
Guo Yun mengajak Si Si berjalan menuju kediaman, yang pernah di hadiahkan kepada nya.
Guo Yun berjalan menuju tempat sepi, lalu dia merangkul pinggang istrinya.
Membawanya terbang melompati pagar tembok pembatas, yang ada di hadapan mereka.
Setelah mendarat ringan di dalam taman di balik tembok, Guo Yun menggandeng tangan Si Si dengan santai, berjalan menuju bagian dalam gedung.
Menuju bagian yang pernah menjadi kamarnya bersama Gongsun Li.
Tentu saja Guo Yun memilih kamar lain, bukan kamar yang pernah di tempatnya bersama Gongsun Li.
Guo Yun tidak mau kamar penuh kenangan malam pertamanya, bersama Gongsun Li.
Di isi oleh wanita lain, meski itu adalah istrinya juga.
Guo Yun memilih kamar yang terletak di sebelah kamar kenangannya, bersama Gongsun Li.
Setelah masuk kedalam kamar tersebut, Guo Yun berkata,
"Untuk sementara kita tinggal di sini saja beberapa hari, sambil melihat situasi..'
"Semoga saja sesuai dengan dugaan mu.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum pahit
"Sudah jangan berpikir terlalu banyak, lebih baik kita pergi cari tempat isi perut.."
ucap Si Si sambil menepuk punggung tangan Guo Yun dengan lembut.
Guo Yun mengangguk kecil, lalu mereka berdua meninggalkan kediaman yang sepi itu.
Tadi karena pikiran nya, terlalu kacau tidak fokus.
Dia sampai lupa dia dan Si Si belum isi perut sedari pagi.
"Maaf ya sayang aku sampai lupa kamu belum makan dari pagi tadi ."
ucap Guo Yun saat mereka berdua berjalan di jalan raya, yang ramai orang orang berlalu lalang.
Si Si tersenyum dan berkata,
"Itu bukan masalah, bukan kah kita sekarang juga lagi cari tempat makan..?"
Guo Yun menggenggam tangan Si Si dengan lembut dan berkata,
"Terimakasih Sayang, aku benar benar beruntung bisa bertemu dan berjodoh dengan mu.."
Si Si tersenyum bahagia, dan berkata
"Mulai lagi deh, awas nanti terlihat dia dan marah lagi.."
Guo Yun tersenyum canggung dan berkata,
"Ayo kita makan di sana saja, tempatnya cukup enak, makanannya juga lumayan.."
Si Si mengangguk, dia mengikuti saja arah tarikan tangan suaminya.
Tapi baru saja mereka hendak memasuki restoran, seorang anak kecil datang menarik ujung lengan baju Guo Yun dan berkata,
"Kakak,..kakak,. .ada orang meminta ku memberikan surat ini pada kakak.."
__ADS_1
"Katanya kakak pasti akan memberikan aku imbalan.."
ucap anak kecil itu sambil mengulurkan tangannya, yang kecil kehadapan Guo Yun.
Sedangkan sampul surat di tangannya yang lain dia tahan..
Guo Yun tersenyum, lalu dia memberikan beberapa keping perak kedalam tangan anak kecil itu dan berkata,
"Begini boleh..?"
Anak itu sambil tersenyum lebar berkata,
"Ini untuk di setor ke ibu ku, sedangkan aku maunya itu.."
Anak kecil itu sambil tersenyum menunjuk kearah seorang penjual Ping Tang Hu Lu, yang gerobaknya tidak jauh dari sana.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Ya sudah, kamu tunggu di sini sebentar, aku akan belikan untuk mu.."
Selesai berkata, Guo Yun segera berjalan pergi menghampiri penjual Ping Tang Hu Lu itu.
Ping Tang Hu Lu adalah sejenis permen jaman cina kuno.
Mirip mirip permen gulali, bila saat ini, hanya saja bentuk Ping Tang Hu Lu biasa nya mirip baso, dan merah bentuknya, di tusuk di sebatang lidi kecil.
