LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
STRATEGI AGAHAI


__ADS_3

Tapi meski permasalahan ulah nenek Sophia dan cucunya Camelia selesai.


Guo Yun masih saja tetap tidak bisa bergerak cepat, karena masalah pipis, hingga buang air besar, para keluarga bangsawan ini, tetap saja merepotkan nya.


Dari tepi sungai He Xi hingga tiba di mulut tebing jalan masuk menuju kota Yong.


Agahai dan barisannya hanya perlu satu hari satu malam, Guo Yun harus menghabiskan waktu 5 hari 4 malam baru tiba di lokasi.


Begitu rombongan Guo Yun terlihat, Agahai di dalam kemahnya langsung mendapatkan laporan.


"Lapor Yang Mulia Agahai,..musuh yang di tunggu telah tiba, di dalam barisan mereka yang terletak di bagian tengah."


"Kami melihat ada rombongan kereta kuda, mungkin itu adalah kereta kuda tawanan keluarga istana ."


"Sedangkan bagian paling belakang, terlihat rombongan kereta yang membawa karung karung besar."


"Aku rasa itu adalah ransum perbekalan kita, yang mereka rampas beberapa waktu yang lalu."


ucap Hasan yang datang memberikan laporan ke Agahai.


"Bagus, akhir nya yang di tunggu tunggu muncul juga.."


ucap Agahai gembira.


Dia menoleh kearah Temusa, dan berkata,


"Temusa kamu bawa 50.000 orang lakukan serangan dari arah depan."


"Buat mereka bergerak melawan mu.."


"Serang mereka habis habisan, bila kalah kuat jangan di paksa, segera mundur kembali kedalam hutan."


"Hanif kamu perhatikan kode dari ku, begitu melihat kode, pimpinlah 50.000 orang serang bagian belakang mereka.."


"Sama seperti Temusa, bila kalah kuat jangan di paksa, mundur lah kembali kedalam hutan.."


"Hasan bila Temusa dan Hanif sudah bentrok dengan mereka ,kamu majulah serangan bagian tengah yang mengawal kereta."


"Kalau bisa kamu selamatkan kereta kereta kuda itu, dan bawa masuk kedalam hutan."


"Bila tidak bisa, cukup buat mereka repot itu sudah bagus."


"Aku nanti yang akan maju membantu menolong menyelamatkan tawanan."


"Temusa Hasan Hanif, ajudan kalian bertugas memimpin 100.000 pasukan tersisa."


"Bila Meng Yu dan Meng Thian berani keluar dari tebing memberikan pertolongan."


"Langsung sergap dan bantai mereka semua tanpa sisa.."


"Tutup mulut tebing, jangan biarkan mereka masuk kembali kedalam tebing.."


"Bila mereka berhasil masuk jangan di kejar, segera mundur lagi kemari.."


ucap Agahai menjelaskan rencananya yang tersusun rapi.


Temusa Hanif dan Hasan sedikit heran, barisan Guo Yun itu cuma Segede upil bagi kekuatan mereka.


Mengapa harus begitu repot, cukup sekali kepung dan sergap bukankah beres.

__ADS_1


Tapi tentu saja mereka tidak berani membantah dan banyak tanya atas perintah Agahai.


Mereka percaya penuh dengan pengaturan dari Agahai, mereka percaya Agahai yang cerdik, pasti punya alasannya sendiri.


5 Jendral besar, satu raja gugur di tangan kelompok Guo Yun dan pasukan Meng Thian.


Ini hanya menunjukkan satu hal, tidak boleh menganggap remeh lawan yang berjumlah kecil itu.


Sesuai rencana, Temusa segera membawa 50.000 pasukan berkuda, membawa senjata perisai dan tombak, maju menghadang jalan depan pasukan harimau hitam.


"Hei bocah edan, hayo terima lah kematian mu hari ini..!"


Teriak Temusa begitu muncul, sambil menunjukkan kampaknya kearah Guo Yun dan Zhang Yi.


Begitu Temusa memacu kudanya maju kedepan, 50.000 pasukan di belakangnya, juga ikut memacu kudanya maju kedepan.


Mereka sambil berteriak riuh rendah, langsung menerjang Kearah barisan depan pasukan Guo Yun.


Guo Yun sebelum tiba di dekat mulut tebing, dia sudah mendapatkan laporan dari pasukan nya.


Bahwa di mulut tebing terlihat lenggang, tidak ada tanda tanda bekas terjadi bentrokan.


Antara pasukan Xiongnu dan Pasukan Qin.


