
"Lembah ini sangat rawan jebakan dan serangan membokong.."
ucap Zhang Yi yang di ikuti oleh anggukan kepala Ling Tong, membenarkan pendapat kakak pertama nya.
Gongsun Li menghela nafas panjang dan berkata,
"Aku juga tahu itu, saat dari Dan Yang menuju Shoucun, jalan ini juga sengaja kami lewati dengan jalan memutar."
"Tapi saat ini mangsa di depan mata, aku merasa sangat di sayang kan."
"Bila melepaskan nya begitu saja, karena takut dengan tantangan di bawah sana.."
"Jadi maksud ratu,..? kita akan tetap memasuki lembah melakukan pengejaran..?"
tanya Zhang Yi ragu.
Gongsun Li menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Bukan kita, tapi hanya aku saja.."
"A.. apa maksud Yang Mulia..?"
tanya Zhang Yi kaget
"Aku akan membawa 10.000 pasukan kuda besi, kurasa itu sudah lebih dari cukup.. untuk menghabisi Meng Yu dan sisa pasukan nya."
"Menurut ku meski berjumlah lebih banyak, mereka tidak akan banyak berguna.."
"Karena pasukannya mentalnya sudah jatuh ke titik 0."
ucap Gongsun Li penuh keyakinan.
"Aku tidak setuju,..!"
"Aku juga..!"
ucap Zhang Yi dan Ling Tong saling bersahutan.
Gongsun Li menoleh kearah Zhang Yi dan Ling Tong lalu berkata,
"Aku tahu jalan pikiran kalian berdua, terus terang saja, kalian berdua harus tahu..."
"Aku sana sekali tidak pernah bermaksud meragukan kemampuan dan keberanian Jendral senior berdua."
"Kalian berdua sudah mengikuti suami ku membangun kerajaan Yue mulai dari 0."
"Bagaimana mana mungkin aku bisa meragukan itu, tidak bukan itu.."
"Alasan aku ingin pergi sendiri, adalah agar bila ada bahaya, kalian berdua bisa datang memberikan pertolongan.."
"Jadi di belakang ku ada kalian yang melindungi, aku akan bisa fokus bekerja dengan tenang.."
Zhang Yi menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Maaf ratu aku belum bisa menerimanya.."
"Bila ratu punya beban kekhawatiran ? kenapa bukan aku atau Ling Tong saja yang di utus kesana..?"
"Mengapa harus ratu sendiri yang kesana..?"
ucap Zhang Yi berkeras.
Gongsun Li tidak mungkin mengatakan kemampuan Ling Tong dan Zhang Yi, bukan lawannya Meng Yu dan keempat pengawal rahasia nya.
__ADS_1
Itu akan sangat menyinggung harga diri kedua senior itu.
Bila hal ini dia jadikan alasan justru akan semakin membuat mereka berdua sulit menerima kenyataan tersebut.
Mereka pasti akan semakin ngotot untuk maju kedepan, melakukan pembuktian diri.
Sayangnya ini adalah perang, dalam perang yang penting adalah kemenangan.
Dalam hal lain semua harus di singkirkan bila ingin menang, bila tidak hanya akan membawa semuanya ikut dengan kita menuju kekalahan.
Pengertian ini Gongsun Li sangatlah paham.
Gongsun Li tiba tiba dengan wajah tegas dan dingin mengeluarkan sebuah plakat hitam bergambar seekor harimau hitam di bagian tengah tengah plakat.
"Plakat kekuasaan tertinggi harimau hitam di sini,..!"
"Apa kalian ingin membantahnya..!?"
tanya Gongsun Li tegas.
Melihat plakat yang sangat mereka kenal itu.
Zhang Yi dan Ling Tong langsung melompat turun dari punggung tunggangan mereka.
Mereka berdua segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan Gongsun Li dengan kepala tertunduk, menjawab pelan.
"Kami tidak berani Yang Mulia.."
"Zhang Yi, Ling Tong, dengar perintah, !"
"Siap Yang Mulia.."
jawab Zhang Yi dan Ling Tong kompak.
"Tanpa kode dari ku, kalian di larang keras bergerak sembarangan, tanpa melihat kode dari ku.."
ucap Gongsun Li tegas.
Zhang Yi dan Ling Tong seperti terhipnotis, meski hati tidak rela, tapi selain mengangguk mereka tidak punya pilihan.
