
Setelah melumpuhkan lapis demi lapis pasukan pengawal istana
Guo Yun dan Li Ba akhirnya tiba di halaman depan istana kerajaan Song.
Di mana terlihat istana dijaga dengan ketat oleh dua orang jendral dan dua orang komandan pengawal pasukan istana.
Langkah Guo Yun dan Li Ba terhenti di sini.
"Tunggu berhenti,! siapa kalian berdua,..?"
"Laporkan nama dan pangkat kalian ?"
"Kenapa, aku tidak pernah melihat kalian ?"
tegur salah satu dari kedua jendral itu dengan tatapan mata curiga.
"Lapor Jendral, aku adalah Jendral muda Yun Guo dia Ba Li.."
"Kami berdua di tugaskan oleh Yang Mulia di dalam kereta sana, untuk mengawalnya masuk hingga tiba di istana bagian belakang.."
"Yang Mulia sedang tertidur karena kelelahan, bila Jendral berdua tidak percaya."
"Kami akan antarkan Jendral berdua menemui Yang Mulia, tapi bila Yang Mulia marah, kami tidak bertanggungjawab.."
ucap Guo Yun tenang.
Kedua Jendral itu terlihat ragu dan saling pandang.
Melihat keraguan mereka berdua,
Guo Yun pun berkata cepat,
"Silahkan Jendral berdua,.. "
Guo Yun melangkah menghampiri kereta, kedua jendral itu meski ragu akhirnya mereka mengikuti Guo Yun dari belakang.
Guo Yun sengaja mengajak mereka menghampiri kereta kuda Raja Huan yang jendela nya, memang sengaja di biarkan sedikit tersingkap.
Sehingga dari luar bisa terlihat Raja Huan, yang sedang memejamkan mata sambil bersandaran di dalam kereta, dengan tubuh tertutup selimut tebal.
Hal ini di lakukan pertama untuk mengecoh, bila ada pemeriksaan.
Kedua kain penutup jendela, bila di biarkan tertutup, maka akan terlihat lubang bekas anak panah Li Ba, yang telah menewaskan Raja Huan.
Strategi Guo Yun cukup berhasil, kedua jendral itu begitu melihat wajah Junjungan mereka sedang tertidur pulas.
Mereka segera menahan langkah dan berkata,
"Baiklah,.. kami akan membantu mengawal kalian menuju istana belakang.."
Dengan di kawal oleh dua komandan dan dua orang jendral, yang membawahi seluruh pasukan pengaman istana.
Guo Yun dan Li Ba serta puluhan pasukan pengawalnya, mengikuti kedua Jendral itu mengawal kereta kuda raja Huan, menuju istana bagian belakang.
Sisa pasukan Guo Yun bersiaga di halaman depan istana, menunggu sinyal dari Guo Yun sesuai rencana.
Tiba di istana bagian belakang, kedatangan Raja Huan, langsung di sambut oleh seluruh keluarga kerajaan.
Mereka semua sudah terlebih dahulu mendapatkan kabar dari pengawal istana.
__ADS_1
Mengenai kembalinya raja Huan, yang sedang menuju istana belakang.
Sebelum rombongan Guo Yun tiba di sana.
Seluruh keluarga kerajaan yang sudah menerima kabar, mereka semua sudah siap berkumpul di sana menanti kedatangan Raja Huan.
Semua ini sudah masuk dalam perkiraan Guo Yun.
Begitu melihat seluruh keluarga kerajaan sudah berkumpul di sana, Di mana sebentar lagi semua akan terungkap.
Guo Yun segera memberi kode ke Li Ba, untuk melepaskan sinyal kembang api, agar pasukan mereka bergerak.
Sedangkan Guo Yun sendiri dengan gerakan kecepatan luar biasa dan sangat tidak terduga.
Telah menotok jalan darah kedua komandan dan kedua Jendral pimpinan pasukan istana.
Sebelum ke empat orang itu sempat berbuat sesuatu, tubuh mereka berempat, telah roboh keatas tanah tidak mampu bergerak.
Para pengawal istana langsung bergerak mengepung Guo Yun dan Li Ba.
Tapi Guo Yun berteriak
"Berhenti semuanya..!"
"Berani bergerak selangkah saja, jangan salahkan kami membunuh mereka berempat..!"
Ancaman Guo Yun cukup efektif, semua pengawal itu langsung menghentikan pergerakan mereka.
Tapi dari pihak keluarga kerajaan, tiba-tiba muncul seorang pemuda tampan berusia 20 tahunan.
