LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
LEBIH BAIK MATI DARIPADA MINTA MAAF


__ADS_3

Di saat bersamaan Guru Song dan Guru Ping, juga memutar pedang yang di getarkan menjadi 9 bayangan, maju menyambut serangan Li Ba.


"Tarian pedang 9 naga langit..!"


teriak kedua orang itu kompak


"Naga bermain di Mega..!"


teriak Guru Song.


"Naga mengejar mutiara..!"


teriak Guru Ping.


Kedua jurus ini sama dengan yang di mainkan oleh Wu bersaudara,


bedanya yang ini permainan pedang nya lebih sempurna matang dan memiliki kekuatan puluhan kali lipat.


"Tranggg..!"


"Tranggg..!"


Meski jauh lebih kuat dan sempurna, hasilnya tidak berbeda terlalu jauh.


"Cahaya Genta emas..!"


teriak Li Ba


Sehingga muncul sebuah bayangan lonceng emas melindungi tubuhnya dari serangan Guru Song dan Guru Ping.


Saat sepasang pedang itu tertahan oleh hawa pelindung cahaya Genta emas.


Di saat bersamaan sepasang telapak tangan Li Ba, yang memiliki daya hancur halilintar langit.


Sudah meledak di dadanya Guru Song dan Guru Ping.


"Halilintar menembus bumi..!"


bentak Li Ba sambil menghentakkan kedua tangannya kedepan.


Baik Guru Song maupun Guru Ping, keduanya langsung terpental jatuh keatas tanah.


Mereka berusaha untuk bangun, tapi kelihatannya sulit.


Mereka malah terbatuk batuk dan memuntahkan beberapa teguk darah segar dari mulut mereka.


"Terimalah ajal kalian bangsat penindas..!"


teriak Li Ba.


Tubuhnya melesat kedepan dengan kecepatan tinggi.


Sepasang tangannya yang di selimuti tenaga halilintar.


Siap di lepaskan kearah ubun ubun guru Song dan Guru Ping, yang terlihat pucat dan pasrah.


"Adik Ba Jangannnn,..!"


teriak Guo Yun kaget, melihat kebrutalan adik angkatnya, yang sedang di kuasai oleh emosi.


"Blarrr...!"


"Blarrr...!"


Terjadi dua kali benturan, dahsyat.


Kedua orang itu baik baik saja, Guru Zhuangzi yang muncul menyambut pukulan Li Ba, dengan energi pelindung Genta emasnya.


Guru Zhuangzi tidak bergeming di sana.


Tapi Li Ba lah yang terpental bergulingan diatas tanah.


Melihat kedatangan gurunya, Li Ba segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan gurunya.


"Guru Li Ba telah berdosa menyerang guru,..hukumlah Li Ba..!"


"Li Ba siap menerima hukuman.."


ucap Li Ba sambil menatap mata gurunya dengan gagah.


"Li Ba,..apa kamu sudah menyadari kesalahan mu..?"


ucap guru Zhuangzi menatap kearah Li Ba, dengan tatapan penuh teguran.

__ADS_1


"Li Ba menyerang guru, itu salah Li Ba, apapun hukuman nya Li Ba siap terima.."


ucap Li Ba tegas tanpa kenal takut.


"Ba er yang guru tanyakan, bukan kesalahan mu menyerang ku.."


"Guru yang muncul sendiri menyambut serangan mu, jadi dalam hal ini kamu tidak bersalah.."


ucap Guru Zhuangzi tegas.


"Apa kamu tahu siapa mereka berdua ini..?"


tanya Guru Zhuangzi sambil menatap Li Ba dengan tatapan mata ingin tahu..


"Murid tidak tahu, murid hanya tahu mereka datang kemari untuk membela putra mereka yang menindas Sian Sian.."


"Putra putri mereka tidak berperasaan bukan manusia, mereka membelanya mereka juga bukan manusia.."


ucap Li Ba jujur tanpa rasa takut sedikitpun.


Wajah Zhuangzi mengeras, dengan tegas dia membentak, Li Ba.


"Tutup mulut mu,..!"


"Jangan kurang ajar..!"


"Guru beritahu pada mu,.. mereka adalah Guru Ping kepala sekolah Su Yuan dan Guru Song kepala penegak hukum Su Yuan..!"


"Mereka adalah murid senior, juga termasuk guru mu, kamu tidak boleh bersikap kurang ajar terhadap mereka..!"


Li Ba menatap sepasang mata gurunya dengan polos, tidak terlihat rasa bersalah ataupun takut.


Dengan tenang dia berkata,


"Li Ba hanya akan menghormati guru seorang,.. persetan dengan mereka.."


"Li Ba tidak bersalah, Li Ba sampai mati, juga tidak akan minta maaf ke mereka.."


"Bila guru ingin hukum Li Ba, Li Ba terima.."


ucap Li Ba tegas.


"Adik Ba jangan kurang ajar, cepatlah minta maaf..!"


Li Ba sambil tersenyum sedih menoleh kearah Guo Yun dan berkata,


"Kakak Yun, seumur hidup Li Ba tidak pernah membantah, juga minta sesuatu pada mu.."


"Sekali ini Li Ba mohon pada mu, tolong bantu jaga dan rawat Sian Sian, kakak harus kembalikan dia ke kakek Huang, jangan biarkan dia di sini.."


