
Setelah Guo Yun memberi tanda ke si algojo pelaksana hukuman.
Kini suara ledakan cambuk petir kembali mengelegar memenuhi ruangan hukuman.
Guo Yun sambil memejamkan matanya, melangkah keluar dari dalam ruangan tersebut.
Setelah menutup pintu ruangan hukuman rapat rapat.
Guo Yun melangkah keluar dari dalam bangunan istana megah itu.
Dia melayang ke Beberapa pohon mengambil sejumlah buah, untuk di masukkan kedalam buntalan pakaiannya.
Buah buah itu bisa berguna untuk meningkatkan kekuatan dan memulihkan kekuatannya, bila terlalu banyak di gunakan.
Guo Yun yang ingin cepat tiba di tempat tujuan, dia mengambil jalur darat.
Setelah menuruni gunung Ling San lewat jalur selatan, Guo Yun langsung bergerak menuju propinsi He Nan yang merupakan daerah perbatasan Wei, Song, dan Han.
Di mana Song dan Han kini sudah jatuh ketangan pihak Chu.
Guo Yun yang baru menuruni gunung Ling San dan sedang melewati sebuah hutan di kaki gunung Ling San.
Dia langsung di hadang oleh sekelompok perampok gunung, yang berjumlah kurang lebih 50 orang.
Mereka semua terlihat cukup ahli menunggang kuda, membawa panah dan tombak panjang.
Sekali lihat Guo Yun langsung yakin mereka ini pasti bukan perampok biasa.
"Tahan langkah mu anak muda..!"
bentak salah satu di antara mereka yang berkumis tebal.
Dari gerak geriknya, kelihatannya dia adalah pimpinan kelompok itu, hati Guo Yun didalam hati.
Guo Yun dengan santai berdiri diam ditempat, menatap kearah mereka dengan tenang, lalu berkata,
"Adik seorang petualang miskin, tidak punya apa-apa, harap.para kakak berbaik hati membiarkan adik melewati tempat ini."
Pria berkumis tebal menunjuk kearah Guo Yun, dengan ujung tombaknya yang runcing dan terlihat berkilauan.
"Siapa kamu, ? berani datang ketempat ini ? cepat laporkan nama mu dan asal mu..?"
"Kemana tujuan mu..?"
"Adik berasal dari negara Yue di selatan sana, nama ku Guo Yun, aku ada urusan hendak pergi ke He Nan.."
"Harap kakak kakak semua, tidak mempersulit adik mu ini."
"Kapan ibu ku pernah melahirkan anak bermuka pantat bayi seperti mu, jangan banyak bacot..!"
"Tinggalkan semua harta benda, setelah itu kamu boleh pergi..!"
bentak si mata juling di sebelah si kumis tebal dengan sikap kasar.
ucapan si mata juling langsung mengundang gelak tawa semua anak buahnya.
Termasuk si kumis tebal, yang berwajah galak, juga ikut.menahan senyum.
Guo Yun tidak menanggapi ejekan si juling kepada dirinya.
Dia kembali berkata,
"Kakak sekalian percuma saja kalian menahan ku, meski ku tinggalkan semua barang barang ku, itu juga akan percuma.."
__ADS_1
"Kakak sekalian pasti akan kecewa, karena satu satunya barang yang paling berharga, yang ada pada ku ya, hanya nyawa ini."
ucap Guo Yun sambil tersenyum tenang.
"Cari mampus,..!"
teriak salah satu anak buah rampok.
Dia langsung menjepit perut kudanya dan berteriak,
"Ciaaaa...!"
Sambil memacu kudanya, dia menusukkan tombak di tangannya, langsung diarahkan ke dada Guo Yun.
"Cusss,..!"
"Blukkkkk,..!"
Tusukan tombak tidak mengenai sasaran, sebaliknya dia malah terpelanting dari atas kuda.
Karena tombaknya telah di tangkap dan di sentak oleh Guo Yun, hingga tubuhnya melayang dan terbanting jatuh keatas tanah.
Perampok yang sedang sial itu, seketika gelap pandangannya, begitu tubuhnya terbanting keras keatas tanah.
Melihat aksi gesit Guo Yun, si kumis tebal langsung berteriak,
"Berhati hati, dia memiliki kemampuan..!"
"Serang secara berkelompok dan lakukan secara bersamaan..!"
Mendengar aba aba dari si kumis, perampok itu langsung membentuk barisan lingkaran.