Dialah putra mahkota kerajaan Song, dia bertindak maju kedepan dan berteriak.
"Tangkap mereka berdua,..! jangan biarkan lolos..!"
Kedua Jendral dan kedua Komandan itu langsung pucat wajah mereka.
Nyawa mereka di pertaruhkan oleh putra mahkota, tanpa memikirkan nasib mereka.
Melihat hal ini, Guo Yun yang awalnya sedikit kaget dan di luar prediksi.
Tapi otaknya yang cerdik cepat berputar, sambil menarik kedua Jendral itu menjadi tameng nya.
Diikuti oleh Li Ba yang menarik kedua komandan itu menjadi tamengnya.
Guo Yun pun berkata pelan,
"Lihat dia begitu tega tidak memperdulikan nasib kalian, apa kalian masih berpikir untuk mengabdi pada orang seperti itu.."
"Bila pun kalian hidup, dia pasti tidak akan pernah melepaskan kalian dari hukuman.."
"Kalian harus ingat insiden ini ada hubungannya dengan kalian.."
"Ini adalah suatu aib besar yang mencoreng wajah pemerintah, akan ajaib bila ada yang bisa keluar dari sini hidup hidup."
Mendengar ucapan Guo Yun, wajah kedua Jendral itu sebentar pucat, sebentar merah, mereka menatap marah kearah pemuda tampan itu.
"Waktu kita tidak banyak, bila kalian setuju bekerja sama, aku akan melepaskan kalian.."
"Kedipkan mata kalian bila setuju.."
__ADS_1
ucap Guo Yun cepat.
Karena dia melihat pasukan pengawal istana mulai bergerak mendekat merapatkan kepungan.
Guo Yun sadar bila strategi ini tidak berhasil, saat pasukan nya di depan berhasil sekalipun.
Kemungkinan dia dan Li Ba sudah tewas di bawah hujanan senjata, para pengawal istana, yang rata-rata memiliki kemampuan tidak rendah.
Kedua Jendral dan Ajudannya itu cepat cepat mengedipkan mata.
Guo Yun dengan gerakan cepat membebaskan totokan syaraf gagu mereka berempat.
"Berhenti,..! mundur kalian semuanya..!"
"Tangkap pangeran bangsat itu dan seluruh keluarga kerajaan cepat..!"
teriak kedua Jendral itu secara bergantian.
Para pasukan pengawal terlihat ragu ragu.
Mereka masih dilema mau mengikuti perintah siapa.
Melihat situasi yang mungkin berbalik, pangeran itu segera berteriak,
"Tangkap kedua jendral dan komandan yang membelot itu, kalian semua akan mendapatkan hadiah besar dari ku.!"
Mendengar ucapan pangeran itu, para pengawal kembali bergerak.
Melihat hal itu sambil tersenyum Guo Yun berkata dengan tenang.
"Kalian lebih baik pikir baik baik jangan tertipu, masalah sudah seperti ini.."
"Tidak di hukum saja sudah bersyukur, apalagi dapat hadiah.."
"Bila salah memilih, kalian semua akan rasakan akibatnya yang sulit di bayangkan.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum mengejek.
Ucapan Guo Yun seketika membuat para pengawal itu berbalik mengepung seluruh keluarga raja dengan tombak teracung .
Melihat hal ini Guo Yun pun melepaskan keempat orang tawanan nya, dan berkata,
"Raja Huan sudah tewas, seluruh pasukan nya juga sudah di hancurkan.."
"Bila ingin selamat bekerja sama lah dengan ku, mari kita sambut pangeran Ji Ao dari Lu.."
"Aku akan jamin keselamatan kalian dan seluruh keluarga kalian."
"Bila tidak, kalian pasti akan menyesal.."
Mendengar ucapan Guo Yun, kedua Jendral dan komandan itu, langsung berlutut di hadapan Guo Yun dan berkata.
"Kami akan mendengarkan pengaturan dari tuan muda..Yun..!"
"Kalian berempat berdirilah, sekarang juga bantu aku tertibkan istana.."
"Setelah itu bantu aku kuasai seluruh ibukota,.. "
"Jasa kalian pasti akan ku sampaikan ke Pangeran Ji.."
__ADS_1
ucap Guo Yun sambil membangunkan keempat orang itu.
Setelah memberi hormat ke Guo Yun, keempat orang itu langsung bergegas pergi menjalankan perintah Guo Yun.