LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SI DEWA PEDANG KILAT


__ADS_3

"Selain itu, kota Shoucun, juga merupakan wilayah bantaran sungai Yang Tze.


"Di mana tempat ini adalah lokasi yang merupakan sungai pertahanan alami, sebelum serangan lawan bisa mencapai Guiji."


"Jadi kedua titik ini adalah titik pokok, di mana merupakan titik kunci kita, baik untuk maju maupun mundur."


"Kehilangan Shoucun dan pertahanan tepi sungai Yang Tze, itu berarti sama dengan berakhirnya perjuangan kerajaan kita melawan Qin."


"Makanya tugas yang sangat penting ini di serahkan kepada senior bertiga yang paling Yun ke ke percaya.."


"Hanya orang yang sangat di percaya oleh Yun ke ke, yang pantas menempati posisi ke pemimpinan di tempat sepenting ini.."


"Senior bertiga pasti juga tahu kasus pimpinan perbatasan yang berbelot.."


"Bila posisi penting ini di pegang orang yang sembarangan, bagaimana bila saat kita sedang berada di baris depan, di belakang sini tiba tiba berbelot.?"


"Bukankah itu pasti akan membuat kita seluruhnya hancur tak bersisa.."


"Dalam pertempuran panjang, kita semua tahu logistik dan perbekalan adalah kunci penting kemenangan pertempuran,tentu saja selain itu masih ada strategi perang dan kesiapan barisan pasukan kita.."


"Satupun tidak boleh ada yang kurang.."


ucap Si Si sambil tersenyum lembut dan sabar menatap ketiga Jendral senior itu.


Mendengar ucapan Si Si, Zhang Yi langsung berdiri dari tempat duduknya dan berkata,


"Ini salah ku, aku yang tua terlalu bersemangat ingin ke garis depan melawan Qin."


"Sehingga telah salah sangka dan berpikir terlalu jauh dan tidak patut terhadap kebijakan titah Yang Mulia Ratu.."


"Aku sungguh telah mengecewakan kepercayaan dan harapan Cu Kung pada ku.."


"Aku yang tua ini sungguh berdosa dan pantas mati.."


ucap Zhang Yi penuh sesal.


Cu Kung adalah panggilan untuk atasan, atau tuan besar yang mereka hormati.


Zhang Yi memberi hormat kearah Si Si, dengan membungkukkan badannya dalam dalam.


Ling Tong dan Zhou Tai juga mengikuti apa yang di lakukan oleh Zhang Yi kakak mereka dengan wajah tertunduk menyesal.


Si Si segera bangun membantu Zhang Yi dan yang lainnya, berdiri tegak di hadapannya dan berkata,


"Jendral senior bertiga tak perlu seperti ini, kita adalah orang sendiri.."


"Ini sudah tugas dan tanggung jawab ku untuk membantu kakak Li.."


Jadi Jendral senior bertiga tidak perlu bersikap begini.."

__ADS_1


"Terimakasih atas pengertian Yang Mulia selir, terimakasih juga atas nasehat dan penjelasan nya.."


ucap Zhang Yi dan kedua adiknya pelan.


"Yang Mulia selir, Zhang Yi mohon permisi."


"Zhang Yi harus segera pergi menemui Yang Mulia Ratu, meminta maaf atas sikap Zhang Yi yang kurang patut tadi.."


ucap Zhang Yi hendak mengundurkan diri dari hadapan Si Si.


Di saat itulah Gongsun Li terlihat melangkah memasuki perkemahan Zhang Yi.


"Tak perlu Jendral senior bertiga, adalah Li er yang kurang pandai bicara.."


"Sehingga membuat orang yang mendengarnya kurang nyaman."


"Sudah seharusnya Li er yang meminta maaf kepada Jendral senior bertiga.."


"Harap Jendral senior bertiga Sudi memaafkan Li er, bila ada sikap dan cara bicara Li er yang kurang berkenan."


ucap Gongsun Li sambil memberi hormat kearah Zhang Yi dan kedua saudaranya.


Zhang Yi dan kedua saudaranya langsung menjatuhkan diri berlutut dan berkata,


"Kami bertiga hamba yang berdosa, di sini memberi hormat dan meminta maaf kepada Yang Mulia Ratu.."


