LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PUTRI MIN MIN


__ADS_3

Begitu Guo Yun terbang masuk kedalam gerbang pintu Kota Handan.


Guo Yun melayangkan 4 tebasan cahaya merah, menuju 4 rantai besi, yang menjadi penahan buka tutupnya pintu gerbang, yang berat dan tebal.


Trangggg..!"


Trangggg..!"


Trangggg..!"


Trangggg..!"


Begitu rantai besi itu di lintasi oleh cahaya merah, rantai besi itu pun putus.


Sehingga kini pintu gerbang pun tidak bisa di tutup kembali.


Kini Guo Yun lah yang berdiri gagah di depan pintu gerbang, memberikan tebasan sinar merah.


Mencegah siapapun yang hendak mencoba mendekati pintu gerbang.


Panglima Zhao, yang menyadari kesalahan dan kecerobohannya.


Dia langsung berteriak dengan keras memberi perintah,


"Pasukan Tameng maju tahan dia..!"


Pasukan tameng kerajaan Zhao dengan cepat, berbaris rapi maju untuk menekan Guo Yun.


Langkah kaki mereka berderap derap memenuhi sekitar tempat itu.


Tapi begitu Tebasan sinar merah melesat horisontal melewati mereka,.secara terus menerus tanpa henti.


"Trangggg...!"


"Arggghh,..!"


"Trangggg...!"


"Arggghh,..!"


"Trangggg...!"


"Arggghh,..!"


Bunyi Perisai pecah, serta potongan tubuh bertebaran di mana-mana, disertai jeritan ngeri menyayat hati berkumandang di mana mana, memenuhi seluruh arena pertempuran.


Di saat pasukan Zhao, yang menggunakan Perisai sedang di bantai.


Bai Qi sudah memimpin pasukan nya memasuki pintu gerbang utama.


Begitu melihat pasukan Qin sudah menerobos masuk kedalam, di bawah pimpinan Bai Qi.


Guo Yun pun menghentikan serangannya, dia hanya berdiri diam, mengamati pembantaian yang sedang berlangsung.


Di mana dalam pertempuran jarak dekat, pasukan Qin yang mengenakan seragam khusus anti senjata tajam.


Dengan mudah membantai habis pasukan kerajaan Zhao.


Apalagi setelah pasukan panah dari Qin, ikut memasuki kota.


Perlawanan pasukan Zhao semakin terasa sia sia.

__ADS_1


Bai Qi yang bergerak ganas melakukan pembantaian bersama beberapa Jendral bawahannya.


Akhirnya bertemu dengan Panglima Zhao.


Di sana keduanya. bertempur mati matian, dari menggunakan senjata, hingga saling serang dengan sepasang tangan kosong.


Tapi panglima Zhao masih kalah kelas di banding Bai Qi.


Tidak sampai seratus jurus, panglima Zhao sudah jatuh bangun di hajar oleh Bai Qi.


Hingga akhirnya dia tewas di bawah hujan senjata kelima Jendral bawahan Bai Qi.


Guo Yun yang tidak tahan melihat pembantaian besar besaran, yang di lakukan oleh Bai Qi secara kejam.


Di mana pasukan nya, di biarkan bebas menjarah merampok dan memerkosa para wanita, juga membunuhi anak kecil.


Akhirnya Guo Yun memilih meninggalkan Handan, tidak ingin mencampuri lebih jauh.


Dia menggunakan ilmu ringan tubuh nya, kembali ke markas Chang Ping Kuan, untuk memberikan laporan ke Lu Bu Wei.


Guo Yun tahu Bai Qi berbuat seperti itu, untuk meningkatkan semangat tempur pasukannya.


Tapi bagaimana pun, cara itu terlalu kejam dan bertolak belakang dengan hati nurani nya.


Makanya dia memilih tidak terlibat, juga tidak mencegahnya.


"Yun er kamu sudah kembali, mana yang lainnya..?"


tanya Lu Bu Wei kaget melihat Guo Yun secepat itu sudah kembali..


"Pertahanan kota Handan sudah runtuh, Jendral Bai dan pasukannya mengurus sisanya.."


Lu Bu Wei memahami jalan pikiran Guo Yun, dia tahu persis kebiasaan buruk Bai Qi dan pasukannya, dalam menciptakan teror dalam berperang terhadap lawan lawannya.