"Ping Tang Hu Lu nya tiga.."
ucap Guo Yun begitu tiba di hadapan penjual itu
Setelah menerima Ping Tang Hu Lu dari si penjual dan melakukan pembayaran.
Guo Yun pun kembali kesamping istrinya dan anak kecil itu.
Si Si menerimanya dengan gembira, dan berkata,
"Terimakasih, Yun ke ke tahu dari mana aku suka ini..?"
Guo Yun sambil tersenyum tanpa menoleh dia berkata,
"Aku tahu sudah lama dari mama Liu, cuma belum ada waktu saja.."
"Selama ini terlalu sibuk dengan urusan negara, yang tidak ada putusnya.."
Sambil berbicara, Guo Yun mengeluarkan telapak tangan nya kearah anak itu.
Anak itupun langsung meletakkan sepucuk surat di dalam telapak tangan Guo Yun dan berkata,
"Terimakasih, kakak baik sekali.."
"Sampai jumpa,.."
Guo Yun melambaikan tangannya, ke anak itu.
Dia menyimpan surat itu kedalam saku baju nya. lalu berkata.
"Ayo sayang kita kedalam."
Mereka berdua memasuki restoran sambil bergandengan tangan.
Si Si hanya mengikuti saja, dia terlalu asik dengan Ping Tang Hu Lu ditangan nya.
__ADS_1
Dia menyerahkan semuanya, ke Guo Yun, memilih tempat duduk dan menu makanan.
Karena dia tahu Guo Yun hapal, masakan apa yang dia sukai dan tidak.
Jadi dia tenang tenang saja, sepanjang perjalanan dari Yue juga begitu.
Semua dia serahkan ke Guo Yun yang mengatur untuk nya, dia lebih suka seperti itu.
Dan dia mulai terbiasa dan menikmati semua itu.
Setelah pelayan pergi menyiapkan makanan pesanan Guo Yun.
Guo Yun dengan hati hati mengeluarkan sebuah sampul surat dari saku bajunya.
Dia membuka amplop surat tersebut, mengeluarkan isi nya, lalu mulai membaca isi surat tersebut.
Sambil membaca dia tersenyum senang.
Melihat hal itu Si Si pun berkata,
"Apa isinya..?"
Guo Yun menyerahkan nya ke Si Si dan berkata,
"Dia bilang mau bertemu dengan ku malam ini, di tebing merah sebelah Utara kota.."
"Sebelum bertemu tidak akan bubar.."
Si Si melihat sebentar surat tersebut dan berkata,
"Apa ini tulisan Li Cie Cie, rapi dan indah sekali ya tulisannya.."
Si Si terlihat kagum menatap tulisan di dalam surat tersebut.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Li mei itu adalah murid Mo Zi Su Yuan yang terbaik, tentu saja tulisannya juga termasuk yang terindah di sana.."
Guo Yun sambil berucap, dia sedikit melamun ke masa lalu nya, sewaktu masih sama sama di Su Yuan, dari awal perjumpaan mereka.
Hingga akhirnya mereka menikah dan menjadi pasangan suami istri secara resmi.
Mengenang hal itu, Guo Yun tanpa di sadari, dia terlihat tersenyum bahagia seorang diri.
Si Si yang melihatnya hanya tersenyum, dia membantu Guo Yun melipat kembali surat itu, lalu dia bantu simpan.
"Ayo Yun ke ke,.. jangan melamun aja, pesanan nya sudah tiba.."
"Yuk kita makan.."
ucap Si Si sambil mengambilkan nasi, dan menyumpitkan lauk ke mangku suaminya.
Ajakan Si Si membuyarkan lamunan Guo Yun, sambil tersenyum canggung, dia membalas bantu menyumpitkan lauk dan sayur buat Si Si.
"Ayo kita makan.."
ucap Guo Yun sambil mulai makan dengan lahap.
Hati gembira, otomatis selera makan pun jadi ikut nambah.
Selesai makan mereka berdua kembali lagi ke gedung kediaman lama Guo Yun..
__ADS_1
Menjelang malam Guo Yun seorang diri langsung berangkat menuju pintu Utara kota Sian Yang.