
Guo Yun melihat bayangan pengawal itu bergegas pergi, dia pun kembali kedalam kamar nya.
Menunggu kedatangan yang lainnya.
Li Ba dan Li Kui adalah yang paling pertama tiba di kamar Guo Yun.
Baru di susul dengan kedatangan pelayan yang menyajikan sarapan buat mereka.
Setelah sarapan tersaji di atas meja.
Guo Yun pun berkata,
"Kita makan dulu, tak perlu menunggu.."
Li Ba dan Li Kui mengangguk setuju, mereka bertiga pun sarapan dengan santai sambil ngobrol santai.
"Ohh ya, kota Shoucun dan kota Cai ini, apa di Guiji sudah tahu, dan sudah kirim pejabat untuk datang bertugas kemari..?"
tanya Guo Yun sambil menyumpit lauk di hadapan nya.
"Sudah kak, aku sudah kirim kabar dan sudah dapat balasan dari sana, petugas yang di tempatkan di Shoucun sudah menjalankan tugas nya.."
"Sedangkan petugas kota Cai sedang dalam perjalanan, mungkin 7 hari lagi baru tiba.."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Wajar mereka pejabat sipil, segitu juga sudah cepat..'
"Bila di suruh lebih cepat lagi, mereka mungkin sakit.."
Li Kui dan Li Ba menahan tawa mendengarnya.
Mereka yang lahir di militer.
Tentu berbeda pemikiran dan harus extra sabar menghadapi pejabat sipil, yang pandai bicara, pandai bergaya, pandai memperlihatkan yang indah, untuk menutupi bobrok nya.
Tapi saat menghadapi masalah keamanan negara, yang berhubungan dengan nyawa umumnya 8 dari 10, akan kabur hilang entah kemana.
Bila sudah aman mereka baru muncul kembali, Sok sibuk menunjukkan jasa mereka yang tidak terhingga..
Maka hukuman mati pancung satu keluarga beserta keturunan mereka bagi yang melakukan kesalahan fatal.
Seperti korupsi besar besaran memperkaya diri dan menjual negara ke musuh.
Adalah pilihan yang paling sesuai dan tidak pernah di hapuskan mulai dari awal hingga akhir dinasti kekaisaran.
Dengan cara itupun masih banyak apalagi tidak.
Tapi bagaimana pun sikap dan pola mereka, Guo Yun harus memakluminya.
__ADS_1
Karena dengan posisinya sebagai seorang raja yang akan memimpin banyak wilayah.
Dia tidak bisa serahkan kekuasaan full ke pihak militernya.
Sipil ini sangat di perlukan untuk mengurus rakyat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang berhubungan dengan pendapatan kerajaan nya.
Sehingga kerajaan nya bisa tumbuh kuat dan rakyatnya hidup makmur.
Semua tinggal tergantung dia nya yang harus mengontrol mereka, jangan sampai mereka yang mengontrolnya.
Bila itu terjadi sejarah dinasti Zhou akan berulang, di mana para adipatinya membentuk kerajaan kecil kecil sendiri sendiri, dengan alasan otonomi.
Hasil di daerah buat mereka, sebagian kecil kirim ke pusat, tapi bila ada masalah, mereka akan menodong pusat untuk mengirim bantuan besar besaran.
Bila tidak mereka akan berontak, berdiri sendiri sepenuhnya, melepaskan diri dari pusat.
Semakin luas wilayah akan semakin pusing dia, hal ini yang sudah lama menjadi pemikiran Guo Yun.
Sehingga dia ragu, memilih jalan untuk menjadi penguasa, seperti anjuran Li Ba tempo hari.
Tapi melepaskan nya, membiarkan orang keji seperti Ying Zheng dan Lu Bu Wei berkuasa, Guo Yun juga tidak rela.
Guo Yun hanya berharap suatu hari akan muncul kandidat pilihan lain.
Saat itu dia baru bisa melepaskan semua nya, pergi hidup tenang bersama kedua istrinya.
Tapi sampai saat ini kandidat itu belum ada, sehingga untuk sementara masih dia yang menghandle nya semua.
