
Guo Yun mengangguk setuju dengan alasan yang di berikan oleh Tuan Ding.
"Tidak apa-apa, kumpulkan saja rekan mu, untuk segera berangkat ke Bei Qi."
"Aku menunggu mu di sana.."
"Ingat lakukan dengan rapi jangan ada kesalahan.."
ucap Guo Yun mengingatkan ulang.
Tuan Ding buru buru mengangguk dengan patuh.
"Sekarang kamu tunjukkan aku, di mana ruang penyimpanan harta mu ?"
"Jangan berani berdusta.."
ucap Guo Yun dengan sikap mengancam.
Tuan Ding buru buru menganggukkan kepalanya, setelah itu dia dengan langkah buru buru meninggalkan ruangan tersebut, langsung menuju tempat penyimpanan hartanya.
"Wi Hong, kamu ikut.."
ucap Guo Yun sambil bergerak mengikuti tuan Ding meninggalkan tempat itu, di ikuti oleh Opas Wu dan pasukannya.
"Siap .."
Jawab Wi Hong cepat.
Dia mengikuti Guo Yun meninggalkan ruangan tersebut.
Sedangkan ketiga pejabat bawahan Tuan Ding, langsung di giring oleh anak buah Wi Hong menuju penjara.
Tuan Ding memasuki kamar pribadinya, di belakang sebuah lukisan pria dan wanita sedang melakukan hubungan.
Tuan Ding menggeser lukisan tersebut kesamping, lalu dia memutar sebuah tombol bergerigi.
Seketika dinding kamar berderak, kemudian sebuah pintu batu berat terbuka lebar.
Di dalam tersimpan begitu banyak harta yang di susun dengan sangat rapi.
Guo Yun melangkah masuk kedalam, dia memasukkan sebagian sebagian harta di dalam ruangan itu kedalam cincinnya.
"Wi Hong sisanya ini manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat wilayah mu.."
"Kamu rekrut orang pandai membantu mu mewujudkan nya, fokus sektor pertanian perkebunan dan pertambangan.."
"Hidupkan kembali minat usaha penduduk lokal, berikan mereka bantuan dan insentif.."
ucap Guo Yun memberi petunjuk pada Wi Hong.
"Siap Yang Mulia.."
jawab Wi Hong cepat.
Guo Yun kembali menoleh kearah Tuan Ding,
"Masih ada lagi simpanan mu yang belum di laporkan..?"
Tuan Ding dengan wajah sedih dan kecewa, menggelengkan kepalanya dengan lesu.
Karena Guo Yun telah menguras habis seluruh isi gudangnya hingga tanpa sisa.
Padahal semua itu adalah hasil jerih payahnya selama yang di kumpulkan sedikit demi sedikit.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Baiklah kalau begitu kami pergi dulu, ayo kita pergi.."
Ucap Guo Yun sambil memberi kode, ke Opas Wu dan anak buahnya, agar mengikutinya meninggalkan kediaman Tuan Ding.
Setiba di halaman depan rumah Tuan Ding, Guo Yun pun berkata,
"Opas Wu, kamu dan anak buah mu carilah tempat istirahat.."
"Besok kita baru berangkat ke Bei Qi..."
"Siap Yang Mulia.."
jawab Opas Wu cepat.
Sesaat kemudian mereka semua sudah meninggalkan tempat itu.
Guo Yun sendiri mengayunkan langkah berjalan meninggalkan tempat itu dengan jurusan yang berlawanan dengan Opas Wu.
Tapi saat tiba di bagian gelap, Guo Yun melayang kembali kedalam halaman dalam rumah kediaman Tuan Ding.
Guo Yun diam diam mengawasi sikap Wi Hong saat bekerja menangani gudang harta.
Hingga dia dan rombongannya pergi meninggalkan kediaman Tuan Ding.
Guo Yun tersenyum puas melihat cara kerja Wi Hong, di mana seluruh harta di sana, dia data catat dalam sebuah buku.
Ada 4 anak buahnya yang dia libatkan sebagai saksi pencatatan harta itu.
Mereka masing masing membubuhkan cap jempol di sana, sebagai tanda buku catatan itu di sahkan secara bersama sama.
Baru harta harta itu dia bawa pergi bersama anak buahnya.
