
Pasukan berkuda itu mengikuti arahan komandan mereka segera bergerak menyebar.
Kemudian mengepung Gongsun Li, mereka masing masing langsung mengeluarkan rantai yang ujungnya di pasangi kait tajam cabang lima.
Dengan bagian ujung runcing seperti cakar naga.
"Formasi cakar Naga..!"
Teriak sang komandan, memberi instruksi.
Satu persatu dari mereka segera bergerak mengikuti barisan di depan mereka, bergerak meliuk liuk berputaran sesuai arah jarum jam mengitari Gongsun Li.
Mereka bila di lihat dari ketinggian, mirip seperti arak arakan orang memainkan pawai pertunjukan Liong.
Mereka terlihat seperti seekor Naga besar bergerak gerak mengelilingi Gongsun Li.
Beberapa saat kemudian mereka mulai bergerak menyerang Gongsun Li dengan cakar besi terbang mereka.
Cakar cakar besi memenuhi udara berusaha mengejar sasaran.
"Trangggg..!"
"Tringgg..!"
"Trangggg..!"
"Tringgg..!"
"Trangggg..!"
"Tringgg..!"
Gongsun Li memutar tombaknya menangkis cakar yang tiba, tangkisan Gongsun Li tidak sembarang asal menangkis.
Tapi satu tangkisan akan membuat cakar itu bergerak, menangkis cakar lainnya.
Sehingga hanya dengan beberapa tangkisan saja, cakar cakar itu justru saling merontokkan dan saling melilit sendiri .
Di saat rantai saling melilit keadaan mereka sedikit kacau, Gongsun Li langsung memutar tombaknya melakukan tebasan jarak jauh
Sebuah sinar putih melesat dari ujung tombak Naga putih membentuk cahaya bianglala,.
Menyebar kesekeliling pasukan berkuda Qin yang sedang melakukan pengepungan.
"Arggghhh..!
Arggghhh..!
Arggghhh..!
Terdengar jerit ngeri bersaut sautan, puluhan pengepung, potongan tubuh nya terjatuh dari atas punggung tunggangan nya.
Tapi dengan cepat sang komandan pasukan, segera memberi kode agar posisi mereka di gantikan.
Sekali ini cakar cakar itu tidak lagi di.lrmparkan bersamaan, tapi bergantian.
Mereka bahkan tidak cuma mengincar Gongsun Li tapi juga mengincar kuda tunggangan nya.
Serangan ini tentu saja membuat Gongsun Li kerepotan melindungi kudanya.
Beberapa saat Gongsun Li di buat sibuk, hingga dia akhirnya mencoba melilit tiga cakar yang menyerang nya.
Lalu dengan sekuat tenaga, dia membetot cakar dan rantai yang melilit tombak nya, hingga tubuh pemiliknya ikut terbawa.
Gongsun Li langsung memutar mutar ketiga orang itu, menabrak kearah para pengepungnya yang lain.
Dengan cara itu lagi lagi, secara luar biasa, dia kembali menjatuhkan para pengepungnya.
Tapi lagi lagi komandan pasukan memberi perintah agar pasukan lain nya maju menggantikan posisi temannya.
Melanjutkan pengepungan, cakar cakar naga itu terus berseliweran mengincar Gongsun Li dan kudanya.
Dengan gerakan cepat Gongsun Li melakukan gerakan yang sama seperti tadi.
Tapi begitu pengepungan nya hancur, Gongsun Li melihat ada peluang kecil terbuka.
Tombak naga putih langsung dia lepaskan melesat cepat, melewati barisan pasukan.
"Wungggg..!!"
"Creebbbb..!"
Tombak naga putih menembus tubuh sang komandan, hingga sang komandan sebelum sempat bersuara dan jatuh keatas tanah, nyawanya sudah putus.
__ADS_1
Tombak Naga putih sendiri setelah menghabisi sang komandan pasukan lawan.
Dia langsung melayang kembali kedalam genggaman tangan pemiliknya.
Begitu sang komandan tewas, keadaan menjadi kacau.
Gongsun Li langsung memacu kudanya menembus pengepungan dengan tombak di ayunkan ke kiri dan ke kanan membuka jalan.
"Wutttt..!"
"Wutttt..!"
"Crasssh..!"
"Wutttt..!"
"Wutttt..!"
"Crasssh..!"
"Wutttt..!"
"Wutttt..!"
"Crasssh..!"
Barisan pengepung menjadi terbuka, tidak sanggup menahan keganasan tombak di tangan Gongsun Li.
Tubuh tubuh pasukan Qin bergelimpangan di mana mana ada yang tewas ada yang terluka parah merintih rintih tidak sanggup bangun.
Tinggal satu langkah lagi Gongsun Li berhasil menembus kepungan.
Tiba tiba muncul sepuluh penunggang kuda, yang melemparkan jala kearah Gongsun Li.
