
Ying Zheng sambil tersenyum gembira, dia mengedikkan kepalanya kearah Guo Yun, yang terlihat berdiri bodoh di sana,
Ying Zheng tersenyum penuh kemenangan mengejek Guo Yun.
"Mengapa masih bengong di sana ?""
"Mengapa belum pergi juga, ? apa kamu perlu minum arak pengantin kami baru bersedia pergi..!?"
ucap Gongsun Li sambil tersenyum mengejek, membalas Guo Yun.
Ini adalah cara terbaik, selain bisa mengerjai suaminya yang mata keranjang itu.
Dia juga bisa menyelamatkan nyawa nya, agar tidak mati sia sia di sini.
Guo Yun hanya sendirian, sedangkan lawan selain ada 7 manusia topeng setan, masih ada Lu Bu Wei.
Belum lagi pasukan Qin di kota tersebut, meski dia terjun membantu Guo Yun sekalipun.
Mereka hanya akan mati konyol nantinya.
Guo Yun menatap tajam kearah Ying Zheng dan berkata,
"Apakah mereka memaksa dan mengancam mu, jangan takut Li mei.."
"Meski hari ini aku harus mengorbankan nyawa ku, aku juga tetap akan membawa mu pergi dari sini..'
ucap Guo Yun berkeras tak ingin pergi.
Gongsun Li sangat kesal dengan sikap bodoh Guo Yun, yang keras kepala itu.
Tapi justru hal itulah yang membuat dia sangat mencintai suaminya itu.
Dalam segala hal suaminya sangat unggul dan cerdas, tapi bila sudah menyangkut kepentingan nya, Guo Yun akan terlihat konyol dan tidak masuk akal..
Gongsun Li membanting kakinya, melepaskan diri dari pelukan Ying Zheng.
Lalu dengan wajah kesal, dia dengan langkah lebar berjalan menghampiri Guo Yun.
Chi Sa ingin menghadang langkah Gongsun Li, tapi Ying Zheng langsung membentak
"Jangan berani ganggu dia..!"
Chi Sa dengan ragu menoleh kearah Lu Bu Wei, menunggu instruksi dari pemimpin mereka.
Lu Bu Wei menganggukkan kepalanya.
Melihat pemimpin mereka telah menyetujuinya, Chi Sa pun segera menyingkir, memberi jalan pada Gongsun Li untuk melewati mereka.
Gongsun Li begitu tiba di hadapan Guo Yun, dengan wajah sedingin mungkin, dia langsung melayangkan tangannya.."
"Plakkkk..!"
"ini untuk ketidaksetiaanmu, yang telah menghianati perasaan dan janji kita..!"
"Plakkk,..!"
"Ini untuk janji janji kosong mu, yang telah menipu perasaan ku..!"
"Plakkkk,..!"
"Yang terakhir ini adalah untuk kamu yang berani datang mengacaukan hati baik ku, hari bahagia ku bersamanya, yang 1000 kali jauh lebih baik dari mu..!"
__ADS_1
"Pergilah cepat dari sini, aku sudah muak melihat wajah bodoh mu itu..!"
Bentak Gongsun Li yang terlihat kesal dan emosi.
Mulutnya berkata seperti itu, tapi di dalam hati Gongsun Li, sedang menangis sedih dan berulang kali bergumam.
"Yun ke ke maafkan aku, kamu cepat pergilah.."
"Tinggalkan tempat ini segera.."
"Ku mohon pada mu Yun ke ke.."
Tapi semua ini tentu saja hanya di ucapkan di di dalam hatinya saja.
Guo Yun tidak mengelak juga tidak menangkis nya.
Dia hanya berdiri diam mandah menerima semuanya, setelah Gongsun Li berhenti berbicara.
Guo Yun baru berkata,
"Ini memang salah ku, aku pantas menerimanya, dari awal hingga akhir akulah yang bersalah pada mu.."
"Aku terlalu banyak berhutang pada mu, aku memang pantas mati dan pantas menerima semua ini.."
"Baiklah aku pergi, bila itu mau mu, bila hal itu bisa membuat mu merasa bahagia,.. aku akan pergi ."
"Tapi sebelum aku pergi, aku harus ingatkan pada mu lagi, mereka bukan manusia.."
"Berhati hatilah, jaga diri mu semoga kamu bahagia.."
Guo Yun menoleh kearah Ying Zheng dan berkata,
"Berani kamu menyakitinya, aku bersumpah akan memakan jantung dan meminum darah mu..!"
Bentak Guo Yun penuh kebencian.
