
Zhou Wei menggendong tubuh istrinya berjalan mendekati Guo Yun.
Zhou Wei memberi hormat dengan membungkukkan badannya dan berkata,
"Terimakasih banyak Yang Mulia, maaf telah merepotkan Yang Mulia.."
"Dan membuat Yang Mulia melihat lelucon ini.."
"Zhou Wei pamit permisi.."
Guo Yun tersenyum lembut dan berkata,
"Zhou Wei acara belum selesai tunggulah sebentar.."
"Nyonya Zhou kamu jangan berkecil hati, aku tadi hanya membantu melancarkan titik meridian Guan Yuan mu, agar menstruasi mu lancar.."
"Bukan merusak rahim peranakan mu.."
"Aku tadi berkata begitu, semata mata hanya ingin kamu membuka mata mu lebar lebar.."
"Agar kamu bisa melihat wajah asli manusia, bila sudah ada di titik puncak masalah."
"Siapa yang berlian, siapa yang sampah, semua akan terlihat jelas.."
"Siapa yang tulus, siapa yang hanya bermulut manis, semua akan jadi jelas.."
"Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih indah dari menarik."
"Karena masalah yang di hadapi tetangga, kita tidak bisa melihat'nya.."
"Sebaliknya di tempat kita semuanya terlihat dengan jelas, sehingga keindahan nya menjadi jauh berkurang..'
"Selalu ada ketidakpuasan dan selalu merasa ada yang kurang, tidak sesuai harapan dan keinginan kita.."
"Itu sangat wajar, yang penting dengan pengalaman ini.."
"Kalian bisa belajar saling menerima kelebihan dan kekurangan masing masing.
Ucap Guo Yun sambil tersenyum lembut menatap kearah Zhou Wei dan istrinya secara bergantian.
Mendengar ucapan dan penjelasan Guo Yun, Ping Mei buru buru turun dari pondongan suaminya.
Dia berlutut dengan penuh hormat di hadapan Guo Yun.
dan berkata dengan serius.
"Terimakasih banyak Yang Mulia, Ping Mei tahu salah, Ping Mei berjanji pasti akan memperbaikinya.."
"Ping Mei berjanji akan menjadi ibu yang baik buat Zhou Ting putri ku..'
"Mengenai menjadi istri yang baik, Ping Mei sudah tidak berani berharap banyak.."
"Karena setelah semua kesalahan ini, Ping Mei sudah tidak punya hak dan kesempatan untuk itu.."
"Asalkan dia sudi memberi ku kesempatan, menjaga dan merawat putri ku hingga dia besar."
"Biar menjadi budak sekalipun, Ping Mei tidak akan ada keluhan dan penyesalan lagi..'
Ucap Ping Mei sambil melirik kearah Zhou Wei dengan penuh sesal.
Zhou Wei tersenyum lembut, dia membantu istrinya bangkit berdiri dan berkata,
"Sehari menjadi suami istri, sama dengan saling melepaskan budi 100 hari."
"Apalagi Zhou Ting sudah sebesar ini, yang lalu biarlah berlalu tidak perlu di bahas lagi.."
__ADS_1
"Asalkan kamu bersedia dan masih menghendaki posisi nyonya Zhou We, posisi itu selama nya hanya ada untuk mu.."
"Selain kamu, tidak akan pernah ada, yang bisa menggantikan posisimu itu.."
Ucap Zhou Wei jujur.
Mendengar ucapan suaminya, Ping Mei sudah tidak bisa menahan diri, untuk maju menubruk kedalam pelukan suaminya.
Dia langsung melepaskan semua beban perasaan penyesalan dan rasa bersalahnya, dalam sebuah tangisan haru bercampur rasa bahagia dan bersyukur yang mendalam.
Zhou Wei tidak berkata apa-apa, selain terus membalas memeluk dan membelai rambut istri nya dengan lembut.
Guo Yun pura pura tidak melihatnya, dia langsung melangkah menjauhi Zhou Wei dan istri nya.
Guo Yun kini melangkah menghampiri keluarga Ling.
Melihat kedatangan Guo Yun, Ling Wu segera memberi kode, agar semuanya ikut dengan nya.
Berlutut dan menyembah kearah Guo Yun.
Guo Yun sendiri setelah tiba di hadapan mereka, melihat sambutan tersebut Guo Yun pun berkata,
"Kalian semua berdirilah, tak perlu banyak peradatan.."
