LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
UNDANGAN MOZI


__ADS_3

Sesuai jadwal yang di tentukan 3 hari kemudian, semua murid berkumpul di halaman depan Xu Yuan.


Semua murid terlihat berkerumun di sebuah papan besar, yang ditempeli kertas berisi daftar nama peserta ujian yang di nyatakan lulus


Guo Yun dan Li Ba juga terlihat berada dalam kerumunan tersebut.


Semua orang terlihat berusaha mencari nomor urut dan nama mereka di atas kertas, yang di tempel di papan pengumuman itu.


Setelah mencari urutan nama dari awal hingga baris akhir, Guo Yun tidak berhasil menemukan namanya.


Dia mencoba mengulanginya, tanpa putus asa, setelah tempat itu sudah sepi, di mana kerumunan orang mulai bubar.


Sebagian ada yang pulang karena gak lulus, sebagian lagi ada yang sudah masuk kedalam Xu Yuan, untuk mengikuti proses belajar mengajar.


Kini di depan papan pengumuman hanya tersisa Guo Yun dan Li Ba.


"Ba,.. bagaimana kak,..? ada nama kita,..?"


tanya Li Ba pelan.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dengan lesu dan berkata,


"Sayangnya aku harus katakan secara jujur, bahwa kita tidak keterima di sekolah ini..'


Jawab Guo Yun dengan wajah kecewa.


Kekecewaan Guo Yun, sebagian karena tidak bisa belajar pengetahuan di Xu Yuan, hal lainnya adalah karena dia tidak akan pernah bisa lagi, melihat Gongsun Li yang cantik dan sangat memukau itu.


"I,.. ini sungguh ti,.. tidak masuk akal.."


"Bi,..bila itu aku,..aku ma,..masih bisa terima, tapi hal ini jus,..justru ter,..terjadi pada kakak.."


"I,..ini sung,..guh sungguh sulit di per,.. percaya..."


ucap Li Ba kesal dan penasaran.


"Sudahlah Li Ba, Xu Yuan tidak mau menerima kita, mereka tentu punya alasannya sendiri.."


"Mau kamu marah marah hingga langit runtuh, juga tidak bakal bisa mengubah keputusan mereka.."


"Jadi buat apa kamu buang buang energi dan mempermalukan diri sendiri.."


"Lebih baik kita pergi,.."


ucap Guo Yun sambil menggandeng tangan Li Ba berjalan menuju kereta nya.


Guo Yun berencana ingin memperkenalkan Li Ba, kepada pangeran Ji Ao.


"Ta,..tapi ka,..kakak,.."


ucap Li Ba masih kurang puas.


Tapi dia tidak bisa membantah ataupun menolak Guo Yun, yang terus menariknya meninggalkan tempat tersebut.


Dengan langkah dan wajah lesu, akhirnya kedua orang itu berjalan meninggalkan Xu Yuan.


Saat mendekati kereta kuda, terlihat pangeran Ji Ao sedang tersenyum lebar, menyambut kedatangan Guo Yun dan Li Ba.


"Yun er bagaimana ?"

__ADS_1


tanya Pangeran Ji Ao antusias.


Guo Yun tersenyum pahit dan menggelengkan kepalanya,


"Maafkan Yun er pangeran, Yun er telah mengecewakan harapan anda.."


"Yun er hanya membuat pangeran membuang waktu sia sia.."


"Benar benar memalukan.."


ucap Guo Yun merasa malu dan tidak enak hati.


Pangeran Ji Ao menatap Guo Yun dengan prihatin dan berkata,


"Ya sudah lupakan saja Mo Zi, dan keluarga Mo.."


"Lihat saja paman akan membawa mu menemui Zhuangzi, Mo Zi dan keluarganya tidak mau.."


"Aku yakin Zhuangzi pasti akan mau,."


"Aku tidak malu katakan pada mu, di negara Lu kita, hal lain mungkin kalah dari negara lain.."


"Tapi bila soal akademi dan guru pintar, di sini adalah gudangnya.."


"Mo Zi, Zhuangzi, Konfusius, mereka semua adalah contoh nyata yang ada.."


ucap pangeran Ji Ao bangga.


Guo Yun yang mendengarnya hanya bisa mengangguk dan berkata,


"Terimakasih banyak pangeran."


