LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMUNCULAN MIN MIN


__ADS_3

"Kamu jangan seperti ini, percayalah pada ku, biar aku saja yang mengurusnya.."


"Kamu harus belajar bersabar sedikit, jangan mudah emosi.."


"Berilah aku sedikit waktu, aku pasti akan bicarakan dengan dia.."


"Setelah aku dan dia resmi berpisah, kita baru bisa menjadi pasangan resmi yang sebenarnya.."


"Kamu harus percaya padaku, hati ku perasaan ku, cinta ku, sepenuhnya hanya untuk mu.."


Pemuda itu dengan wajah masih tidak puas berkata,


"Kalau begitu buktikan dulu pada ku, bahwa kamu memang hanya mencintai ku saja.."


Wanita itu menghela nafas panjang, sambil menahan senyum. Dia menggeleng gelengkan kepalanya.


Lalu wanita itu terlihat melingkarkan sepasang tangannya dengan lembut kebelakang leher pemuda itu.


Dengan sedikit berjinjit, dan kepala sedikit menengadah ke atas.


Wanita itu memberikan ciuman lembut dan mesra kebibir pemuda itu.


Sesaat mereka berdua larut dalam ciuman panjang hangat dan mesra itu.


Beberapa saat kemudian, wanita itu pun dengan lembut mendorong pemuda itu menjauhinya.


Menyudahi ciuman hangat mereka berdua dan berkata,


"Ling Kung Ce, udah ya.."


"Aku harus pulang dulu hari sudah semakin siang.."


Ling Kung Ce masih terlihat belum puas, hal ini terlihat jelas dari sepasang tangannya, yang masih tetap memeluk pinggang ramping wanita itu dengan erat.


Dia belum bersedia melepaskan nya begitu saja.


Ling Kung Ce menatap sepasang mata wanita itu dengan serius dan berkata,


"Sayang berjanjilah pada ku, kamu adalah milik ku.."


"Kamu hanya boleh bersama ku, kamu jangan pernah lagi bersamanya.."


"Apalagi sampai melayaninya melakukan hal itu.."


"Bila kamu lakukan hal itu, apapun alasannya.."


"Aku bersumpah diantara kami, kamu hanya akan bisa melihat satu dari kami yang hidup di dunia ini.."


Ucap Ling Kung Ce serius.


Wanita itu mengulurkan tangannya menutupi mulut pemuda itu dengan lembut dan berkata,


"Hentikan jangan katakan lagi, baiklah aku berjanji pada mu.."


Ling Kung Ce menghela nafas lega, perlahan lahan dia melepaskan pelukannya.


Dia kemudian berganti memegangi kedua telapak tangan wanita itu dengan lembut dan berkata,


"Sayang,.. kita tidak bisa bertemu seperti ini terus.."

__ADS_1


"Aku akan menunggu mu, sesuai janji ku tadi.."


"Tapi setidaknya kamu juga harus memberitahu ku, berapa lama lagi aku harus menunggu..?"


"Berapa lama lagi kita harus berhubungan secara sembunyi sembunyi seperti ini..?"


Ucap Ling Kung Ce sambil menatap kekasihnya dengan tatapan mata serius.


"Satu Minggu, beri aku waktu satu Minggu, aku pasti akan menyelesaikan semuanya.."


Ucap wanita itu, sambil menatap wajah Ling Kung Ce dengan penuh keyakinan.


"Baiklah sayang, ingat janji mu hari ini.."


"Satu Minggu, aku hanya akan menunggu satu Minggu, bila belum selesai.."


"Aku akan pergi menyelesaikan nya sendiri secara pria sejati.."


Ucap Ling Kung Ce terlihat nekad.


Wanita itu tiba tiba cemberut dan berkata,


"Begitulah kamu, selalu membuat aku khawatir dan cemas dengan emosi mu.."


"Mengapa begitu tidak percaya dengan ku,.."


"Sudahlah kalau kamu memang begitu tidak mempercayai ku, kita akhiri sajalah hari ini.."


"Biarlah aku, yang menjalani kehidupan yang menyedihkan ini sendirian saja.."


Ucap wanita itu sambil menghapus airmatanya dan hendak berjalan pergi meninggalkan Ling Kung Ce.


