LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
RENCANA BARU SI SI


__ADS_3

Gongsun Li dan Si Si saling pandang, saat melihat perkemahan Qin sudah menutup jalan masuk mereka ke Shoucun.


Di lihat dari jauh, pertahanan kota Shoucun kelihatannya juga tidak terlalu baik.


"Bagaimana menurut mu adik Si Si, apa yang harus kita lakukan selanjutnya.."


ucap Gongsun Li pelan sambil bersembunyi di balik sebuah batu besar.


Dia dan Si Si diam diam melakukan pengamatan dari tempat tersebut.


Si Si terus mengamati perkemahan itu, lalu berkata,


"Kak sepertinya kita harus merubah rencana awal.."


"Apa maksud mu,..?"


tanya Gongsun Li heran.


"Kakak lihatlah perkemahan mereka di bawah sana, semua sama besarnya."


"Tidak ada perbedaan sama sekali, benar tidak..?"


Gongsun Li menatap tajam kearah perkemahan, sesaat kemudian dia mengangguk dan berkata,


"Kamu benar sekali, lalu ?"


"Menurut kakak mana kemahnya pimpinan mereka..?"


Gongsun Li kembali memperhatikan dengan seksama dan berkata,


"Kamu benar adik, bahkan bendera ke pemimpinan, pengawal jaga dan patroli jaga, yang biasanya ada."


"Kini juga tidak terlihat sama sekali.."


"Kelihatannya dia seperti tahu,.apa yang akan kita lakukan, jadi sengaja melakukan hal itu, agar kita bingung.."


"Si Meng Yu ini ternyata sangat cerdik, melebihi kakak nya.."


ucap Gongsun Li kesal bercampur kagum.


Sesaat kemudian dia menoleh kearah Si Si dan berkata,


"Bola kita tidak tahu yang mana kemahnya, ? bagaimana malam nanti kita akan menangkapnya..?"


Min Min tersenyum dan menunjuk ke tempat yang terus mengepulkan asap putih keatas.


"Kita tidak akan menangkapnya kak, tapi kita akan menghancurkan tempat itu.."


Gongsun Li menatap kearah Si Si dan berkata,


"Kita buat apa menyerang wilayah itu..?"


Si Si tersenyum dan berkata,


"Kak tempat itu adalah dapurnya, lihat kesibukan mereka di bawah sana."


"Aku yakin gudang perbekalan mereka, pasti akan di simpan tidak jauh dari sana.."


"Dengan menghancurkan gudang perbekalan mereka, aku yakin kemenangan kita pasti tinggal menunggu hari.."


ucap Si Si sambil tersenyum lebar.


Gongsun Li ikut tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Adik kamu sungguh cerdik dan banyak akal, seharusnya posisi ku ini lebih cocok untuk mu.."


"Kamu lebih cocok menjadi ratu negara Yue.."


ucap Gongsun Li tulus.


Si Si dengan wajah kaget langsung menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kakak salah, apa kakak pernah dengar, pepatah saat dua ahli catur bertanding, pengamat di samping justru jauh lebih lihai.."


"Mengapa demikian ? ini karena pemain hanya fokus pada lawan, sedangkan pengamat, mengawasi keseluruhan pertandingan tanpa beban."


"Itu makanya pengetahuan pengamat menjadi lebih luas dan lebih menyeluruh.."


"Kakak mengertikan maksud ku.."


ucap Si Si serius.


Gongsun Li tersenyum dan berkata,


"Baiklah,.. baiklah.. lupakan saja, ayo kita kembali ke kemah untuk bersiap siap."


Si Si mengangguk menyetujuinya, dia segera mengikuti Gongsun Li berindap indap meninggalkan tempat pengintaian itu.


Saat Gongsun Li dan Si Si kembali ke perkemahan, Liu Lau Po terlihat sudah berdiri di depan pintu kemah menyambut kedatangan kedua orang itu.


"Ehh Liu Lau Puo kamu sedang menunggu kami ya ? sudah lama ya ? mengapa tidak utus orang pergi beritahu kami..?"


"Maaf ya jadi membuat Lau Puo menunggu lama."


ucap Si Si sungkan.


Liu Lau Puo tersenyum dan berkata,


"Yang Mulia tak perlu meminta maaf itu terlalu sungkan.."


"Aku orang tua yang banyak waktu santai, menanti sebentar bukan masalah besar.."


