
Arak terus di tuang seguci demi seguci oleh kedua orang aneh itu.
Herannya arak terus nai keatas seperti air mancur.
Setelah beberapa waktu berlalu, kedua kakek aneh itu, terlihat gemetaran seluruh tubuh mereka.
Bahkan untuk sekedar menuang arak lagi mereka tidak sanggup lagi.
Arak yang membumbung tinggi keangkasa, mulai goyah, bergoyang goyang seperti akan runtuh.
Sebaliknya di tempat Guo Yun semua masih berjalan stabil, tidak terlihat ada perubahan sama sekali.
"Keparat anak muda, sebenarnya berapa lingkaran tenaga dalam mu..?"
tanya Wu Ti Siau Jen kesal.
Guo Yun sambil tersenyum berkata pelan,
"Maaf senior, aku malu menyebutkannya.."
"Katakan bangsat..!"
bentak Cui Ming Koai Jen sambil melotot.
Guo Yun meski di maki, dia tetap bersikap tenang,
"Karena tempo lalu, aku sebagai topeng emas masih bisa di kalahkan oleh Lu Bu Wei.."
"Meski aku sudah memilki tenaga sakti 9000 lingkaran."
"Jadi di dalam jurang sana, aku meningkatkan nya lagi buat berjaga-jaga, suatu hari harus berhadapan dengan nya lagi.."
"Aku kini kurang lebih ada di 11000 lingkaran kurang dikit .'
ucap Guo Yun menjawab pertanyaan kedua kakek aneh itu.
"Ahhh,.. pantas saja,..ini gara gara kamu tua Bangka tidak tahu mampus..!"
"Kamu membuat ku melakukan pekerjaan sia sia dan bikin malu saja..!"
Bentak Wu Ti Siaw Jen menyalahkan Kakaknya Cui Ming Koai Jen.
Dengan marah dia menarik kembali seluruh kekuatan nya.
Begitu pula, Cui Ming Koai Jen yang merasa tidak sanggup bertahan.
Dia pun menarik kembali sisa tenaganya.
Sehingga arak arak itu menjadi buyar semuanya.
Semua arak yang mengambang di udara kini sua bergerak meluncur kebawah.
Tapi sebelum arak itu tumpah membasahi kedua kakek itu dan orang orang di sekitar sana.
Arak arak itu semuanya secara ajaib tersedot kearah Guo Yun.
Lalu membentuk seekor naga air, meluncur masuk kedalam mulut Guo Yun yang sedang terbuka.
Arak yang begitu banyak semuanya meluncur masuk kedalam mulut Guo Yun tanpa henti henti.
Tapi anehnya semua arak itu meluncur masuk kedalam mulut Guo Yun tanpa ada yang tumpah.
Lebih herannya lagi Guo Yun minum sebanyak itu, dia terlihat baik baik saja.
__ADS_1
Tidak terlihat mabuk sama sekali.
Gongsun Li yang tahu persis kemampuan minum Guo Yun, tak lebih baik darinya.
Dia menatap kearah Si Si dengan heran, Si Si sambil tersenyum menunjuk kearah jari kelingking Guo Yun.
Di mana terlihat arak mengalir keluar dari sana membasahi lantai seperti keran tumpah.
Melihat hal itu Gongsun Li pun tersenyum lega.
Membiarkan suaminya melakukan apa saja yang dia inginkan tanpa perlu berkhawatir dan cemas untuk nya.
Beberapa waktu kemudian, setelah seluruh Naga air meluncur masuk kedalam mulut Guo Yun.
"Eeehhkkk,..!"
Guo Yun pun bersendawa keras, lalu dengan tubuh sempoyongan, dia berjalan menghampiri kedua istrinya.
"Li Er,.. Si Si ,..bantu papah aku kembali ke kamar.."
ucap Guo Yun berpura pura mabuk.
Gongsun Li yang mengerti keinginan suaminya, segera berkata,
"Hadirin sekalian, kalian silahkan saja.."
"Suami ku dia tidak sanggup melanjutkannya, karena mabuk."
"Kalian silahkan saja, sampai jumpa besok.."
"Kami akan membantunya kembali ke kamar untuk istirahat.."
"Silahkan.."
ucap Gongsun Li cepat.
