
Begitu kubah itu muncul, Guo Yun yang beterbangan bebas, sambil bergerak menghindari serangan Kwee Lun.
Mulai dalam masalah, satu ketika saat Guo Yun sedang menghindari serangan dengan mencelat keatas.
Pergerakan nya tertahan oleh kubah cahaya merah transparan itu.
"Blaaarrr..!"
Terjadi ledakan, saat tubuh Guo Yun tertahan oleh energi pelindung, kubah merah transparan itu.
Guo Yun terdorong balik kembali ke posisi asal nya.
Saat Guo Yun sedang terdorong balik kembali ke posisi asalnya.
Seberkas cahaya merah berbentuk Golok raksasa', justru datang menyambutnya.
Untuk itu, Guo Yun terpaksa memiringkan tubuhnya, mukul Golok cahaya merah itu dari samping.
"Trangggg..!"
Memanfaatkan daya tolok benturan tersebut, Guo Yun bergerak mundur menjauhi energi golok yang menyerangnya.
Tapi lagi lagi saat Guo Yun mencoba mundur kesamping, justru tubuhnya lagi lagi tertahan oleh kubah cahaya merah yang membatasi pergerakan nya.
"Blaaarrr..!"
Guo Yun di pentalkan kembali kedepan.
Guo Yun harus bersalto dua kali, bergulingan di atas tanah, dia baru berhasil memunahkan daya tolak kubah perisai merah itu.
Sedangkan serangan Kwee Lun yang di tolak dari samping oleh Guo Yun.
Hawa goloknya berbelok arah menabrak ke samping.
"Booommm.!"
Serangan Kwee Lun meledakkan tanah di bawah sana, hingga terbelah dua, memunculkan pemandangan kawah api merah, di tanah yang terbuka lebar.
Kemunculan Kubah cahaya pembatas itu, benar benar menyulitkan pergerakan Guo Yun.
Kebebasan gerak Guo Yun jadi terhambat, dia tidak lagi bisa bergerak sesuka hati seperti sebelumnya.
Rupanya ini adalah salah satu siasat Kwee Lun untuk membatasi kebebasan bergerak Guo Yun.
Dia ingin memaksa Guo Yun,menyambut serangannya, tidak terus berkeliaran seperti seekor lalat.
"Singggg..!"
"Singggg..!"
"Singggg..!"
"Singggg..!"
Kwee Lun semakin meningkatkan kecepatan tebasan beruntun energi goloknya.
"Boooommm..! "
"Boooommm..! "
"Boooommm..! "
"Boooommm..! "
__ADS_1
Tapi lagi lagi, Kwee Lun harus kecewa, Guo Yun dengan cara menghindar dan memukul hawa goloknya dari samping.
Membuat serangannya melenceng menjauhi sasaran, dengan cara ini, Guo Yun masih selalu berhasil menghindari serangannya.
Sekali lagi Kwee Lun kembali menekankan tapak merah keatas tanah.
Perlahan-lahan dari empat penjuru tanah, muncul sebuah tonggak energi cahaya merah.
Masing masing tonggak ini setelah muncul segera saling sambung, membentuk dinding cahaya merah.
Membatasi pergerakan Guo Yun dan Kwee Lun menjadi makin sempit arena nya.
Mereka berdua, kini terlihat terkurung dalam sebuah dinding berbentuk kubus yang memancarkan cahaya merah transparan.
Kini Guo Yun benar benar kehabisan ruang gerak lagi.
Dia mau atau tidak mau, di paksa oleh Kwee Lun, harus menyambut serangannya secara langsung.
"Trangggg...!"
"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"
"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"
"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"
Terjadi ledakan beruntun, di sekitar Guo Yun dan Kwee Lun.
Saat golok cahaya merah, berbenturan keras, dengan sepasang telapak tangan Guo Yun, yang membentuk sebuah perisai berbentuk Pat Kwa , mengeluarkan cahaya biru merah.
Seketika terjadi saling dorong mendorong antara Guo Yun dengan Kwee Lun.
Kwee Lun terus meningkatkan kekuatan nya, hingga Guo Yun di paksa mundur kebelakang.
Setelah terseret mundur, hingga punggung Guo Yun tertahan oleh dinding kubah.
Pergerakan Guo Yun otomatis terhenti di sana.
Kwee Lun tersenyum puas dan berkata,
"Lalat menyebalkan, sekarang kamu baru tahu kehebatan ku..!"
"Tapi sekarang tahu juga sudah terlambat..!"
