LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENEMUI LI KUI


__ADS_3

Guo Yun terburu buru membuka amplop ditangannya, dengan tangan sedikit gemetar.


Dengan hati dan perasaan kacau balau, dia segera mengeluarkan sepucuk surat dari dalam amplop surat.


Begitu kertas surat terbuka, dan melihat isi tulisan di dalam nya.


Guo Yun yang sekilas lihat langsung mengenali itu tulisan Gongsun Li.


Perasaan nya menjadi semakin kacau. dia buru buru membacanya.


"Adik Yun apa kabar mu, maaf aku menganggu waktu mu berlatih.."


"Kamu jangan khawatir, aku saat ini keadaan nya sangat baik."


"Aku, kakak Ching dan kakak Zhong Yu, telah bergabung dengan pasukan pangeran Ying Zheng dari Qin."


"Saat ini kami masih bertahan di lembah sungai Huai, aku yang meminta kakak Ching menerobos kepungan pasukan Chu.."


"Untuk memberitahukan keadaan kami, agar kamu tidak khawatir, saat kamu kembali ke Su Yuan mencari ku dan tidak berhasil menemukan ku di sana.."


"Atau kamu mendengar kabar selentingan di luar sana, yang kurang tepat tentang keadaan kami.."


"Jangan khawatir, kami baik baik saja, jaga dirimu baik-baik, bila ada jodoh kita pasti akan berjumpa lagi.."


"Maaf telah menganggu waktu mu.."


Guo Yun selesai membaca isi surat tersebut, dia buru-buru melipat nya kembali, untuk di masukkan kedalam amplop.


Lalu dia menyimpan nya kedalam saku, setelah itu dia baru menatap kearah Lai Fu dan berkata,


"Saudara Lai Fu terimakasih banyak atas informasi penting ini.."


"Aku permisi dulu, mau pergi menemui guru di puncak sana.."


Lai Fu buru buru membalas penghormatan Guo Yun dan berkata,


"Silahkan saja kak Yun, maaf kami tidak antar.."


Guo Yun mengangguk, setelah menepuk pundak Lai Fu, dia dengan gerakan cepat dan ringan.


Langsung berlompatan melakukan pendakian menuju puncak gunung Ling San.


Tidak memerlukan waktu lama Guo Yun sudah tiba di seberang jurang, di mana gurunya, Zhuangzi terlihat sedang bermain catur seorang diri.


Guo Yun segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan gurunya, lalu dia berkata,


"Guru murid sudah menunaikan tugas yang guru berikan, semua berjalan lancar.."


"Sian Er kini sudah dikembalikan ke kakeknya..'


Zhuangzi mengangguk sambil tersenyum lembut dia berkata,


"Yun er bangun lah,..duduklah di sini.."


"Katakan saja, bila Lao Huang ada menitip pesan apa lewat kamu kepada ku, kamu tidak perlu ragu untuk mengatakan nya."


Guo Yun terdiam sejenak, akhirnya dia berkata,

__ADS_1


"Kakek Huang cuma berpesan, dia tidak akan datang kemari menuntut apapun dari guru, dan siapapun di Su Yuan, karena dirinya terikat janji.."


"Tapi bila di luar Su Yuan bertemu Guru Song dan Guru Ping,.dia pasti akan mewakili mu memberi mereka hukuman.."


"Bila guru tidak puas, dia siap berdebat.."


"Hanya itu pesannya guru.."


ucap Guo Yun menyampaikan pesan tanpa menambah atau pun menguranginya.


Zhuangzi menghela nafas panjang dan berkata,


"Masalah sudah terjadi, bila dia menuntut semua adalah wajar.."


"Dalam hal ini guru juga ada salahnya, berani berbuat berani bertanggungjawab.."


"Mengenai Guru Song dan Guru Ping, aku sengaja tidak menghukum mereka, karena dalam hal ini aku juga ada salah nya.."


"Bila kelak mereka menerima hukuman dari Lao Huang di luar sana, aku tentu tidak akan ikut campur.."


Guo Yun tidak berkomen apapun, dia bahkan tidak terlalu mendengarnya.


Karena pikirannya justru sedang melayang jauh kesana, memikirkan keadaan Gongsun Li dan nasib negara Lu.


Zhuangzi yang melihat sikap Guo Yun yang tidak seperti biasanya.


Di mana dia sekarang terlihat kurang fokus dan banyak melamun, seperti sedang ada beban pikiran.


