
Gongsun Li menatap sepasang mata suaminya dengan airmata bercucuran.
Dia masih terus menggelengkan kepalanya, hingga tangannya di tarik tarik dari bawah.
Dia mengalihkan pandangannya ke bawah, melihat yang menarik tangannya adalah putrinya.
Dia akhirnya menunduk menggendong putri tunggal nya kedalam pelukannya dengan erat.
Setelah itu dia menggandeng tangan Guo Yun, mengajaknya meninggalkan tempat itu.
Rombongan lainnya tanpa berkata kata, semuanya mengikuti Guo Yun meninggalkan tempat itu.
Ying Zheng menatap kepergian mereka semua dengan pandangan yang sulit di artikan.
Apa yang sedang dia pikirkan di benaknya.
Setelah meninggalkan cukup jauh tempat itu, di mana mereka berhasil menyusul pasukan Han Wei ,yang memang sengaja mundur dengan lambat.
Agar rombongan Guo Yun bisa menyusul mereka.
Setelah berada di tengah tengah pasukannya, Guo Yun dengan wajah yang sedikit pucat dan langkah agak terhuyung berkata,
"Li Er aturkan kereta untuk ku.."
"Yun Ke ke kamu kenapa ? apa kamu rasakan ? apa racunnya mulai bereaksi..?"
Tanya Si Si khawatir, sambil maju membantu memapah Guo Yun.
Guo Yun tersenyum pahit, dia tidak berkata apa-apa, hanya bisa menanggapinya dengan anggukan kecil.
"Si Si, Min Min kalian tolong bantu jaga Yun ke ke sebentar, aku akan pergi kedepan menemui Han Wei mencari kereta.."
Ucap Gongsun Li cepat.
Si Si dan Min Min langsung mengangguk cepat.
Mereka berdua segera maju menggantikan posisi Gongsun Li.
Membantu memapah Guo Yun, yang terlihat semakin pucat dan lemah, mereka bertiga berjalan pelan pelan maju kedepan.
Gongsun Li sendiri dengan wajah cemas, segera berlari pergi mencari Han Wei untuk mencari kereta.
Sian Sian langsung mengambil alih tugas Min Min mengawasi anak anak.
Li Ba dia tidak hadir di sana, karena dia, Han Xin, Xiang Liang, Xiang Bo, dan Xiang Yu.
Mereka bergerak melakukan pengawalan di bagian belakang, sehingga mereka saat itu, tidak tahu situasi apa yang terjadi di barisan tengah sana.
Tidak lama kemudian, Gongsun Li terlihat sudah kembali bersama Han Wei dan sebuah kereta barang.
"Cuma ada ini, kita terpaksa gunakan saja dulu seadanya.."
Ucap Gongsun Li yang sudah pulih syaraf gagu nya dengan wajah tak berdaya.
"Tidak apa apa kak, ini juga sudah jauh lebih baik daripada tidak.."
Ucap Si Si cepat, lalu mereka segera membantu memapah Guo Yun yang semakin lemah dan pucat untuk di dudukkan diatas kereta barang.
Dengan sepasang mata terpejam Guo Yun berkata,
"Han Wei percepat perjalanan.."
__ADS_1
"Kita harus cepat naik keatas kapal, jangan sampai ada yang tahu kondisi ku.."
"Baik Yang Mulia.."
Jawab Han Wei cepat
Di tengah tengah perjalanan kembali mereka bertemu dengan rombongan pasukan Ying Wu.
Ying Wu terpaksa mengikuti Han Wei memimpin pasukannya bergerak berbalik arah, kembali lagi ke dermaga Zhong Lu.
Sepanjang perjalanan Guo Yun duduk bersila mengatur pernafasan dan hawa Thian Ti Sen Kung, mencoba untuk menekan pergerakan racun di tubuhnya.
Saat tiba di dermaga Zhong Lu, di mana mereka harus berpindah naik ke kapal.
Guo Yun baru membuka kembali sepasang matanya yang terlihat sayu dan lelah.
Dia menatap lembut kearah ketiga istrinya yang sedang menangis sedih melihat kondisi nya.
"Istri ku, kalian tenang saja jangan menangis.."
"Aku tidak apa-apa hanya sedikit lelah saja.."
