LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BERANGKAT KE SIAN YANG


__ADS_3

Gongsun Li menatap boneka ukir dan hiasan rambut pemberian Guo Yun dengan tatapan mata penuh sesal, dia kembali berkata pelan,


"Yun ke ke, maafkan aku, yang terlalu emosi, sehingga tidak sengaja melukai mu.."


"Entah bagaimana keadaan mu sekarang..?"


ucap Gongsun Li sambil menatap kearah dia benda ditangannya.


Sesaat kemudian sambil menghela nafas sedih, dia melihat kearah bulan, sambil termenung, dia kembali berkata seorang diri,


"Bulan sinar mu begitu cerah, bisa kah kamu tolong, sampaikan rasa sesal ku, lewat cahaya mu ke dia.?"


ucap Gongsun Li sambil menatap kearah bulan dengan perasaan nelangsa.


Di tempat lain Guo Yun dan pasukannya, kini mereka sudah mundur ke negara Wu Yue, yang berhasil dia rebut dari Chu, tanpa perlawanan.


Karena begitu pasukan harimau hitam menyeberangi sungai Yang Tze.


Pasukan Chu di Wu Yue, tanpa melakukan perlawanan langsung menyerah.


Mereka sejatinya, juga bukan pasukan asli Chu, mereka adalah pasukan yang di rekrut dari Yue oleh Chu.


Mereka masih terhitung rakyat Yue, jadi begitu mendengar Chu sudah tumbang.


Diantara pemimpin pasukan harimau hitam, Zhang Yi, Ling Tong, dan Zhou Tai adalah rakyat Yue.


Dengan senang hati pasukan Chu melepaskan seragam mereka.


Mereka kini bergabung sebagai bagian dari pasukan harimau hitam.


Guo Yun dan Si Si menempati istana milik ayahnya, yang pernah di rebut oleh penguasa Negara Chu.


Sedangkan kediaman Wen Zhong dan Fan Li, Guo Yun berikan ke Li Ba dan Li Kui, untuk mereka tempati bersama istri mereka masing-masing.


Kelima ajudannya menempati kediaman Jendral Jendral negara Yue, yang kini sudah tidak ada lagi.


Pasukan harimau hitam, kini memilki barak dan camp militer sendiri.


Tidak lagi menumpang ke orang, mereka juga masing masing mendapatkan ladang dan rumah, yang di urus oleh petani setempat, bila mereka masih lajang.


Bagi yang berkeluarga, mereka boleh tinggal di rumah, bila usai berlatih di camp militer.


Ladang mereka di urus oleh petani setempat, dengan perjanjian bagi hasil, yang di awasi oleh pejabat sipil yang di pilih oleh Guo Yun.


Guo Yun kini secara tidak langsung, sudah menjadi raja kecil di negara Yue.


Setelah 1 bulan di tangani oleh Guo Yun dan saudaranya, keadaan negara Yue mulai kondusif dan stabil.


Berkat kerja sama negara Han Song Lu dan Qi yang bersedia menjalani hidup damai berdampingan bersama dengan Yue.


Kondisi pertahanan dan keamanan negara Yue sangat stabil, jauh dari gangguan, ancaman negara tetangga.


Sehingga rakyat Yue bisa menjalani hidup dengan tenang.


Satu satunya yang belum tenang adalah pikiran Guo Yun.


Seperti saat ini, dia berdiri seorang diri di paviliun istana, yang berada di tengah taman.


Guo Yun yang berdiri di balkon lantai dua, paviliun peristirahatan tersebut, terlihat termenung menatap kearah bulan yang bersinar terang.


Menerangi bunga salju halus, yang beterbangan di udara.


Dia tidak berbicara, hanya sesekali menghela nafas panjang.


Dari ekspresi wajahnya jelas terlihat batinnya sangat tertekan.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu berlalu dalam keheningan malam.


Guo Yun akhirnya bergumam pelan,


"Entah bagaimana luka dan keadaan mu sekarang,? aku benar benar sangat mengkhawatirkan mu.."


Guo Yun menatap giok hijau yang tak pernah terlepas dari lehernya.


Sambil memegang giok itu, Guo Yun berkata dengan suara penuh sesal,


"Maafkan aku Li mei, aku benar-benar tidak bermaksud, melukai perasaan mu dengan begitu mendalam.."


Guo Yun menutup matanya dan berkata,


"Angin bantulah aku, bisikan padanya di sana."


"Antara kamu dan dia, aku tidak mungkin bisa memilih, karena kalian berdua adalah belahan jiwa ku, kalian sama berat dan sama penting dalam hidup ku.."


"Satu pun di antara kalian, tidak berada di sisi ku..seumur hidup aku tidak akan pernah bisa bahagia.."


"Hufff.."


