
Pagi pagi di kediaman Panglima Meng Thian, terlihat hadir Guo Yun dan ketiga bawahan nya.
Sedangkan di pihak panglima Meng Thian, terlihat hadir 5 orang jendral kepercayaan nya.
Mereka adalah Meng Yu, Meng Han, Meng Huan, Meng Liang, Meng Sia.
Meng Yu adalah adik kandung panglima Meng Thian, dia seorang pemuda tampan, usianya kurang lebih sebaya dengan Guo Yun.
Sedangkan keempat jendral lainnya, usia mereka kurang lebih sebaya dengan panglima Meng Thian.
Mereka semua masih terhitung saudara sepupu nya panglima Meng Thian.
Semua pasukan keluarga Meng, tampuk pimpinan mereka semuanya masih berasal dari satu garis keturunan keluarga Meng.
Di hadapan mereka berdiri seorang pria berpakaian preman.
Dia adalah pimpinan mata mata yang khusus di tugaskan untuk mengawasi gerak-gerik pasukan Xiongnu.
"Lapor panglima, pasukan Xiongnu di bawah pimpinan Jendral Mobi, Jendral Dursam dan Durham.
"Mereka bertiga sedang bergerak menuju kemari.."
ucap kepala mata mata itu,
menyampaikan kabar informasi.yang dia berhasil dapatkan
"Mereka kini ada di mana ? berapa banyak pasukan yang mereka bawa..?"
tanya Meng Thian ke pimpinan mata mata pasukan nya itu.
Di perkirakan pasukan mereka mencapai 400.000 personil, mereka kini berjarak 10 Li dari muara He Xi.
Meng Thian mengerutkan keningnya, pasukan musuh sangat besar.
Sedangkan dia hanya membawa 100.000 pasukan keluarga Meng, bagaimana cara dia akan hadapi mereka.
Ini adalah sebuah masalah pelik tersendiri bagi pihak nya.
Jendral Meng Thian sambil mengerutkan alisnya, dia menatap kearah semua yang hadir di sana dan berkata,
"Apa kalian punya ide untuk menghadapi kedatangan mereka ?"
Kelima Jendral Meng terdiam, mereka semua juga terlihat mengerutkan kening mereka.
Mereka terlihat berpikir keras, untuk mencari solusi menghadapi pasukan besar Xiongnu itu.
Guo Yun dan ketiga bawahan nya hanya diam di tempat.
Guo Yun sebelum datang menghadiri rapat, dia sudah berbicara dengan ketiga bawahannya secara tertutup.
Guo Yun sudah memperingati ketiga bawahannya, bahwa status mereka adalah pasukan cadangan, pasukan pendamping.
Selama mereka tidak di minta bantuan, Guo Yun melarang ketiga bawahannya untuk bertindak sok jagoan.
Mereka diingatkan agar tidak pergi berebut jasa dengan pasukan keluarga Meng, terkecuali bila mereka sedang di minta untuk maju.
Makanya kini mereka berempat, hanya terlihat berfungsi sebagai pengamat, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Pengawal,..!'
__ADS_1
panggil panglima Meng Thian.
Seorang prajurit penjaga pintu di depan sana, dengan buru-buru berlari masuk kedalam ruangan.
Prajurit itu memberi hormat dan berkata,
"Siap panglima..!"
Meng Thian langsung berkata,
"Bawakan peta besar kemari.."
"Siap panglima,..!"
jawab prajurit itu.
Setelah itu, dia langsung berlari keluar dari dalam ruangan tersebut.
Tak berapa lama kemudian, dia datang kembali bersama rekannya, membawa sebuah peta kain besar lengkap dengan tiang penyangga peta tersebut.
Setelah posisi peta di atur dengan rapi, mereka berdua langsung meninggalkan tempat tersebut.
Panglima Meng Thian berkata,
"Ayo kita lihat peta, siapa tahu ada ide untuk mengatasi pasukan musuh, yang berjumlah jauh lebih banyak.."
"Satu hal yang pasti adalah kita harus menyambut mereka di luar sana, sebelum mereka tiba di sini.."
Ke 5 Jendral keluarga Meng langsung mendekati, peta yang terbentang lebar di hadapan mereka.
Peta itu sangat lengkap Padang gurun, Padang rumput, sungai, danau,, gunung bukit, gua, tebing, lembah.
