LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENANTI DI MAKAM


__ADS_3

Guo Yun sedikit kecewa, mendengar jawaban pangeran Cheng.


Di awalnya dia sempat berharap banyak, bisa segera menemukan keberadaan putri menteri Zhao, lewat kuburan menteri itu, dan tanggal peringatan hari kematian nya.


Tapi ternyata semua itu kini jadi harapan sia sia, dengan adanya kenyataan terputusnya informasi dari pangeran Cheng.


Setelah memberi hormat dengan lesu, Guo Yun berkata,


"Baiklah kalau begitu, aku akan cari petunjuk lain.."


"Terimakasih pangeran, aku permisi dulu.."


"Ehh tunggu saudara Yun.."


panggil jendral Xie tiba tiba.


Guo Yun menoleh kearah jendral Xie dan berkata,


"Ya jendral Xie.."


"Saudara Yun, aku tahu letak makam menteri itu, juga tanggal kematian nya, kurasa 3 malam lagi dari sekarang.."


"3 malam dari sekarang, adalah malam Chung Ciu Cie, aku ingat hari itu aku setelah mendengar kabar kematian menteri Zhao.."


"Malamnya ketika kembali kerumah, istri dan anakku sedang merayakan malam Chung Ciu, dengan makan Chung Ciu Ping ( Kue bulan )."


Guo Yun sepasang matanya langsung berseri seri dan berkata,


"Lalu di mana makam menteri itu.."


"Di sebelah selatan gerbang kota, belok ke kiri, tepatnya di luar tembok kota."


"Di sanalah makam itu berada.."


Mendengar jawaban Jendral Xie, Guo Yun semakin yakin Si Si dan Sin Yi pasti punya hubungan.


Karena tempat yang di sebutkan oleh Jendral Xie, justru adalah tempat di mana, dia waktu itu meloloskan diri dari kota Shang Qiu.


Dengan penuh semangat, Guo Yun memberi hormat kearah Jendral Xie dan berkata,


"Terimakasih informasinya Jendral Xie,.."


"Bila tiba saatnya bergerak, aku akan hubungi kalian.."


"Sekarang aku permisi dulu.."


ucap Guo Yun.


Setelah saling memberi hormat sekali lagi, Guo Yun pun meninggalkan ruang penyimpanan kayu kering dan jerami itu.


Jendral Xie mengantar Guo Yun meninggalkan paviliun bunga hijau, mereka melewati jalan dari mana Guo Yun datang tadi.


Guo Yun setelah keluar dari dalam gang sempit.


Dia mampir kesebuah restoran memesan daging kering dan arak.

__ADS_1


Dia juga membeli dua kotak kue bulan, setelah itu, Guo Yun pun memilih pergi kearea perkuburan di luar kota, seperti yang di sebut kan oleh Jendral Xie.


Saat tiba di sana Guo Yun harus mencari cari nya dulu akhirnya dia menemukan nya tertutup di dalam rerimbunan semak belukar.


Guo Yun berhasil menemukan 3 makam yang berjejer rapi di sana.


Makam pertama adalah milik Zhao Kang sang menteri jenius itu.


Makam kedua setelah di perhatikan dari nama yang tertera di pusara adalah Zhao Sin Yi..


Sedangkan makam terakhir adalah makam Zhao Yun suaminya Zhao Sin Yi.


Guo Yun sedikit heran, mereka satu marga tapi malah menikah, sesuai tulisan di pusara, harusnya mereka adalah suami istri.


Guo Yun tidak bisa berpikir terlalu banyak, itu bukan tujuan utama dia.


Guo Yun yang awalnya sempat menduga Zhao Sin Yi dan Yi Yi adalah satu orang.


Kini dia terpaksa menarik kembali dugaannya.


Tapi Guo Yun masih yakin, 3 malam dari sekarang, bertepatan dengan festival kue bulan.


Orang yang di tunggu, keturunan menteri Zhao Kang pasti akan muncul di sana.


Guo Yun yang melihat rumput liar memenuhi makam, di tambah ada kemungkinan Si Si adalah keturunan mereka.


Bagaimana pun dia dan Si Si telah menjadi suami istri tidak resmi.


Guo Yun yang merasa bersalah, menggunakan kesempatan itu membersihkan rumput liar, dan merapikan ketiga makam itu dengan baik.