Setelah rombongan Wi Hong pergi, Guo Yun masih terus mengawasi pola tingkah laku Tuan Ding.
Tuan Ding awalnya terlihat termenung sedih di depan ruang hartanya yang telah di kosongkan.
Tapi setelah lewat tengah malam, Tuan Ding, terlihat diam diam menutup kembali pintu rahasia ruang hartanya.
Guo Yun yang bersembunyi di atas Wuwungan atap,. tersenyum dingin menatap pola tingkah laku bawahannya yang tidak berubah ini.
Guo Yun menyentil kan sebuah batu mengganjal roda pintu rahasia ruang harta Tuan Ding.
Karena terganjal, batu pintu tersebut meski tertutup tapi tidak rapat.
Sehingga Guo Yun bisa mengintip apa yang sedang di kerjakan oleh Tuan Ding di dalam sana.
Melihat Tuan Ding di dalam sana, sedang membuka pintu rahasia lain.
Guo Yun pun tersenyum dingin, ternyata di balik ruang rahasia masih ada lagi ruang rahasia lain.
Guo Yun sengaja membiarkan Tuan Ding melakukan kesibukannya di dalam.
Dia mengambil kursi duduk santai didepan pintu ruang penyimpanan harta Tuan Ding.
Guo Yun menanti dengan sabar dan santai hingga pintu rahasia itu kembali terbuka dari dalam.
Begitu pintu rahasia terbuka, Tuan Ding melihat Guo Yun duduk santai di sana sambil tersenyum kearahnya.
Tuan Ding wajahnya langsung pias, dia melirik takut takut kearah ruang di belakangnya.
"Yang Mulia ada,,,ada..apa..anda menunggu hamba di sini..?"
tanya Tuan Ding berusaha bersikap senormal mungkin.
Tapi dia tetap tidak bisa menutupi rasa gugupnya.
Guo Yun tersenyum dingin, lalu berkata,
"Tentu saja aku ada perlu dengan mu, bila tidak buat apa aku disini..?"
Guo Yun dengan santai berjalan menghampiri Tuan Ding, lalu mendorongnya kepinggir, hingga tuan Ding jatuh terjengkang kebelakang.
Tanpa menghiraukan keadaan dan jerit kesakitan Tuan Ding, yang kepalanya membentur lantai.
Guo Yun terus berjalan masuk kedalam ruangan penyimpanan harta.
Dia tadi ada menyaksikan, bagaimana cara tuan Ding membuka pintu ruang rahasia nya yang lain.
Jadi dengan mudah Guo Yun membukanya, begitu pintu rahasia terbuka.
Terpampang lah harta di dalam sana yang jumlahnya tidak kalah banyak, di bandingkan harta di ruangan depan nya.
Guo Yun sambil tersenyum dingin menoleh kearah Tuan Ding dan berkata dengan suara dingin,
"Sekarang apalagi penjelasan mu..?"
Tuan Ding yang sedang terduduk lesu diatas lantai buru buru berkata,
"Yang Mulia harta di sana itu untuk di setorkan ke Tuan Han."
Guo Yun sambil tersenyum dia berkata,
"Berapa yang akan kamu setor ke Han Wei..?"
"1000 Tael emas, Ehhh maksud ku 100.000 Tael emas.."
ucap Tuan Ding gugup.
"Seribu atau 100.000.. jawab dengan jujur,..!?"
bentak Guo Yun sambil memukul dinding pintu batu di sampingnya hingga ambruk kebawah.
Tuan Ding terkejut hingga tanpa sadar, celananya basah.
Dia sangat takut, dia membayangkan bila pukulan itu mengenainya, mustahil dia bisa selamat..
Dia pasti akan berubah menjadi cacahan daging untuk isi pangsit.
"Se..seribu Tael emas Yang Mulia.."
ucap Tuan Ding mengaku ketakutan..
Guo Yun menyambar sebuah peti kecil, melemparnya kehadapan tuan Ding, hingga uang emas di dalam berserakan di atas lantai.
__ADS_1
"Ambil itu,..itu lebih dari 1000 Tael emas, sekali lagi kamu berani macam macam dengan ku..!"
"Singggg...!"
"Creebbbb...!"
Sebuah uang emas berubah menjadi sebuah lempengan tajam jatuh menancap tepat di tengah tengah kedua sela kaki Tuan Ding yang basah.
