
Situasi tegang mencair setelah munculnya Lu Bu Wei sebagai penengah.
Masing masing kelompok memisahkan diri, saling menjauh agar tidak kembali terjadi keributan tidak perlu.
Ketika kapal penyeberangan tiba, Lu Bu Wei juga sengaja mengatur rombongan Guo Yun bersama dirinya dan rombongan Wang Jian, berangkat lebih dahulu.
Sedangkan rombongan pasukan Qin lainnya bergerak belakangan.
Saat mereka tiba di Sian Yang pun, rombongan Guo Yun di tempatkan di barak militer, pimpinan Wang Jian.
Lu Bu Wei langsung mengajak Guo Yun menghadap raja ZhuangXiang di istana.
Zhang Yi, Zhou Tai, dan Ling Tong tidak ikut serta, mereka sengaja Guo Yun tugaskan, untuk mengawasi dan melatih pasukan.
Dengan menggunakan kereta kuda hingga tiba di halaman depan istana.
Lu Bu Wei dan Guo Yun harus turun dari kereta, berjalan kaki melewati anak tangga yang cukup tinggi, Baru mereka bisa tiba di dalam ruangan istana kerajaan.
Di dalam ruangan penerimaan tamu yang luas, terlihat Raja ZhuangXiang dan putranya Ying Zheng, sedang berdiri ditengah ruangan bersiap menyambut kedatangan mereka berdua.
Lu Bu Wei setelah tiba di hadapan raja ZhuangXiang, dia segera menjatuhkan diri berlutut dan berkata.
"Semoga yang mulia panjang umur.."
"Tak perlu peradatan perdana menteri Lu, bangunlah.."
ucap Raja' ZhuangXiang sambil membantu Lu Bu Wei, untuk bangkit berdiri di hadapannya.
Guo Yun yang berdiri di belakang Lu Bu Wei, dia hanya berdiri diam ditempat.
Meski yang di hadapan nya adalah Raja Qin yang besar dan agung.
Tapi mereka tetap bukanlah Junjungan nya, tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Jadi Guo Yun merasa, dia tidak perlu melakukan penghormatan dengan cara berlutut di hadapan mereka.
Raja ZhuangXiang menoleh kearah Guo Yun dan berkata,
"Pemuda ini,.. apakah dia yang datang memberikan pertolongan, dan berhasil membuat pasukan Chu mundur kembali ke Shoucun..?"
Lu Bu Wei sambil tersenyum berkata,
"Tepat sekali yang mulia, beliaulah orangnya, namanya Guo Yun.."
Mendengar namanya di sebut, sebagai adat kesopanan, Guo Yun baru maju selangkah.
Dia memberi hormat kearah raja ZhuangXiang, dengan sedikit membungkukkan badan nya.
Sambil mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kepalanya, yang sedikit tertunduk kebawah, Guo Yun berkata pelan,
__ADS_1
"Salam hormat ku, raja Qin yang agung.."
ucap Guo Yun sopan.
Raja ZhuangXiang tidak mempermasalahkan sikap Guo Yun.
Dia sambil tersenyum lebar berkata,
"Saudara Guo, aku tebak kamu paling berumur 20 tahun, sama seperti putra ku Ying Zheng.."
"Tapi anda sudah memiliki kemampuan dan prestasi yang sangat luar biasa, ini adalah sesuatu yang langka."
Guo Yun sambil menundukkan sedikit kepalanya, dia langsung berkata,
"Baginda terlalu berlebihan, Guo Yun hanya orang biasa, mana bisa di bandingkan dengan pangeran Ying Zheng yang mulia.."
Pangeran Ying Zheng tersenyum tenang dan berkata,
"Ayah ku benar, usia kita mungkin sama, tapi soal kemampuan jelas aku jauh berada di bawah anda saudara Guo.."
"Aku banyak mendengar soal kemampuan mu dari nona Gongsun, itu tidak mungkin salah.."
Guo Yun memberi hormat kearah Ying Zheng dan berkata,
"Pangeran Ying sedikit berlebih memuji hamba, hamba hanya beruntung saja, bisa bertemu dan di bantu oleh Pangeran Ji Ao selama di negara Lu.."
"Berkat anda, Kakak Li dan junjungan ku, yang mulia pangeran Ji Ao beserta istrinya bisa selamat sampai di Xian Yang.."
