
"Nama mu Guo Yun, kamu berasal dari negara Yue, kamu adalah keturunan terakhir raja Yue,
.Guo Jian."
"Aku adalah paman mu Guo Lu."
"Kamu biasanya memanggil ku paman Lu, negara Yue kita sudah di hancurkan oleh Chu.."
ucap Lu Bu Wei termenung sedih.
Sesaat kemudian, dia baru melanjutkan ceritanya,
"Hanya kita berdua yang berhasil selamat, dari kehancuran.."
"Aku membawa mu, ikut dengan ku melarikan diri kesana kemari, hingga akhirnya kita menetap di Xian Yang."
"Lalu dengan berbekal sedikit pengetahuan ku, aku akhirnya berhasil mendapatkan kepercayaan dari Raja ZhuangXiang dari Qin.."
ucap Lu Bu Wei sambil tersenyum penuh haru menatap Guo Yun.
Lalu dia melanjutkan ceritanya,
"Aku terus mengabdi hingga sekarang melayani putra raja ZhuangXiang, Ying Zheng."
"Setelah ayahnya Raja ZhuangXiang sendiri telah wafat.."
ucap Lu Bu Wei mengarang, ada yang asal, tapi juga ada yang asli, bercampur aduk.
Sehingga orang pintar sekalipun, akan sulit membedakan mana benar mana palsu.
Tapi yang tidak di sangka, karangannya mengenai jati diri Guo Yun, putra Guo Jian, raja Yue yang terakhir justru sangat tepat.
Lu Bu Wei hanya tahu Guo Yun lahir di Yue lewat Wang Jian.
Tapi dia tidak pernah menyangka, Guo Yun benar adalah putra kandungnya Guo Jian.
Sama seperti dunia, tidak ada yang menyadari, Ying Zheng adalah putra kandungnya dengan permaisuri Zhao Ji.
Guo Yun yang memang pada dasarnya lupa ingatan, akhirnya melihat keseriusan dan ketulusan Lu Bu Wei saat bercerita.
Dia hanya bisa percaya, apapun yang Lu Bu Wei ceritakan kepada nya.
"Paman Lu, kenapa kita bisa berpisah dan aku lupa ingatan ?"
tanya Guo Yun tiba tiba.
Tapi Bukan Lu Bu Wei namanya, bila dia tidak mampu menyiapkan jawaban tepat buat Guo Yun.
"Ini semua salah ku, aku tidak bisa melindungi mu dengan baik.."
"Sehingga kamu harus menanggung penderitaan ini.."
ucap Lu Bu Wei dengan mata sedikit berkaca-kaca.
"Apa yang terjadi ?"
tanya Guo Yun yang mulai bersimpati dengan paman barunya ini.
Guo Yun tak pernah menyangka, paman ketemu gede nya ini, bisa terlihat penuh perhatian, penuh kasih sayang dan empati ini.
Sepenuhnya karena Lu Bu Wei menggunakan Guo Yun untuk dia anggap sebagai Ying Zheng.
__ADS_1
Jadi saat berbicara dengan Guo Yun, supaya terlihat seperti asli, yang dia bayangkan adalah Ying Zheng, putra haramnya.
Bila di jaman sekarang Lu Bu Wei jadi artis, mungkin seluruh piala seperti citra, golden horse, academy award, semua akan di sabet nya tanpa sisa.
Aktor aktor seperti Rano Karno Deddy Mizwar Roy Suryo ufh salah Roy Marten 😆, Chou Yun Fat, Liu Te Hua, Alpacino, Robert De Niro, semua pasti lewat.
"Yun er maafkan paman, sebagai seorang abdi negara, meski posisi ku adalah perdana menteri..'
"Tapi dalam banyak hal, antara tanggung jawab tugas pekerjaan, dan perasaan pribadi.."
"Aku harus memilih mengutamakan tugas dan tanggung jawab ku, mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi.."
"Paman harap kamu bisa mengerti dan memaafkan paman mu ini.."
ucap Lu Bu Wei sedih, sambil membelai kepala Guo Yun dengan lembut.
Guo Yun sangat tersentuh.
Dia menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Tidak apa-apa paman, ceritakan saja, Yun er mengerti."
"Yun siap mendengarkan nya, apapun itu.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum penuh pengertian.
Lu Bu Wei menghela nafas sedih, mengulur sedikit waktu.
Sebelum dia mulai membuat karangan indah.
