
Lu Bu Wei yang menyadari gerak gerik Guo Yun, yang terlihat kurang suka dengan ucapan Bai Qi.
Dia pun menoleh kearah Guo Yun dan berkata,
"Bagaimana pendapat mu ?"
Guo Yun diam sejenak, kemudian berkata,
"Ikuti saja kemauan jendral Bai, kita lihat hasilnya besok.."
Lu Bu Wei paham, Guo Yun sengaja memberikan kesempatan kepada Bai Qi untuk mencobanya.
Bila berhasil, itu tentu bagus, dia tidak perlu repot terlibat
Tapi bila terjadi sebaliknya, Guo Yun saat itu baru mengemukakan strategi nya.
Meski cara ini sedikit merugikan pasukannya, tapi Lu Bu Wei tetap mengikuti alur kemauan Guo Yun.
Begitu keputusan di ambil, dan di tetapkan.
Keesokan paginya, berangkat lah pasukan besar sebayak 600.000 personil bergerak dari 4 arah.
Melakukan pengepungan dari 4 penjuru gerbang kota.
Serangan besar besaran di lakukan oleh pasukan Qin begitu tiba di Handan.
Bai Qi di bantu oleh jendral kepercayaan nya, melakukan pengepungan besar besaran, berusaha merebut ibukota Handan.
Li Mu di dalam sana memimpin seluruh barisan pasukan yang ada, di bantu oleh Ling Tong dan sisa pasukan harimau hitam.
Mereka melakukan perlawanan dengan sangat gigih, mati matian pantang menyerah.
Hari hari terus berlalu, sebulan pengepungan berjalan tanpa hasil.
Si Topeng Emas sendiri, memilih menutup diri di kemahnya.
Meningkatkan terus latihan Thian Ti Sen Kung nya.
Dia tidak bersedia ikut campur dalam pengepungan tersebut.
Bahkan Lu Bu Wei sendiri pun.
Bersikap pura pura tidak tahu, dan tidak pergi mengusiknya.
Tidak ada orang yang berani pergi mengusiknya, meminta dia turun tangan membantu.
Tepat setelah sebulan berlalu, Si Topeng Emas, akhirnya keluar sendiri dari dalam kemahnya.
Dia langsung pergi menuju kemah Lu Bu Wei .
Begitu masuk kedalam kemah utama Lu Bu Wei, si topeng emas langsung bertanya,
"Bagaimana perkembangan hasil pengepungan 4 arah kita..?"
Dengan wajah kesal dan sedikit emosi, Bai Qi berkata,
"Kura kura tua itu terus bertahan di sana, dengan di bantu oleh rakyat kerajaan Zhao, bahu membahu dengan nya."
__ADS_1
"Mereka saling membantu mempertahankan kota tersebut, dimana jumlah rakyat di kota itu cukup banyak."
"Dengan bergabungnya pasukan rakyat di sana, kekuatan mereka jadi hampir berimbang dengan kita.."
"Bila tidak memilki kekuatan 3 kali lipat darinya, kelihatannya menahlukkan Handan akan jadi masalah.."
ucap Bai Qi kesal.
Si Topeng Emas hanya mendengarkan dengan tenang sambil menganggukkan kepalanya.
Sesaat kemudian dia menoleh kearah Lu Bu Wei dan berkata,
"Paman sekarang saatnya, sebarkan gosip di antara rakyat Zhao.."
"Li Mu lebih pantas menjadi raja dari kerajaan Zhou, menggantikan raja Qian yang tidak berkompeten.."
"Nanti hasilnya akan segera terlihat.."
ucap si Topeng Emas tenang.
Kini mengertilah Lu Bu Wei, mengapa Guo Yun membiarkan Bai Qi mengepung dan menyerang selama sebulan ini..
Jadi inilah tujuan Guo Yun, dia ingin rakyat Zhao pro dan mendukung Li Mu sepenuh hati.
Di saat popularitas Li Mu melebihi Junjungan nya, yang kini jadi terlihat tak berguna di mata rakyatnya.
Inilah waktu yang tepat, untuk melempari fitnah ke Li Mu, sebagai pejabat tidak setia dan tidak tahu balas Budi.
Raja Qian yang takut posisinya terancam, pasti akan mencari cara melenyapkan Li Mu saingan berat nya itu.
Lu Bu Wei menoleh kearah Bai Qi dan berkata,
Bai Qi meski tidak rela, tapi dia tidak berani membantah.
Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan lemah.
Setelah memberi hormat kearah Lu Bu Wei dan Topeng Emas, Bai Qi pun bergerak meninggalkan kemah.
