LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BUKAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK BERTENGKAR


__ADS_3

Ucapan Zhao Guang seketika membuat gunting di tangan Zhao Gao terlepas dari pegangan tangannya.


"Tranggg..!"


Gunting jatuh berkerontangan di atas tanah.


Kini dia tidak bisa menutupi wajah gugup dan pucat nya.


Dengan wajah terlihat cemas dan sangat serius dia berkata,


"Lalu apa sikap mu Zhao Guang ? apa yang akan kamu lakukan..?"


"Ingat kamu putra angkat ku, aku yang mendukung mu naik ke posisi saat ini.."


"Bila aku dalam masalah kamu juga tidak akan terkecuali.."


Zhao Guang langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Zhao Gao dan berkata,


"Zhao Guang nyawa dan masa depan ku adalah pemberian ayah angkat, tentu saja Zhao Guang selamanya hanya akan bersetia pada ayah angkat.."


"Zhao Guang hari ini kemari khusus, untuk memberitahukan kepada ayah angkat, itu sudah membuktikan sikap yang akan Zhao Guang ambil.."


"Cukup satu kata dari ayah Zhao Guang siap melakukan kudeta buat mendukung ayah.."


Ucap Zhao Guang dengan kepala tertunduk.


Zhao Gao segera membantu Zhao Guang berdiri dan berkata,


"Kamu benar benar putra ku yang berbakti.."


"Termasuk tidak sia sia lah aku selama ini menyayangi mu.."


"Kamu dengarkan aku putra ku, kamu tidak boleh bicara tentang kudeta ."


"Kamu tidak tahu Ying Zheng, bila kamu lakukan itu di sini, kamu pasti akan mati tanpa kubur.."


"300.000 pasukan mu tidak akan berarti di mata 9 pendeta Tibet itu.."


"Mereka bersembilan bersembunyi di Pagoda suci yang menjadi kuil istana.."


"Tugas mereka sejatinya adalah untuk menjaga keamanan Ying Zheng dan seluruh kerajaan Qin.."


"Kamu harus tahu Kwee Lun saja harus takut dan hormat pada 9 pendeta itu, itu membuktikan apa..?"


"Kamu pikir saja sendiri.."


Ucap Zhao Gao membuka rahasia yang selama ini tersimpan rapi, tanpa ada yang tahu, kecuali Ying Zheng dan kesembilan biksu itu sendiri.


Bahkan Zhao Gao pun tahunya secara kebetulan saja, dan selama ini dia berpura-pura tidak tahu apa apa, maka nya dia masih bertahan hidup sampai saat ini.


Zhao Guang menatap kearah Zhao Gao dengan serius dan berkata,


"Lalu apa yang harus dan bisa kita lakukan..?"


"Aku paling lama hanya bisa menjamin satu minggu agar kabar ini tidak sampai.."


"Lebih dari itu aku tidak berani menjamin nya ayah.."

__ADS_1


Zhao Gao mengangguk mengerti dan berkata,


"Untuk melenyapkan nya, aku tidak bisa sendirian.."


"Aku perlu bantuan dari mertua mu.."


"Tapi rubah licik itu bila tahu hal ini, dia bukannya membantu ku.."


"Dia pasti akan berbalik untuk menggigit ku.."


"Haissss..!"


Ini benar benar sulit..!"


"Plakkkk..!"


Terdengar suara tinju Zhao Gao menonjok telapak tangan nya sendiri sambil berjalan mondar mandir di hadapan Zhao Guang.


Dia jelas terlihat sangat takut dan panik.


"Ayah..ayah tidak perlu khawatir, aku rasa ayah mertua ku pasti akan ikut membantu ayah.."


Ucap Zhao Guang cepat.


Zhao Gao segera menghentikan pergerakan nya dan menatap kearah Zhao Guang dengan serius dan berkata,


"Apa kamu serius ?"


"Mengapa kamu bisa begitu yakin, rubah licik itu akan bersedia bekerja sama dengan kita, mengambil resiko itu.?"


"Jangan bilang kamu akan mengandalkan hubungan mu dengan di gendut yang mandul itu..?"


"Dia memang sedikit lebih singset dan subur, tapi itu bukan berarti dia mandul.."


