LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PEMUDA BAJU HITAM


__ADS_3

Nona Zhao berpikir Guo Yun sana dengan pria lain, yang mengambil alasan mirip istri, mirip pacar, ingin menggunakan itu untuk mendekati nya.


Dia segera berkata, dan mengambil jarak dari Guo Yun.


"Tuan tidak masalah,.. sebaiknya aku lanjutkan lagi main musik dan menyanyi nya untuk menghibur tuan.."


Guo Yun menggoyangkan tangannya dan berkata,


"Tidak usah nona Zhao, aku tidak memerlukan hiburan seperti itu.."


"Aku memerlukan bantuan nona Zhao untuk hal lain.."


Mendengar ucapan Guo Yun, nona Zhao yang sudah salah paham dari awal, wajah nya langsung merah padam.


Jantungnya berdetak dengan kencang, dia sebenarnya sangat tertarik dengan Guo Yun, yang sedikit berbeda dengan pria pada umumnya.


Tapi kini sikap Guo Yun membuatnya salah tingkah, dan merasa serba salah.


Di satu sisi dia sangat tertarik, dan ingin kenal lebih dekat dengan Guo Yun.


Bahkan tidak tertutup kemungkinan, bila Guo Yun serius dan mau bertanggung jawab.


Dia tidak akan menyesal menyerahkan diri nya pada Guo Yun.


Dia akan sangat gembira dan bahagia, bila mereka bisa hidup berbahagia, hingga maut datang menjemput.


Itu adalah khayalan nya, yang agak sedikit terlalu jauh.


Tapi di sisi lain, dia tidak ingin dan sedikit takut menerima permintaan Guo Yun, karena dirinya di sini bukan jual tubuh..


Dia hanya menjual permainan alat musik dan suara saja, bila Guo Yun meminta hal itu, dan dia menerimanya.


Itu akan sangat merendahkan martabatnya, dia akan terlihat tidak ada bedanya dengan rekan kerjanya yang lain.


Dia jelas tidak ingin seperti itu.


Kini dia jadi dilema dengan permainan pikirannya sendiri.


Menerima salah, menolak takut nanti menyesal, telah melewatkan kesempatan yang jarang ada.


Di mana bisa menemukan seorang pria yang bisa di andalkan, untuk melewatkan sisa hidupnya, dengan penuh kebahagiaan, di cintai dan mencintai.


Dalam keraguan dan jantung, yang berdebar semakin kencang, dengan kepala tertunduk dalam dalam.


Nona Zhao berkata dengan suara lirih.


"Maaf tuan muda, Si Si cuma jual suara dan permainan alat musik, Si Si tidak menjual tubuh.."


"Harap tuan muda bisa mengerti.."


Nona Zhao, yang bernama lengkap Zhao Si Si, sebuah nama yang tidak pernah dia sebutkan di hadapan pria manapun.


Tapi dia justru tanpa sadar menyebutnya di hadapan Guo Yun.


Guo Yun sedikit terkejut mendengar ucapan Nona Zhao, dia buru buru mengklarifikasinya.


"Nona Zhao, maaf kurasa nona telah salah paham.."

__ADS_1


"Aku Guo Yun tidak berani mengakui aku adalah pria sejati."


"Tapi aku juga tidak akan bersikap rendah, dan meminta hal itu dari nona, yang baru ku kenal.."


"Nona Zhao, yang aku ingin minta tolong adalah, agar nona Zhao membantu ku, memanggil pengawal yang bernama Axie, untuk menemui ku di sini.."


"Nona Zhao lebih bebas bergerak ketimbang aku, yang tidak tahu apa-apa tentang tempat ini.."


"Jadi aku mohon Sudi kiranya nona Zhao, membantu ku memanggilnya kemari.."


Ucapan Guo Yun, yang seketika membuyarkan semua khayalan nona Zhao.


Dia kini benar' benar merasa malu, dan tidak punya muka, telah berpikir terlalu jauh.


Dia terlalu percaya diri.


Guo Yun tetap Guo Yun.


Bahkan dirinya dengan segala kecantikannya, tetap tidak berpengaruh buat Guo Yun.


Kelihatannya ucapan Guo Yun, soal istrinya mirip dengan nya, kemungkinan besar memang ucapan sejujurnya.


Dia lah yang telah berpikir terlalu jauh dan terlalu percaya diri.


Guo Yun berbeda dan sangat berbeda, dengan semua pria yang pernah di temuinya.


Nona Zhao malu sampai tidak berani mengangkat wajahnya sama sekali, dengan terburu-buru dan terlihat agak grogi dia berkata,


"Baik tuan..aku akan bantu panggilkan,..maaf permisi.."


