
Gongsun Li yang tidak ingin mempersulit para pelayan, yang ditugaskan melayaninya.
Jadi dia memutuskan makan dan minum obat dengan teratur, hari hari dia gunakan untuk melatih sirkulasi tenaga dalamnya.
Gongsun Li berpikir, ada baiknya juga dia tidak mengajak ribut dengan kesehatan nya sendiri.
Bila dia bisa cepat sembuh, bukankah dia bisa lebih cepat pergi menjauhi Ying Zheng.
Sehari 3 kali Ying Zheng tetap setia selalu menyempatkan diri mengunjunginya.
Tapi Gongsun tidak ambil perduli, dia lebih memilih fokus melatih tenaga sakti putri Giok warisan gurunya.
Meski tidak bisa mengalami kemajuan secepat berlatih diatas batu inti es.
Tapi masih cukup lumayanlah daripada tidak.
Pada hari keempat pagi pagi, tanpa pamit, Gongsun Li yang sudah sembuh langsung meninggalkan istana.
Dia berencana pagi itu, dia akan meninggalkan Xian Yang, Gongsun Li ingin kembali ke gua putus cinta.
Tempat dimana dia menerima warisan ilmu silat dari gurunya.
Tempat itu di sebut gua putus cinta, karena letaknya persis dibawah tebing putus cinta..
Gongsun Li sudah putuskan, dia akan menempuh jalan seperti gurunya.
Menyepi di sana, meninggalkan fana, mencoba melupakan Guo Yun, cintanya dan semua kenangan yang hanya akan mendatangkan luka bagi hati dan perasaannya.
Hanya itu satu satunya cara, agar dia bisa melupakan semua rasa sakit, yang tidak ingin dia ingat kembali.
Tapi yang namanya jodoh mau hindar pun tidak bisa, baru saja dia keluar dari gerbang selatan.
Secara kebetulan mereka bertiga bertemu di depan pintu gerbang, Guo Yun dan Si Si kebetulan sedang berangkulan mesra.
Sambil menunggu antrian pemeriksaan, agar bisa masuk kedalam kota Xian Yang.
Kemesraan mereka secara kebetulan di lihat langsung oleh Gongsun Li, yang sesaat berdiri mematung di sana.
Hatinya kembali terluka hancur robek robek, saat melihat pria, yang pernah bersumpah hanya akan bersetia kepada dirinya seorang, selama lamanya..
Tapi kelihatannya sekarang sudah melupakan dirinya dan melupakan semua janji janjinya dulu.
Pria itu kini dengan tega membiarkan dia menanggung semua penderitaan dan kesedihan ini seorang diri.
Di mana dia tidak bisa mencintai tapi juga sekaligus tidak bisa melupakan nya.
Guo Yun sendiri dan Si Si sangat kaget bisa bertemu dengan Gongsun Li di sini.
Mereka berdua buru buru merenggangkan kemesraan mereka, Si Si memberi kode agar Guo Yun segera pergi menghampiri Gongsun Li untuk menjelaskan semuanya.
Guo Yun mengangguk, lalu dia buru buru berjalan menghampiri Gongsun Li, yang sedang berdiri terdiam di sana.
Tapi begitu melihat Guo Yun melangkah mendekat, Gongsun Li justru membalikkan badannya, sambil berusaha menahan diri sekuat tenaga, agar tidak menangis.
Dia segera berlari kecil meninggalkan tempat itu, sambil menutupi mulutnya dengan tangan sendiri.
Agar isaknya jangan sampai terdengar oleh siapapun, terutama oleh suaminya, yang tak berjantung dan tidak punya perasaan itu.
Begitulah bayangan posisi Guo Yun saat ini di dalam hati istrinya..
__ADS_1
Tapi Guo Yun tentu tidak mau berhenti mengejarnya, Guo Yun justru mempercepat langkahnya.
"Li mei. tunggu..!"
"Jangan pergi Li mei..!"
"Dengarkan dulu penjelasan ku..!"
teriak Guo Yun sambil mempercepat pengejaran nya.
Dia terus berusaha melakukan pengejaran, sambil mengulurkan tangannya kedepan.
Tapi saat tangan Guo Yun hampiri menjangkau bahu Gongsun Li, tiba tiba ada tangan lain yang muncul menepis tangan nya.
Sehingga dia gagal menjangkau dan menahan bahu istrinya.
Guo Yun menatap kaget kearah pemilik tangan yang baru tiba itu.
Pria itu sambil menarik Gongsun Li kedalam pelukannya, dia berkata,
"Menjauhlah darinya, dia dulu memang istri mu, tapi kamu bajingan bukan hanya telah melukai hati nya, bahkan nyawanya hampir lenyap di tangan mu.."