"Dia belum bisa memberikan keturunan untuk keluarga Zhao, ini sepenuhnya salah ananda.."


"Ananda masih terlalu sibuk dan belum sempat dengan nya..."


Ucap Zhao Guang membela istri gendutnya.


Zhao Gao mengeluh kurang puas dan berkata,


"Haiss kamu ini,.. kamu pasti sudah terkena guna guna istri mu.."


"Ya sudah kita jangan bahas dia.."


"Yang jelas lewat dukungan dia adalah tidak mungkin.."


Ucap Zhao Gao putus asa.


Zhao Guang kembali menatap ayahnya dengan serius dan berkata,


"Tidak ayah, aku tidak akan melibatkan dia dalam hal ini.."


"Aku katakan ayah mertua ku akan membantu kita, karena seperti ayah di dalam surat yang di bawa informan itu juga namanya di sebutkan di sana.."


"Seperti kasus korupsi dana bencana alam di perbatasan Yang Zhai dan An Yi.."

__ADS_1


"Selain itu juga ada kasus pembangunan irigasi di Xian Yang dan kasus pembuatan makam kaisar.."


"Dan yang paling parah adalah dia diam diam di An Yi Luo Yang dan Yang Zhai bekerjasama dengan Zhang Han, Fan Kuai dan Peng Yue membina kekuatan menyiapkan kudeta.."


Ucapan Zhao Guang segera membuat Zhao Gao melongo, tapi sesaat kemudian dia malah sumringah.


Di saat bersamaan tiba tiba terlihat perdana menteri Li Si berjalan masuk kedalam ruangan bersama putrinya, dan berkata,


"Bagus kamu Zhao Guang, untuk kamu masih sedikit punya hati nurani.."


"Termasuk tidak sia sia selama ini aku membantu mu, meraih karir.."


Zhao Guang dan Zhao Gao sedikit kaget melihat kehadiran perdana menteri Li Si di sana secara tiba tiba.


Li Si sadar baik Zhao Guang maupun Zhao Gao pasti kaget dia bisa tiba tiba masuk ketempat ini, tanpa ada yang mencegahnya.


Li Si sambil tersenyum bangga berkata,


"Tak perlu kaget besan ku, di tempat mu ini sudah lama ada orang orang ku di sini.."


"Jadi tidak heran aku bisa keluar masuk kemari dengan bebas.."


Zhao Gao melotot marah dan berkata,


"Kau...!"


Tapi pergerakan nya keburu di cegah oleh putra angkatnya Zhao Guang.


Zhao Guang memberi kode agar ayah angkatnya jangan terpancing


Zhao Gao mengerti maksud dari putranya, jadi dia segera menahan emosinya dan berkata,


"Tidak apa apa aku juga tidak takut kamu tahu.."


"Kita kini ada di satu kapal, bila kamu macam macam paling paling kita tenggelam bersama.."


Li Si terdiam tidak mampu berkata kata, karena ucapan Zhao Gao memang sangat tepat mengena di sasaran.


Li Meng Meng sebaliknya tidak terlalu perduli dengan ucapan pertengkaran ayahnya dan ayah mertuanya.


Sejak memasuki ruangan sepasang matanya hanya terus menatap kearah suaminya dengan terharu dan di penuhi perasaan cinta yang mendalam.


Dia sudah mendengar langsung ucapan pembelaan Zhao Guang pada dirinya.


Dia benar benar sangat tersentuh dan terharu di buat nya.


Mulutnya yang kecil imut hanya bisa bergumam kecil,


"Suami ku terima kasih.."


Zhao Guang juga melihat hal itu, tapi dia tahu saat ini bukan waktu yang tepat untuk menanggapi itu.


Saat ini adalah waktu yang paling tepat dan paling kritis, untuk membujuk kedua orang ini, mewujudkan rencana Guo Yun.


Dia harus bisa membujuk dan memanfaatkan mereka berdua dengan sebaik-baiknya.


"Ayah kalian berdua jangan berdebat lagi."

__ADS_1


"Saat ini bukan waktu yang tepat untuk bertengkar, saat ini kita harus bersatu, menemukan cara jitu, untuk mengatasi masalah informasi itu, agar tidak pernah sampai ketangan Yang Mulia.."


__ADS_2