Raja ZhuangXiang sambil tersenyum berkata,
"Putra ku kamu antarlah saudara Guo Yun untuk bertemu dengan pangeran Ji dan keluarganya.."
"Ayah masih ada hal yang perlu di bahas dengan perdana menteri di sini.."
"Baik ayah,.. kalau begitu ananda permisi dulu.."
ucap pangeran Ying Zheng sambil memberi hormat kearah ayahnya.
"Mari saudara Guo, silahkan.."
ucap Ying Zheng ramah.
Guo Yun memberi hormat kepada raja ZhuangXiang dan Lu Bu Wei, setelah itu dia baru mengikuti pangeran Ying Zheng meninggalkan tempat itu.
Sekilas berkenalan, Guo Yun menangkap bahwa Ying Zheng ini lebih mirip dengan Lu Bu Wei ketimbang raja ZhuangXiang.
Bahkan Guo Yun menemukan tatapan mata Ying Zheng jauh lebih ambisius ketimbang Lu Bu Wei.
Naluri Guo Yun berbisik padanya, dia harus extra hati hati terhadap orang seperti Ying Zheng ini.
__ADS_1
Raja ZhuangXiang adalah tipe orang yang boleh di ajak berteman, tapi Lu Bu Wei dan Ying Zheng ini jelas adalah tipe orang yang sangat berbeda.
Guo Yun jadi was was akan nasib Gongsun Li, bila terlalu berdekatan dengan Ying Zheng.
Kini setelah bertemu dan berbicara langsung, Guo Yun mulai paham dengan maksud ucapan Ching Ke tempo hari.
Pangeran Ying Zheng membawa Guo Yun menuju komplek istana yang menjadi tempat tinggal nya.
Melihat sikap pelayan dan pengawal yang mereka lewati,Guo Yun tanpa bertanya sudah paham.
Gongsun Li pangeran Ji Ao dan istrinya, mereka pasti telah di tempatkan sebagai tamu agung di kediaman pangeran Ying Zheng.
Setelah pertemuan hari ini, dia kemungkinan akan kesulitan untuk bisa bertemu dengan mereka bertiga.
Guo Yun menebak ketiga orang itu,ada kemungkinan akan di jadikan sebagai sandera hidup dengan kedok tamu agung.
Untuk memaksa dirinya bekerja buat pihak Qin.
Di dalam hati Guo Yun, harus akui kecerdikan Lu Bu Wei dan Ying Zheng di mana setiap langkah mereka selalu di penuhi perhitungan matang.
Sehingga target yang mereka tuju sulit meloloskan diri dari genggaman tangan mereka.
Ying Zheng membawa Guo Yun menuju sebuah paviliun kecil, yang bangunan nya sedikit terpisah dari tempat kediamannya.
Meski tempat itu masih berada dalam satu lingkungan komplek yang sama..
Tempat itu tidak terlalu besar tapi sangat indah dan artistik, karena paviliun yang tidak terlalu besar, di kelilingi oleh taman bunga dan kolam ikan yang indah.
Dari kejauhan Guo Yun sudah melihat Pangeran Ji Ao, istrinya dan Gongsun Li sedang duduk santai di sebuah bangunan Ting atau yang kita kenal dengan nama gazebo atau Paviliun China.
Kedatangan Ying Zheng dan Guo Yun melewati sebuah jembatan di atas kolam.
Langsung terlihat jelas oleh ketiga orang yang sedang duduk mengobrol di bawah bangunan Ting .
Gongsun Li pangeran Ji Ao dan istrinya mereka bertiga terbelalak kaget.
Saat melihat siapa pemuda yang datang bersama pangeran Ying Zheng.
Meski sudah banyak terjadi perubahan pada wajahnya, yang kini terlihat jauh lebih dewasa dan sangat tampan.
Tapi mereka jelas masih mengenalinya.
Begitu tiba di hadapan pangeran Ji Ao tanpa berani melirik kearah Gongsun Li gadis yang selalu mengisi mimpinya siang dan malam.
Guo Yun langsung menjatuhkan diri berlutut dan menempelkan dahinya di lantai memberi hormat kearah pangeran Ji Ao.
"Yang mulia Pangeran Ji Ao, maafkan Yun er yang datang terlambat.."
"Sehingga membuat Yang mulia berkhawatir dan bersusah hati.."
__ADS_1