Guo Yun menghela nafas penuh sesal.


Sesaat kemudian Guo Yun menatap kearah bulan dan kembali berkata,


"Aku sungguh berharap, sinar bulan bisa membawa perasaan cinta mu, menyinari hati ku yang sepi, dan dingin, agar bisa hangat kembali.."


"Hufff..!"


Guo Yun kembali menghela nafas, lalu berkata,


"Sayangnya itu semua cuma khayalan ku saja.."


"Suami ku kamu kenapa ? memikirkan kak Gongsun lagi ya ?"


ucap Si Si yang berjalan keluar dari dalam ruangan.


Dia membawa jubah untuk di sematkan di bahu suaminya.


"Di sini angin nya sangat dingin, mengapa tidak pakai jubah mu, nanti bisa masuk angin.."


Guo Yun memalingkan wajahnya, agar Si Si tidak melihat kesedihannya.


Sesaat kemudian dia baru menoleh kembali, sambil tersenyum lembut dan berkata,


"Tidak sayang, aku sedang berpikir bagaimana mungkin, aku bisa begitu beruntung."


"Bisa memperoleh seorang istri yang sangat pengertian seperti kamu.."


ucap Guo sambil menarik Si Si kedalam pelukannya.


Agar Si Si tidak melihat kesedihan yang dia sembunyikan.


Guo Yun tidak ingin membuat Si Si merasa bersalah dan menyesal.


Bila Si Si terlalu sedih dan merasa bersalah.


Lalu ikut pergi meninggalkan dirinya, maka boleh di bilang kiamat lah sudah hidupnya.


Si Si tersenyum bahagia dan berkata,


"Kamu paling bisa aja, menyenangkan hati ku, padahal hati mu sendiri sangat menderita.."


"Kamu sendiri yang bilang aku sangat pengertian, bila hal ini saja aku tidak tahu.."

__ADS_1


"Bagaimana bisa disebut istri penuh perhatian dan penuh pengertian.."


"Begini saja, kulihat di sini juga tidak banyak urusan lagi.."


"Bagaimana bila besok aku temani kamu, kita berangkat ke Xian Yang mencarinya..?"


Guo Yun mengeratkan pelukannya dan berkata,


"Percuma saja, dia tidak sama dengan mu.."


"Sifatnya aku lebih tahu dari siapapun,.."


"Dia kini sangat membenciku hingga merasuk kedalam tulang sumsum..'


"Menemuinya, hanya akan membuatnya semakin sedih dan terluka.."


ucap Guo Yun sambil memeluk dan menciumi kepala Si Si dengan lembut.


"Yun ke ke belum mencobanya, mengapa begitu pesimis, ayo kita coba dulu baru cari solusi.."


"Daripada seperti ini, saling merindukan dan saling mencintai tapi tidak bisa bersama.."


"Bukankah itu sangat mengesalkan dan menyedihkan.."


"Ayolah Yun Ke ke, anggaplah ini permohonan kecil ku.."


"Boleh..?"


ucap Si Si sambil menarik narik baju di dada suaminya dengan manja.


Guo Yun terdiam sejenak, dan akhirnya sambil tersenyum dia berkata,


"Baiklah,.. baiklah,.. anggap saja aku takut dengan mu.."


"Besok kita berangkat."


"Sekarang sudah malam, dan semakin dingin di luar..."


"Ayo aku temani kamu istirahat di dalam.."


ucap Guo Yun sambil menggendong istrinya masuk kedalam ruangan kamar peristirahatan.


Si Si tidak membantah, dia melingkarkan tangannya di belakang pundak suaminya.


Sambil menyembunyikan wajahnya yang tersenyum bahagia, bersandar dalam pelukan Guo Yun.


Tempat itu sebenarnya adalah ruangan untuk bersantai dan menerima tamu dulunya.


Tapi oleh Guo Yun dan Si Si di sulap menjadi kamar tidur mereka.


Mereka berdua merasa lebih nyaman dan betah beristirahat di sani.


Ketimbang di dalam kamar istana yang terlalu besar luas dan sepi.


Istana ayahnya itu memang sangat megah dan besar, karena sengaja di bangun buat bersenang senang bersama Xi Xi selir kesayangan nya itu.


Tapi tiba di Guo Yun, dia malah merasa terlalu besar dan kurang bermanfaat.


Sehingga dia lebih nyaman tinggal di paviliun, sedangkan istana di gunakan untuk rapat rapat penting saja.


Keesokan paginya, selesai sidang pagi istana dan mengatur segala sesuatunya.


Guo Yun dan Si Si pun meninggalkan kerajaan Yue dengan menyamar seperti rakyat biasa.


Mengenakan pakaian sederhana, seperti rakyat jelata biasa.

__ADS_1


__ADS_2