LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENGUNJUNGI PAVILIUN BUNGA HIJAU


__ADS_3

Kakak Zhang, kakak Ling, kakak Zhou, kalian bawalah pasukan kita kembali ke markas kita.."


"kak Han Wei, kak Ying Wu kalian juga pimpin pasukan kalian ikut mereka kembali ke markas kita.."


ucap Guo Yun memberikan instruksi ke 5 orang ajudan yang berdiri di hadapannya.


"Siap tuan muda.."


jawab kelima orang itu kompak.


Mereka segera berlalu dari sana memimpin barisan pasukan mereka, meninggalkan kota Shang Qiu.


Mereka kembali kearah puncak bukit pohon Pinus.


"Saudara Yun, aku sungguh tidak tahu bagaimana harus berterimakasih atas kebaikan ini.."


ucap Pangeran Cheng maju memberi hormat kearah Guo Yun.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Raja Cheng tak perlu sungkan, hamba hanya menjalankan tugas saja.."


Raja Cheng adalah pangeran Cheng, yang sempat bekerja di paviliun bunga hijau.


Di sana dia menyamar sebagai penabuh musik, sekaligus bertugas mengawasi stok kayu kering dan rumput jerami.


"Saudara Yun ijinkanlah saya mengundang saudara Yun ke istana."


"Agar saya punya kesempatan menjamu saudara Yun, sebagai ucapan terimakasih dari pihak Song.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Boleh saja, aku juga ada beberapa hal yang perlu di bahas dengan yang mulia.."


Mendengar jawaban Guo Yun, dengan gembira Raja Cheng, segera mengajak Guo Yun, mengunjungi istana yang baru, dia rebut kembali dari tangan musuh.


Perjamuan segera di gelar di ruangan pribadi Raja Cheng.


Berhubung ketiga jendral dan beberapa menteri setianya.


Mereka semua sedang sibuk mengatur dan menata ulang segala bidang, baik di dalam maupun di luar istana.


Jadi dalam perjamuan tersebut hanya di hadiri Guo Yun dan Raja Cheng, yang baru saja menempati posisinya.


"Saudara Yun, bila ada yang ingin di sampaikan katakan saja tak perlu sungkan.."


ucap Raja Cheng penuh hormat.


Guo Yun menatap Raja Cheng dan berkata,


"Setelah kejadian ini, ancaman dari Chu kemungkinan kecil terjadi.."


"Ancaman dari Wei dan Zhao, juga kurasa kecil."


"Yang perlu di waspadai adalah Qi, tapi Qi jarang melakukan pergerakan militer."


"Terutama memaksa mengambil wilayah tetangga, bila tidak yakin menang 100%."


"Tujuan mengambil alih nya pun berbeda dengan Chu.."

__ADS_1


"Kini yang perlu di waspadai adalah Qin, jadi saran ku."


"Raja Cheng harus berpura-pura tunduk pada Qin, seolah olah negara ini adalah bagian dari Qin.."


"Dengan demikian, Wei, Zhao, Qi dan Chu, tidak akan berani bergerak sembarangan.."


"Sehingga raja Cheng, punya cukup waktu untuk memperkuat diri, memakmurkan kerajaan Song.."


"Bagaimana menurut Yang Mulia..?"


tanya Guo Yun sambil tersenyum.


Raja Zheng mengangguk dan berkata,


"Saya akan ikuti anjuran saudara Yun, kita akan berpura-pura tunduk pada Qin.."


"Sambil memanfaatkan waktu, untuk secepatnya memperkuat diri.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Ini ada surat perjanjian, yang sudah di tandatangani almarhum pangeran Ji Ao mewakili negara Lu, Raja An Wi mewakili negara Han.."


"Yang Mulia bisa ikut tanda tangan di sini, agar Qin percaya.."


"Sehingga Qin akan memberikan dukungan dan jaminan keamanan kepada negara Song, bila menghadapi terancam..."


Raja Cheng mengangguk, dia percaya penuh pada Guo Yun, tanpa banyak pikir, dia langsung menandatangani perjanjian tersebut.


Guo Yun langsung menyimpan kembali surat itu kedalam saku bajunya.


"Ada lagi saudara Yun..?"


tanya Raja Zheng cepat.


"Ini mengenai masalah menteri Zhao, mantan menteri kerajaan Song era raja Huan.."