"Begini Yun Er, kejadian ini terjadi bermula dari serangan kerajaan Zhao, yang di pimpin oleh Lian Po bergerak, melakukan invasi ke Qin.."
"Waktu itu aku, raja ZhuangXiang, dan kamu sebagai Jendral besar penakluk barat, berangkat untuk menghalau invasi tersebut.."
"Lian Po bekerja sama dengan kedua orang tadi, yaitu Raja Agahai dan Pamannya Chan Kiev..dari kerajaan Xiongnu."
"Kebetulan kedua orang itu punya dendam dengan mu, karena saat dalam penaklukan wilayah barat di perbatasan Qin.."
"Kamu berhasil memenangkan nya, sekaligus membuat raja Chan Yu, ayah dari Agahai dan adik dari Chan Kiev, gugur di Medan perang.."
"Saat kita terjebak, aku berusaha menyelamatkan raja ZhuangXiang.."
"Sehingga terpaksa meninggalkan mu menjadi target Lian Po, Agahai dan pamannya Chan Kiev itu.."
"Saat aku kembali ke lokasi, aku hanya mendapatkan informasi, kamu di paksa oleh mereka, melompat ke sungai kuning.."
"Sejak saat itu, kita pun terpisah, kamu hilang tanpa kabar dan jejak.."
"Raja ZhuangXiang sendiri, meski selamat tapi karena luka luka yang di deritanya.."
"Tak lama kemudian, dia pun ikut wafat.."
"Setelah beliau wafat, kini aku membantu menjadi wali dan ayah angkat dari putranya Ying Zheng.."
"Kini Ying Zheng menggantikan raja ZhuangXiang menjadi raja.."
"Begitulah ceritanya ponakan ku yang baik.."
ucap Lu Bu Wei, sambil menarik Guo Yun memeluknya, dengan penuh kasih sayang.
Dengan suara bergetar, dia berkata,
__ADS_1
"Maafkan paman mu yang tak berguna ini Yun er.."
Guo Yun yang tersentuh ikut membalas memeluk Lu Bu Wei dengan erat.
Dia Menitikkan air mata dengan penuh haru, semua perasaan kesepian dan tertekannya selama ini.
Dia lepaskan lewat tangisan penuh haru.
"menangis lah Yun er, lepaskan semuanya, jangan di tahan.."
"Paman ada di sini untuk mu.."
Beberapa saat membiarkan Guo Yun menangis penuh haru.
Lu Bu Wei yang melihat Chi Sa, pembantu setianya.
Sudah mulai siuman dari pingsannya tadi.
Mereka terlihat mulai berdiri dengan sempoyongan, lalu dengan sikap bingung dan sedikit tegang.
Mereka ber tujuh berjalan menghampiri Lu Bu Wei.
Sebelum mereka sempat buka suara, Lu Bu Wei langsung berkata,
"Kalian kemarilah,..! Ini keponakan ku Guo Yun, yang hilang, kini sudah di temukan kembali.."
"Bahkan dalam keadaan sehat dan semakin sakti, hingga Chan Kiev pun berhasil di usir olehnya.."
"Aku Guo Lu kini tak perlu ada penyesalan lagi.."
"Kalian semua harus ingat, patuh dan setia lah dengannya.."
"Bertemu dengan nya, sama dengan bertemu dengan ku.."
"Membantah perintahnya, sama dengan membantah perintah ku.."
"Apa kalian mengerti..!?"
tanya Lu Bu Wei dengan tegas.
Dia menginformasikan sekaligus mengingatkan Chi Sa.
Chi Sa tidak bodoh, mereka sudah lama ikut Lu Bu Wei.
Tentu saja mereka mengerti perubahan apa yang Lu Bu Wei inginkan.
Mereka segera berlutut di hadapan Guo Yun, dan berkata dengan serentak,
"Kami semua siap mengabdi pada tuan muda Guo Yun, dengan nyawa kami ."
Guo Yun merasa tidak enak hati dan sungkan, dia buru-buru membangunkan mereka semua, satu persatu dan berkata,
"Tak perlu seperti ini, ayo bangunlah."
Saat membangunkan anggota ke tujuh Chi Sa.
Guo Yun sedikit tertegun, saat bersentuhan dengan pundak orang ke tujuh Chi Sa, yang lembut, seperti tak bertulang.
Orang ke tujuh yang sangat berpengalaman dengan respon lelaki.
Dia segera membuka topeng iblis nya, sambil tersenyum malu malu, dia berkata dengan suara nya yang lembut.
__ADS_1
"Terimakasih tuan muda Yun.."