LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
GUGURNYA RAJA CHAN YU


__ADS_3

Itulah makanya semua perahu dan kapal tanpa prajurit, saat melintas memasuki kawasan berkabut.


Mereka tidak mengalami ledakan sama sekali, sebaliknya begitu armada pasukan air Xiongnu, yang bergerak memasuki kabut.


Kapal kapal mereka pada meledak hancur berkeping keping.


Kerja sama masing masing bagian, sangat penting dalam menjalankan taktik ini.


Untungnya pasukan harimau hitam meski basicnya adalah perampok, tapi mereka sangat kompak dan terlatih.


Sehingga untuk menjalani taktik ini, bagi mereka itu bukanlah hal yang terlalu sulit.


Guo Yun sendiri terlihat duduk santai di dalam perkemahan utama milik Meng Thian.


Di dalam sana Guo Yun sedang meneliti peta yang terbentang lebar di hadapannya.


Zhang Yi terlihat melangkah masuk dan berkata,


"Tuan muda pihak lawan terlihat sudah menghentikan serangannya.."


"Mereka sepertinya sedang menunggu kabut reda baru kembali bergerak.."


"Tadi mereka sempat menggunakan awak nelayan sebagai umpan, tapi kapal dan nelayan telah berhasil di selamatkan oleh pasukan kita.."


"Menurut laporan mata mata kita, pihak lawan hanya di pimpin oleh Chan Yu sendiri dan Erdogan."


"Dalam usaha menembus kabut di atas sungai mereka mengalami kerugian cukup besar."


"Di perkirakan mereka kehilangan hampir seratus kapal yang memuat 50.000 pasukan.."


Guo Yun sambil melihat peta berkata tanpa menoleh,


"Jadi kini berapa besar sisa pasukan mereka..?"


"Dari laporan yang di terima, mereka masih tersisa 100 kapal dengan perkiraan pasukan 50.000 personil."


Guo Yun mengangkat kepalanya dan berkata,


"Sudah berapa lama mereka menunggu di sana ?"


"Hampir 3 jam tuan.."


"Ayo kak Zhang sekarang saatnya,"


"Keparat tidak berhati, yang berani menggunakan nelayan sebagai umpan, tidak boleh diampuni.."


"Kita harus berikan kejutan dan serangan cepat.."


"Sebelum Agahai datang menyusul kemari, kita harus sudah tahlukkan raja Chan Yu ."


"Setelah ini kita masih harus pergi bantu panglima Meng melindungi kota Yong.."


ucap Guo Yun sambil melangkah lebar keluar dari kemah nya.


Sambil melangkah keluar dari kemah, Guo Yun menoleh ke arah pengawal yang bertugas menjaga di depan kemahnya, dia berkata,


"Tolong bereskan dan ringkas semua perkemahan dan semua barang kita."


"Jangan ada yang tertinggal, lalu kalian tunggu di balik bukit sebelah selatan, dekat jalan menuju kota Yong."


ucap Guo Yun cepat.

__ADS_1


"Siap panglima.."


ucap kedua pengawal itu cepat.


Guo Yun kembali meneruskan langkahnya setengah berlari, menuju kapal besar utamanya.


Tak lama kemudian kapal itu sudah mulai bergerak menuju lokasi kabut.


Di anjungan kapal, Guo Yun menatap kearah barisan kapal berisi pasukan nya, yang berbaris rapi diatas sungai.


Lalu dia berkata,


"Kak Zhang, perintahkan untuk segera jalankan Plan A dan plan B"


"Siap tuan.."


ucap Zhang Yi cepat.


Lalu dia pergi mengatur pasukannya, untuk mengibarkan bendera pemberi kode kepada seluruh pasukannya.


Pasukan Harimau Hitam bergerak mengikuti kode bendera, yang memang sudah di jelaskan oleh masing masing atasan mereka, secara berantai dari atas hingga ke bawah.


Plan A adalah perahu perahu dan kapal rampasan, yang sudah di pasangi boneka jerami, yang mengenakan seragam pasukan Qin.


Mulai bergerak keluar dari dalam kabut, sambil menembakkan anak panah.


Dimana busur dan anak panah bergerak secara otomatis, begitu tali sumbu penahan tali busur, yang direntangkan mulai di bakar.


Kapal kapal dan perahu kosong itu, di pasangkan layar, mereka bergerak mengikuti tiupan angin, yang sesuai perhitungan Guo Yun akan bertiup menghampiri kapal kapal besar pasukan Xiongnu, yang diam tidak bergerak di atas sungai.


Melihat ada kapal dan perahu yang datang, sambil menembakkan anak panah kearah mereka.


Seluruh pasukan Xiongnu di setiap kapal, segera bersiaga dan membalas menembakkan anak panah mereka kearah kapal kapal tersebut.