Bila di.lihat dari perjalanan mereka yang terlambat hampir satu Minggu.


Harusnya sesuai perkiraan, bentrokan pasti sudah berlangsung cukup lama.


Guo Yun yang mendapat kan laporan tersebut langsung curiga, dia meminta pasukan nya bersiaga dan lebih waspada.


Makanya saat Temusa datang menyerang, seluruh pasukannya sudah siap dan bersikap tenang.


teriak Guo Yun memberi perintah.


Pasukan Guo Yun langsung menghamburkan anak panah cross bow mereka menuju sasaran.


Pasukan Temusa berjatuhan terkena tembakan cross bow yang tiada putus.


Sedangkan Temusa menggunakan sepasang kampak besarnya, terus menangkis anak panah cross bow yang mendekatinya.


Sambil menangkis dia terus memacu kudanya mendekat kearah Guo Yun dan Zhang Yi.


Melihat jarak lawan semakin dekat, Guo Yun segera berteriak,


"Lontarkan...!!"


Seutas tali di tengah, yang terhubung dengan dua bola bandulan besi di kedua ujungnya.


Berhamburan melesat kearah kaki kuda pasukan Temusa.


"Hieeehh,..!"


Terdengar ringkik keras kuda memenuhi seluruh area pertempuran.


Kuda tunggangan pasukan Temusa yang sepasang kakinya, terlilit oleh tali yang terhubung dengan dua bandulan besi.


Kuda kuda itu pada terjungkal membawa pemilik tunggangan, ikut terjungkal keatas tanah.


Keadaan kacau-balau terjadi di barisan pasukan Temusa, sebelum pertempuran pecah.

__ADS_1


Bagian belakang saling terjang dengan bagian depan, yang tiba-tiba terjungkal.


Melihat kekacauan itu, Guo Yun kembali berteriak,


"Tombak terbang sekarang..!"


Ribuan tombak yang terhubung dengan rantai, terbang kedepan menerjang kearah Temusa dan pasukan nya.


Pembantaian pasukan Temusa kembali terjadi, korban yang berjatuhan semakin banyak.


Tombak tombak terbang itu bagaikan tangan elmaut, yang terus merengut nyawa pasukan Temusa, yang sedang kacau balau.


Temusa sendiri juga terpaksa menghentikan laju kudanya, dia harus menggunakan sepasang kampak nya.


Terus menangkis mata tombak terbang, yang terus menyerang nya.


Bahkan ada beberapa berusaha melilitnya.


Ingin mengikat dan menghentikan perlawanan nya


Bagi pasukan nya hal itu mungkin bisa, tapi untuk menjatuhkan Temusa hal itu masih jauh.


Temusa terlalu tangguh, untuk pasukan harimau hitam.


"Kakak Zhang sekarang..hajar dia..!"


teriak Guo Yun memberi perintah.


Zhang Yi mengangguk, dia bergerak kedepan dengan kudanya.


Zhang Yi memutar mutar senjata cambuk berduri nya meledak ledak di atas kepala.


Lalu cambuknya mulai diarahkan kedepan, menimbulkan suara


meledak ledak, bagaikan suara petir meledak tepat diatas kepala Temusa.


Sebelum kemudian mulai menyerang seluruh tubuh Temusa, bagaikan seekor ular hitam, yang sedang mematuki tubuh lawannya.


"Trangggg,..! Trangggg,..!"


"Trangggg,..! Trangggg,..!"


"Trangggg,..! Trangggg,..!"


Temusa memutar sepasang kampaknya menangkis setiap serangan yang tiba.


Sehingga timbul suara benturan senjata di udara tanpa henti.


Semakin lama, Temusa semakin kelabakan , dia hanya bisa bertahan tanpa mampu membalas.


Begitu pula dengan pasukannya, korban tidak berhenti berjatuhan, saat menerima serangan tombak terbang pasukan harimau hitam.


Meski pasukan Guo Yun kalah jumlah, senjata mereka yang unik di tambah dengan kerapian kerja sama mereka.


Hal ini membuat pasukan Temusa benar benar menghadapi kesulitan besar.


Sementara itu di pihak Agahai sendiri, begitu dia melihat pasukan Temusa dan baris depan pasukan harimau hitam mulai bentrok.


Tanpa membuang waktu, dia segera memberi kode, agar Hanif bergerak dengan 50.000 pasukan berkuda nya.

__ADS_1


Menyerang bagian belakang pasukan harimau hitam, yang di jaga oleh Ling Tong.


__ADS_2