"Terus terang saja tanpa bantuan peta dari keturunan menteri itu.."


"Misi kita kali ini tidak mungkin bisa berhasil, aku ingin tahu apa yang bisa di berikan oleh kerajaan ini,? untuk membalas jasa dari keturunan keluarga Zhao.."


Raja' Cheng terdiam beberapa saat sebelum akhirnya, dia menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku dalam hal ini benar benar sangat malu dan menyesal, terhadap keturunan keluarga menteri Zhao..'


"Ayah ku Raja Huan telah melakukan kesalahan, kakak ku raja Xiang yang harusnya memperbaiki keadaan dan kesalahan.."


"Tapi karena tamak akan peta jalan rahasia, dia malah semakin menambah kesalahan dan permusuhan, yang semakin dalam.."


"Aku tahu apapun yang ku lakukan, tetap tidak bisa menambal dan memperbaiki pandangan keturunan keluarga Zhao, terhadap kami.."


"Tapi aku tetap akan melakukannya, pertama aku akan umumkan keluarga Zhao terutama menteri Zhao adalah pahlawan Song.."


"Kedua aku akan buatkan monumen untuknya."


"Ketiga aku akan memugar dan merapikan makam menteri itu, tempat itu akan di jadikan sebagai taman pemakaman pahlawan negara Song.."


"Keempat di sana juga akan saya bangun kuil, sebagai penghormatan atas jasa jasanya, agar seluruh lapisan masyarakat mengingatnya.."


"Bila keturunannya bersedia mengabdi pada Song, aku akan menerimanya dengan tangan terbuka.."

__ADS_1


"Bila tidak, aku juga tidak akan pergi mencampuri urusan dengan mereka.."


"Ku rasa hanya itu yang bisa ku lakukan, dan memang sudah menjadi janji ku, bila bisa kembali menjadi raja Song, aku pasti akan lakukan hal itu.."


ucap Raja Cheng serius.


Guo Yun mengulurkan tangan menyalami raja Cheng dan berkata,


"Aku sangat yakin, kelak anda akan menjadi raja yang bijak dan besar.."


"Terimakasih saudara Yun.."


ucap Raja Cheng sambil membalas menyalami Guo Yun.


Setelah itu mereka berdua bersulang dan makan bersama dalam suasana penuh keakraban.


Di penghujung acara Guo Yun pun mohon ijin pamit dari istana.


Setelah berlalu dari istana, Guo Yun yang termenung.


Melangkah tanpa arah dan tujuan tahu tahu sudah tiba di depan paviliun bunga hijau.


Tapi sekali ini sedikit berbeda dari biasanya, di mana biasanya akan banyak gadis datang menghampirinya.


Berusaha menarik nya masuk kedalam, tapi sekali ini justru berbeda.


Mereka terlihat menjauhi Guo Yun, tidak memperdulikan nya.


Lebih tertarik mengincar pria pria lain, yang lewat di sana, ketimbang mendekati Guo Yun.


Guo Yun sambil tersenyum pahit, malah melangkah masuk sendiri kedalam paviliun.


Tiba di dalam, tetap saja tidak ada yang menyambutnya, kecuali mucikari menor yang pernah menemui nya beberapa waktu lalu.


"Tuan muda ada yang bisa kami bantu .?"


tanya mucikari Mama Liu dengan sopan.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Tolong antarkan aku pergi menemui nona Zhao Si Si."


Mama Liu terdiam sejenak, kemudian dia berkata,


"Tuan muda harap duduk menunggu sebentar.."


"Aku akan menanyakan nya dulu.."


Guo Yun mengangguk, lalu dia mencari tempat duduk, menunggu di sana, sambil menikmati arak di atas meja


Mama Liu tidak berani berlaku lambat, dia buru-buru meninggalkan tempat tersebut pergi melapor.


Tidak perlu menunggu lama, Mama Liu sudah kembali, dengan senyum canggung dia berkata,


"Maaf tuan muda, nona Zhao mengatakan dia hari ini sedang lelah, tidak ingin menerima tamu.."


Guo Yun yang mendapat jawaban tersebut, dia mengerutkan alisnya dan berkata,


"Apa bibi ada menyampaikan nama ku padanya.."

__ADS_1


Mama Liu sambil tersenyum canggung, dia mengangguk dan berkata,


"Sudah, .. tuan muda Guo Yun..kan..?"


__ADS_2