Ying Zheng tidak berani bergerak, dia hanya tersenyum sinis menanggapi ucapan Guo Yun.
Gongsun Li yang mendengar dan melihat tatapan mata kecewa dan kesedihan Guo Yun.
Di dalam hati dia terus menjerit, ingin rasanya dia maju dan memeluk Guo Yun.
Dia hampir tak sanggup menyaksikan ekspresi wajah Guo Yun yang penuh penyesalan itu.
Tapi dia harus menahannya, dan menyimpan seluruh perasaannya.
Demi keselamatan Guo Yun, dia harus bisa.
Guo Yun sambil menatap wajah Gongsun Li lekat lekat, seolah ingin mengukir wajah itu sebagai kenangan terakhir dalam hatinya.
Dia akhirnya berkata pelan,
"Li mei,.. sampai kapan pun, aku akan selalu mencintaimu.."
"Aku akan selalu mengenang cintamu, yang seperti cahaya bulan dan cahaya matahari selalu menyinari hati dan hidup ku.."
"Aku bisa melupakan semuanya, bahkan langit dan bumi, tapi terhadap mu dan dia,..aku seumur hidup tidak akan pernah bisa, melupakan kenangan diantara kita.."
"Aku tidak akan pernah bisa berhenti mencintai kalian.."
ucap Guo Yun sejujurnya.
__ADS_1
"Sudah selesai belum kamu, begitu banyak omong kosong, apa kamu sudah tidak punya malu..!"
teriak Ying Zheng mencoba memprovokasi Guo Yun.
"Bajingan,! kamu tunggu saja, suatu hari aku pasti akan kembali mengambil kepala anjing mu itu.."
"Anggap saja ku titipkan saja dulu di sana..!"
bentak Guo Yun sambil menunjuk Ying Zheng dengan wajah kesal.
"Silahkan saja, kalau mampu,..jangan omongan saja yang di besarkan."
ucap Ying Zheng sambil mengulurkan lehernya kedepan, mencoba memprovokasi Guo Yun.
"Sayang, buat apa kamu ribut mulut dengan pecundang ini.."
"Ayo kita pulang jangan perdulikan dia.."
ucap Gongsun Li berjalan meninggalkan Guo Yun, pergi menarik tangan Ying Zheng meninggalkan tempat tersebut.
Guo Yun tidak mau pergi, pikir Gongsun Li, biarlah dia yang menarik Ying Zheng pergi dari sana, sehingga urusan menjadi selesai.
Gongsun Li bisa menipu Ying Zheng, juga Guo Yun, tapi dia tidak bisa menipu mata Lu Bu Wei yang tajam dan berpengalaman.
Tapi Lu Bu Wei sudah punya rencana sendiri untuk Guo Yun.
Bagaimana pun caranya, Guo Yun harus mampus.
Dia tidak akan biarkan Guo Yun pergi hidup hidup dari Sian Yang, setelah dia berani datang kemari.
Tapi tentu saja bukan saat ini, dia perlu mengatur dulu segalanya, baru bisa bertindak.
Guo Yun tersenyum sedih, menatap bayangan punggung Gongsun Li, yang pergi meninggalkannya bersama Ying Zheng.
Setelah mereka semua pergi, Si Si baru muncul memegang tangan suaminya dan berkata,
"Yun ke ke jangan bodoh, jangan percaya kata kata Li cie cie.."
"Dia sengaja bersikap begitu, karena ingin menyelamatkan mu, dia sedang bersandiwara saja.."
"Aku bisa melihat dengan sangat jelas dari tatapan matanya, dia masih sangat mencintai Yun Ke ke.."
ucap Si Si sambil tersenyum lembut.
Guo Yun menatap kearah Si Si dan berkata,
"Si Si kamu yakin, kamu tidak sedang menghibur ku kan..?"
Si Si kembali tersenyum, lalu menarik tangan suaminya dengan lembut, agar mengikutinya meninggalkan tempat tersebut.
"Tentu saja Yun Ke ke, aku sangat sangat yakin, karena aku dan dia sama sama wanita.."
"Dan kami mencintai satu pria yang sama, tentu saja tidak akan salah.."
"Ayo kita pergi dar sini, kita cari tempat menginap, yang memudahkan dia menemukan kita."
Guo Yun mengangguk penuh semangat dan berkata,
"Lewat sini sayang, kita akan menunggu di sana.."
"Bila benar ucapan mu, dia pasti akan datang menemui kita di sana.."
__ADS_1
ucap Guo Yun yakin, sambil menarik tangan Si Si berjalan mengikutinya.