Mencoba untuk meringkus dirinya Menggunakan jala.
Tapi Gongsun Li benar benar wanita hebat diantara semua wanita.
Dengan tanpa mengenal takut, dia menggunakan tombaknya di putar putar diudara.
Menyambut jala yang datang, lalu diretur kembali kearah pemiliknya.
Dua penghadang sial yang menghadang langkah kuda Gongsun Li.
"Brakkkk..!!"
"Arggghhh..,!!"
"Arggghhh..,!!"
Helm berikut batok kepala mereka pecah di hantam tombak Naga putih.
Jerit ngeri mewarnai tempat itu, saat Gongsun Li memacu kudanya melewati mereka.
Melihat keperkasaan Gongsun Li melewati pasukan pengepung berkuda Qin.
Li Si langsung mengibarkan bendera agar seluruh pasukan tameng tombak bergerak maju menghalangi gerak laju Gongsun Li.
"Hiaaaa...!!"
"Hiaaaa...!!"
"Hiaaaa...!!"
"Hiaaaa...!!"
Terdengar suara sorak bergemuruh barisan pasukan tameng bergerak maju.
Untuk menahan serbuan Gongsun Li.
"Brakkkk..!!"
"Brakkkk..!!"
"Arggghhh..!
"Brakkkk..!!"
"Brakkkk..!!"
"Arggghhh..!
"Brakkkk..!!"
__ADS_1
"Brakkkk..!!"
"Arggghhh..!
Suara tameng pecah dan jerit ngeri pasukan Qin, yang tewas. Terkena tebasan, tusukan, dan hantaman tombak Gongsun Li, mewarnai seluruh tempat tersebut.
Setelah berhasil menembus 5 lapis pengepungan, pergerakan Gongsun Li mulai terhentikan.
Tubuh nya mulai terluka di sana sini, nafasnya mulai memburu, pandangan matanya mulai kabur.
Terhalang oleh percikan darah lawan bercampur dengan darah keringatnya sendiri, yang mengalir dari atas kepalanya yang terlindungi di balik helm besinya.
"Dia sudah lelah..!"
"Jangan berhenti..!!"
"Perketat pengepungan..!"
Teriak Li Si penuh semangat dari atas kereta kudanya.
Saat dia melihat keadaan Gongsun Li yang hampir habis, seperti lilin yang hampir padam.
Li Si berpikir inilah saat yang tepat, bila bisa menangkapnya hidup hidup tentu sangat baik.
Karena wanita ini adalah kunci kemenangan Qin untuk menghentikan langkah Guo Yun raja Yue yang tiada tanding.
Tapi bila tidak berhasil menangkapnya hidup hidup, mayat wanita ini bisa di gunakan untuk memancing kedatangan singa jantannya.
Mereka biasa siapkan jebakan berlapis untuk menahlukkan singa jantannya.
Li Si tersenyum puas di atas kereta nya.
Melihat seluruh pasukan Qin meluruk seperti kesetanan mengepung Gongsun Li.
Gongsun Li masih terus bertahan memutar tombak nya memaksa siapapun yang mencoba mendekatinya.
Sepasang tangan nya yang bersimbah darah mulai terlihat gemetaran menggenggam tombak di tangan nya.
Kuda tunggangan nya juga sana mendengus dengus dengan nafas memburu.
Sesekali dari hidung dan mulut kuda tunggangan Gongsun Li, terlihat meneteskan darah segar.
Kuda malang dan sangat setia itu, meski seluruh tubuhnya penuh luka, dia masih terus berusaha bertahan.
Gongsun Li berulang kali memberikan tepukan lembut di samping leher kuda tunggangan nya, untuk memberikan tambahan semangat.
Meski dia di dalam hati sadar dan sangat sedih melihat kondisi tunggangannya, yang mungkin tidak akan bertahan lebih lama lagi.
"Serang..!!"
"Serang..!!"
"Serang..!!"
"Yang berhasil menangkap nya hidup hidup, hadiah emas ribuan Tael menanti..!"
"Yang berhasil membunuhnya hadiah ratusan Tael emas menanti..!!"
"Serang..!!"
"Serang..!!"
"Serang..!!"
Teriakkan Li Si yang kembali membahana.
Membuat pasukan Qin kembali bersemangat melanjutkan pengepungan.
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
Gongsun Li memutar tombaknya berusaha menangkis gelombang serangan tombak yang datangnya tiada putus.
Selagi Gongsun Li sedang sibuk, memutar tombaknya.
"Hieeehh..,!!"
Tiba tiba kuda tunggangan Gongsun Li meringkik keras, keempat kakinya telah terlilit oleh cakar naga, yang terhubung dengan tali rantai baja.
Begitu tali rantai itu di tarik oleh empat ekor kuda yang berlari keempat penjuru.
__ADS_1
Tubuh kuda malang Gongsun Li, langsung terbelah menjadi 4 potong.