
Menjelang pagi pasukan besar Chu mulai bergerak, mereka berbaris rapi.
Bagian terdepan adalah pasukan, yang membawa tombak panjang dan tameng.
Barisan kedua adalah pasukan panah, begitu memasuki jarak tembak, mereka mulai menembakkan anak panah mereka.
Anak panah langsung di lepaskan berhamburan ke pertahanan camp militer Wang Jian.
Pasukan Wang Jian yang berlindung di balik tembok pertahanan kota kecil Ping Yu.
Mereka juga membalas dengan serangan anak panah, sebagai serangan balasan.
Panah berhamburan kembali kearah masing-masing pihak, hingga memenuhi udara.
Langit yang masih gelap, membuat anak panah yang datang tak terlihat.
Masing-masing pihak, korban mulai berjatuhan, pasukan yang tumbang terluka ataupun tewas, langsung di gantikan oleh rekannya yang lain.
Kedua belah pihak tidak ada, yang terlihat bersedia mengalah. Pertempuran masih terus berlanjut hingga fajar menyingsing.
Sementara di depan sana, sedang terjadi pertempuran dahsyat.
Di pintu belakang pasukan Lu Bu Wei, justru secara diam diam, sedang bergerak meninggalkan kota Ping Yu, sebagai markas Pertahanan militer pasukan Qin.
Sesuai rencana Lu Bu Wei, dia akan memimpin pasukan itu secara langsung, untuk menahlukkan kota Chen.
Xiang Yan yang tidak menyadari hal itu, dia terus memerintahkan kepada pasukannya, agar terus bergerak menekan kearah markas pertahanan militer Qin.
Dia bahkan mulai memerintahkan pasukan peralatan berat, mendorong mesin pelontar batu dan menara panah mendekati tembok kota Ping Yu.
Guo Yun yang berdiri mengawasi dari atas tembok, tanpa menoleh dia segera berkata,
"Kakak Wang, aku akan memimpin pasukan ku menghancurkan peralatan itu.."
"Tolong siapkan botol berisi minyak dan sumbu api, kami memerlukan nya.."
"Ini sketsa dan cara membuatnya, harus cepat sebelum mesin mesin berbahaya itu siap menyerang kita.."
Wang Jian mengangguk cepat, dia segera menyuruh ajudannya pergi menyiapkan barang pesanan Guo Yun.
Peralatan berat itu meski sangat berbahaya kekuatannya, tapi pergerakan mereka lambat.
Alat alat itu sangat berat sulit di pindah pindah, memerlukan tenaga banyak orang, baru bisa memindahkan nya.
Itupun relatif lambat pergerakannya.
Sehingga pihak Guo Yun, ada waktu mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan itu.
Bertepatan dengan persiapan itu siap, Guo Yun mulai memimpin pasukan nya, bergerak meninggalkan benteng pertahanan kota Ping Yu.
Peralatan itu mulai menunjukkan kekuatannya.
Batu batu besar mulai di lemparkan kearah pertahanan Wang Jian.
__ADS_1
Dari menara panah mesin mesin panah, yang menembakkan anak panah berukuran jumbo, juga mulai melepaskan serangan.
Guo Yun langsung memimpin pasukan berkuda nya, menerjang Kearah barisan pasukan perisai yang berada di paling depan.
Pasukan Guo Yun tidak ada yang takut anak panah, sehingga pasukan Qin tidak perlu khawatir, serangan mereka akan melukai kawan sendiri..
Guo Yun yang bergerak paling depan, mulai menebaskan jurus pedang pemusnah.
"Menyapu ratusan ribu pasukan.."
Pasukan bertameng Chu, yang di lintasi oleh cahaya biru Tebasan Pedang Guo Yun.
Mereka langsung tergeletak dengan tubuh dan tameng terbelah dua.
Pasukan di belakang mereka, langsung melangkahi potongan tubuh yang tergeletak.
Mereka kembali membentuk pertahanan pasukan tameng.
Guo Yun tidak berhenti memberikan serangan, menyapu ratusan ribu pasukan.
Sehingga pasukan yang menggantikan berulang kali, selalu mengalami nasib yang sama, tewas dengan tubuh terbelah.
Xiang Yan yang dari jauh melihat hal itu, dia langsung mencak mencak.
"Lagi lagi Keparat itu, ! kalian berempat majulah..!"
"Bawa segera kepalanya kepada ku..!"
