LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
GONGSUN LI KESAL


__ADS_3

Maksud baik nya punya banyak istri punya banyak anak, bisa memberikan peluang lebih banyak pilihan untuk menentukan siapa penerus berbakat.


Tapi pada kenyataannya, bukannya dapat yang berbakat, karena saling bersaing saling bunuh.


Terkadang justru yang naik tahta nanti adalah yang paling tidak berbakat yang akan menjadi pengacau dan penghancur negara.


Terkadang lebih sialnya lagi malah ada yang semua keturunannya habis tak bersisa, kehilangan penerus sama sekali.


Hingga harus menunjuk keponakan nya untuk menggantikan dirinya, saat waktunya dia tiba.


Itu adalah suatu kenyataan yang membuktikan hidup adalah derita, sesempurna apapun rencana mu di buat, selalu saja ada salahnya.


Penantian Si Si termasuk tidak sia sia, setelah Guo Yun kembali ke kamar.


Mereka berdua pun saling melepaskan perasaan rindu diantara mereka.


Sama sama menikmati nya, hingga akhirnya sama sama tertidur kelelahan, sambil saling berpelukan mesra.


Saat pagi menyingsing, Guo Yun sudah kembali siap di halaman depan istana nya yang luas.


Dia memimpin upacara pasukan harimau hitamnya, yang semuanya berkumpul berbaris rapi di sana, siap mendengarkan pengarahan dari Guo Yun langsung.


Li Kui Li Ba, Gongsun Li dan Si Si juga terlihat hadir di belakang Guo Yun.


Zhang Yi Ling Tong Zhou Tai, Han Wei Ying Wu dan kesepuluh jendral Qin yang kini mengabdi pada Guo Yun.


Mereka semua berdiri di barisan terdepan pasukan yang berbaris rapi.


Guo Yun menatap kagum kearah pasukan nya yang tidak kurang dari 500.000 personil.


Ini adalah jumlah pasukan yang lebih dari cukup, untuk menghadapi Qin dalam perang terbuka.


Sayang nya Guo Yun di benaknya tidak ada niatan untuk melakukan konfrontasi secara brutal.


Dia tidak ingin pihaknya jatuh korban banyak, jadi dia memikirkan akan bergerak bila ada peluang.


Kini dia sudah mendapatkan laporan akurat tentang berbagai informasi posisi lawan nya.


Guo Yun tidak ingin menyia nyia kan kesempatan.


Dia sudah memutuskan akan memimpin sendiri pasukannya untuk merebut kembali Shoucun.


Untuk itulah pagi pagi ini mereka semua di kumpulkan di tempat ini.


"Pasukan ku rekan ku saudara ku, kalian dengar semua nya..!"


"Aku Guo Yun tidak ada yang bisa ku tawarkan kepada kalian sesuatu yang nyata..!"


"Tapi aku berjanji,..! aku akan tawarkan kepada kalian sebuah negara kuat tentram tanpa harus ada derita perang di masa depan..!"


"Di mana kita bisa hidup tentram aman dan damai bersama keluarga dan orang orang yang kita cintai.."


"Tapi untuk itu kita saat ini perlu memperjuangkan nya, ! untuk perjuangan itu..! aku tidak bisa sendiri..!"


"Untuk mewujudkan nya aku memerlukan bantuan dari kalian semuanya..!"


"Apakah kalian bersedia berjuang bersama sama dengan ku..!?'

__ADS_1


"Kami akan ikut dengan yang Mulia Raja Yue..!"


"Sampai mati kami hanya akan mengikuti yang mulia Raja Yue..!"


teriak seluruh pasukan di bawah sana bersama seluruh pimpinan mereka dengan penuh semangat


"Jendral Wen,..!"


"Jendral Nan..!"


"Jendral Yong..!"


"Jendral Yan..!"


"Jendral Xia..!"


"Jendral Zhang..!"


"Jendral Meng..!"


"Semua jendral yang terpanggil,..! segera pimpin pasukan kalian,..! bersiap ikut dengan ku, maju ke medan perang untuk merebut wilayah Shoucun kembali...!"


"Sisanya yang tidak terpanggil jangan berkecil hati, aku memerlukan kalian terus berlatih dan menjaga wilayah pusat kita ini, dan semua perbatasan yang menjadi hak kita..!"


"Paham..!?"


