LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
WU TI SIAU JEN


__ADS_3

"Wussss..!"


"Blaaaarrr..!"


"Wussss..!"


"Blaaaarrr..!"


"Wussss..!"


"Blaaaarrr..!"


Tiga rangkaian serangan kombinasi Lu Bu Wei, menemui tempat kosong.


"Dessss..!"


Sebuah hantaman kuat dari Li Kui, yang melakukan serangan balik dengan gaya sulit terduga.


Tepat mendarat di perut Lu Bu Wei, tapi perut Lu Bu Wei mengempis kedalam.


Menyedot telapak tangan Li Kui, hingga melekat disana, tidak bisa di lepaskan, bagaimana pun Li Kui berusaha menarik tangan nya kembali, tetap saja tidak bisa.


Sedangkan tenaga pukulan Li Kui, di pindahkan oleh Lu Bu Wei kearah kakinya.


"Duaarr...!"


Menimbulkan ledakan keras terjadi di bawah kaki Lu Bu Wei.


Sehingga tanah tempat dia dan Li Kui berdiri amblas kebawah.


Lu Bu Wei memanfaatkan situasi telapak tangan Li Kui tertahan di sana.


Dia melepaskan dua pukulan dahsyat, yang mengeluarkan cahaya rembulan di tapak kiri, dan cahaya matahari di tapak kanan.


Kedua tangannya yang mengeluarkan udara panas membakar dan udara dingin membeku


Dia hantamkan dengan sepenuh tenaga, mengarah kedada Li Kui.


Bila orang lain pasti akan hancur berkeping-keping, tapi Li Kui berbeda-beda.


Tiba-tiba dia bisa bergerak mundur menjauh, meninggalkan tangannya yang terjepit di perut Lu Bu Wei.


Tangan Guo Yun memanjang hingga tiga meter, sekaligus tangan yang lainnya, dia gunakan untuk mencungkil biji mata Lu Bu Wei.


Lu Bu Wei yang tidak ingin kehilangan biji matanya.


Dia terpaksa melepaskan jepitan di perutnya, sambil mendorongkan dua bola cahaya bulan dan matahari, melesat menerjang kearah Li Kui.


"Blaaaarrr..!"


"Blaaaarrr..!"


Li Kui menarik kedua tangannya, untuk menangkis serangan dahsyat itu, sambil melayang mundur sejauh mungkin.


Tapi saat benturan tapak, dengan energi yang di lepaskan oleh Lu Bu Wei terjadi.


Li Kui tetap terpental hingga jatuh bergulingan, dia tidak terluka.


Hanya saja hawa panas dingin menyerang tubuhnya, Hingga dia sulit bergerak.


Saat itu dia hanya bisa terbelalak pasrah, menatap tapak Lu Bu Wei yang datang kearah ubun ubun kepala nya.

__ADS_1


Di tempat lain, jauh di sana si topeng emas setelah berhasil menahlukkan Chang Ping Kuan dan membuat pertahanan di sana.


Sebelum melakukan serangan terakhir menahlukkan Ibukota Zhao Handan.


Guo Yun yang terus merasa hati kecilnya tidak tenang dan gelisah, di mana pelupuk mata sebelah kiri bawahnya, terus berkedut tanpa sebab.


Guo Yun akhirnya mengumpulkan ke 5 bawahannya dan berkata,


"Aku akan pergi menyusul perdana menteri Lu, untuk memastikan, dia dalam keadaan baik baik saja.."


"Aku minta kalian menjaga dan mempertahankan Chang Ping Kuan baik baik.."


"Sebelum aku pulang, tidak boleh ada yang keluar menyambut tantangan lawan, apa kalian mengerti..?"


"Kami mengerti,..!"


jawab kelima orang itu kompak.


Mereka kini sangat patuh dan menghormati si topeng emas.


Apapun keputusan si topeng emas, mereka tidak pernah meragukan nya.


Selesai memberi pesan, si topeng emas, dengan gerakan buru buru meninggalkan kota Chang Ping Kuan.


Untuk bisa sampai lebih cepat, si topeng emas, menggunakan ilmu ringan tubuh Wu Ying Ru Tian.


Tubuhnya bergerak bagaikan kilat, sebentar saja sudah bergerak jauh meninggalkan Chang Ping Kuan.


Si topeng emas akhirnya tiba di lokasi di mana pertempuran pasukan Qin dan pasukan harimau hitam terjadi.


Tapi di sana, selain terlihat mayat mayat pasukan Qin dan pasukan.harimau hitam bergelimpangan di mana mana.


Melihat mayat mayat yang bergelimpangan itu, Guo Yun merasa sedikit terenyuh.