Melihat hal ini Lim Kung Ce tentu saja kaget setengah mati, dia segera buru buru maju memegang tangan wanita itu dan berkata,


"Aku akan selalu percaya padamu, memberi mu waktu untuk mengurusnya.."


"Aku tidak akan emisi lagi, aku akan terus menunggumu, sampai kapan pun itu.."


"Aku akan selalu setia menunggu mu.."


"Bolehkah begitu ? kamu jangan marah lagi ya sayang.."


Ucap Ling Kung Ce sambil menatap wajah wanita itu dengan ekspresi penuh sesal.


Wanita itu menghela nafas panjang, dia hanya pura pura marah.


Dia tidak benar benar marah.


Setelah melihat sikap Ling Kung Ce yang tidak lagi sekeras sebelumnya.


Wanita itu pun berbalik kembali memeluk dan menciumi Lung Kung Ce dengan penuh perasaan.


Saking terharunya, sepasang matanya yang indah terlihat bercucuran air mata, saat dia melepaskan ciuman mesra nya di wajah Ling Kung Ce.


Ling Kung Ce yang menyadari kekasihnya sedang menangis dengan wajah penuh sesal.


Dia membantu menghapus dengan lembut air mata di sudut mata kekasih nya, dengan menggunakan sepasang jari jempolnya.


"Maafkan kesalahan ku, kamu jangan menangis lagi, hati ku terasa sakit melihat mu seperti ini.."

__ADS_1


Bisik Ling Kung Ce lembut.


Wanita itu mengangguk pelan, lalu dia kembali tersenyum manis.


"Aku pulang dulu, jaga diri mu baik baik, besok aku akan kemari menemui mu.."


Ucap wanita itu sambil melepaskan pelukannya.


Lalu dia berjalan pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah tersenyum bahagia.


Guo Yun yang mengamati dari tempat persembunyian, dia kini bisa melihat dan mendengarkan dengan jelas


Semua adegan romantis yang terjadi di hadapannya.


Dia membuktikan secara langsung dengan mata kepalanya sendiri atas semua peristiwa yang terjadi.


Guo Yun terlihat menghela nafas panjang penuh kesedihan, tanpa sadar, dia ikut menghapus dua butir air bening, yang runtuh dari sepasang matanya.


Sebuah telapak tangan lembut yang menyentuh lembut bahunya, seketika membuat Guo Yun tersadar dari lamunannya.


"Yun Ke ke, apa yang sedang kamu lakukan di sini..?"


"Yun ke ke ada perlu dengan ku..?"


Tanya suara lembut yang wanginya, suara nya begitu familiar di telinga Guo Yun.


Tanpa berkata apapun, begitu membalikkan badannya.


Guo Yun langsung memeluk pemilik suara itu dengan erat dan berkata,


"Min Min aku tidak perduli kamu ingat ataupun tidak dengan semua masa lalu kita.."


"Aku hanya mohon satu hal dari mu, jangan pernah tinggalkan aku dan anak anak.."


"Aku sangat mencintai mu, aku juga sangat membutuhkan mu.."


"Aku boleh kehilangan dunia, tapi aku tidak sanggup kehilangan kamu.."


"Kamu mengertikan maksud ku Min Min.."


Ucap Guo Yun penuh perasaan.


"Yun ke ke kamu ini bicara apa ? jangan ngelantur, aku mana mungkin meninggalkan mu dan anak anak.."


"Aku ini istri mu, Meng Yun adalah putra kandung ku bersama mu.."


"Bagaimana mungkin aku pergi meninggalkan kalian.?"


"Justru aku kemari, khusus berdoa agar keluarga kita bisa utuh dan terus bersama."


"Hingga rambut memutih, pandangan tidak jelas, wajah berkeriput, sampai waktu kematian itu tiba.."


"Bahkan bila diberikan kesempatan oleh yang kuasa, di kehidupan berikutnya.."


"Aku berharap bisa kembali menjadi istri mu lagi.."


Ucap Min Min sambil membelai lembut kepala suaminya.


Guo Yun mengangguk dengan penuh semangat, seperti anak kecil yang kehilangan permen, lalu menemukan permennya kembali.

__ADS_1


"Min Min kenapa kamu harus jauh jauh kemari bersembahyang untuk meminta hal itu.?"


"Bukankah selama ini, aku juga tidak pernah jauh jauh dari mu..?"


__ADS_2