"Hadiah akan ku gandakan..."
ucap setitik merah, lalu dia melesat meninggalkan tempat nya.
Ketiga Lo Sa tidak berkata apapun, mereka langsung melesat mengiringi setitik merah.
Mereka berempat melayang di atas kepala pasukan Chu, sesekali mereka akan turun menotol ringan di atas bahu atau di atas kepala para pengepung.
Setelah itu mereka akan kembali melayang kedepan, dengan fokus terus bergerak mendekati Guo Yun.
Guo Yun yang sedang fokus berusaha membongkar barisan pasukan tameng, yang menghalangi langkah dia dan pasukannya.
Dia tidak menyadari lawan berbahaya, sedang bergerak mendekatinya.
Dia masih sibuk terus melepaskan tebasan pemusnah nya. Berusaha menghancurkan barisan pasukan tameng, yang menghadang di depan nya.
Hingga pendengaran tajamnya menangkap ada desir halus, dan aura pembunuh mendekatinya.
Guo Yun secara reflek langsung membuang diri berguling satu kali, di lantai, baru kembali melompat berdiri.
Untuk melihat siapa, yang melakukan serangan berbahaya membokong nya.
Begitu melihat 4 orang, yang mendarat di depan nya.
Guo Yun langsung melompat mundur kesamping, menjauh sambil berlompatan ringan meninggalkan arena pertempuran.
__ADS_1
Guo Yun berteriak,
"Kakak Zhang..! tetap pada rencana A..!"
Belum sempat Zhang Yi menjawab, Guo Yun sudah menghilang dari tempat itu.
Hanya terlihat di kejauhan ada 5 bayangan sedang berkejaran.
Guo Yun percaya penuh pada kemampuan pasukan dan ajudan nya.
Saat ini yang terpenting adalah mancing kelima orang itu, menjauhi pasukannya.
Guo Yun berencana mengajak mereka bermain kucing kucingan, dengan ilmu ringan tubuh menembus mega nya.
Di mana ilmu itu bisa membuat dirinya hilang timbul dari pandangan lawannya.
Bila terdesak, dia masih ada ilmu 72 langkah ajaib, untuk menyelamatkan diri.
Lawannya bukan tokoh sembarangan, bila keras lawan keras, dia hanya akan seperti telur menghantam batu karang.
Cara terbaik adalah seperti saat ini, berlari sambil mengulur waktu.
Bila tugas utama pasukannya menghancurkan senjata alat berat pasukan Chu berhasil.
Dia baru memikirkan cara agar bisa kembali kedalam benteng pertahanan.
Guo Yun yakin, bila dia kembali ke benteng pertahanan pasukan Qin, mereka berempat tidak akan berani mengejar dirinya.
Keempat orang itu awalnya tidak menyadari, Guo Yun, sedang mengajak mereka main kejar kejaran.
Tapi beberapa saat mereka melakukan pengejaran, Ta Lo Sa langsung sadar, dia segera berteriak.
"Adik kedua, ketiga, berpencar kepung dia.."
San Lo Sa dan Er Lo Sa langsung langsung berpencar, melakukan pengepungan dari dua arah.
Sedangkan Ta Lo Sa, melayang melewati atas kepala Guo Yun, dia langsung menghadang di depan Guo Yun.
Kini Guo Yun di kepung dari 4 arah, depan di jaga Ta Lo Sa, belakang Setitik merah, sedangkan kiri kanan masing masing di jaga San Lo Sa dan Er Lo Sa.
Guo Yun kini terpaksa menghentikan langkahnya.
Dia mengedarkan pandangan matanya, menatap mereka berkeliling
Guo Yun pura pura ingin bergerak ke kanan, tapi kenyataannya dia bergerak kearah kiri.
Di sebelah Kiri, Guo Yun langsung di hadang oleh sepasang pukulan Tapak merah, yang mengandung udara panas membakar.
Guo Yun melesat dengan posisi tubuh sedikit di tekuk kebelakang, dengan tubuh hampir tiduran diatas tanah.
Tapi kakinya menyosor di bawah terus maju kedepan.
Sehingga serangan kedua tapak merah lewat di atas wajahnya.
__ADS_1
Meski dia berhasil melewati serangan Er Lo Sa, tapi di belakangnya, masih terus mengejar setitik merah dengan pedang besi hitamnya.
Selain itu Ta Lo Sa juga menghadang di depan nya, dengan pukulan Tapak yang mengeluarkan cahaya hitam dan putih