"Sekali lagi kamu berani menipu ku, selanjutnya bukan lantai yang ku kenai.."
ucap Guo Yun dingin.
Sekali tangannya mengibas, lenyap lah seluruh harta di belakangnya, berpindah kedalam cincin penyimpanan nya.
Tuan Ding tertunduk lesu, sekali ini dia benar benar terlihat luar biasa sedih.
Kalau boleh berguling guling menangis, mungkin dia akan melakukan nya.
Guo Yun dengan langkah santai melewati Tuan Ding.
"Sebaiknya kamu bersikap lebih jujur dan penurut, sebelum menyesal.."
ucap Guo Yun sebelum menghilang dari ruangan tersebut.
Tuan Ding hanya bisa mengangguk dengan tubuh gemetaran.
Dia terlihat sedih tapi juga takut.
Guo Yun keluar dari kediaman Tuan Ding, dia langsung kembali ke penginapan untuk beristirahat.
Saat pagi tiba, setelah melakukan pembayaran tagihan kamar, Guo Yun yang hendak pergi meninggalkan penginapan.
Dia melihat Opas Wu pagi pagi sudah menunggunya di depan penginapan.
"Selamat pagi Opas Wu, pagi sekali kamu sudah di sini, ada masalah apa..?"
tanya Guo Yun heran.
Opas Wu menyerahkan sebuah tabung kecil dan berkata,
"Aku pagi ini terima tabung bersegel dari asisten Tuan Ding. "
"Katanya tabung ini khusus di tujukan ke Yang Mulia dari Guiji.."
Guo Yun pun buru-buru menerima tabung itu, dia membuka penutup segelnya.
Mengeluarkan isi gulungan kertas panjang kecil, di dalamnya.
Surat itu menceritakan situasi genting di wilayah perbatasan Dan Yang, Xin Cheng, Shang Qiu, Cai dan Chen.
Bahkan kini mulai merembet hingga ke Shoucun, semua situasi di ceritakan dengan jelas oleh Zhong San lewat surat kecil tapi panjang itu.
Selesai membacanya Guo Yun pun berkata,
"Ada perubahan rencana, kamu segera panggil Wi Hong kemari.."
Opas Wu mengangguk cepat, setelah memberi hormat dia pun langsung berlari pergi dari sana
Tak lama kemudian, terlihat Wi Hong dan Opas Wu dengan langkah tergesa-gesa menghampiri Guo Yun.
Guo Yun menatap kedua orang itu dengan serius dan berkata,
"Kalian berdua terima titah.."
Mendengar itu, kedua orang itu langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Guo Yun.
"Opas Wu mulai kini, kamu adalah gubernur Bei Qi.. terimalah titah ku.."
ucap Guo Yun sambil memberikan sebuah gulungan surat kain kuning, yang memang selalu di bawanya sebagai cadangan di saat darurat.
Tadi sewaktu Opas Wu pergi, Guo Yun buru buru menulis surat titah raja itu.
Makanya kini dia tinggal berikan saja.
Opas Wu meski kaget dan bingung, tapi dia tetap menerima titah itu.
Dia yakin perubahan mendadak ini, pasti ada hubungannya dengan surat kecil, yang di baca Guo Yun tadi.
Setelah Opas Wu menerima titah, Guo Yun kini menoleh kearah Wi Hong dan berkata,
"Wi Hong kamu juga terima titah, mulai saat ini kamu adalah gubernur Si Qi.."
"Kalian berdua segera pergi menjalankan tugas, bersihkan dan sita semua kekayaan pejabat korup."
"Gunakan harta itu, untuk membeli bahan pangan sebanyak banyaknya dari pedagang Qin, sisanya belikan kuda dan persenjataan.."
"Pilih yang kualitas bagus, tekan harganya yang memang sudah murah .."
"Lakukan dengan cepat, sebelum mereka menerima kabar dari pusat untuk menolak pembelian kita.."
"Pejabat yang tidak menurut habisi saja, itu wewenang kalian.."
Kedua orang itu mengangguk dengan cepat.
"Aku tahu kalian pasti ragu, apa kalian bisa jalankan tugas sebagai gubernur.."
