
Setelah Zhang Yi berhasil menelan obat pemberian nya,
Sambil tersenyum puas.
Tabib Xu membantu Zhang Yi tidur lagi di kasurnya.
Xu Fu sambil bangkit berdiri,
Dia menatap kearah Zhou Tai dan Ling Tong.
"Kalian harus bantu berikan makanan bergizi selama 3 hari, kakak kalian nanti akan pulih kembali seperti semula."
"Aku permisi dulu.."
ucap tabib Xu Fu hendak berlalu dari sana.
"Tabib Xu harap tunggu sebentar,..!"
teriak Zhou Tai buru buru menyusulnya.
Tabib Xu terpaksa menahan langkahnya dan berkata,
"Apa ada hal lain saudara Zhou,.."
Sambil tersenyum lebar Zhou Tai berkata,
"Tabib Xu jangan terburu-buru, setidaknya biarkan kami menjamu tabib dulu, setelah itu baru pergi juga belum terlambat.."
Tabib Xu tersenyum dan berkata,
"Sebagai tabib, menolong orang adalah kewajiban ku, niat baik saudara Zhou aku terima di dalam hati saja.."
"Aku tidak bisa lama di sini, karena di tempat lain mungkin masih ada yang sedang membutuhkan diri ku.."
"Harap di maklumi.."
ucap Tabib Xu sambil tersenyum.
Zhou Tai tak bisa berkata-kata, dia mengeluarkan sebuah kantung hitam dari saku bajunya.
Lalu meletakkan kedalam telapak tangan tabib Xu dan berkata,
"Aku harap tabib Xu tidak menolak sedikit ungkapan ketulusan hati kami ini ."
"Memang tidak seberapa, tapi aku rasa ini akan lumayan membantu tabib Xu dalam perjalanan nanti.."
ucap Zhou Tai serius.
Tabib Xu mengangguk dan berkata,
"Terimakasih banyak saudara Zhou, baiklah aku akan terima.."
"Setidaknya ini nanti bisa membantu keluarga miskin yang sedang kekurangan.."
Zhou Tai tidak bisa membantah lagi, karena barang yang sudah dia serahkan mau di gunakan untuk apa.
Itu adalah hak dari pemilik barunya.
Guo Yun diam diam sangat kagum dengan kepribadian tabib Xu.
Guo Yun maju memberi hormat dan berkata,
"Tabib Xu selamat jalan, bila berjodoh, aku harap kita bisa bertemu kembali dalam suasana dan situasi lain..'
Tabib Xu membalas penghormatan Guo Yun dan berkata,
"Terimakasih anak muda, semoga saja bisa seperti yang kamu katakan.. sampai jumpa.."
Setelah saling memberi hormat, tabib Xu di antar oleh Ling Tong meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Sedangkan Zhou Tai setelah mengatur segala sesuatu nya.
ke pengawal dan pelayan di sana.
Dia dengan penuh hormat mengantar Guo Yun untuk beristirahat di kamar tamu.
"Adik Yun seperti janji awal kami, setelah kakak kami pulih, kami berdua akan bergabung dan mengikuti kemanapun adik Yun pergi."
"Harap adik bersabar satu dua hari menunggu kakak kami pulih, agar kami bisa berpamit pada nya.."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Itu sudah seharusnya, kalau begitu aku tidak akan bersungkan lagi merepotkan kalian beberapa hari di sini ."
"Adik Yun bicara kemana, bisa melayani mu adalah kebanggaan kami semuanya, mana bisa di anggap repot.."
ucap Zhou Tai serius.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Baiklah kalau begitu, aku hanya bisa ucapkan terima kasih saja ."
"Adik Yun selamat beristirahat, bila ada perlu sesuatu sampaikan saja ke pelayan atau pengawal di dekat sini, adik Yun tak perlu sungkan."
"Aku permisi dulu,.."
ucap Zhou Tai lalu mengundurkan diri dengan penuh hormat.
Setelah Zhou Tai pergi Guo Yun pun menutup pintu kamar, untuk berlatih meditasi meningkatkan tenaga saktinya.
Meski hatinya sebenarnya sangat mengkhawatirkan Gongsun Li,
tapi dia juga tidak bisa pergi dengan terburu-buru.
Dia tidak mungkin melepaskan kesempatan, untuk mendapatkan bala bantuan tenaga tambahan.
Guo Yun berpikir, akan jauh lebih baik dari bisa lebih di pandang orang, bila saat bergabung nanti.
Tidak sampai dua hari Zhang Yi pun sudah bisa turun dari ranjang, dan mulai bisa berjalan.