"Bersiaplah pergi mampus sana..!"
Bentak Kwee Lun sambil meningkat kekuatan serangannya.
"Siapa menang siapa kalah masih belum tahu..!"
Teriak Guo Yun.
Lalu dia mulai memainkan ilmu barunya, perisai Pat Kwa biru merah berputar cepat.
Kekuatan serangan Kwee Lun terhisap masuk kedalam pusaran Pat Kwa cahaya biru merah.
"Ahhh..! bangsat mengapa begini..!"
Teriak Kwee Lun kaget, karena seluruh kekuatan serangannya lenyap.
Tenggelam kedalam pusaran Pat Kwa.
Di saat Kwee Lun sedang kaget, kekuatannya di balikkan, di sertai tambahan dorongan kekuatan dari Guo Yun.
__ADS_1
Semua kekuatan itu berfokus menghancurkan pusat penyimpanan energinya.
"Boooommm..!!"
Terjadi ledakan dahsyat, tubuh Kwee Lun terpental keluar dari dalam dinding kubus pembatas lapis kedua, lalu menabrak kubah pembatas lapis pertama.
Kedua dinding pembatas cahaya merah setelah di.leeati oleh tubuh Kwee Lun, langsung sirna dengan sendirinya.
Tubuh Kwee Lun terpental bagaikan layangan putus setengah Li.
Baru jatuh terbanting diatas tanah, menimbulkan suara seperti ledakan bom yang mengguncang tanah dalam radius puluhan Li.
Seperti dilanda gempa.
Gongsun Li dan Li Ba sudah memimpin seluruh pasukan mereka dan para tawanan bergerak memasuki kota Shoucun, menjauhi area Guo Yun dan Kwee Lun sedang beradu kemampuan.
Terlihat diatas menara pengawas benteng kota Shoucun, Gongsun Li dan Si Si mengawasi pertarungan itu dengan wajah khawatir.
Putra pertama Guo Yun dengan Min Min, Meng Yun dia juga terlihat hadir di sana.
Di dampingi oleh Min Min, di sampingnya.
Dia menatap kearah pertarungan dahsyat itu dengan wajah cemas.
Min Min terlihat tenang, mengawasi pertarungan itu, dari ekspresi wajah nya.
Sulit ditebak apa yang dipikirkan oleh nya, dia terlihat hanya perduli dengan Meng Yun yang ada di sampingnya.
Terhadap Guo Yun dia sudah tidak memilki ikatan perasaan apapun lagi.
Tapi terhadap Meng Yun, putra kandung nya, perasaan itu tetap lah ada.
Di arena pertarungan, Kwee Lun yang menabrak tanah hingga berubah menjadi sebuah kawah kecil.
Dia terlihat tidak sama dengan lawan Guo Yun sebelumnya, Kwa Tin Siong dan Hei Pai Suang Koai yang langsung terluka pusat energinya.
Di lumpuhkan oleh serangan Guo Yun yang dahsyat itu.
Terhadap Kwee Lun, serangan Guo Yun sama sekali belum mampu melukai Iblis itu.
Kwee Lun bukannya cedera, dia malah melayang keluar dari dalam kawah dengan seluruh tubuh di selimuti oleh cahaya merah.
Bayangan iblis bertangan enam berkepala tiga, hadir di belakangnya, memberikan dukungan kekuatan ke Kwee Lun.
"Anak muda ilmu tadi boleh juga, tapi bila ingin digunakan untuk menahlukkan aku.."
"Kamu terlalu memandang rendah pada ku.."
"Sekarang kamu boleh coba sambut ini..!"
Bentak Kwee Lun sambil kembali menebaskan golok iblis nya kearah Guo Yun.
Saat ilmu ini di lepaskan oleh Kwee Lun, langit dan bumi bergetar hebat.
Cuaca yang tadinya terang benderang tiba tiba menjadi gelap, seperti sedang terjadi gerhana matahari.
Dalam cuaca remang remang, terlihat mahluk iblis di belakang Kwee Lun lah yang bergerak menerjang kearah Guo Yun.
Mengikuti tebasan golok yang di lepaskan oleh Kwee Lun.
Di mana iblis merah itu terlihat melesat kearah Guo Yun Menggunakan keenam tangannya.
Menyerang kearah kepala leher dada, ulu hati, Dan Tian, juga bagian ******** Guo Yun.
__ADS_1
Dalam satu rangkaian serangan yang hampir bersamaan.