"Kalian tak perlu khawatir, selama kalian kerja jujur demi rakyat, aku yakin kalian pasti bisa.."
"Orang orang bijak dan cerdas akan datang sendiri mengabdi pada kalian.."
ucap Guo Yun memberi semangat.
Opas Wu dan Wi Hong mengangguk cepat, mereka mulai lebih percaya diri setelah mendengar penjelasan Guo Yun.
"Lalu bagaimana dengan nasib gubernur sebelumnya, Tuan Han Wei dan Ying Wu..?"
tanya Wi Hong sedikit ragu.
Karena dia tahu kedua gubernur mantan jenderal besar itu memegang kendali militer tidak kecil di kedua wilayah mereka masing masing.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Kamu serahkan titah ini ke Ying Wu, sedangkan kamu serahkan titah ini ke Han Wei..."
"Mereka pasti akan mengerti."
ucap Guo Yun cepat.
Kedua orang itu menerima titah dari Guo Yun, dengan tatapan mata penuh penasaran terhadap isi titah buat Han Wei dan Ying Wu
"Kalian ingin tahu, baiklah aku beritahu saja.."
"Titah itu adalah titah militer, Han Wei bergerak menyerang Luo Yang, sedangkan Ying Wu bergerak menyerang Da Liang.."
"Itulah isi titah itu.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum.
Wi Hong menatap Guo Yun dengan heran dan berkata,
"Sebenarnya apa yang terjadi ? kenapa kita dan Qin tiba tiba berperang..?"
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Mereka berani memulai, maka aku akan memberi mereka pelajaran berharga."
"Kelak kalian akan tahu sendiri, sekarang cepatlah berangkat jalankan tugas kalian.."
"Aku tidak ada waktu menjelaskan pada kalian.."
ucap Guo Yun cepat.
Gubernur Wu dan gubernur Wi setelah memberi hormat ke Guo Yun mereka segera berangkat.
Gubernur Wu menuju Bei Qi bersama anggotanya,. sedangkan Gubernur Wi Hong menuju Si Qi.
Guo Yun sendiri langsung melesat kearah Shoucun.
Isi surat titah Guo Yun, untuk Han Wei dan Ying Wu, sebenarnya tidak lah sesederhana itu.
Di dalam titah dia langsung membongkar dosa kedua orang itu.
Dia juga membahas hubungan masa lalu mereka, Guo Yun meminta mereka untuk bertobat menebus dosa dengan mengumpulkan bintang jasa.
Sehingga hubungan persahabatan mereka di masa lalu tidak sampai putus.
Guo Yun yakin dengan cara itu, dia akan merubah petaka dari dua orang itu, menjadi berkah baginya.
Guo Yun yakin mereka pasti akan berangkat menjalankan tugas dengan baik.
Mereka tidak akan berani menolak titah darinya.
Mereka pernah mengikutinya, mereka tahu persis, bila dia ingin membunuh mereka, itu hanya semudah membalikkan telapak tangan saja.
Meski mereka bersembunyi di jutaan pasukan sekalipun yang melindungi mereka dengan ketat.
Mereka tetap, tidak akan pernah bisa lolos darinya, daripada mati konyol, dengan nama buruk, lebih baik mereka mati sebagai pahlawan di Medan perang.
Bagaimana pun mereka adalah orang militer dulunya, mereka pasti ada keinginan untuk maju ke medan perang, menuai jasa.
Di banding di hukum karena kejahatan korupsi.
Dengan strategi ini,
Pertama Guo Yun bisa mengacaukan keadaan negara Qin.
Kedua dia bisa mengalihkan jabatan Gubernur ke orang jujur.
Ketiga dia bisa mengurangi kekuatan pasukan di tangan Han Wei dan Ying Wu, dengan meminjam tangan pasukan Qin.
__ADS_1
Tanpa harus menggunakan pasukannya yang kini sedang di perlukan menghadapi pemberontakan.
Keempat Guo Yun bisa memanfaatkan harta sitaan untuk membeli kebutuhan perang seperti ransum kuda dan persenjataan yang di jual murah oleh Qin, untuk merusak pengusaha lokalnya.
Sehingga masalah kekurangan perbekalan dan peralatan perangnya bisa teratasi.
