LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PASUKAN PENGHADANG


__ADS_3

Selama tiga hari si Topeng Emas tidak berhenti mengawasi pelatihan semua pasukan, yang akan di bawa ke medan perang.


Semua pimpinan pasukan mulai dari komandan regu hingga level jendral.


Semua mendapatkan petunjuk dan arahan langsung dari si Topeng Emas.


Mereka tidak ada yang mengenali Guo Yun, mereka hanya tahu si topeng emas adalah orang dekat Perdana menteri Lu.


Di samping itu mereka semua tahu dengan jelas, si topeng emas memiliki kesaktian tinggi.


Karena pernah ada beberapa jendral muda, yang tidak puas di atur, mereka mencoba menantang Si topeng Emas.


Tidak sampai satu gebrakan, mereka semua berakhir konyol.


Sejak saat itu, tidak ada lagi di antara para pasukan, yang berani bersikap tidak menurut pada si topeng emas.


Di hari ketiga, setelah upacara sembahyang pemakaman ke 7 gadis itu.


Si topeng emas, mengikuti rombongan pasukan besar Lu Bu Wei dan Liu Sa berangkat menuju perbatasan Zhao dan Qin.


Sebelum mencapai kota Shangdang, kota yang menjadi tujuan target konflik.


Di tiga kota terakhir wilayah Qin, yang posisinya terdekat dengan kota Shangdang.


Kota Wu Cheng, E Yu , dan kota Ping Yang di wilayah barat negara Qin.


Si topeng emas saat melewati ketiga kota itu, dia menganjurkan kepada Lu Bu Wei, agar di kota tersebut di buatkan bungker persembunyian bawah tanah.


Meski usulan itu terlihat membingungkan semua orang, tapi Lu Bu Wei yang sangat percaya dengan kecerdasan si Topeng Emas.


Tanpa banyak tanya dan pikir dia langsung menyetujuinya.


Maka keluarlah instruksi langsung dari Lu Bu Wei kepada ketiga kepala daerah di kota masing-masing.


Agar seluruh rakyat di sana, di bantu dengan pasukan setempat, membuat bungker bawah tanah.


Mengikuti instruksi si Topeng Emas, setiap bungker minimal harus bisa menampung 50.000 pasukan, dengan persediaan bahan makanan di dalam sana, untuk waktu 2 Minggu.


Pembangunan besar besaran pun di lakukan, dengan perkembangan informasi kemajuan, 3 hari sekali harus menggunakan merpati mengabari Lu Bu Wei.


Lu Bu Wei sendiri bersama topeng emas, Liu Sa , dan seluruh pasukan besarnya berjumlah 300 000 personil.


Mereka terus bergerak cepat menuju Shangdang, untuk bergabung dengan pasukan Bai Qi, yang sedang bertempur di sana.


Saat pasukan besar Lu Bu Wei sedang menuruni gunung Tai Hang San.


Mereka dari ketinggian bisa melihat dengan jelas, pertempuran yang sedang terjadi di bawah sana.


Lu Bu Wei di temani Si topeng Emas melakukan pengamatan dari ketinggian sana.

__ADS_1


"Yun er bagaimana menurut mu ?"


tanya Lu Bu Wei tanpa menoleh.


"Beri aku 50.000 pasukan, aku akan turun kebawah sana, membantu Jendral Bai Qi keluar dari situasinya.."


ucap si topeng emas penuh keyakinan.


Apa 50.000 cukup,? tanya Lu Bu Wei ragu di bawah sana pasukan gabungan Lian Po dan Xiong Nu tidak kurang dari 700.000 menurut tafsiran ku.."


Si topeng emas berkata singkat,


"Cukup paman.."


"Aku yakin.."


"Bila ada situasi darurat, aku akan lepaskan kembang api.."


Lu Bu Wei mengangguk, lalu dia memberikan sebuah token Naga emas ke Si Topeng Emas, dan berkata,


"Ini token kuasa militer, kamu gunakan saja, berapa pasukan yang ingin kamu gerakkan atur saja.."


"Paman percaya penuh pada mu.."


"Terimakasih paman, Yun er tak akan kecewakan harapan paman."


ucap Si Topeng Emas sambil menerima token emas tersebut.


Dia langsung menerjang kearah pasukan gabungan Zhao dan Xiongnu, yang terlihat sedang menekan pasukan Qin, yang di pimpin oleh Bai Qi.