"Harap Yang Mulia mau menerima permintaan maaf kami, agar hati kami bisa sedikit lebih tenang."


ucap Gongsun Li buru buru maju membantu mereka bertiga bangun.


"Tak perlu seperti ini Jendral senior, Li er cuma berharap kita semua bisa bekerja sama dengan baik.."


"Itu sudah lebih dari cukup, mari kita lupakan saja semuanya.."


"Kita segera bersiap siap menghadapi segala kemungkinan yang mungkin saja bisa terjadi."


"Waktu kita sudah tidak banyak.."


ucap Gongsun Li serius.


"Siap Yang Mulia, kalau begitu kami pamit permisi, pergi menjalankan tugas kami.."


ucap Zhang Yi bertiga sambil memberi hormat, lalu mengundurkan diri dari sana.


Gongsun Li dan Si Si juga segera meninggalkan kemah tersebut, mereka langsung pergi menemui Zhang Sun dan Jendral Lim, bersiap siap untuk langsung bergerak menuju kota Dan Yang.


Beberapa hari kemudian Gongsun Li dan rombongannya akhirnya tiba di kota Dan Yang, kota perbatasan terdekat dengan negara Qin.


Beristirahat satu malam di kota Dan Yang, keesokan paginya Gongsun Li dan rombongannya langsung berangkat menuju Xiao Yao Ya.

__ADS_1


Xiao Yao Ya adalah sebuah jalan celah sempit yang di apit oleh tebing tebing tinggi di kiri kanan jalan.


Xiao Yao Ya adalah salah satu dari tiga jalan yang bisa di gunakan untuk bisa mencapai kota Dan Yang.


Dua jalan lainnya adalah dengan mengambil jalan memutar yang lebih jauh.


Melalui jalur sungai, dengan menyeberangi sungai Han Jiang..lewat sisi timur dan barat.


Dua jalan ini adalah jalan alternatif untuk bisa mencapai kota Dan Yang.


Gongsun Li setelah tiba di Xiao Yao Ya, dia mulai mengatur pasukan nya, untuk membentuk barisan pendam di tempat tersebut.


Selain itu dia juga mengurus puluhan orang pergi ke mulut jalan masuk ke Xiao Yao Ya.


Agar terus di lakukan pemantauan bila ada pergerakan pasukan Qin.


Mereka bisa memberikan informasi duluan.


Sesuai perkiraan Guo Yun, Ying Zheng benar benar mengutus Meng Thian, di bantu oleh seorang pembunuh bayaran dunia persilatan berjuluk Dewa pedang kilat.


Mereka memimpin 500.000 pasukan keluarga Meng bergerak cepat mendekati Xiao Yao Ku.


Sedangkan Meng Yu diam diam membawa 250.000 personil mulai menyeberangi sungai Han Jiang.


Dengan tujuan sebelah timur sungai itu.


Begitu melihat kedatangan pasukan Qin, pasukan pengintai Gongsun Li yang tersebar segera menyalakan api sehingga asap membumbung tinggi ke udara.


Sebagai peringatan ke Gongsun Li, bahwa musuh mulai mendekat.


Dari jauh Meng Thian juga sudah melihat kode asap dari salah satu sisi tebing.


Dia pun menoleh kearah samping dan berkata,


"Senior Liu kelihatannya kedatangan kita sudah di ketahui pihak lawan."


"Kemungkinan besar, lawan sudah menyiapkan jebakan besar buat kita..di sana.."


"Bagaimana menurut senior Liu..?"


Pria berwajah dingin berumur 40 an dengan jenggot terpelihara rapi berkata pelan,


"Kalau masalah itu, terus terang saja aku kurang mengerti.."


"Karena sebagai orang dunia persilatan, orang kasar yang tahunya cuma saling pukul saling bunuh.."


"Aku jelas tidak memahami segala macam ilmu seni perang dan strategi militer.."


"Silahkan jendral Meng tentukan saja, apa yang harus aku lakukan.."

__ADS_1


"Aku pasti akan berusaha mengimbangi apa yang jendral inginkan, lalu membantu mu mencapai tujuan tersebut.'


ucap Si Dewa Pedang Kilat, tidak mau ikut campur urusan strategi militer yang dia tidak begitu paham.


__ADS_2