"Li er kamu bantu aku naik keatas kapal,.."
Ucap Guo Yun pelan.
Gongsun Li mengangguk, dia segera menggendong Tubuh Guo Yun yang tinggi besar keatas punggungnya.
Tapi Gongsun Li memang memilki kekuatan yang mengagumkan, tanpa merasa berat sedikitpun.
Dia bisa berjalan cukup cepat untuk naik keatas kapal, yang berlabuh di pinggir dermaga.
Meng Yun yang sudah jauh lebih besar dia bisa bergerak sendiri.
Tapi Guo Feng dan Guo Ling yang usianya masih kecil, mereka berdua di gendong oleh Min Min.
Sian Sian menggendong putrinya sendiri Li Mei Lan.
Li Ba dan yang lainnya menyusul di belakang naik ke kapal yang sama.
Hanya Han Wei Ying Wu dan Jendral Fu mereka bertiga tidak ikut.
Mereka bertiga harus mengatur bawahan mereka untuk bergerak mundur ke Xin Cheng.
Mengikuti perintah langsung dari Guo Yun.
Setiba diatas kapal, Gongsun Li langsung menggendong Guo Yun menuju bilik kamar diatas kapal.
Gongsun Li dengan hati hati menurunkan Guo Yun duduk diatas ranjang.
Lalu dia sendiri duduk bersimpuh di samping ranjang Guo Yun, bersama Si Si dan Min Min.
"Yun ke ke kamu mau tiduran sebentar atau bagaimana..?"
Tanya Gongsun Li lembut.
Guo Yun sambil tersenyum menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Sudah tidak ada waktu lagi.."
"Waktuku yang tersisa tidak banyak lagi.."
__ADS_1
"Ada banyak hal yang ingin ku bicarakan dengan kalian, tapi kelihatannya waktu ku tidak banyak lagi.."
Ucap Guo Yun pelan, sambil menatap lembut kearah ketiga istrinya, yang sedang berlutut di samping ranjangnya.
Sesaat kemudian Guo Yun mengalihkan tatapannya kearah ketiga anaknya, yang ikut berlutut di samping Min Min
"Anak anak kemarilah, biar ayah peluk kalian.."
"Maafkan ayah yang tidak pernah punya banyak waktu bersama kalian.."
Ucap Guo Yun sambil membentangkan kedua tangannya lebar lebar.
Meng Yun segera menggandeng tangan kedua adiknya maju mendekati Guo Yun.
Ketiga anak itu maju memeluk ayah mereka dengan erat.
"Ayah bisakah ayah jangan mati..?"
Ucap Meng Yun dengan suara pelan.
Guo Yun tersenyum sedih, airmata nya, tidak dapat di tahan langsung jatuh menetes kebawah.
Guo Yun mencoba menenangkan perasaannya sejenak kemudian dia baru berkata,
"Meng Yun kamu dengarkan ayah, ayah selamanya tidak pernah mati.."
"Ayah selamanya akan selalu ada di sini bersama mu.."
Ucap Guo Yun sambil menunjuk kearah hati putranya Meng Yun.
Meng Yun mengangguk pelan dengan airmata bercucuran.
"Yun er,.. kamu harus gantikan ayah menjaga kedua adik mu dan berbaktilah terhadap ketiga ibu mu.."
"Apa kamu paham..?"
"Yun er paham ayah,.."
Ucap Meng Yun dengan kepala tertunduk sedih.
"Feng er,.. Ling Er.. kalian juga harus selalu menuruti perintah dari ketiga ibu mu dan kakak mu.."
"Kalian bisa kan..?"
"Ya ayah,.."
Jawab kedua anak yang masih kecil dan belum begitu mengerti apa-apa.
"Yun er sekarang kamu ajaklah kedua adik mu bermain keluar.."
"Ayah masih ada hal hal penting yang mau di bicarakan dengan ibumu."
"Baik ayah.."
Ucap Meng Yun sambil kembali maju memeluk Guo Yun dengan erat, sambil menahan Isak.
Setelah itu, dia segera menggandeng tangan kedua adiknya bergerak meninggalkan kamar tersebut.
Setelah ketiga anaknya pergi Guo Yun pun berkata,
"Li Er tolong siapkan kertas dan alat tulis untuk ku.."
__ADS_1