Setelah pekerjaan nya selesai,


Guo Yun mencari tempat yang aman dan terlindung, lalu dia duduk bersemedi di sana, untuk meningkatkan kekuatan tenaga dalam 9 langitnya.


Makin kesini, Guo Yun semakin banyak menemui lawan tangguh, untuk itu, dia tidak pernah membuang waktu.


Setiap ada kesempatan, dia pasti akan mengisinya dengan berlatih ilmu tenaga dalam dan ilmu meringankan tubuh nya.


Seperti saat ini, bila ada waktu dan kesempatan, Guo Yun pasti akan memanfaatkannya dengan baik.


Dengan berlatih tenaga sakti dan ilmu meringankan tubuh nya.


Untuk bisa memainkan jurus kedua dan ketiga, tebasan pedang Pemusnah dengan lancar, Guo Yun harus minimal mencapai tenaga dalam 2600 lingkaran sama seperti gurunya.


Bila mengurung diri konsen berlatih, mungkin setahun dua, dia akan bisa mencapainya.


Tapi dengan begitu banyak tugas dan misi menantinya, pengalaman bertarung dan strategi memang meningkat pesat.


Tapi dalam hal tenaga dalam, Guo Yun merasa tidak banyak perkembangan.


Sejak turun gunung sampai sekarang, tenaga dalamnya hanya naik sekitar 30 lingkaran saja.


Itu sangat sangat jauh dari ekspektasinya.


Guo Yun selama 3 hari berturut-turut, dia terus berlatih seorang diri di tempat tersebut.

__ADS_1


Hingga hari yang di tunggu tiba, Guo Yun duduk termenung seorang diri.


Menunggu nunggu dengan jantung berdebar tidak karuan, akan kehadiran keturunan menteri Zhao.


Guo Yun tidak begitu yakin, yang datang Si Si atau bukan, dia hanya bisa menunggu dengan penuh kesabaran.


Tapi hingga matahari tenggelam, Guo Yun tak juga melihat ada siapapun yang datang ketempat tersebut.


Akhirnya malam yang dingin pun tiba, bulan bulat terang sangat indah mulai muncul di atas langit.


Membuat seluruh bumi bermandikan cahaya.


Tempat itu yang tadinya selalu gelap gulita, kini menjadi terang benderang.


Guo Yun dengan sisa semangat dan harapan terus menunggu penuh harap.


Tapi sayangnya, hingga Kentungan ketiga terdengar, di mana bulan yang posisinya di tengah tengah langit.


Kini sudah sedikit bergeser tempat nya, lebih ke bawah, tidak tepat di tengah lagi.


Orang yang di tunggu tunggu dan di harapkan tetap saja belum juga muncul.


Dengan kecewa Guo Yun bergumam,


"Mungkin Sin Yi benar benar tidak ada hubungannya dengan Si Si.."


"Aku akan menunggu hingga matahari terbit, bila belum juga muncul, aku harus mencari jalan lain."


Guo Yun kembali memejamkan matanya, mengambil posisi duduk bersila.


Saat mulai terdengar suara burung berkicau, Guo Yun pun paham.


Matahari mulai terbit, hari mulai berganti pagi.


Sambil menghela nafas panjang, Guo Yun mulai membereskan makanan dan minuman yang dia bawa ketempat itu.


Tapi baru saja saat dia hendak beranjak dari sana.


Guo Yun tiba tiba mendengar tembok kota berderak, lalu terbuka sendiri.


Dari balik tembok muncul sesosok gadis yang sangat Guo Yun kenal, gadis itu terlihat sangat hati hati dan waspada memperhatikan sekitar tempat itu.


Saat dia memastikan tempat itu benar benar sepi, dia baru berani keluar dari balik tembok, sambil menenteng dua buah keranjang.


Satu berisi peralatan sembahyang, satu lagi yang tertutup rapat pasti isinya makanan.


Gadis itu benar adalah Si Si, dengan langkah pelan dan wajah kurang bersemangat, sepasang matanya terlihat agak bengkak dan sedikit merah.


Si Si berjalan menghampiri ketiga makam itu.


Saat melihat makam di hadapannya begitu bersih dan rapi, tidak seperti biasanya.


Si Si langsung menatap curiga kesekitarnya, sambil mencabut senjata rahasia andalan nya.


Dia lalu berteriak,

__ADS_1


"Siapa ,..? cepat keluar. ?


__ADS_2