"Tanpa aku, tempat ini tidak aman untuk nya.."


"Terimakasih kakak Yun, bila ada kehidupan mendatang, aku akan tetap akan kembali menjadi adik mu.."


Li Ba bersujud tiga kali di hadapan Guo Yun.


Guo Yun hanya bisa menatap Li Ba dengan sedih dan berkata,


"Adik Ba, mengapa harus seperti ini ? mengapa kamu harus begitu keras kepala..?"


Li Ba hanya membalas ucapan Guo Yun dengan tersenyum pahit.


Di saat bersamaan Sian Sian mulai mengeluh dan sadar dari pingsan nya.


Dia perlahan-lahan mulai membuka matanya, ingatannya mulai kembali.


Saat melihat Li Ba, dia segera berteriak,


"Kakak Ba.."


Li Ba menoleh kearah Sian Sian sambil tersenyum dia berkata,


"Maafkan kakak adik Sian, jangan bersedih, kakak Yun akan menggantikan kakak menjaga mu."


"Dia akan mengantar mu kembali kesisi kakek mu.."


"Jaga dirimu.."


ucap Li Ba sambil tersenyum.


"Tidak kak, Sian Sian tidak mau..!"


"Sian Sian cuma mau kakak,..jangan tinggalkan Sian Sian kak, ku mohon..!"

__ADS_1


ucap Sian Sian sambil menangis.


Li Ba menggelengkan kepalanya, tanpa berkata kata, Dia kembali menoleh kearah gurunya dan berkata,


"Lelaki sejati sendiri berbuat sendiri bertanggung jawab."


"Dalam hal ini dari awal hingga akhir, Li Ba seorang lah yang berbuat.."


"Tidak ada hubungannya dengan Sian Sian dan Kakak Yun.."


"Bila Guru ingin menghukum, hukum lah Li Ba,"


"Li Ba siap menanggung semuanya.."


ucap Li Ba tegas.


"Tidak kakak Ba,..! ku mohon jangan.. ! Guru besar maafkanlah Kakak Ba, Sian Sian lah yang melibatkannya..!"


"Ini semua salah Sian Sian,..! hukumlah Sian Sian,.. ! jangan dia..ku mohon guru besar..!"


.teriak Sian Sian histeris dan panik.


Li Ba kembali menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Jangan dengarkan dia guru.."


Guru Zhuangzi menghela nafas panjang dan berkata dengan hati berat,


"Ba er, kamu tidak tahu beratnya hukuman Su Yuan, bila bawah melanggar atas, kamu akan menyesal nantinya.."


"Cepatlah minta maaf.."


ucap Zhuangzi yang merasa kasihan dan terlihat serba salah.


Li Ba tersenyum dan berkata,


"Terimakasih atas Budi baik guru , Li Ba akan selalu mengingatnya dalam hati.."


"Li Ba tidak akan pernah menyesal guru,..Li Ba lebih baik mati daripada meminta maaf pada mereka.."


ucap Li Ba tegas.


Zhuangzi menghela nafas sedih, dia mengibaskan tangannya kedepan.


Seberkas cahaya putih melesat, menyegel beberapa titik di tubuh Li Ba.


Sehingga Li Ba kini terkulai lemah tak bertenaga.


Melihat hal itu Sian Sian kembali berteriak,


"Jangan ku mohon jangan..jangan hukum kakak Ba, dia tidak bersalah, hu..hu..hu..!"


"Kakak Ba,.. maafkan Sian Sian, Sian Sian lah yang bersalah, Sian Sian telah mencelakai kakak.."


ucap Sian Sian sambil menangis sedih.


Dia berulangkali meronta ingin mendekati Li Ba, tapi dia tertahan oleh Guo Yun, sehingga tidak bisa bergerak bebas.


Li Ba menoleh kearah Guo Yun dan berkata,


"Kakak Yun cepat bawalah dia pergi dari sini.."


"Sian Sian jaga dirimu baik-baik.."


gumam Li Ba pelan, setelah itu dia memejamkan matanya sambil menundukkan kepala.


Guru Zhuangzi setelah menyegel kemampuan Li Ba, dia kini menatap tajam kearah kedua bawahannya, dan berkata,


"Kalian berdua, dengarlah, bawa Li Ba masukkan kedalam ruangan hukuman.."


"Jalan kan tugas kalian dengan jujur, bila aku menemukan ada unsur balas dendam dan ketidak Adilan, kalian akan tahu akibatnya.."


"Mengenai putra putri kalian, itu murni kesalahan kalian memanjakan anak, tidak ada yang bisa dipersalahkan.."


"Bisa terjadi masalah seperti ini, kalian juga bersalah.."


"Apa kalian tahu siapa gadis itu,? kukatakan jujur kepada kalian, dia adalah cucu tunggal si sesat timur.."


"Bila kakek nya sampai tahu hal ini, bahkan aku sekalipun, tidak bisa melindungi jiwa kalian.."


"Kalian berdua jagalah sikap kalian.."


ucap guru Zhuangzi berpesan.

__ADS_1


Guru Song dan Guru Ping saling pandang dengan wajah pucat saat mendengar di sebutnya nama si sesat timur.


__ADS_2