Lalu sambil menutupi mulutnya dengan tangan, dia berusaha menahan Isak dan berlari meninggalkan kamar tersebut,


gadis itu ada kemungkinan menaruh perasaan padanya.


Dengan ucapan klarifikasinya tadi, tanpa sengaja, dia telah menyakiti perasaan gadis itu.


Guo Yun menghela nafas, sambil tersenyum pahit Guo Yun berpikir dalam hati,


"Ini juga bukan hal yang buruk, daripada sakit berkepanjangan, lebih baik sakit sementara saja.."


"Ini adalah jalan terbaik baginya, aku sudah benar dalam hal ini.."


"Aku tidak boleh mengkhianati kepercayaan Li mei, seperti yang sedang di lakukan oleh pangeran Ji Ao di sebelah sana.."


gumam Guo Yun dalam hati.


Tiba-tiba pendengaran Guo Yun yang tajam mendengar ada suara keributan di sebelah.


Guo Yun buru buru melesat meninggalkan kamarnya, menyusul kearah asal suara keributan di kamar sebelah.


Saat masuk kedalam kamar tersebut, Guo Yun sedikit terlambat.


Dia hanya melihat di dalam kamar tersebut, selain ada 4 orang yang menebarkan aura pembunuh, yang sangat mematikan.


Juga ada kedua gadis cantik yang bersama Ji Ao sebelumnya, mereka terlihat bersembunyi di balik selimut, sambil menangis dan menjerit ketakutan.


Sedangkan di atas lantai, pangeran Ji Ao terlihat tergeletak kehilangan nyawa, dengan leher berlubang meninggalkan setitik merah kecil.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, darah pun mulai mengucur deras dari luka tersebut.


Sebelum Guo Yun sadar dari kagetnya, melihat orang yang paling dia hormati, kini telah tewas di hadapan nya.


Tahu tahu sesuatu yang tidak terlihat oleh mata, bergerak begitu cepat menusuk kearah lehernya.


"Trangggg.."


Benda itu berhasil di tangkis oleh Guo Yun, tapi Guo Yun merasakan tangan nya yang memegang pedang, yang di gunakan untuk menangkis serangan itu.


Terasa bergetar hebat, dan kesemutan.


Guo Yun sangat kaget, baru si baju hitam ini saja, yang maju kekuatan mereka ternyata berimbang.


Apalagi bila mereka maju bersama, bila tidak segera mencari akal meloloskan diri.


Dia pasti akan mati konyol di sini, pikir Guo Yun.


Belum sempat Guo Yun berpikir banyak, serangan benda yang sangat cepat, yang ternyata hanya sebuah bambu runcing.


Kembali datang mengincar lehernya, sekali ini saking cepatnya, Guo Yun, bahkan tidak sempat menggunakan pedangnya untuk menangkis.


Dia hanya bisa menendang kakinya keatas lantai mencoba terbang mundur sejauh mungkin.


Tapi sungguh tak terduga, si pemuda baju hitam, hanya dengan menotolkan kakinya di atas lantai, tubuhnya sudah melayang ringan mengejar kearah Guo Yun


Si baju hitam dan bambu runcingnya, bergerak secepat kilat kembali mengincar kearah leher Guo Yun.


Hanya berjarak satu centi saja, leher Guo Yun pasti akan tertikam olehnya.


Di saat kritis, Guo Yun dengan gerakan nekad melepaskan jurus pertama tebasan pemusnah.


Untuk mengajak Pemuda itu mati bersama sama.


Tapi pemuda itu, tanpa menghentikan serangannya, dia menggunakan pukulan telapak tangan kanannya, melepaskan pukulan udara kosong menyambut serangan maut Guo Yun.


"Blaarrrr...!"


"Doorrrr...!"


"Tringgg...!"


Dalam suatu gerakan cepat terjadi 3 benturan beruntun.


Benturan pertama adalah serangan tebasan pemusnah Guo Yun.


Berhasil tertahan dan diselewengkan oleh pemuda baju hitam, dengan telapak tangan kanannya, yang melakukan pukulan udara kosong..


Di susul dengan bunyi ledakan senjata unik di tangan Nona Zhao, yang baru saja hadir di belakang Guo Yun.


Letusan itu menimbulkan asap tipis, mengepul di ujung senjata, yang berada di tangan nona Zhao.


Si pemuda baju hitam, yang hampir berhasil menusuk leher Guo Yun dengan senjatanya.


Dia terpaksa menarik mundur bambunya, untuk menangkis serangan yang di lontarkan oleh senjata ajaib di tangan nona Zhao.


"Tuan Yun..ikut aku..!"

__ADS_1


teriak nona Zhao, sambil menarik tangan Guo Yun, berlari meninggalkan tempat itu.


__ADS_2