
Guo Yun jadi serba salah, akhirnya dia berkata,
"Begini saja, kami saat ini masih tinggal di barak militer, bila kalian tidak berkeberatan, kalian bertiga boleh ikut kami sementara waktu tinggal di barak militer.."
"Nanti bila ada kesempatan, aku baru akan aturkan pekerjaan buat kalian bagaimana..?"
Ayah Xiao Tie langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Guo Yun.
Sambil membenturkan dahinya di atas lantai perahu, dia berkata dengan suara penuh haru..
"Aku Lai Fu seumur hidup tidak tahu telah berbuat baik apa,? sehingga hari ini bisa berjumpa dengan tuan.."
"Terimakasih tuan, aku Lai Fu mulai hari ini akan mengabdi pada tuan dengan jiwa raga ku.."
Guo Yun tersenyum dan membangunkan mereka bertiga sambil berkata,
"Tidak perlu seperti itu, aku kelak mungkin akan banyak mengandalkan dan merepotkan kalian.."
"Ayo bangunlah, adik kecil siapa nama mu..?"
ucap Guo Yun sambil mengelus kepala bocah berusia 10 tahun adiknya Xiao Tie.
"Nama ku Xiao Li tuan muda.."
"Xiao Li kakak nanti berencana memelihara burung merpati, Xiao Li mau tidak, bantu kakak mengurusnya."
"Mau tuan muda, Xiao Li siap melakukan apa yang Xiao Li bisa.."
"Bagus kalau begitu, kelak kakak benar benar akan mengandalkan Xiao Li.."
"Tuan muda tidak perlu khawatir, aku akan membantu Xiao Li merawat dan menjaga burung burung itu.."
ucap Lai Fu penuh semangat.
"Bagus paman Lai Fu, kalau begitu aku mengandalkan mu juga, terus terang saja, burung burung ini sangatlah penting bagi ku.."
ucap Guo Yun serius.
Dia sudah melihat cara Lu Bu Wei berkomunikasi dengan mata matanya yang tersebar.
Guo Yun ingin menirunya, agar tidak ketinggalan informasi, karena bagi dia, dalam setiap keputusan, informasi adalah paling penting.
Salah sedikit saja, bisa berakibat fatal bagi dirinya, pasukannya, juga keamanan dan keselamatan Gongsun Li di kota raja Xian Yang.
"Tuan muda lalu apa kira kira tugas Xiao Tie,..?"
tanya Xiao Tie sambil menatap Guo Yun.
"Kamu ya..apa ya..jadi istri muda ku mau..?"
ucap Guo Yun sambil melirik kearah Gongsun Li, menunggu responnya.
Benar saja tanpa harus menunggu sebuah cubitan langsung mampir di pinggangnya, dengan gemas Gongsun Li berkata,
"Masih berani macam macam..?"
__ADS_1
"Aduhhhh,..duhhh ampun sayang tidak berani lagi.."
"Maksud ku urusan Xiao Tie, kamu saja yang atur, aku gak ikut campur ok..?"
ucap Guo Yun sambil tersenyum.
"Hmm ini masih lebih baik,.."
ucap Gongsun Li, tersenyum puas dan melepaskan cubitannya.
Sementara itu Xiao Tie yang mendapat kan pertanyaan Guo Yun, yang begitu tampan.
Tentu saja perasaan nya serasa jungkir balik di buatnya, seluruh wajahnya merah bagaikan kepiting rebus.
Dia menundukkan kepalanya dalam dalam, melirik pun dia tidak berani, apalagi mengangkat kepalanya menatap Guo Yun
Dia sangat malu, seluruh perasaan nya kacau balau.
Baru setelah mendengar ucapan Gongsun Li dan Guo Yun, dia baru sadar ternyata Guo Yun hanya bercanda dengannya.
Perasaannya menjadi lega dan normal kembali, tapi di sisi lain dia sedikit merasa masam pada nasibnya, yang kurang beruntung.
Alangkah akan bagusnya, bila benar Guo Yun serius dengan ucapan nya tadi.
"Sudahlah Xiao Tie, kamu jangan berkhayal berlebih dan jadi tidak tahu diri.."
"Mereka bersedia menampung mu dan keluarga mu saja, kamu harus bersyukur.."
