LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
RAHASIA PENINGKATAN KEKUATAN LI BA


__ADS_3

Adalah Ta Lo Sa, yang dengan gerakan sangat cepat, telah meraup 6 butir timah panas ditangan nya, lalu mendarat ringan di atas tanah.


Lalu sambil menjatuhkan keenam biji timah panas dalam genggaman telapak tangannya keatas tanah.


Dia sambil tertawa mengejek berkata,


"Ayo keluarkan lagi kalau mampu...?!"


Selesai berkata, dia langsung kembali melesat menyusul menerjang kearah Guo Yun, dengan kedua tapak hitam putih nya.


Di depan Xiang Yan muncul tiga orang tua berdiri menghadang serangan Guo Yun.


Orang pertama adalah Leng Tao Cang (Pendeta Leng) Leng Cun.


Guru nya Xiang Yan, ketua partai Chung Nan Pai dari gunung Chung Nan San.


Dia berdiri paling depan, menebaskan pedang dan kebutan di tangannya, untuk menyambut serangan Guo Yun.


Di belakangnya terlihat berdiri dua orang adik seperguruan nya, yang sedang menempelkan telapak tangan mereka, menyokong kekuatan Leng Tao Cang.


Di sebelah kanannya adalah adik seperguruan keduanya, yang bernama Ling Siaw, atau biasa di panggil Ling Dao Cang.


Sedangkan di sebelah kirinya adalah adik seperguruan ketiganya Hong Sin, atau biasanya di panggil Hong Dao Cang.


Energi pedang pemusnah, yang mengeluarkan cahaya kebiruan, di sambut oleh dua sinar putih, dan bertemu di udara.


"Blaarrr..."


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


Terjadi ledakan beruntun di sekitarnya, saat kedua energi bertemu.


Di sebelah Xiang Yan, setitik merah dari daratan tengah, melayang manis keatas, sehingga serangan Guo Yun lewat beberapa centi di bawah kakinya.


Setelah serangan Guo Yun lewat, Setitik merah dari daratan tengah, baru melayang turun, mendarat di atas tanah dengan ringan.


Begitu kakinya menempel diatas tanah, dia langsung menotol nya.


Lalu tubuhnya melesat bagaikan peluru, menerjang kearah Guo Yun dengan pedang hitam nya.


Di sisi lain Guo Yun, yang tidak punya pilihan lain, tidak bisa menghindar karena di belakangnya ada Si Si.


Dia terpaksa memasang kuda-kuda, mengerahkan tapak Naga 9 langit, dan puncak dari Tenaga sakti 9 langit, yang kini telah mencapai 2600 lingkaran.


Setara dengan tenaga sakti guru nya, tapi itu dulu, bila saat ini tentu guru Guo Yun berbeda lagi kekuatan nya..


Tapi sebelum kedua tapak Guo Yun, dan penyerangnya sempat bertemu.


Telah terjadi ledakan dahsyat di udara.


"Blaarrr...!"


"Blaarrr...!"

__ADS_1


Sebuah Tapak, yang di penuhi energi petir, meledakkan telapak tangan biru San Lo Sa.


Sehingga San Lo Sa terpental kebelakang, dengan tubuh terhuyung-huyung.


Di saat bersamaan San Lo Sa yang sedang sial.


Dia tidak menyangka, sebatang pedang datang dengan sangat cepat, telah menembus punggung hingga ujung nya, menyembul keluar dari dada kirinya.


"Creebbbb...!"


"Kau ******...!"


"Prakkk...!"


San Lo Sa begitu menoleh melihat siapa pelakunya, dengan kaget dia menegurnya.


Sambil menghadiahinya dengan sebuah pukulan, tepat mendarat di ubun ubun kepala wanita malang itu.


Wanita itu bukan lain adalah Thio Siu Luan, dia yang bersama gurunya sedang melewati tempat tersebut.


Secara kebetulan, mereka menyaksikan pertempuran berat sebelah itu.


Baru saja guru dan murid itu ingin turun tangan membantu.


Thio Siu Luan justru melihat musuh besar nya, yang menghancurkan hidupnya hadir di sana.


Di mana secara kebetulan, terlihat sedang terpental kearahnya, tanpa. berpikir panjang, akan resiko nya.


Thio Siu Luan langsung melesat meninggalkan gurunya, maju kedepan dengan pedang pemberian gurunya.


teriak biksuni lengan tunggal dengan ekspresi kaget dan cemas melihat aksi muridnya, yang nekad itu.