"Waktu tidak banyak, kalian berdua bangunlah aturlah barisan kalian sebaik mungkin.."
"Aku pergi dulu.."
ucap Gongsun Li tegas.
Setelah itu dia segera memacu kudanya meninggalkan kedua orang itu yang berdiri diam di tempat dengan ekspresi wajah penuh sesal dan serba salah.
Gongsun Li sambil memacu kuda merahnya dengan tangan kanan, tangan kirinya mengeluarkan sebuah bendera kecil berwarna hitam.
Dengan dua huruf putih bertuliskan harimau hitam.
Begitu melihat bendera kecil itu, sepuluh ribu pasukan kuda besi segera bergerak meninggalkan barisan mereka.
Menyusul kearea Gongsun Li yang sedang bergerak cepat menuruni bukit.
Gongsun Li sedikit memperlambat laju kudanya, sehingga rombongan pasukan berkuda itu bisa menyusulnya.
Setelah mendekat Gongsun Li sambil memacu kudanya berkata dengan suara sedikit di keraskan.
"Komandan Yang Komandan Wu..!"
"Kalian pimpin 3000 personil, masing masing bergerak dari sisi kiri dan kanan..!"
__ADS_1
"Habisi semua lawan tanpa ampun, tidak ada perkecualian..!"
"Paham,..!?"
"Paham ..!"
jawab kedua komandan itu sambil mengangguk kecil.
Setelah itu mereka berdua segera mengatur barisan, masing masing bergerak dari arah kiri kanan menuruni bukit dengan cepat.
Gongsun Li bergerak memimpin 4000 personil menyusul dari bagian tengah.
Kuda kuda pasukan harimau hitam bergerak seperti terbang menuruni bukit terjal dengan hamparan rumput pendek.
Saking cepatnya, kuda kuda itu terlihat seperti sedang terbang diatas rumput hijau.
Kuda kuda ini adalah kuda kuda terbaik yang pernah Guo Yun dapatkan dari tuan abu nawas, saudagar kaya raya dari negeri Persia.
Tentu saja kuda kuda ini adalah kuda kuda spesial, bertubuh tinggi besar dengan bulu bulu halus di kuduknya yang panjang dan indah.
Mereka adalah kuda terbaik di daratan tengah yang jarang ada duanya.
Mereka sangat kuat dan memiliki kemampuan jelajah 1000 Li tanpa kenal lelah.
Meng Yu dan pasukannya yang sedang bergerak di bagian tengah lembah.
Tidak bisa bergerak cepat, karena perjalanan mereka terhalang oleh rumput rumput panjang tebal yang tingginya melebihi kuda tunggangan mereka.
Mereka untuk bergerak saja harus mengunakan senjata tombak golok dan pedang mereka.
Untuk membantu membuka jalan dengan menebas rumput panjang yang menghalangi perjalanan mereka.
Segera dengan cepat mereka sudah tersusul oleh rombongan Gongsun Li yang bisa bergerak mengikuti jalan yang sudah mereka buka.
Tidak butuh waktu lama dari sisi sayap kanan Komandan Yang sudah memimpin 3000 pasukannya menyerang pasukan Qin.
Dari Sisi sayap kiri komandan Wu juga memimpin 3000 personil pasukan harimau hitam menyerang pasukan Qin.
Pasukan Qin yang menghadapi serangan yang cepat dan ganas dari pasukan harimau hitam yang cepat dan ganas.
Mereka yang sudah kehilangan semangat dalam sekejap mata sudah terdesak hebat.
Di katakan perang lebih mirip pembantaian di mana mayat pasukan Qin terlihat berserakan di mana mana.
Sedangkan pasukan harimau hitam semuanya terlihat utuh baik baik saja.
Belum ada korban jiwa di pihak mereka, hanya sedikit pula luka ringan di tangan dan kaki.
Tidak akan mampu menghentikan keganasan pasukan harimau hitam.
Kedatangan Gongsun Li yang memutar tombak naga putihnya berkelebat kesana kemari, menghantam barisan tengah.
Membuat pasukan Qin semakin terpojok, mereka pada akhirnya, pada melemparkan senjata dan bendera mereka.
Lalu memacu kuda mereka berlarian kesegala arah mencoba melarikan diri.
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!
anak panah di lepaskan oleh pasukan harimau hitam, berhamburan mengejar mereka yang coba coba melarikan diri.
__ADS_1