
Guo Yun dan Li Kui menoleh kearah asal suara, saat melihat siapa yang datang, mereka berdua langsung tersenyum lebar.
Bangkit berdiri, kemudian berjalan menghampiri Li Ba dan Sian Sian.
Mereka bertiga berangkulan dari tertawa hingga bercucuran air mata karena terharu.
Tidak banyak kata yang keluar, meski banyak yang ingin mereka ucapkan, tapi tidak tahu mau memulai dari mana, akhirnya mereka bertiga hanya bisa tertawa dan menangis haru bersama.
Hingga akhirnya saat berpisah, hanya ada kata Jaga diri, sampai jumpa, yang keluar dari mulut mereka bertiga.
Sementara Li Kui Cu Cu dan kedua kakek anehnya kembali ke pulau neraka.
Guo Yun Li Ba dan Sian Sian langsung berangkat kembali ke daratan tengah.
Dalam perjalanan pulang Li Ba pun berkata,
"Kak, bagaimana dengan situasi di kerajaan.."
Guo Yun menghela nafas pelan dan berkata,
"Semoga semua baik baik saja, mungkin saat ini kedua kakak ipar mu sudah ada di Shoucun berjaga-jaga.."
"Lebih cepat lebih baik kita semua berkumpul di sana.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum pahit.
"Maafkan aku kak, gara gara aku yang terlalu terbawa perasaan, dan emosi, kurang berpikir panjang."
"Sehingga kakak berada dalam situasi pelik dan sulit."
ucap Sian Sian yang berdiri di sebelah suaminya dengan kepala tertunduk penuh sesal.
Guo Yun menepuk lembut pundak Sian Sian dan berkata,
"Kesalahan tidak ada pada kalian, aku lah yang kurang cakap memimpin."
"Sehingga kalian semua ikut terseret dalam pusaran masalah ini.."
"Saat ini yang penting, kita bisa secepatnya tiba di Shoucun memperbaiki situasi.."
"Atau semoga saja semua dugaan ku meleset, semua ini hanya kebetulan.."
"Bukan jebakan yang sengaja mereka buat untuk kita lompat kedalam nya.."
Li Ba merangkul pundak istrinya, dia mencoba menenangkan perasaan istrinya.
Sementara Guo Yun fokus dengan arah laju kapal yang sedang di bawah kendalinya.
__ADS_1
Sama seperti Guo Yun, Li Ba juga terpaksa membeli kapal dan membawanya sendiri bersama Sian Sian menuju pulau Peng Lai.
Di pesisir pantai, mereka tidak berhasil menemukan sebuah kapal pun, yang mau mengantar mereka kesana, ataupun nelayan yang mau mereka sewa untuk pergi ke pulau Peng Lai.
Semua nelayan di pesisir pantai pada ketakutan, karena pulau itu telah di kuasai bajak laut timur yang ganas dan kejam.
Untuk itu mereka terpaksa beli kapal sendiri, kemudian membawa nya sendiri menuju pulau Peng Lai.
Untungnya baik Li Ba Li Kui maupun Guo Yun mereka masing masing pernah belajar cara mengendalikan kapal melaut.
Sehingga hal itu, sudah bukan masalah buat mereka.
Sementara Guo Yun Li Ba dan Sian Sian sedang menuju daratan tengah.
Gongsun Li, Si Si, Zhang Yi, Zhang Yun, Ling Tong, Zhou Tai, Han Wei,.Ying Wu, Jendral Lim, Jendral Guan, Jendral Xing, Jendral Fu.
Mereka semua sudah berangkat menyeberangi sungai Yang Tze dengan armada 1000.000 personil.
Puluhan ribu kapal perang berbaris rapi, menyeberang kan mereka hingga di tepi sungai Yang Tze.
Pusat Ibukota sendiri Gongsun Li menyerahkan pengawasan keseluruhan kepada perdana menteri Zhong San.
Sedangkan komando militer 500.000 pasukan dia serahkan ke Kedua paman Xiang Yu kecil, Xiang Liang dan Xiang Bo yang kini mengabdi pada Guo Yun.
Xiang Liang dan Xiang Bo bertanggung jawab penuh di bawah pengawasan Zhong San.