"Jangan berani berpikir lagi yang bukan bukan..'
ucap Xiao Tie yang memaki dirinya sendiri dalam hati.
Agar dia bisa merasakan keperdulian Gongsun Li padanya, agak sedikit kelewat batas terhadap Xiao Tie.
Jadi Guo Yun buru buru berkata,
"Maaf Xiao Tie, aku tadi telah memasukkan mu dalam canda kami berdua.."
"Aku benar benar tidak bermaksud tidak sopan, sekali lagi maaf.."
ucap Guo Yun sambil menjura Kearah Xiao Tie.
Xiao Tie kaget, dia buru-buru menjura balik dengan canggung dan berkata,
"Tidak perlu tuan, Xiao Tie tidak apa-apa,. itu tadi bukan masalah.."
"Ehh itu maksud ku.."
ucap Xiao Tie terlihat canggung, dan panik bingung harus berkata apa..
Untungnya Gongsun Li maju menengahi, dia menggandeng tangan Xiao Tie dan berkata,
"Sudah jangan perdulikan dia, ayo kita ke darat, perahu sudah sampai."
"Dia memang suka genit dan tidak tahu malu.."
__ADS_1
ucap Gongsun Li sekalian menyindir Guo Yun, yang sudah dua kali membuatnya kesal.
Pertama dulu dengan Gongsun Yan kakak nya, kini dengan Xiao Tie.
Guo Yun tersenyum kecut, tidak berani berkata kata, takut kekasihnya nanti marah benaran, akibatnya candaan nya yang tidak lucu itu.
Dia membiarkan Xiao Tie berjalan bersama Gongsun Li, sedang kan dia sendiri lebih memilih menuntun kuda berjalan bersama Paman Lai Fu dan Xiao Li mengikuti dari belakang.
Tapi baru saja mereka hendak meninggalkan area pinggiran sungai.
Tiba tiba sebarisan pasukan Qin muncul melakukan pengepungan, terhadap seluruh tempat itu.
Guo Yun yang khawatir kedatangan mereka berhubungan dengan urusan dengan kelima pecundang tadi.
Dia melompat melewati kepala Xiao Tie dan Gongsun Li, dia berdiri menghadang di depan mereka dengan sikap waspada.
Gongsun Li menarik Xiao Tie, yang terpaku ketakutan mundur kembali ketepi sungai, lalu naik kembali keatas perahu mereka tadi.
Paman Lai Fu dan Xiao Li ikut ditarik Gongsun Li kembali ke perahu.
Tapi suasana tegang mencair, saat yang muncul di sana turun dari kereta mewah, adalah Lu Bu Wei sendiri bersama kepala rumah tangganya paman Kai.
"Saudara Yun, aku mendapat laporan, ada keributan antara kamu dan putra Li Sin dan Fan Sui."
"Aku buru buru datang kemari, takut anak muda kurang ajar dan belum tahu urusan itu, mempersulit mu.."
ucap Lu Bu Wei penuh perhatian.
Guo Yun menjura cepat dan berkata,
"Terimakasih atas perhatian perdana menteri Lu, maaf aku jadi merepotkan anda.."
Lu Bu Wei menggoyang kan kedua tangannya di depan dan berkata,
"Tidak, sama sekali tidak repot."
"Aku memang sebenarnya juga ingin pergi mengunjungi saudara Yun.."
"Untuk mengabarkan kepada saudara Yun, pangeran Ji Ao dan istrinya."
"Kini sudah di pindahkan ke gedung kediaman Saudara Yun yang baru ."
"Sekalian aku ingin mengantar saudara Yun, pergi meninjau ke lokasi."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Terimakasih banyak, Guo Yun jadi merasa tidak enak hati.."
"Guo Yun minta tolong pada perdana menteri, tolong bantu Guo Yun sampaikan rasa terimakasih Guo Yun, yang besar terhadap Raja ZhuangXiang."
"Ohh itu tentu saudara Guo Yun tenang saja.."
"Mari saudara Yun biar saya antar, kita naik kereta ku saja.."
ucap Lu Bu Wei sambil mempersilahkan Guo Yun naik ke kereta nya.
__ADS_1
"Maaf perdana menteri Lu, Guo Yun lebih baik berjalan saja, takutnya kereta itu tidak muat."
"Soalnya rombongan yang ikut dengan Guo Yun cukup banyak.