Maju mengepung Guo Yun dari berbagai arah.
Begitu Guo Yun masuk dalam sasaran target tombak, dengan serentak mereka menusukkan tombak dari segala penjuru.
Semuanya di tujukan kearah Guo Yun, tapi tusukan mereka menemui tempat kosong.
Karena Guo Yun sendiri sudah melenting ke udara, lalu melepaskan tendangan putar kearah 10 orang pengepungnya.
"Sin Lung Pai Wei ,( Naga sakti mengibaskan ekor )..!"
teriak Guo Yun.
"Wusss,..! Desss..! Desss..! Desss..!"
Kesepuluh orang yang menyerang paling depan, langsung jatuh terpental dari atas punggung kuda, dengan mulut berlumuran darah.
Karena beberapa gigi mereka telah di buat tanggal secara paksa, oleh tendangan keras kaki Guo Yun.
Sesaat kemudian terlihat mereka berusaha bangkit berdiri, sambil memegangi pinggang mereka, yang terasa sakit.
Karena habis terbanting keras keatas tanah dari punggung kuda.
Mereka semua terlihat sibuk memunguti tombak mereka, sambil mengoceh tidak jelas.
Lalu dengan setengah hati, mereka kembali maju mengepung Guo Yun.
Penunggang kuda yang lain, segera memacu kuda mereka menerjang kearah Guo Yun, secara berganti gantian, mereka pada menusukkan tombak kearah bagian bagian mematikan di tubuh Guo Yun.
Tapi dengan langkah ajaib, Guo Yun dengan mudah menghindari serangan mereka.
Dan membalas merobohkan mereka satu persatu, ada yang terkena totokan pukulan tendangan, yang mengandung kekuatan geledek.
__ADS_1
Tidak sampai sepeminum teh, para perampok itu, kini hampir semua sudah terjungkal dari atas punggung kuda mereka masing-masing.
Kini yang masih tersisa tinggal si juling dan si kumis tebal, yang merupakan pimpinan kelompok kecil itu.
Si kumis tebal dan si juling, sama sama mencabut golok dari pinggang mereka masing-masing.
Lalu mereka memacu kuda mereka menerjang kearah Guo Yun sambil berteriak keras,
"Hyaatttt,..!"
Hyaatttt,..!"
Mereka dari arah kiri kanan menebaskan golok mereka kearah Guo Yun.
"Wusss,..!"
Wusss,..!"
"Deesss,..!"
Deesss,..!"
Tebasan golok mereka menemui tempat kosong, sedang kan wajah mereka orang pertama terkena tendangan geledek, sedangkan yang yang satu lagi terkena tinju geledek.
Kedua pimpinan rombongan yang terluka paling parah, mereka yang otaknya terguncang oleh pukulan dan tendangan Guo Yun.
Langsung pingsan tidak sadarkan diri saat itu juga.
Gui Yun memang sengaja menurunkan tangan sedikit keras, agar perampok perampok bawahan mereka tidak melanjutkan perlawanan.
Benar saja mereka segera membuang senjata ditangan mereka, lalu beramai ramai berlutut menyembah nyembah Guo Yun.
Mereka pada meminta ampun dengan suara yang kurang jelas, karena mereka rata-rata sedang menderita kehilangan beberapa biji gigi.
"Sudah jangan banyak bicara,..!"
"Segera tunjukkan di mana letak markas kalian..!"
bentak Guo Yun dengan nada dingin untuk menakuti mereka.
Mereka buru buru pada berdiri dan ingin berlomba-lomba menjadi penunjuk jalan bagi Guo Yun.
"Tak perlu ramai ramai, satu orang saja.."
"Sisanya tolong di bawa dua orang yang pingsan ini dan kuda kuda kalian "
ucap Guo Yun memberi perintah.
"Hei kamu kemarilah..!"
teriak Guo Yun sambil melambaikan tangannya, kearah salah satu anak buah rampok, yang memilki tompel di dagunya.
Orang itu buru buru menghampiri Guo Yun dan berkata, dengan wajah takut takut.
"Ada pesan apa tuan ?"
"Berapa banyak jumlah anggota yang berada di markas sana ?"
tanya Guo Yun sambil melangkah memasuki hutan.
Perampok itu membolak balikkan jarinya dan berkata,
"3000.. ahh tidak,.. 5000..ya benar kurang lebih ada 5000 orang."
__ADS_1