Sambil menatap muridnya dengan penuh perhatian, Guru Zhuangzi berkata,


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Guru, negara Lu dalam bahaya pangeran Ji Ao sangat berbudi dengan ku.."


"Murid ingin pergi memberikan bantuan semampu murid, tentu saja atas seijin guru murid baru berani pergi."


Guo Yun setelah berkata, dia menatap kearah gurunya dengan tatapan harap harap cemas.


Guru Zhuangzi sambil tersenyum berkata,


"Bila kamu ingin pergi, maka pergilah, apa yang bisa guru ajarkan juga sudah guru ajarkan.."


"Di sini pun selain tinggal mematangkan ilmu, yang kamu pelajari."


"Sudah tidak ada hal lain yang bisa kamu pelajari lagi.."


ucap Guru Zhuangzi sambil tersenyum penuh pengertian.


"Terimakasih guru,..selain hal tadi murid masih ada satu permintaan lagi guru.."


"Bolehkah murid membawa adik Ba menebus hukuman dan kesalahan dengan membawa jasa mengharumkan nama Su Yuan..?"


ucap Guo Yun sambil melihat tanggapan gurunya.


Zhuangzi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Bukan guru tidak mau ijinkan, tapi ku rasa kamu harus lihat dulu kondisi Ba er.."

__ADS_1


"Dengan kondisinya saat ini, ku rasa selain tidak bisa membantu banyak.."


"Kemungkinan dia malah akan terancam jiwanya, bila dia ikut dengan mu maju ke medan perang."


ucap Guru Zhuangzi dengan wajah muram.


Guo Yun mengangguk kecil, lalu dia memberi hormat kepada gurunya dan berkata,


"Baiklah guru, bila seperti itu, aku akan pergi menjenguk adik Ba sebentar, sebelum aku pergi."


Guru Zhuangzi mengangguk dan berkata,


"Pergilah,.. dia mungkin juga sedang menunggu kedatangan mu.."


Guo Yun mengangguk dan memberi hormat sekali lagi.


Lalu dia langsung mengundurkan diri pergi ke halaman di belakang pondok.


Dengan 72 langkah ajaib, seperti yang pernah di tunjukkan oleh gurunya dan melalui terowongan rahasia.


Akhirnya Guo Yun tiba di depan pintu gerbang menuju ruang hukuman.


Setelah menarik nafas panjang, menahan gejolak perasaan nya.


Guo Yun dengan hati hati mendorong pintu ruangan hukuman yang tertutup rapat.


Dari luar tidak terdengar suara apapun, tadi di sebelah dalam sana, justru selalu terdengar suara menggelegar seperti langit mau runtuh.


Kilatan petir juga menyambar nyambar di sekitar cambuk cahaya putih, yang berada di tangan seorang pria bertubuh tinggi besar, mengenakan sebuah topeng kulit.


Pria itulah yang dengan sekuat tenaga selalu melepaskan cambukan petir di tangannya kearah Punggung Li Ba tanpa henti dan tanpa perasaan.


Li Ba terlihat tergantung di tengah tengah ruangan, dengan sepasang tangan terikat rantai besi dan borgol, dengan posisi tangan terpentang ke kiri dan kanan.


Sedangkan kakinya menggantung persis di tengah udara.


Wajah Li Ba tertutup oleh rambut nya yang awut awutan, karena terlepas dari ikatannya.


Li Ba tidak pernah mengeluarkan jerit kesakitan sama sekali, setiap dirinya menerima cambukan.


Li Ba hanya terlihat bergetar hebat seluruh tubuhnya, setiap dia menerima cambukan petir dari algojo itu.


Sesaat setelah menerima cambukan, tubuh Li Ba akan mengejang, hingga rantai berderak derak tertarik oleh kedua tangan Li Ba.


Baru setelah cambukan berlalu, tubuh Li Ba terkulai lemah kembali kebawah.


Li Ba mengangkat kepalanya menatap kearah Guo Yun dan berkata,


"Kakak Yun kamu sudah kembali, bagaimana dengan Sian er..?"


"Jangan khawatir, aku dan Li Kui telah mengembalikan dia kesisi kakeknya.."


ucap Guo Yun sambil menatap kearah Li Ba penuh kagum.


Si petugas cambuk melihat kedatangan Guo Yun, dia menghentikan hukuman cambuk nya.


Lalu dia mengundurkan diri dari ruangan tersebut, untuk memberikan kebebasan bicara kepada Guo Yun.

__ADS_1


__ADS_2