Tapi Thio Siu Luan terlalu bersemangat, dia tidak hiraukan lagi teriakan gurunya.


Dia langsung memberikan tusukkan sekuat tenaga, menyambut tubuh San Lo Sa, yang sedang terhuyung-huyung kebelakang.


San Lo Sa sendiri sedang tidak siap, dan kaget oleh benturan keras dengan Tapak petir, yang di lepaskan oleh Li Ba secara tiba-tiba.


Sehingga pedang itu dengan mudah menembus punggung hingga muncul di depan dada kiri, ujung pedangnya.


Tapi San Lo Sa dengan sisa tenaga terakhir, masih sempat mengajak Thio Siu Luan mati menemaninya, kealam baka.


Thio Siu Luan sendiri, tanpa sempat mengeluarkan suara, hanya sempat memberikan sebuah senyum puas, sambil menatap kearah gurunya.


Sebelum akhirnya tubuh Thio Siu Luan berubah menjadi sepotong patung es.


Kemudian roboh jatuh keatas tanah.


"Pyaarrr..!"


Tubuhnya langsung hancur berantakan, menjadi pecahan kepingan es.


Biksuni lengan tunggal yang hadir di sana, hanya bisa menatap sedih kearah murid barunya, dan berkata,

__ADS_1


"San Cai..San Cai.. semoga Dewi yang agung senantiasa melindungi mu,.."


San Lo Sa yang mulutnya berlumuran darah, dengan mata mendelik, berusaha menotok beberapa jalan darah di dadanya.


Kemudian menjatuhkan diri duduk bersila, lalu mencoba mengatur tenaga sakti, untuk mengobati luka nya.


Tapi dia gagal mengumpulkan kembali tenaga saktinya, yang selalu buyar, karena organ jantungnya sudah pecah.


Setelah mengejang dua kali, San Lo Sa pun menghembuskan nafas terakhir nya.


Tubuhnya roboh tergeletak di atas tanah tak bergerak.


Di sisi lain bersamaan dengan datangnya bantuan Li Ba menyambut serangan San Lo Sa.


Di sisi lain secara bersamaan, hadir Li Kui yang kedua tangannya bisa memanjang memendek, menyambut serangan telapak tangan merah Er Lo Sa.


"Plakkkk..!"


Hanya terdengar suara benturan lembut di udara, seperti orang bertepuk tangan.


Tapi kesudahan nya sungguh mengejutkan.


Tubuh Er Lo Sa terpental kebelakang, dengan kedua tangannya meledak hancur tak berbentuk.


"Arggghh...!"


teriak Er Lo Sa kesakitan, saat menyadari kedua tangannya telah hancur semua.


Belum sempat hilang kaget nya, terjadi ledakan di seluruh pembuluh darat di tubuhnya, di ikuti dengan jantungnya yang ikut meledak.


Tubuh Er Lo Sa tidak kuat menahan tenaga inti bumi dari Li Kui.


Ini wajar karena setelah mewarisi ilmu dari kedua mertuanya, dengan bantuan latihan mayat hidup dari mertuanya.


Kini kemampuan Li Kui sudah sulit di ukur, tenaga saktinya sudah diatas 3000 lingkaran, berada di Tahapan manusia surga.


Sehingga Er Lo Sa jelas bukan lah tandingannya Li Kui.


Karena baik Er Lo Sa dan San Lo Sa sendiri masih ada di tahap Pendekar Langit dengan tenaga sakti sekitar 2800 lingkaran.


Untuk menghadapi Guo Yun mereka masih unggul, tapi menghadapi Li Kui itu terlalu jauh.


Bahkan San Lo Sa dan Er Lo Sa bergabung sekalipun, mereka belum tentu mampu menghadapi Li Kui yang memilki ilmu aneh dan sangat sesat itu.


Setiap jurusnya adalah untuk melenyapkan nyawa lawan tanpa ampun.


Hal berbeda bila San Lo Sa dan Er Lo Sa bertemu dengan Li Ba, dalam pertarungan satu lawan satu.


Pertarungan tentu akan berjalan lebih imbang, karena Li Ba sendiri masih ada di tahapan pendekar langit, dengan tenaga dalam 2800 lingkaran.


Imbang imbang dengan Er Lo Sa dan San Lo Sa.


Li Kui bisa melampaui Guo Yun dalam waktu singkat, itu adalah berkat cambukan petir yang di terimanya selama setahun dalam masa hukuman.

__ADS_1


Guru Zhuangzi secara diam diam, sambil menghukum muridnya, dia juga membantu muridnya.


__ADS_2