"Kami paham..!"


jawab seluruh pasukan harimau hitam, hingga suaranya bergemuruh memenuhi halaman depan istana.


Guo Yun tersenyum puas, lalu dia menoleh kearah Li Ba dan Li Kui.


ucap Guo Yun sambil mengulurkan kedua tangannya kearah mereka berdua.


Li Kui dan Li Ba sambil tersenyum penuh haru, maju menyambut uluran tangan Guo Yun.


Mereka bertiga saling berpegangan tangan sambil tertawa gembira.


Sesaat kemudian, Guo Yun menoleh kearah Zhang Yi Ling Tong dan Zhou Tai yang sedang menatap kearah nya menunggu perintah.


"Kakak Zhang, aku tugaskan kamu menjaga perbatasan wilayah Yue yang berbatasan dengan Qi.."


"Kakak Ling kamu ku tugaskan menjaga dan mengawasi perbatasan wilayah tengah di tepi sungai Yang Tze yang berbatasan langsung dengan beberapa wilayah bekas kerajaan Chu seperti wilayah Chen hingga Bei Qi..."


"Kakak Zhou kamu bantu awasi wilayah selatan yang berhadapan dengan Shoucun, kamu bertanggung jawab menjaga kelancaran transportasi perbekalan kami.."


"Siap Yang Mulia, kami akan melaksanakan nya.."


Guo Yun mengangguk puas lalu menepuk pundak mereka bertiga dan berkata,


"Keamanan seluruh Yue aku mengandalkan kalian.."


Ketiga orang itu mengangguk cepat.


Setelah itu Guo Yun menatap kearah Han Wei dan Ying Wu.


"Han Wei kamu pimpin sebaris orang, berangkatlah ke wilayah gunung Da Feng awasi pergerakan pasukan Qin di sana, bawalah merpati cepat.. untuk bertukar informasi ke pusat.."

__ADS_1


"Ying Wu kamu berangkat ke wilayah Qi timur, awasi pergerakan pasukan Qin yang datang dari eks wilayah Yan, kamu juga bawa merpati cepat untuk bertukar informasi dengan pusat.."


ucap Guo Yun.


"Siao Yang Mulia..!"


jawab kedua orang itu cepat.


Terakhir Guo Yun baru menatap kearah keempat wanita di belakangnya dan berkata,


"Ibukota dan seluruh permasalahan internal kerajaan Yue.."


"Aku mengandalkan kalian berempat.."


"Apa kami tidak boleh ikut..?"


tanya Sian Sian kurang puas.


Guo Yun sambil tersenyum menyentuh kepala Sian Sian dengan lembut dan berkata,


"Siau Semei aku mengerti perasaan mu, kamu tidak ingin berpisah dan mengkhawatirkan nya ."


"Percayalah pada ku, aku berjanji pasti akan membawanya kembali dalam keadaan selamat untuk mu.."


"Meski aku tidak pulang, aku juga akan membuat mereka pulang untuk kalian.."


ucap Guo Yun sambil menatap bergantian kearah Sian Sian dan Cu Cu.


"Yun ke ke jangan macam macam, kamu juga harus pulang.."


"Bila tidak yakin biar aku saja yang maju, aku masih mampu.."


ucap Gongsun Li sambil menatap Guo Yun dengan serius.


Guo Yun sambil tersenyum dan berkata,


"Aku tahu kamu mampu dan sangat mampu, makanya aku sengaja menyimpan nya dulu.."


"Bika aku tidak pulang, kan masih ada kamu yang akan maju meratakan Xian Yang untuk ku.."


ucap Guo Yun sambil tersenyum.


"Ya kak, sekalian bisa ketemu mantan.."


ucap Si Si membantu mencairkan suasana.


"Si Si kamu..!"


"Aku malas meladeni kalian..!"


ucap Gongsun Li lalu dia menghentakkan kakinya dengan kesal dan berjalan masuk kembali kedalam istana.


Guo Yun sambil tersenyum kecut, menoleh kearah Li Kui dan Li Ba.


"Adik kedua adik.ketiga, kalian pimpin 7 jendral itu dan pasukannya, kalian tunggu aku ditepi sungai."


"Aku nanti akan menyusul kesana.."

__ADS_1


ucap Guo Yun berpesan sebelum berlari menyusul kedalam istana di temani Si Si.


__ADS_2