Setelah mendengar cerita dari kedua adiknya, tentang Guo Yun yang telah banyak membantu menyelamatkan nyawanya.
Zhang Yi langsung mengajak kedua saudaranya pergi menemui Guo Yun.
"Tapi kakak keadaan mu..?"
tanya Zhou Tai khawatir.
"Bukan masalah, tak perlu khawatir aku sudah cukup baik.."
ucap Zhang Yi.
Sambil melangkah, dia mengulapkan tangan nya, tanda dirinya baik baik saja.
Zhou Tai dan Ling Tong hanya bisa mengiringi di belakang Zhang Yi, dengan wajah sedikit cemas.
Zhang Yi terus berjalan menuju kamar di mana Guo Yun menginap.
"Tok,..tok,..tok,..!"
"Tuan muda Yun,..!"
"Tuan muda Yun,..!"
panggil Zhang Yi sambil mengetuk pintu dengan hati-hati.
"Ya,.. silahkan masuk.."
ucap Guo Yun dari dalam sambil menyudahi meditasi nya.
__ADS_1
Guo Yun turun dari ranjangnya berjalan menuju pintu kamar yang tidak terkunci.
Zhang Yi mendorong pintu dengan hati-hati.
Kebetulan Guo Yun sudah sampai, jadi Guo Yun sekalian membantu membukanya lebih lebar.
Melihat yang datang adalah Zhang Yi, yang kini tepat berdiri di hadapannya, Guo Yun dengan kaget berkata,
"Ehh kak Zhang, kenapa kakak sampai datang kemari ? kondisi kakak kan belum sehat sepenuh nya.?"
"Ayo mari masuk kedalam kak, di luar angin gede.."
ucap Guo Yun penuh sopan, sambil mencoba membantu membimbing Zhang Yi masuk kedalam kamar.
Tapi Zhang Yi menolak masuk, dia malah memilih berlutut dan berkata,
"Tuan muda Yun, terimalah salam hormat dari Zhang Yi.."
"Terimakasih atas Budi tuan muda yang telah menyelamatkan hidup Zhang Yi.."
"Dahulu nyawa Zhang Yi adalah milik Panglima Wen Zhong yang mulia, tapi mulai hari ini dan kedepan nya.."
"Biarlah Nyawa Zhang Yi menjadi milik tuan muda Yun."
"Tuan muda Yun mohon terimalah Zhang Yi mengikuti kemanapun tuan muda pergi.."
Zhou Tai dan Ling Tong juga langsung ikut berlutut di belakang Zhang Yi dan berkata,
"Kami berdua juga akan mengikuti tuan muda Yun sampai mati,.."
"Terimalah hormat kami.."
ucap mereka bertiga kompak sambil menyembah kearah Guo Yun.
"Kakak sekalian jangan seperti ini, ayo bangunlah.."
"Jangan seperti ini, adik jadi merasa tidak sanggup menanggung penghormatan seperti ini."
ucap Guo Yun sambil membangunkan mereka bertiga.
Guo Yun membantu membimbing Zhang Yi untuk duduk di kursi dan berkata,
"Bila kakak Zhang kakak Zhou dan kakak Ling, begitu memandang tinggi diri adik, maka adik juga tidak akan menolaknya."
"Adik dengan senang hati akan menerima kehormatan ini."
"Mari kita ukir bersama prestasi yang akan menggetarkan seluruh penjuru dunia.."
Mereka bertiga mengangguk dengan penuh semangat, mereka menatap kearah Guo Yun dengan tatapan mata penuh pengharapan.
Sesaat kemudian Zhang Yi berkata,
"Tuan muda Yun, sekarang kira kira apa yang harus kami lakukan..?"
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Sekarang aku minta kakak Zhou siapkan sebuah kereta kuda untuk kakak Zhang.."
"Kakak Ling siapkan seluruh pasukan di sini, besok pagi kita akan berangkat menuju Lembah sungai Huai di propinsi He Nan.."
"Mulai hari ini, aku akan menamakan pasukan kita dengan nama Pasukan Harimau Hitam.."
"Bagaimana menurut kakak bertiga.?"
tanya Guo Yun sambil menanti pendapat dari mereka bertiga..
Mereka bertiga dengan kompak mengangguk, Zhang Yi menatap Guo Yun dengan serius dan berkata,
"Meski saat ini pasukan yang kami bentuk, masih jauh di bandingkan pasukan harimau hitam panglima Wen Zhong.."
__ADS_1
"Tapi kami yakin suatu hari nanti di bawah pimpinan tuan muda Yun, pasukan kita pasti akan melebihi ketenaran pasukan harimau hitam panglima Wen Zhong."