Kedua ajudan ini di ambil dari dua orang pemuda lulusan terbaik, hasil pelatihan dari biro rahasia bentukan Li Ba dan Sian Sian.
Mereka adalah Zhang liang dan Han Xin.
Mereka berdua secara diam diam di tugaskan oleh Gongsun Li, untuk rutin melaporkan gerak gerik dan kegiatan Xiang Liang dan Xiang Bo.
Bila mereka punya hati khianat dan ingin memberontak, Zhang Liang dan Han Xin mengemban tugas khusus untuk menghabisi mereka.
kemudian mengambil alih kekuasaan, untuk di kembalikan ke Zhong San.
Guo Yun sudah mempertimbangkan nya, Xiang Liang dan Xiang Bo punya pengalaman militer, juga menguasai ilmu kita perang, pernah ikut ayah mereka Xiang Yan berperang di pihak Chu.
Akan sangat di sayangkan bila tidak di manfaatkan, sekaligus untuk menguji hati kesetiaan mereka.
Tapi bagaimana pun, antara Guo Yun dan Xiang Yan ayah kandung Xiang Liang dan Xiang Bo.
Di masa lalu mereka punya dendam pribadi dan negara tersendiri.
Bila mereka berdua tidak ingat Budi, masih mempermasalahkan dendam masa lampau.
Maka orang seperti itu tidak bisa di ampuni lagi, tapi bila karena itu dia tidak memberi mereka kesempatan.
__ADS_1
Berarti dia orang yang picik, tidak layak jadi pimpinan.
Itu yang menjadi alasan kenapa Guo Yun mengaturnya seperti itu.
Semua ini Gongsun Li atur, sesuai petunjuk dari Guo Yun, dengan berbagai pertimbangan yang sudah Guo Yun jelaskan semuanya ke dia.
Gongsun Li begitu tiba di dermaga Wan Kou di tepi sungai Yang Tze.
Dia segera mengintruksikan pasukannya untuk membuat pertahanan dan kamp militer besar besaran di luar dermaga tersebut.
Kehadiran mereka dengan jumlah pasukan yang begitu besar, tentu saja mengagetkan penduduk setempat dan para pedagang atau siapapun yang sedang hendak melintasi dermaga itu.
Mereka dengan terburu-buru mengosongkan tempat itu, pergi menggunakan jalur alternatif lain.
Mereka pada ketakutan, takut akan terjadi perang besar di tempat itu.
Setelah pertahanan dan perkemahan selesai di buat.
Di sebuah perkemahan yang besar, terlihat Gongsun Li dan Si Si sedang memimpin rapat, membagi bagi tugas ke semua bawahan mereka yang. hadir di tempat itu.
"Zhang Yi dengar perintah..!"
ucap Gongsun Li dingin dan tegas.
Zhang Yi segera maju berlutut di hadapan Gongsun Li dan berkata,
"Zhang Yi dengar perintah.."
"Zhang Yi kamu pimpin 200.000 pasukan harimau hitam keluarga Zhang, bertugas menjaga pos keamanan pertama ini."
"Keamanan tempat penyeberangan, dan seluruh armada kapal perang dan penyeberangan kita, berikut keamanan ibu kota Guiji, bila ada darurat, semuanya menjadi tanggungjawab mu.."
Zhang Yi mengangkat kepalanya menatap Gongsun Li dengan ragu dan berkata,
"Yang Mulia Ratu.. hamba mohon biarkanlah hamba ikut maju ke garis depan.."
"Maaf Zhang Yi, titah sudah di turunkan tidak bisa di ubah lagi.."
"Harap jalankan saja tugas mu dengan sebaik baiknya.."
ucap Gongsun Li dingin.
Zhang Yi tahu dengan jelas, berunding dengan ratu batu es ini, lebih sulit dari pada mendaki ke langit.
Sambil menghela nafas panjang, dengan kepala tertunduk, dia menjawab.
"Hamba menerima tugas, suap di laksanakan.."
__ADS_1
Setelah memberi hormat, tanpa banyak bicara lagi, Zhang Yi terpaksa mundur kembali ke posisi awalnya.