yun baru berhasil di stabilkan kembali.


Setelah hawa itu berhasil di stabilkan, Guo Yun langsung merangkak keluar dari balik air terjun.


Lalu berenang ketepi kolam, saat tiba di tepi kolam.


Guo Yun langsung tergeletak lemas tak sadarkan diri.


Beruntung nya, Guo Yun kehilangan hampir sebagian besar ingatan masa lalunya.


Sehingga pikirannya kosong, soal hubungan pria wanita.


Hal ini cukup membantu pikiran liar Guo Yun, yang bisa seperti bensin di siramkan ke api, akan semakin meningkat kan hawa panas di dalam tubuhnya


Di mana setiap saat bisa saja meledakkan organ jantung dan seluruh pembuluh darah Guo Yun, bila tidak ditemukan pelampiasannya.


Menjelang siang, Guo Yun pun akhirnya terbangun dari tidur panjang nya.


Saat bangun, Guo Yun merasa seluruh tubuhnya jauh lebih ringan.


Kekuatan tenaga dalamnya meningkat beberapa ratus lingkaran.


Guo Yun bisa merasakan kini tenaga dalam nya, setidaknya telah mencapai 2800 lingkaran.


Suatu pencapaian yang sangat ajaib, Guo Yun menjadi sangat gembira.


Saat Guo Yun mencoba memainkan jurus jurus andalannya.


Hasilnya sungguh di luar dugaan, setiap jurusnya kini memilki daya perusak yang sangat tinggi.


Bisa menghancurkan apapun, yang di lewati oleh jurus serangannya dengan sangat mudah.


Selesai berlatih Guo Yun, yang merasa lapar, dia kembali menangkap beberapa ekor ikan panca warna, untuk di bakar buat makan siang.


Selesai makan, Guo Yun kembali melanjutkan penelusurannya mencari jalan keluar.


Guo Yun coba masuk kembali kedalam gua, yang menjadi sarang ular', dia melakukan pemeriksaan ulang.


Dimana sebelumnya, kegiatan pemeriksaan gua nya, sempat tertunda karena di serang oleh ular putih raksasa.


Setelah melakukan pemeriksaan ulang, hasilnya sama mengecewakan dengan gua gua sebelumnya.


Kini tinggal dua area yang belum dia periksa, tebing di balik air terjun dan dasar kolam air terjun.

__ADS_1


.


__ADS_2