
"Benar tuan muda, menurut pangeran Cheng dan Jendral Xie, yang berhasil.kami hubungi, mereka bersedia bekerjasama dengan kita.."
"Tapi menurut pangeran Cheng, kunci keberhasilan kita bukan terletak pada dukungan mereka berdua.."
"Menurut pangeran Cheng, kunci keberhasilan misi kita bergantung pada putri tunggal Menteri riset dan teknologi Zhao Kang."
"Seluruh desain tata kota di Shang Qiu petanya di simpan oleh putri tunggal Zhao Kang, yang bernama Zhao Sin Yi."
"Di dalam peta ada banyak jalan rahasia, termasuk jalan untuk menerobos kedalam istana,."
"Bahkan jalan rahasia menuju kamar raja Huan dan raja Xiang pun ada tertera jelas di dalam peta tersebut.."
ucap Han Wei dan Ying Wu menjelaskan secara bergantian penuh semangat.
Di dalam hati Guo Yun menduga duga hubungan Si Si dan putri Zhao Sin Yi.itu.
Karena Si Si mampu mengeluarkan dia dari paviliun bunga hijau lewat jalan rahasia.
Hingga nembus keluar tembok kota, itu membuktikan bahwa dia pasti memilki hubungan erat dengan peta itu.
Tapi Guo Yun hanya diam mendengar hingga Han Wei dan Ying Wu selesai bercerita, dia baru bertanya.
"Apa kalian berhasil.menemui putri Zhao Sin Yi itu..?"
"Apa dia bersedia membantu kita.?"
Han Wei dan Ying Wu menggelengkan kepala mereka dan berkata,
"Maaf tuan muda, putri itu penuh rahasia .."
"Tidak ada yang tahu keberadaannya.."
"Termasuk pangeran Cheng dan jendral Xie juga tidak tahu keberadaannya.."
ucap Han Wei lesu.
Ying Wu ikut menambahkan..
"Jangankan mereka, sebenarnya sejak raja Xiang berkuasa."
"Dia juga sudah berulang kali mengirim orang pergi mencari keturunan terakhir menteri tersebut, tapi hasilnya tetap nihil.."
Guo Yun menatap kedua ajudan barunya itu dan berkata,
"Sebenarnya apa yang terjadi, bukankah menteri Zhao adalah pejabat Song, mengapa Raja Xiang mesti repot repot mencari Putrinya..?"
Han Wei menghela nafas panjang dan berkata,
"Semua ini bermula dari raja Huan yang salah mendengarkan ucapan tak berdasar dari menteri Bo Yi, yang iri terhadap keberhasilan Menteri Zhao.."
"Sehingga Raja Huan kesalahan tangan telah memberi perintah memaksa menteri setia itu, meminum arak beracun hadiah dari nya."
"Sebagai menteri setia, menteri Zhao tentu tidak menolak perintah dari atasannya, yang menghendaki kematiannya.."
Guo Yun menatap Han Wei dan berkata,
"Saat menteri Zhao di hukum minum arak beracun, tentu keluarganya tidak mungkin bisa lolos.."
__ADS_1
"Bagaimana ceritanya putri Sin Yi bisa lolos dari hukuman itu..?"
Ying Wu yang melanjutkan menjawab,
"Sebelum menerima hadiah arak beracun itu, menteri Zhao sudah merasa ada gelagat tidak baik.."
"Jadi jauh jauh hari, dia sudah menyuruh putri tunggalnya pergi dari rumah dan menitipkan peta konstruksi ibukota Song untuk di bawa pergi oleh putrinya."
"Tak berselang lama firasat menteri Zhao menjadi kenyataan.."
"Dia dan seluruh orang terdekatnya, semua di hadiahi arak beracun oleh raja Huan.."
"Hanya tersisa putrinya seorang yang lolos, putri itupun sempat menjadi buron."
"Hingga Raja Xiang naik tahta menggantikan ayahnya Raja Huan.."
"Kasus ini baru di hentikan, nama baik menteri Zhao dipulihkan, menteri Bo Yi di hukum setimpal.."
"Tapi meski begitu, putri menteri Zhao tetap saja terlanjur kehilangan jejak, tidak pernah muncul dan terdengar lagi kabar berita nya."
ucap Ying Wu menjelaskan.