Pertempuran sengit berlangsung di halaman depan kota Shangdang, yang menjadi pos pertahanan pasukan Qin di bawah komando Bai Qi.


Melihat kedatangan sekelompok pasukan berkuda, yang sedang menuruni lereng gunung Tai Hang San.


Lian Po langsung memberi kode, agar sebagian dari pasukannya bergerak.


Menggunakan anak panah, untuk menyambut, serangan pasukan dadakan, yang di pimpin oleh si topeng emas.


Panah berhamburan di lepaskan kearah pasukan berkuda Qin, yang di pimpin langsung oleh si topeng emas.


Panah panah itu tidak memberi pengaruh apapun, bagi pasukan Qin, yang mengenakan seragam anti senjata tajam.


Si topeng emas masih terus memimpin pasukannya, menerjang dari arah samping.


Dia terus bergerak mendekat dan semakin mendekat, saat sudah memasuki jarak jangkauan serangannya.


Si topeng emas, mengeluarkan sebatang tombak bermata 3, mirip tombak yang digunakan Jendral Yang Jian, di masa perang raja Ji Fa dari Zhou melawan raja Zhoug dari Shang.


Begitu si Topeng emas memutar mutar tombaknya, kemudian memberikan tebasan kearah depan.

__ADS_1


Sebuah cahaya kemerahan mirip bianglala, membuat sebuah garis lengkung horisontal.


Menerjang kearah pasukan Zhao yang sedang menembakkan anak panah.


Begitu cahaya itu melewati tubuh mereka, sebelum sempat mengeluarkan suara.


Tubuh mereka telah terpotong menjadi dua, begitupula dengan kuda tunggangan mereka.


Sepuluh tebasan di lepaskan dari jarak jauh, sebelum kedua belah pihak yang akan saling serang, berhadap hadapan secara langsung.


50.000 pasukan panah Zhao, yg sedang mencoba menahan, sekaligus terus menyerang dengan anak panah.


Lapis demi lapis bertumbangan, hingga akhirnya semuanya roboh dengan tubuh terpotong menjadi dua.


Saat Si topeng emas dan pasukannya tiba di dekat barisan pasukan penghadang pergerakan mereka.


Mereka hanya melewati Potongan tubuh pasukan Zhao, yang berserakan di atas tanah.


Kedatangan Si topeng emas, bagaikan malaikat elmaut, yang siap mencabut nyawa siapapun, yang berani mencoba menahan langkahnya.


Agahai dari tempat jauh melihat yang di lakukan oleh Si Topeng Emas, dia langsung berkata,


"Paman, bajingan itu sudah muncul, kita harus maju menyambutnya."


"Sebelum dia membuat kerusakan lebih jauh.."


Chan Kiev mengangguk setuju, lalu dia bersama Agahai, bergerak beterbangan di udara, melewati atas kepala pasukan mereka.


Secepat mungkin menghampiri Guo Yun, yang mengenakan topeng emas menutupi wajahnya.


Lian Po menghela nafas tenang, saat melihat Agahai dan Chan Kiev.


Sudah bergerak pergi menyambut si topeng emas yang mengerikan itu.


Dia kembali fokus mengatur barisan untuk melanjutkan pengepungan terhadap pasukan Bai Qi.


Bai Qi sendiri dan pasukannya, kembali bangkit semangat tempurnya.


Saat melihat pasukan bala bantuan mulai datang menghancurkan pasukan Zhao.


Si topeng emas sendiri, terus memutar tombaknya, melakukan Tebasan jarak jauh, yang menghasilkan cahaya merah, terus menghabisi, siapapun yang berani menahan langkahnya.


Pasukan yang mengikutinya belum sempat beraksi, musuh mereka sudah bergelimpangan dengan tubuh terpotong dua.


Hal ini membuat mereka bangga sekaligus kagum, dengan pimpinan mereka itu.


Guo Yun yang menyadari Agahai dan Chan Kiev sedang bergerak mendekatinya.


Bukannya dia menghampiri mereka, dia malah memacu kudanya berlari menjauhi mereka, sambil terus melakukan pembantai secara acak.

__ADS_1


Melihat hal itu, Lian Po dari jauh mengatur 100.000 Pasukan nya.


Khusus untuk menghadang dan mengepung pergerakan Guo Yun..


__ADS_2