Hujan anak anak panah itu hanya menancap di boneka jerami.


Kapal dan perahu tidak pernah berhenti bergerak.


Kapal dan perahu terus menerjang mendekati kapal kapal armada air pasukan Xiongnu.


Begitu kapal dan perahu mulai bertabrakan, dengan kapal besar armada air pasukan Xiongnu.


"Duaarrr,..! Duaarrr,..! Duaarrr,..!"


"Duaarrr,..! Duaarrr,..! Duaarrr,..!"


"Duaarrr,..! Duaarrr,..! Duaarrr,..!"


"Duaarrr,..! Duaarrr,..! Duaarrr,..!"


Ledakan dahsyat terjadi di mana mana, api mulai berkobar kobar diterpa angin, lalu menyebar ke kapal lainnya.


Kapal armada air Xiongnu, yang terikat satu sama lain nya, membuat api menyebar dengan sangat cepat .


Kekacauan terjadi, karena kapal kapal itu saling terhubung sulit melepaskan diri.


Pasukan Xiongnu yang panik karena kapal mereka kebakaran


Mereka mau tidak mau pada terjun kearah sungai menyelamatkan diri dari kobaran api.


Karena panik mereka lupa masih mengenakan baju perisai yang berat, di tambah mereka rata rata tidak bisa berenang.

__ADS_1


Satu persatu mereka hanya bisa menjerit minta tolong, sebelum akhirnya tenggelam dengan tangan melambai lambai di atas permukaan sungai.


Para nelayan awak kapal yang mahir berenang, mereka ikut terjun kedalam sungai, mereka menyelam di dasar sungai menghindari kebakaran yang terjadi di permukaan sungai.


Setelah berhasil keluar dari kepungan api, mereka baru berenang di permukaan menuju tepian sungai.


Raja Chan Yu dan Erdogan yang panik, hanya bisa berteriak teriak, agar armadanya bergerak mundur menjauh dari wilayah kebakaran.


Tapi itu tidak mudah, pergerakan kapal mereka lambat, dan tidak leluasa, karena masing-masing saling berdempetan, terikat jadi satu.


Angin barat yang kencang membuat api menyebar dengan sangat cepat, sebentar saja.


Hampir seluruh armada sungai Xiongnu terkepung oleh api.


Termasuk kapal utama milik Chan Yu dan Erdogan juga terjebak dalam kepungan api.


Erdogan berdiri dengan wajah pucat menatap kearah sekitarnya.


Sedangkan Raja Chan Yu hanya bisa berdiri menatap sekelilingnya dengan wajah sedih dan di liputi kekecewaan.


Api sudah mulai mengurung seluruh kapal nya, Raja Chan Yu sadar betul ajalnya sudah dekat.


Hari ini akan menjadi hari peringatan kematiannya di tahun depan.


Sungai He Xi ini akan menjadi tempat persemayaman nya yang terakhir.


Sambil tertawa keras penuh kekecewaan, Raja Chan Yu berteriak dari atas geladak kapal.


"Agahai putra ku, masa depan bangsa kita selanjutnya..!"


"Ayah hanya bisa titipkan pada mu.."


"Maafkan ayah mu yang tidak berguna ini, yang selalu tidak bisa menepati janji.!"


"Melani terimakasih, maafkan aku,..!"


"Oughh,..!"


Beberapa batang anak panah tepat menancap di punggung Raja Chan Yu.


Membuat nya tidak bisa menyelesaikan kalimatnya..


Puluhan anak panah berikutnya yang datang susul menyusul. Membuatnya berdiri tak bergerak di sana, dengan mulut berlumuran darah.


Raja Chan Yu setelah mengeluarkan suara tertawa terakhirnya, kepalanya pun terkulai kebawah.


Raja Chan Yu gugur di bawah kepungan api, yang mulai mendekati posisinya berdiri.


Akhirnya Jasad Raja Chan Yu lenyap dalam kobaran api.


Anak panah yang menewaskan raja perkasa itu, berasal dari kapal pasukan harimau hitam, yang mulai bergerak mengepung tempat di mana armada pasukan Xiongnu sedang terkepung oleh api.


Erdogan juga mengalami nasib yang tidak berbeda terlalu jauh.


Setelah berlari kesana kemari dengan panik.


Akhirnya dia juga roboh oleh anak panah yang di tembakkan oleh pasukan harimau hitam.


Mayatnya juga habis di lalap oleh si jago merah yang mengepungnya.


Di tempat lain di sebuah kemah sederhana di dataran pedalaman Mongolia.

__ADS_1


Seorang wanita cantik yang sedang menjahit sebuah mantel bulu menjerit kecil.


Karena jarinya secara tidak sengaja tertusuk oleh jarum jahit di tangannya.


__ADS_2