Tidak ambil peduli, mereka berdua tadi sudah terlanjur malu, sudah setua ini keok di tangan seorang bocah yang pantas menjadi cucu mereka.
Hal ini tentu saja sangat memalukan, jadi mereka lebih suka kalau tidak melihat wajah Guo Yun.
Sehingga mereka tidak perlu merasa canggung dan malu.
Li Kui dan Li Ba yang kurang teliti tentu saja tidak tahu akal akalan dari Guo Yun.
Begitu pula dengan seluruh Jendral yang hadir di sana, mereka juga tidak ada yang menyadarinya.
Mereka semua kembali melanjutkan acara pesta makan makan dan hiburan tarian itu dengan hati gembira.
Hanya Cu Cu yang curiga, karena dia melihat lantai di tempat Guo Yun berdiri terlihat basah semua.
Hanya saja dia juga tidak tahu pasti Guo Yun benaran mabuk atau pura pura.
Guo Yun sendiri setelah kembali ke kamar nya, yang terletak di lantai dua Paviliun.
Dia memilih berbaring santai sambil memeluk kedua istrinya.
"Yun ke ke belum makan apapun tadi, apa Yun ke ke lapar..?"
"Aku masakan sesuatu ya..?"
tanya Gongsun Li yang berbaring dalam pelukan Guo Yun, sambil menatap kearah suaminya.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
__ADS_1
"Kalau kamu gak capek, tentu saja aku mau.."
"Aku sudah lama sekali rindu dengan masakan mu.."
"Ohh jadi gitu cuma rindu dengan masakan ku saja..?"
ucap Gongsun Li sambil menahan senyum..
"Ehh tentu bukan itu maksud ku, aku tentu saja merindukan mu juga.."
"Pokoknya seluruhnya deh.."
ucap Guo Yun panik.
Sambil menahan senyum Gongsun Li berkata,
"Ya sudah, aku pergi buatkan sesuatu untuk kita.."
"Biar Si Si saja yang menemani mu..di sini.."
ucap Gongsun Li sambil tersenyum kearah Si Si penuh arti.
Si Si wajahnya langsung merah padam, menanggapi godaan dari Gongsun Li.
"Aku,..aku pergi siapkan air hangat buat mandi Yun ke ke saja.."
ucap Si Si gugup.
Guo Yun hanya tersenyum dan mengangguk, tidak melarang nya.
Si Si buru buru pergi dari sana, Gongsun Li sambil menahan tawa, juga pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah kedua istrinya pergi, tinggal dirinya seorang diri.
Guo Yun baru melangkah pelan menuju balkon kamar, berdiri di sana menatap salju yang berterbangan turun dari angkasa.
"Tidak terasa sebentar lagi musim semi akan tiba, setahun pun akan kembali berlalu..'
"Beberapa bulan yang lalu kita masih selalu bersama, ku pikir kita akan bersama hingga tua..'
"Tapi kenyataan berkata beda, secepat itu kah kamu harus tiada.."
"Kamu tahu aku bisa melupakan apa saja, kecuali kalian bertiga.."
"Tapi justru secepat itu kamu memutuskan pergi untuk selamanya.."
gumam Guo Yun yang terlihat sangat menyedihkan seorang diri.
Suara langkah kaki lembut milik Si Si yang sedang berjalan menuju kearah nya.
Segera menyadarkan Guo Yun dari lamunannya.
Guo Yun buru buru berusaha tersenyum senormal mungkin, dan menghapus sisa air, yang menggantung di pelupuk matanya.
Setelah itu dia baru membalikkan badannya, tersenyum normal kearah Si Si dan berkata,
"Sayang kemarilah,.."
Guo Yun sambil tersenyum lembut melambaikan tangannya, memanggil Si Si untuk mendekatinya.
Si Si sambil tersenyum lembut dengan langkah gemulai, berkata.
"Air hangat sudah siap, Yun ke ke gak mau mandi dulu."
__ADS_1
Guo Yun tersenyum dan tetap melambaikan tangannya meminta Si Si mendekat dan berkata,
"Sayang kamu lihat, bunga bunga salju ini kembali turun, tak terasa perayaan musim semi akan segera tiba.."