"Ayo duduk sarapan dulu, sebelum kita masuk ke topik penting, langkah kita selanjutnya..'
ucap Guo Yun mempersilahkan keenam Jendral nya yang baru datang untuk ikut duduk dan sarapan bersama.
Karena sudah terbiasa bersama, para Jendral itu pun tidak terlalu ambil sungkan.
Dengan santai mereka makan minum bersama layaknya saudara seperjuangan.
Tanpa memandang jabatan dan wewenang.
Memang selama bersama Guo Yun si topeng emas mereka biasa seperti itu.
Hanya dalam situasi tugas dan acara resmi mereka bersikap formal dan menjalankan peraturan militer yang disiplin.
Di sinilah mereka terpupuk rasa ikatan persaudaraan dan kesetiaan yang sangat kuat dan kompak.
Mereka hanya memandang si Topeng Emas adalah saudara tua yang mengayomi mereka.
Bukan atasan dan bawahan, jadi mereka hanya siap menggadaikan nyawa buat Si Topeng Emas.
Bukan untuk Lu Bu Wei, Ying Zheng ataupun atasan mereka yang lain.
__ADS_1
Selesai mereka semua makan minum bersama, Guo Yun baru berkata,
"Saudara Wen tolong panggilkan pelayan untuk membereskan semuanya.."
"Agar kita bisa lebih nyaman membahasnya.."
Jendral Wen mengangguk memberi hormat, dia langsung pergi kedepan.
Tak lama kemudian beberapa pelayan sudah tiba di sana untuk membereskan bekas makan mereka.
Setelah meja di bersihkan, Guo Yun langsung menggelar peta di atas meja.
Setelah pelayan pelayan itu pergi, Guo Yun pun mulai membuka diskusi dan melakukan pengarahan atas strategi yang akan mereka jalankan.
Setelah beberapa jam melakukan perundingan tertutup, menjelang siang.
Pasukan harimau hitam yang terbagi dalam dua rombongan bergerak meninggalkan pintu gerbang kota Cai.
Guo Yun memimpin 200.000 personil dengan di bantu Jendral Wen dan Nan, mereka bergerak kearah selatan dengan tujuan kota Dan Yang.
Sedangkan Li Ba dan Li Kui terlihat memimpin Jendral Lim, Guan, Xing, Fu, mengambil jalan berlawanan arah.
Mereka bergerak kearah Utara, dengan tujuan kota Chen.
Meski tanpa Guo Yun, tapi Li Ba dan Li Kui sudah tahu apa yang harus mereka lakukan di kota Chen.
Karena mereka sudah melakukan rapat strategi sebelum berangkat.
Mereka tinggal menjalankannya saja.
Plan A B C D yang sudah disiapkan Guo Yun buat mereka.
Guo Yun sendiri dengan tenang memimpin rombongan nya terus bergerak menuju kota Dan Yang.
Tanpa menemui hambatan sepanjang jalan Guo Yun dan pasukannya.
Bergerak dengan cepat mendekati kota Dan Yang setelah mereka sudah melewati wilayah perbatasan Cai dan Dan Yang.
Baru saat kota Dan Yang sudah terlihat dari sebuah puncak bukit pohon Cemara.
Guo Yun memberi perintah agar pasukan nya membuat perkemahan di sana.
Hanya sebuah rombongan kecil yang terdiri dari 10 orang, di bawah pimpinan Jendral Nan, yang terus bergerak mendekati tembok kota pertahanan kota Dan Yang.
Jendral Nan dan 10 orang bawahan Setia pilihannya, memasuki kota Dan Yang mengikuti antrian rakyat jelata.
Mereka semua berpakaian baju pemburu, yang di lapis di luar seragam militer mereka.
Dengan berbaur bersama rakyat jelata kota Dan Yang, ataupun pedagang kecil yang akan mampir di kota tersebut.
__ADS_1
Jendral Nan dan rombongannya berhasil.masuk kedalam kota Dan Yang tanpa hambatan.
Mereka di tugaskan oleh Guo Yun untuk mengumpulkan informasi tentang keberadaan bahan peledak yang di tempatkan di kota itu.