Guo Yun dan ketiga bawahan nya juga ikut mendekat kearah peta.
Mereka ikut melihat lihat.
Sebelum kemari pun, mata mata Zhang Yi sudah lebih dulu melapor situasi pergerakan pasukan Jendral Mobi.
Jadi Guo Yun dan ketiga bawahannya, sebenarnya mereka sudah melihat dan membahas strategi menghadapi kedatangan pasukan Xiongnu itu.
Hanya saja sesuai dengan pesan Guo Yun dari awal hingga akhir, posisi mereka adalah sebagai pendamping.
Semua Keputusan masih harus mendengarkan Panglima Qin Meng Thian.
Meski mereka berhasil, jasa tetap buat Meng Thian, bila mereka kalah mati konyol, mereka hanya akan menjadi bahan tertawaan belaka tidak ada penghargaannya.
Hal berbeda bila Meng Thian tidak sanggup, Jendral nya angkat tangan karena babak belur.
Itu baru peluang bagi mereka untuk maju.
Di sana tentu jasa mereka akan di catat, Meng Thian dan seluruh bawahan nya akan merasa terbantu.
Bukan merasa mereka datang untuk berebut jasa, hal itu tentu akan jauh lebih baik.
Semua ini sudah dalam pertimbangan Guo Yun.
Setelah cukup lama menatap peta, akhir nya Meng Yu yang buka suara.
"Kak,.. bagaimana bila kami berlima maju secara bergantian, memancing pasukan mereka di sini di sini dan disini.."
__ADS_1
"Agar terpecah menjadi 5 arah,. dengan jumlah yang lebih kecil.."
"Kita akan lebih mudah menangani mereka.."
ucap Meng Yu sambil menunjuk 5 titik di peta.
Meng Thian mengangguk dan berkata,
"Ide mu cukup bagus, tapi berapa.jumlah pasukan yang akan kalian bawa ?"
"Apa kalian sudah punya strategi untuk menghancurkan pasukan Xiongnu yang mengejar kalian..?"
Meng Yu berkata cepat,
"Aku membawa 10.000.pasukan berkuda."
"5000 akan aku gunakan memancing mereka kemari.."
"Lalu dari 5 jurusan dengan formasi 5 arah, aku akan menghabisi mereka dalam satu kali serangan kejutan.."
ucap Meng Yu mengutarakan strateginya.
Meng Thian menatap adiknya dan berkata,
"Apa kamu yakin, ?"
"Menurut hemat ku, mereka pasti akan membagi diri menjadi 2 kekuatan, satu khusus mengejar kalian ke lima arah."
"Satu lagi untuk berjaga jaga mempertahankan posisi mereka."
"400.000 di bagi dua adalah 200.000, 200.000 di bagi lima adalah 40.000."
"Jadi kalian masing masing harus tahu, kemungkinan kalian akan menghadapi pasukan lawan 4 sampai 5 kali lipat kekuatan kalian."
"Apa kalian sanggup..?"
tanya Meng Thian mengingatkan.
Meng Yu mengangguk yakin, keempat Jendral lainnya ikut mengangguk dengan penuh keyakinan.
"Baiklah kalau begitu, kalian bersiaplah untuk berangkat kesana segera.."
"Kami disini menunggu kabar baik dari kalian,.."
"Mari kita bersulang dulu sebelum berangkat, kita gunakan teh menggantikan arak.."
"Setelah tugas selesai, kembali ke ibukota, kita baru gunakan arak yang sebenarnya.."
ucap Panglima Meng Thian sambil mengangkat sebuah mangkok berisi teh tinggi tinggi.
Kelima bawahan nya langsung mengikuti nya, mereka bersulang kearah Meng Thian dan kearah Guo Yun dan ketiga bawahannya.
Guo Yun dan ketiga bawahan nya, mengikuti gerakan Meng Thian bersulang kearah 5 Jendral keluarga Meng itu.
Setelah bersulang dan menghabiskan isi mangkok hingga bersih, kelima Jendral Meng langsung meninggalkan kediaman Panglima Meng.
Mereka masing-masing pergi mempersiapkan pasukan sebelum berangkat menuju daerah tujuan mereka masing masing.
Setelah kelima bawahan nya pergi, Meng Thian baru menoleh kearah Guo Yun dan berkata,
__ADS_1
"Bagaimana menurut pendapat jendral Yun, mengenai tingkat keberhasilan mereka berlima ?"