"Aku hanya ingin menyampaikan satu dua patah kata saja ke Ling Tai."
Ucap Guo Yun singkat dan langsung ke pokok permasalahannya.
Semua nya segera bangkit berdiri mengikuti Ling Wu, kemudian mereka semua sedikit bergerak mundur
Hingga hanya tersisa Ling Tai yang berada di hadapan Guo Yun.
"Ya,.. Yang Mulia.. apa ada pesan untuk hamba..?"
Dia sangat kesal dan membenci Guo Yun yang suka usil mencampuri urusan pribadinya.
Guo Yun juga bukannya tidak tahu, dengan apa yang ada di dalam hati dan pikiran Ling Tai.
Sebagai orang yang berpengalaman dalam berbagai strategi dan politik.
Guo Yun paham, melepaskan dan mengampuni orang sejenis Ling Tai ini, sama dengan bersikap kejam terhadap diri sendiri.
Sambil tersenyum Guo Yun berkata,
"Ling Tai janji sudah di buat, bagaimana pun kamu tidak bisa mundur dari duel yang sudah di tetapkan tadi.."
"Bila kamu pilih mundur sesuka mu, berarti tidak menghormati ku sebagai raja di kerajaan ini.."
"Kamu boleh pilih melawan Zhou Wei dalam duel yang di putuskan.."
"Atau kamu boleh coba coba dengan ku ."
Ucap Guo Yun santai.
Ucapan Guo Yun seketika membuat wajah Ling Wu pucat.
Dia buru buru maju menjatuhkan diri berlutut di hadapan Guo Yun dan berkata,
"Yang Mulia maafkanlah adik ku yang masih terlalu muda, dan tidak mengerti urusan.."
"Aku sebagai kakaknya lah yang bersalah, tidak mengajari dan mengawasinya dengan benar.."
"Mohon Yang Mulia lepaskan adik ku, biar aku yang menggantikannya menerima hukuman.."
"Aku terlalu memanjakan nya, sehingga dia bisa seperti ini.."
__ADS_1
"Semua ini salah ku ."
Ucap Ling Wu panik.
Guo Yun menatap kearah Ling Wu dengan tajam dan berkata,
"Ling Wu, apa kamu ingin menyulitkan ku, dan memperkeruh keadaan..?"
"Apa kamu tidak percaya lagi dengan ku..?"
"Ling Wu tidak berani Yang Mulia..!"
"Ling Wu tidak berani Yang Mulia..!"
Ucap Ling Wu buru buru membenturkan dahinya keatas tanah berulang ulang.
"Ling Wu pantas mati..!"
"Plakkkk..!"
"Plakkkk..!"
"Plakkkk..!"
"Plakkkk..!"
Terdengar bunyi nyaring, suara Ling Wu menampar pipinya sendiri dengan keras.
Guo Yun segera mencegahnya dari berkata,
"Ling Wu kamu berdirilah.. dengarkan aku.."
Ling Wu segera bangkit berdiri dan menatap kearah Guo Yun dengan serius.
"Ling Wu, sebagai wali dari ayah mu.."
"Aku katakan pada mu, cara mu ini bukan mendidiknya, tapi kamu sedang mencelakainya, juga mencelakai nama baik keluarga mu.."
"Berani berbuat harus berani bertanggung jawab, apa kamu lupa prinsip dasar ini..?"
"Bila kamu lupa itu, bagaimana seluruh anak buah mu akan menghormati mu..?"
Ling Wu tertunduk tidak bisa menjawabnya.
Guo Yun menatap Ling Wu lekat lekat dan berkata,
"Ling Wu apa kamu pernah dengar istilah istri sahabat dan saudara tidak boleh di ganggu ."
"Aku mau tanya pada mu bila hal ini, hari ini terjadi pada istri mu dan kamu..?"
"Kira kira apa yang akan kamu lakukan..?"
Ling Wu semakin tertunduk, tidak bisa menjawab juga tidak berani mengangkat kepalanya.
Bahkan hanya sekedar melirik kearah Guo Yun pun dia tidak berani.
Seluruh wajah nya merah padam menahan malu.
"Sudahlah kak tak perlu memohon belas kasihan untuk ku lagi.."
"Bukankah hanya menghadapi seorang yang tangan dan kaki terikat, apa yang perlu di takutkan.."
"Baiklah Yang Mulia aku terima tantangannya.."
Ucap Ling Tai penuh percaya diri.
__ADS_1