Gubernur Wu dan gubernur Wi Hong yang baru, akan membantunya mengumpulkan sumberdaya yang di perlukan untuk memenangkan pemberontakan, kekacauan di Shoucun dan kota kota yang berbatasan langsung dengan Qin.
Jadi krisis di ibukota Yue bisa teratasi.
Guo Yun kini hanya perlu segera tiba di Shoucun, menggunakan pengaruhnya untuk menenangkan para pemberontak yang sebenarnya adalah rakyatnya sendiri.
Guo Yun yakin pejabat pejabat di kota kota perbatasannya pasti berulah korupsi seperti Han Wei dan Ying Wu.
Guo Yun berencana menertibkan rakyat sekaligus menghabisi mereka semua tanpa sisa sebagai peringatan.
Serikat dagang Qin juga akan sekaligus dia musnahkan sebagai peringatan bagi Ying Zheng.
Sebagai ganti rugi Guo Yun bahkan berencana untuk menyita Luo Yang Chang An dan Da Liang dari Ying Zheng.
Sementara Guo Yun sedang melakukan perjalanan cepat menuju Shoucun.
Di tempat lain Fan Sui yang baru saja menerima jasad cucunya Fan Wei.
Dia berdiri mematung menatap jasad gosong itu dengan sepasang mata berapi api, wajah menghijau saking marahnya.
Seluruh tubuhnya gemetaran menahan emosi.
Dia tiba tiba berteriak,
"Panggil semua pejabat kota perbatasan Yue datang menghadap pada ku..!'
"Segera..!"
bentak Fan Sui penuh emosi.
3 hari kemudian di kota Dan Yang di mana Fan Sui sebagai kepala serikat dagang berada
Di sebuah kediaman Fan Sui yang besar dan mewah, yang di kelilingi oleh benteng pertahanan dan pasukan bayaran berlapis lapis.
Di dalam sebuah ruangan yang luas, di bagian tengahnya ada sebuah meja bundar yang besar.
Di sana terlihat hadir gubernur kota Dan Yang, kepala serikat dagang kota Dan Yang, gubernur kota Xin Cheng, kepala serikat dagang kota Xin Cheng, Gubernur kota Shang Qiu, kepala dagang kota Shang Qiu.
Gubernur kota Cai dan kota Chen, juga hadir kepala serikat dagang kota Cai dan Chen.
Fan Sui duduk di sebuah kursi besar sebagai ketua dari seluruh kepala serikat dagang yang hadir disana.
"Sebelum nya saya mohon maaf bila mendadak mengundang kalian semua hadir disini."
"Tapi situasi sedang genting, aku tidak bisa tidak mengundang kalian semua kemari.."
"Beberapa hari lalu, aku mendapat informasi akurat, Raja Yue dan seluruh kekuatan harimau hitam sedang bergerak menuju Shoucun."
"Menurut informasi mereka ingin menundukkan pemberontak.."
"Tapi menurutku, mereka bukan hanya ingin menundukkan pemberontak.."
"Tapi lebih dari itu, mereka ingin menangkap dan membersihkan wilayah Dan Yang, Xin Cheng, Shang Qiu, Cai dan Chen dari pengaruh serikat dagang Qin.."
"Tentu saja gubernur berlima juga tidak akan terlepas dari target ini.."
ucap Fan Sui melempar api molotov di tengah sidang.
Sambil menunggu terjadi ledakan emosi dari para peserta sidang.
Benar saja semua yang hadir mulai terlihat sibuk berkasak kusuk sendiri.
Terutama 5 gubernur kerajaan Yue, mereka ber 5 yang terlihat paling sibuk dan gelisah berkasak kusuk sendiri.
Fan Sui sengaja diam membiarkan suasana ribut itu terus berkembang.
Hingga dia menilai bahwa sudah cukup dia memancing emosi dan kegelisahan semua yang hadir dia baru berkata,
"Semuanya harap tenang.."
"Tolong dengarkan aku sejenak.."
ucap Fan Sui sambil berdiri dan mengangkat kedua tangannya keatas.
Seketika suasana kembali hening. setelah melihat suasana sudah tidak ramai lagi seperti tadi.
Fan Sui baru berkata,
"Sekarang satu persatu secara berurutan, boleh mulai berdiri mengemukakan sikap nya.."