"Dia begitu mencintai mu, siang dan malam selalu menanti dan merindukan kehadiran mu.."
"Tapi apa yang kamu lakukan untuk nya, kamu malah membalasnya dengan penghianatan.."
"Kamu sampah menjauhlah darinya, aku tidak akan membiarkan mu menindasnya.."
ucap pria itu penuh emosi.
Guo Yun menjengek dingin dan berkata,
"Xiao Li sudah ceritakan semuanya kepada ku, kamu tidak perlu berpura pura lagi, serigala berbulu domba.."
"Lepaskan istri ku dari tangan mu yang kotor itu..!'
"Bayarlah nyawa Yan Cie Cie, Siau Tie dan paman Lai Fu manusia laknat..!"
Bentak Guo Yun penuh emosi.
Guo Yun dalam perjalanan menuju Xian Yang secara tidak sengaja berjumpa dengan Xiao Li.
Dia sudah mendengar semuanya dari Xiao Li, kini dia sudah tahu semuanya.
Xiao Li sengaja tidak di ajak oleh Guo Yun, dia langsung di kirim oleh Guo Yun kembali Yue.
Dengan membayar jasa pengawalan perusahaan expedisi.
Guo Yun yang sudah tidak bisa menahan sabar lagi, langsung menerjang ke Ying Zheng, dengan cakar naga 9 langit, disertai tenaga sakti 9 langit.
Sehingga cahaya putih dan suara angin berkesiur, serta suara raungan naga marah, langsung memenuhi sekitar tempat itu.
"Roaarrr,..!"
"Wussss...!"
"Singgg..!"
Tujuh batang pedang muncul di hadapan Ying Zheng, menyambut serangan cakar Guo Yun.
__ADS_1
"Blaarrr...!"
"Boooom..!"
Boooom..!"
Boooom..!"
Boooom..!"
Terjadi benturan dahsyat di udara, yang menimbulkan suara menggelegar.
Disertai ledakan di sekeliling tempat pertemuan kedua tenaga dahsyat itu.
Ying Zheng sendiri sebelum terjadi ledakan, sudah di tarik mundur oleh Lu Bu Wei menjauhi arena pertempuran.
Tentu saja Gongsun Li ikut terbawa dalam pelukan Ying Zheng.
Gongsun Li tadinya sempat berpikir ingin melepaskan diri dari pelukan Ying Zheng.
Dia bahkan ingin memaki dan menamparnya, karena berani berbuat hal lancang itu pada dirinya.
Tapi pada akhirnya, dia memutuskan membatalkan nya, karena teringat dengan kemesraan Guo Yun dan Si Si tadi.
Dia ingin Guo Yun panas dan cemburu, agar bisa merasakan sakit yang sama seperti yang dia rasakan.
Tapi begitu perkelahian pecah antara Guo Yun dan Chi Sa.
Gongsun Li tiba tiba jadi khawatir dengan keadaan Guo Yun.
Tempat ini adalah sarangnya Ying Zheng, bila Guo Yun nekad ribut di sini.
Jelas yang paling rugi adalah Guo Yun, tentu saja Gongsun Li tidak ingin melihat hal itu terjadi pada Guo Yun.
Dia memang marah kesal, tapi dia masih sangat mencintai suaminya itu.
Kenangan di antara mereka selamanya tidak akan pernah bisa dia lupakan sampai kapan pun.
Bagaimana pun Guo Yun menyakitinya, dia tetap masih sangat mencintainya.
Mungkin semua orang akan menertawai kebodohan nya, tapi itulah kenyataan yang tidak bisa di pungkiri.
Guo Yun dan Chi Sa yang sama sama terpental mundur, seperti sudah bersiap ingin saling bergebrak.
Tiba-tiba Gongsun Li berteriak dari dalam pelukan Ying Zheng..
"Yun ke ke pergilah jangan mengacau lagi di sini..!"
"Bila ingin menghadiri pernikahan kami, aku tentu akan menyambut nya dengan senang hati .!"
"Tapi datanglah baik baik, bukan dengan cara seperti ini..!"
ucapan Gongsun Li bukan hanya mengejutkan Guo Yun.
Bahkan Ying Zheng sesaat pun ikut tertegun.
Gongsun Li tersenyum mesra menatap Ying Zheng, lalu dia mengulurkan tangannya membelai wajah Ying Zheng dan berkata,
"Tak perlu terkejut, aku sudah memikirkan nya dengan matang.."
__ADS_1
"Aku hanya belum sempat menyampaikan ke kamu saja.."