"Yun er, dia ini..?"


tanya Pangeran Ji Ao yang baru teringat dengan kehadiran Li Ba, yang dari tadi hanya senyum senyum dengan wajahnya yang terlihat bloon.


"Pangeran dia teman ku, namanya Li Ba."


"Kemampuan teman ku tidak di bawah Zhong Yu, kalau tidak percaya pangeran boleh mengujinya nanti.."


ucap Guo Yun penuh keyakinan.


"Tak perlu di uji lagi, aku percaya padamu.."


"Tapi saat ini sebaiknya aku carikan akademi dulu buat kalian.."


"Bila sudah lulus, baru akan aku atur pekerjaan buat kalian berdua.."


ucap pangeran Ji Ao serius.


"Terimakasih pangeran,..!"


ucap Li Ba sambil berlutut dengan kaki sebelah, dan memberi hormat kepada pangeran Ji Ao.


"Ayo bangun, tak perlu banyak peradatan.."


"Kamu teman Yun er, berarti terhitung keponakan ku juga.."


ucap pangeran Ji Ao ramah sambil membangunkan Li Ba.

__ADS_1


Li Ba mengangguk cepat, dia terlihat sangat gembira dengan sikap dan ucapan pangeran Ji Ao yang tulus.


Di dalam hati Li Ba sudah bertekad dia akan anggap Guo Yun dan pangeran Ji Ao, sebagai kakak tuanya..


"Ayo jangan ditunda lagi, kita berangkat sekarang, kalian segera ikut dengan ku masuk kedalam kereta.."


ucap pangeran Ji Ao sambil naik keatas kereta nya lagi.


Tapi belum juga pangeran Ji Ao masuk kedalam kereta, terdengar sebuah suara merdu yang sangat Guo Yun hapal.


"Kakak ipar tunggu sebentar..!"


Pangeran Ji Ao menghentikan pergerakannya, untuk masuk kedalam kereta.


Di menoleh kearah belakang, lalu kembali turun dari kereta kudanya.


Pangeran Ji Ao berjalan menghampiri gadis baju merah yang memanggilnya, gadis itu adalah Gongsun Li, adik dari istrinya Gongsun Yan.


"Li er ada apa ? mengapa kamu bisa di sini..?"


tanya pangeran Ji Ao heran.


Gongsun Li memberi hormat, baru dia berkata,


"Kakak ipar, guru besar Mo Zi khusus menyuruh ku kemari, untuk mengundang kakak ipar berkunjung kerumah peristirahatan nya.."


"Katakan saja pada guru besar mu itu, aku Ji Ao terlalu rendah, tidak pantas berbicara dengan nya.."


"Aku masih ada urusan penting mau mengantar kedua keponakan ku ke akademi Zhuangzi."


"Permisi.."


ucap pangeran Ji Ao, yang merasa kesal dengan teman baiknya itu.


Cukup pertama, dia menolak Guo Yun, yang dia rekomendasikan dengan alasan aturan Su Yuan.


Dia masih mencoba paham.


Tapi setelah Guo Yun ikut tes sesuai aturan, Guo Yun malah di buat tidak lulus dan di permalukan sedemikian rupa.


Orang bilang mau pukul an Jing setidaknya juga harus lihat wajah tuannya.


Semakin pikir pangeran Ji Ao semakin mangkel, jadi dia putuskan kurangi bertemu malah akan lebih baik, dari pada nanti bertengkar, tidak bisa saling tegur sapa lagi.


Dahulu mereka memang adalah teman akrab saat masih bersama sama belajar di Mo Cia Su Yuan.


Tapi kini seiring berjalannya waktu, kelihatannya waktu telah berkata lain.


Waktu telah melunturkan tali persahabatan mereka, pikir pangeran Ji Ao dalam hati.


"Kakak ipar, guru besar bilang, dia mengundang kakak ipar dan kedua murid spesialnya, untuk datang menghadiri jamuan sederhana nya."


"Ini adalah jamuan khusus yang sengaja di siapkan untuk menyambut hari istimewa guru besar menerima dua murid spesial..'


ucap Gongsun Li cepat, sesuai pesan dari Mo Zi.


Harusnya tadi dia datang lebih awal, tapi berhubung dia tadi bertemu Ching Ke yang sedang frustasi.


Dia terpaksa meluangkan waktu untuk memberikan hiburan dan motivasi sebentar padanya, makanya dia jadi datang terlambat dan semua hampir jadi kacau.

__ADS_1


__ADS_2