Guo Yun mengangguk paham dan berkata,
"Baiklah kalian berdua tentu sudah lelah beristirahat dulu.."
"Mulai besok kalian berlima terus tingkatkan latihan pasukan kita.."
"Han Wei Ying Wu, ini adalah salinan kitab Ilmu pedang 8 mata angin.."
"Aku sendiri akan kembali ke ibukota Shang Qiu mencoba mencari keberadaan putri itu.."
"Berhasil atau tidaknya misi kita berikutnya, akan sangat bergantung pada harapan satu satunya ini.."
ucap Guo Yun serius.
Han Wei menerima buku salinan ilmu pedang itu dengan penuh semangat .
Setelah memberi hormat dan menyatakan kesanggupan mereka, kelima orang itupun meninggalkan kemah Guo Yun.
Setelah mereka berlima pergi, Guo Yun pun bersiap siap merias diri nya, menyamar menjadi seorang kakek tua.
Lalu diam diam dia meninggalkan hutan Pinus yang menjadi markas pasukan nya.
Guo Yun sore itu dengan santai berjalan dengan tubuh sedikit membungkuk, menggunakan sebatang tongkat sebagai penyangga tubuhnya.
Dia berjalan dengan pelan memasuki kota Shang Qiu tanpa ada yang curiga.
Bahkan dia sempat berpapasan dengan San Lo Sa yang belum meninggalkan tempat itu.
Hanya si titik merah, tidak lagi terlihat keberadaannya, di antara ketiga orang itu.
Guo Yun berjalan seorang diri menuju sebuah gang kecil, yang membawanya sampai ke pintu belakang paviliun bunga hijau.
Di sana Guo Yun mengetuk pintu itu sesuai petunjuk dari Han Wei dan Ying Wu.
Tak perlu menunggu lama, pintu halaman belakang paviliun bunga hijau pun terbuka.
__ADS_1
Guo Yun langsung mengenali siapa orang yang membuka pintu itu.
Dengan suar pelan,Guo Yun berkata,
"Jendral Xie aku Guo Yun, aku perlu bertemu pangeran Cheng bisa..?"
Jendral Xie menatap kaget kearah Guo Yun, dia memperhatikan dari atas hingga ke bawah dengan curiga.
Selain itu dia juga melihat apakah ada orang yang diam diam ikut dengan kakek yang mengaku bernama Guo Yun itu.
Setelah memastikan aman, jendral Xie baru mundur dari posisinya dan berkata,
"Ayo masuklah.."
Guo Yun dengan tenang melangkah masuk, lalu dia mengikuti Jendral Xie dari belakang..
Jendral Xie membawa Guo Yun ke sebuah kamar penyimpanan kayu kering.
"Silahkan saudara Yun, pangeran kami ada di dalam.."
ucap Jendral Xie mempersilahkan Guo Yun masuk kedalam pondok tersebut.
Guo Yun mengikuti jendral Xie masuk kedalam pondok tersebut.
Di dalam sana terlihat seorang pemuda yang usianya hampir sebaya dengan Guo Yun sedang menyusun kayu kayu kering.
Melihat kedatangan Guo Yun dan Jendral Xie, dia sesaat menghentikan pekerjaannya.
Dia menatap kearah Guo Yun yang menyamar sebagai seorang kakek dengan heran.
Pangeran Cheng, menoleh kearah jendral Xie dan berkata,
"Paman Xie, siapa kakek ini..?"
MENEMUI ,
"Ada apa kamu membawanya kemari..?"
Guo Yun memberi hormat lalu menegakkan badannya dan berkata,
"Pangeran aku Guo Yun, aku datang kemari ada yang sedikit ingin ku tanyakan pada anda.."
"Ehh,..maaf aku tidak tahu yang datang adalah panglima Yun.."
"Maaf,..maaf,..atas sikap ku yang kurang sopan."
"Apa ada yang bisa saya bantu..?"
tanya pangeran Cheng sambil membalas penghormatan sekaligus meminta maaf ke Guo Yun.
"Begini pangeran, aku langsung saja."
"Apa pangeran tahu di mana letak kuburan menteri Zhao ? dan tanggal berapa hari peringatan kematiannya..?"
Pangeran Cheng menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Maaf panglima, kalau hal itu aku kurang paham.."
__ADS_1