Keesokan paginya, dengan alasan ransum menipis.
Bai Qi menarik mundur seluruh pasukannya, yang sedang melakukan pengepungan dari empat arah.
Dia memimpin pasukannya kembali ke Chang Ping Kuan.
Sementara rombongan Lu Bu Wei mundur kembali ke Chang Ping Kuan bersama Bai Qi dan pasukannya.
Di benteng pertahanan Handan sedang di adakan Pesta kegembiraan rakyat, dan pasukan Zhao, yang berhasil memaksa mundur pasukan Qin.
Pesta berlangsung dengan sangat meriah.
Tidak ada yang tidak memuji kehebatan dan jasa jasa Li Mu, yang berhasil memukul mundur pasukan Qin, yang berjumlah jauh lebih banyak.
Diam diam mata mata Lu Bu Wei mulai menyebarkan gosip, mencari dukungan, untuk melengserkan Raja Qian mengangkat Li Mu sebagai penggantinya.
Begitu berita tersebar, tentu saja rakyat yang pro dengan Li Mu.
Mulai terang terangan melakukan demonstrasi.
__ADS_1
Meminta raja Qian mundur dari jabatannya.
Tindakan ini mulai menimbulkan kekacauan internal, terutama di dalam kalangan istana.
Di mana banyak pejabat yang tidak suka dengan kesombongan Li Mu, mereka mulai menghasut Raja Qian untuk mengambil tindakan.
Setelah melalui sidang cukup alot, akhirnya Raja Qian memutuskan, memanggil Li Mu kembali ke istana.
Dengan alasan pasukan Qin sendiri sudah mundur, kini sudah tidak berbahaya lagi.
Jadi tidak ada alasan bagi Li Mu, untuk tetap bertahan di benteng pertahanan, dan memegang tampuk kekuasaan militer.
Sudah saatnya tampuk kekuatan militer di kembalikan ke raja, sesuai anjuran dari menteri menteri istana.
Tapi Li Mu yang tidak suka di atur, dia punya pandangan tersendiri.
Selama dirinya tidak berbuat, dia tidak perlu merasa takut dengan gosip apapun.
Dia lebih takut, Qin akan kembali.memyerang secara mendadak, jadi saat ini yang terbaik adalah berusaha memperkuat pertahanan.
Jadi tidak ada alasan baginya, untuk memenuhi panggilan Raja Qian, mengurusi hal tidak penting dan debat kosong.
Sedangkan saat ini, waktu sangat berharga, untuk membentuk kekuatan pertahanan yang jauh lebih kuat.
Juga melatih pasukan rakyat, menjadi pasukan yang lebih profesional.
Sehingga bisa di gunakan nantinya, setiap saat di perlukan.
Karena perbedaan pemikiran, Li Mu menolak perintah dari utusan Raja Qian, yang memintanya untuk kembali menghadap ke istana, memenuhi panggilan Raja Qian.
Sikap penolakan Li Mu ini membuat Raja Qian semakin curiga, para menteri korup di istana semakin cemas.
Mereka terus mendesak Raja Qian, mengambil langkah konkret dan nyata, sebelum semuanya terlambat.
Mereka bahkan menganjurkan agar hubungan kerjasama dengan Wu Yue di putuskan.
Ling Tong dan pasukan harimau hitam nya, harus di usir dari Handan.
Agar mereka tidak bisa di manfaatkan oleh Li Mu, untuk melakukan kudeta berdarah.
Raja Qian menyetujui hal tersebut, dia segera memanggil Ling Tong untuk menghadap.
Ling Tong sebagai tamu kerajaan Zhao, tentu saja dia tidak bisa bersikap sebebas Li Mu.
Meski hatinya tidak puas, tapi dia tetap datang menghadap ke istana, menerima keputusan Raja Qian.
Di mana Raja Qian dengan alasan kondisi ibukota sudah dalam kendali.
Dia meminta Ling Tong dan pasukannya, sudah saatnya kembali ke negerinya di Wu Yue.
Ling Tong tidak bisa menolaknya, dia hanya bisa mengikuti kemauan Raja Qian.
Ling Tong setelah berpamit dengan Li Mu.
Dia langsung memimpin sisa pasukan nya meninggalkan kota Handan.
Li Mu meski keberatan dan kecewa, tapi dia tidak bisa apa-apa, itu adalah sepenuhnya wewenang rajanya.
__ADS_1
Sebagai seorang abdi, dia tidak punya hak untuk mempertanyakan kebijakan atasannya.