Tapi dia hanya sebentar saja termenung di sana,.sesaat kemudian dia sudah kembali melanjutkan pencariannya, bergerak lebih jauh, mengarah ke timur.


Akhirnya Guo Yun menemukan rombongan besar pasukan Qin, yang di pimpin oleh Bai Qi sedang bergerak menuju kearah timur.


Si topeng emas dengan gerakan cepat mendatangi Bai Qi.


Pasukan Qin mengenalinya.


Mereka membiarkan si topeng emas melewati mereka tanpa halangan.


"Jendral Bai,..! dimana paman Lu ? mengapa dia tidak terlihat bersama mu..?"


"Liu Sha juga, kemana mereka..?"


Bai Qi memberi hormat dan berkata,


"Perdana menteri sedang ke garis depan sana, mengejar lawan yang melarikan diri.."


"Kami pasukan besar tertinggal, karena tidak bisa bergerak cepat."


ucap Bai Qi sejujurnya.


Bai Qi tidak tahu, di balik topeng itu adalah Guo Yun, dia hanya tahu si topeng emas adalah rekrutan baru, yang sangat hebat.


Baik dari segi ilmu militer, maupun ilmu beladiri, dia boleh di bilang tidak ada tandingannya.


Mendapatkan penjelasan dari Bai Qi, hati Guo Yun semakin tidak tenang.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara, dia langsung bergerak meninggalkan Bai Qi melesat terus kearah timur.


Akhirnya Guo Yun mulai mendekati arena pertarungan Lu Bu Wei dan Li Kui.


Dari jauh Guo Yun sudah mendengar suara dentuman, yang membuat tanah bergetar, seperti sedang ada gempa.


Saat tiba di lokasi, Guo Yun menyaksikan hal mengejutkan.


Tubuh Lu Bu Wei terpental kearahnya bagaikan layang layang putus.


Sedangkan di sisi lain terlihat seorang kakek jangkung, yang lebih mirip mayat hidup ketimbang manusia.


Sedang menghabisi Liu Sa dengan kejam.


Guo Yun tidak keburu menolong Liu Sa, dia hanya sempat terbang kedepan menyambut tubuh Lu Bu Wei, yang sedang melayang kearah nya.


"Paman Lu, siapa mereka..? bagaimana keadaan mu..?"


Lu Bu Wei yang wajahnya terlihat sepucat kertas, dengan sorot mata sendu.


Dia seperti ingin bicara, tapi yang keluar adalah suara batuk batuk, dan darah cukup banyak menyembur dari mulutnya.


Setelah memuntahkan darah beberapa kali, Lu Bu Wei baru berkata pelan,


"Yun er, tinggalkan tempat ini.."


"Mereka bukan manusia.."


Kembali ke kejadian sebelumnya, saat Lu Bu Wei sedang terbang untuk mengakhiri perlawanan Li Kui.


Secara tiba-tiba saat telapak tangannya, hampir mendarat di kening Li Kui.


Sebuah tangan kecil pendek, mirip tangan anak kecil, muncul di sana, menangkis telapak tangan Lu Bu Wei.


"Plakkk,..!"


Hanya terjadi benturan ringan mirip telapak tangan saling bertepuk di udara.


Tapi kesudahan nya sangat mengejutkan, tubuh Lu Bu Wei terpental mundur kebelakang.


Sepasang kakinya terlihat terhuyung huyung kebelakang, dengan langkah kaki kacau.


Dia seperti di hempas oleh angin badai tak kasat mata, yang sangat dahsyat.


Hingga tubuhnya kehilangan keseimbangan, di mana dia terlihat kesulitan mempertahankan posisi kuda kuda kedua kakinya.


Dari sudut bibir Lu Bu Wei, terlihat ada lelehan darah segar mengotori jenggot abu abunya, yang terpotong rapi.


"Berani kamu ingin mencelakai murid ku,.. rasakan ini..!"


Bentak orang bertubuh kecil itu dengan suara melengking memekakkan telinga.


Sesaat kemudian, tubuhnya sudah menghilang, saat muncul lagi, tahu tahu dia sudah berada di hadapan Lu Bu Wei.


Dia datang dengan sepasang telapak tangannya yang kecil, dari arah bawah keatas.


Menyerang kearah bawah pusar Lu Bu Wei, Lu Bu Wei yang belum.pulih keadaan nya.


Terpaksa menyambutnya, karena tidak ingin benda pusaka kesayangan permaisuri Zhao Ji.


Di rusak oleh si cebol yang baru saja datang itu.

__ADS_1


__ADS_2