"Mari silahkan masuk Liu Lau Puo, ada apa biar kita bicarakan di dalam saja..?"


ucap Gongsun Li bergerak maju mempersilahkan Liu Lau Puo ikut masuk kedalam tendanya.


Liu Lau Puo mengangguk lalu dia mengikuti Si Si dan Gongsun Li masuk kedalam tenda.


"Silahkan duduk Liu Lau Puo, ada masalah apa, jangan ragu coba katakan saja.."


ucap Gongsun Li sambil tersenyum ramah.


"Begini Yang Mulia, tadi pagi saat aku ingin meninggalkan tempat ini, pulang ke rumah.."


"Aku secara kebetulan mendengar cerita dari dua orang prajurit Qin, yang sedang buang air kecil.."


ucap Liu Lau Puo sambil termenung mengingat ingat kejadian yang dialaminya tadi pagi.


"Cerita apa Liu Lau Puo, kelihatannya penting..?"


tanya Gongsun Li penasaran.


"Aku tidak sengaja mendengar mereka menyebut, nyebut nama putra ku, Liu Qin Lung.."


"Ya, mereka mengatakan putra ku Liu Qin Lung, akibat kegagalan dalam misi menahlukkan Shoucun kemaren.."


"Kini pangkatnya dari ajudan Meng Yu, kini di turunkan jadi kepala koki bagian dapur.."

__ADS_1


"Mereka menyebutkan rasa penasaran mereka, karena putra ku Qin Lung yang juga atasan mereka.."


"Selama ini sangatlah berjasa, termasuk kemenangan di sungai Han juga adalah jasanya.."


"Aku sedang berpikir, bagaimana bila aku menghubungi nya agar berubah haluan, berbalik mengabdi pada Yang Mulia berdua yang jauh lebih berbudi.."


"Sebagai putra wilayah Jiang Dong, sudah semestinya, dia mengabdi pada Raja selatan bila memilki kemampuan.."


"Lagipula saat ini, dia juga tidak lagi di hargai di sana."


"Hal inilah yang membuat saya nekad kembali menemui Yang Mulia berdua.."


"Bagaimana menurut pendapat Yang Mulia berdua..?"


tanya Liu Lau Puo sambil menatap Si Si dan Gongsun Li berdua dengan penuh harap.


Si Si dan Gongsun Li saling pandang dan tersenyum lebar.


"Kakak kelihatannya langit memang sengaja mengutus dia, agar kakak menang.."


"Sehingga kita bisa membalas kekalahan dan penasaran Jendral Guan dan Xing.."


ucap Si Si gembira.


Gongsun Li mengangguk senang, lalu dengan cepat dia menoleh kearah Liu Lau Puo dan berkata,


"Baiklah Liu Lau Puo, kamu boleh pergi ajak putra mu kembali.."


"Kami siap menyambutnya, kami akan jadikan dia pengganti posisi Jendral kepercayaan kami, yang gugur di sungai Han."


"Bila dia berhasil membantu kami menahlukkan pasukan Qin di bawah bukit sana.."


Liu Lau Puo mengangguk cepat, dia segera hendak bergegas pergi.


Tapi Si Si tiba-tiba berdiri dan berkata,


"Tunggu Liu Lau Puo, tahan langkah mu.."


Liu Lau Puo dengan wajah kaget, segera melangkah balik ke Si Si dan berkata dengan wajah heran.


"Ya,.. Yang Mulia apa ada pesan lainnya..?"


tanya Liu Lau Puo ragu.


Si Si tersenyum dan berkata,


"Aku memang setuju, tapi bukan berarti aku ijinkan Liu Lau Puo langsung pergi menemuinya.."


"Ehh maksudnya gimana ? bila dia tidak pergi, bagaimana kita bisa dapat bantuan dari putranya..?"


tanya Gongsun Li heran.


"Liu Lau Puo duduklah dulu, mari kita rundingkan pelaksanaan ini dengan teliti.."


ucap Si Si sambil tersenyum penuh misteri, bikin penasaran.


"Adik kenapa aku lihat makin hari kamu makin mirip dia..?"


ucap Gongsun Li tersenyum.


"Dia siapa kak..?"


tanya Si Si pura pura tidak paham.

__ADS_1


"Dia suami kita lah Yun ke ke, siapa bisa siapa lagi..?"


ucap Gongsun Li sambil tersenyum.


__ADS_2