"Kita mulai saja dari gubernur kota Dan Yang, Ma Sun."
"Nanti langsung di lanjutkan dengan kepala serikat dagang kota Dan Yang, Bhe Sun.."
ucap Fan Sui mempersilahkan mereka satu persatu untuk mengemukakan pendapat.
Ma Sun yang di persilahkan oleh Fan Sui pun berdiri dari tempat duduknya.
Pria bertubuh tinggi besar dengan perut besar, dengan suaranya yang ngebas segera berkata,
"Saya rasa tidak ada pilihan, daripada tunggu di tangkap.."
"Kita harus bersama sama maju mendukung pemberontak, menghancurkan mereka di Shoucun, sebelum mereka kemari..?"
ucap Ma Sun berapi api mengemukakan sikapnya.
Kepala serikat dagang Dan Yang, Bhe Sun juga ikut bangkit berdiri menyatakan persetujuan nya.
"Satu persatu mereka semua bangkit berdiri, menyetujui pendapat Ma Sun.."
Hingga tersisa gubernur kota Cai Gao Li, dia terlihat ragu ragu mengambil sikap.
"Rekan rekan gubernur lain, kalian boleh mengecap saya penakut."
"Tidak apa apa saya terima, saya hanya ingin ingatkan kalian semua.."
"melakukan pemberontakan melawan Raja Yue Guo Yun yang sedang menuju kemari.."
"Kita hanya sedang menggali lubang kubur sendiri.."
"Apa kalian yakin kekuatan gabungan kita bisa menghadapi Raja Yue..?"
"Coba kalian berpikir kembali, bagaimana bila raja Yue datang hanya ingin menertibkan pemberontak, meminta kita membantu nya, sekaligus mengingatkan kita.."
"Creebbbb..!"
"Arggghh..!"
Sebelum ucapan nya selesai, pedang Fan Sui sudah menembus punggung nya.
Hingga ujung pedang menyembul di depan dadanya.
Setelah mengeluarkan jerit kesakitan, Gao Li menunjuk kearah Fan Sui dengan geram.
Sebelum dia jatuh tergeletak kehilangan nyawa di tengah tengah ruangan tersebut.
Darah mengalir dari luka nya, lalu menyebar di sekitar mayatnya.
Semua yang hadir di sana langsung terbelalak pucat. mereka tidak menyangka Fan Sui yang biasanya selalu berbicara sopan ramah dan halus.
Ternyata dalam sekejab bisa berubah menjadi sadis seperti setan.
"Ketua Zhu Ti kamu segera tanyakan sikap wakil gubernur kota Cai.."
"Bila dia tidak setuju, cari pejabat di bawahnya yang setuju, jadikan gubernur."
"Kita sudah tidak punya banyak waktu, berbicara tentang perbedaan paham.."
"Mengerti..?"
ucap Fan Sui tegas.
Zhu Ti selaku kepala serikat dagang kota Cai langsung mengangguk patuh.
Fan Sui mengedarkan pandangannya dan berkata,
"Aku setuju dengan pendapat gubernur Ma Sun, kita harus segera bergerak.."
"Bagaimana menurut kalian semuanya..?"
tanya Fan Sui sambil mengedarkan pandangannya.
Ke 3 gubernur lainnya langsung mengangguk, tidak berani banyak membantah lagi.
Saat ini bila berani tidak menurut, pilihan mereka hanya mati.
Mereka pasti akan langsung tamat riwayatnya, percuma harta kekayaan yang mereka kumpulkan selama ini.
Bila mereka saat ini harus kehilangan nyawa.
"Bagus bila kalian semua setuju, kembalilah ketempat kalian masing masing untuk segera bersiap siap.."
"5 hari dari sekarang, kita serentak akan berangkat menuju Shoucun."
"Kita akan kepung dan rebut kota itu dari 5 arah.."
"Mari kita tahlukkan Shoucun..!"
ucap Fan Sui bersemangat.
Semua yang hadir pun ikut berteriak penuh semangat mendukung ucapan Fan Sui.
Setelah melihat semua sudah menemukan kesepakatan, Fan Sui pun mengakhiri pertemuan tersebut.
__ADS_1
Dia segera mempersiapkan seluruh pasukan bayaran nya, untuk bersiap siap, maju ke medan perang yang sesungguhnya.