Dia tahu,.. tapi tidak bisa pergi mencegahnya, karena tujuan perang adalah menang, apapun caranya yang penting menang.


Tidak perduli itu kucing hitam kucing liar ataupun kucing malas, asalkan dia bisa menangkap tikus, itu berarti layak di pelihara.


"Tidak apa-apa Yun er, kamu pasti sudah lelah, kembalilah ke kemah mu untuk beristirahat."


"Kedepannya kita masih ada Kerajaan Wei dan Yan, yang menanti kita untuk di tahlukkan.."


"Jadi pergunakan waktu ini dengan baik, jelang kita melangkah ke misi selanjutnya.."


ucap Lu Bu Wei sambil tersenyum sabar.


Guo Yun mengangguk, memberi hormat, lalu dia mundur dari kemah Lu Bu Wei.


Dia tidak kembali ke kemahnya, melainkan mencari sebuah kedai arak di kota Chang Ping.


Gui Yun duduk seorang diri dengan penuh kesepian, tenggelam dalam botol botol arak.


"Pelayan tambahkan arak..!"


teriak Guo Yun.


Pelayan buru buru datang membawa beberapa botol arak tambahan.


Setelah itu, dia membereskan botol botol kosong diatas meja.


Di kota ini tidak ada yang tidak mengenal nama besar si topeng emas.

__ADS_1


Dari awal begitu dia melangkah masuk kedalam kedai arak itu.


Pemilik kedai sudah berpesan keseluruh pelayanannya, untuk selalu melayani si topeng emas itu dengan baik, tidak boleh ada kesalahan.


Makanya Guo Yun mau minum seberapa banyak pun, tidak akan ada orang yang berani melarangnya.


Setelah puas minum, Guo Yun meletakkan sebungkus kantong kain di atas meja, dan berteriak,


"Pelayan urus tagihan nota nya..!"


Setelah berkata, dengan tubuh sempoyongan, Guo Yun bangkit berdiri .


Sambil cegukan, Guo Yun berjalan sempoyongan meninggalkan kedai arak tersebut.


Meski langkahnya tidak tetap, Guo Yun masih tahu arah jalan kembali ke kemah militernya.


Tiba di depan perkemahan militer, tanpa menghiraukan penghormatan dari para penjaga.


Guo Yun terus melangkah masuk kedalam markas militernya.


Setelah melewati lapangan pelatihan, di mana para tentara sedang sibuk berlatih.


Dengan langkah sempoyongan, akhirnya Guo Yun berhasil kembali dan masuk kedalam kemah pribadinya.


Di sana Guo Yun tertidur pulas hingga pagi,.saat sinar matahari masuk lewat celah celah kain.


Menyilaukan mata Guo Yun, Guo Yun baru mencoba membuka matanya.


Begitu matanya terbuka, melihat langit langit kemah serasa berputar.


Guo Yun menutup kembali matanya, beberapa saat setelah rasa pusing dan sakit di kepalanya berkurang.


Guo Yun baru membuka kembali matanya, untuk bangkit duduk.


Sesaat kemudian, dia berjalan menuju baskom air, yang di siapkan untuk dirinya mencuci muka.


Di situ Guo Yun, melepaskan topengnya, mencuci muka, dan membasuh badannya.


"Tuan Putri Min Min, tanpa seijin Perdana menteri Lu, anda tidak diijinkan untuk masuk.."


"Plakkkk,..!"


"Minggir...!"


Tirai kemah terbuka, seorang gadis yang sangat cantik dan imut, memaksa masuk kedalam kemah.


Guo Yun yang sedang kaget dengan kejadian, di mana ada orang yang berani menerobos masuk, kedalam kemahnya tanpa ijin.


Dia hanya bisa berdiri diam mematung di sana.


Di tambah lagi yang menerobos masuk adalah seorang gadis, yang berwajah cantik luar biasa.


Sesaat Guo Yun hanya bisa berdiri mematung di sana, terus menatap wajah gadis itu tanpa berkedip.


Guo Yun lupa mengenakan topeng emas nya, dia bahkan lupa belum mengenakan pakaian nya.


Gadis itu juga sontak kaget melihat keadaan Guo Yun, yang hanya mengenakan celana saja.


Gadis itu buru buru menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, lalu membalikkan badannya dan berteriak,


"Ahhhh,..! mengapa kamu, se siang ini, belum juga mengenakan baju !?"

__ADS_1


__ADS_2