
Meski itu sangat tidak masuk akal, tapi setelah dia melihat Gong Sun Li Si Si Min Min dan putra putri Guo Yun, bahkan ada Li Ba suami istri ikut tertawan oleh pihak musuh.
Semua ini menjadi masuk akal, Han Wei mengangguk pelan dan berkata,
"Siap laksanakan Yang Mulia.."
Han Wei memberi hormat ke Guo Yun, setelah itu dia segera mundur kembali ke barisan nya.
Bersiap siap untuk memimpin seluruh pasukannya mundur dari sana.
Guo Yun kembali menghadap kearah Yin Zheng dan berkata,
"Seperti yang kamu lihat, aku sudah penuhi syarat mu.."
"Bukankah kini, seharusnya giliran kamu memenuhi permintaan ku.."
Ucap Guo Yun tenang.
Ying Zheng mengangguk dan berkata
"Itu mudah, bukankah hanya sebuah perjanjian.?"
"Apa sulitnya, aku akan penuhi permintaan mu.."
Ying Zheng mengeluarkan sebuah gulungan titah kain bersulam emas.
"Zhao Gao kamu bantu saya.."
Ucap Yin Zheng tenang.
Zhao Gao dengan sigap mempersiapkan alat tulis, lalu dia membungkuk di depan Ying Zheng.
Menjadikan punggungnya, untuk di pergunakan oleh Ying Zheng sebagai meja tulis.
Yin Zheng dengan gerakan cepat, sebentar saja dia sudah menyelesaikan surat perjanjian nya.
Dia memberikan stempel kekuasaan nya di sana, setelah itu dia langsung menggulung kembali surat titahnya.
Ying Zheng langsung lemparkan ke hadapan Guo Yun, dengan maksud mempermalukan Guo Yun untuk memungut surat perjanjian itu.
Sehingga secara tidak langsung,, Guo Yun telah membungkukkan badan di hadapannya.
Ini sama saja, dengan Guo Yun sudah tahluk dan memberi hormat kepada dirinya.
Tapi di luar dugaannya, Guo Yun hanya mengulurkan tangannya kedepan.
Titah yang dia lempar keatas tanah, belum juga menyentuh tanah.
Sudah terhisap melayang masuk kedalam telapak tangan Guo Yun.
Wajah Ying Zheng segera berubah menjadi sangat tidak enak di pandang.
Sambil memberi kode agar seluruh tawanan di lepaskan.
Dia menoleh kearah tabib Si Fu dari berkata,
"Mengapa racun mu belum juga bereaksi.? apa ada sesuatu yang salah..?"
Si Fu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak Yang Mulia, dia bertahan bukan karena pil ku tidak bereaksi.."
"Tapi karena tingkat tenaga dalam nya, yang telah mencapai tahap kesempurnaan.."
__ADS_1
"Sehingga sementara waktu, dia bisa menahan reaksi racun di tubuhnya menyebar.."
"Tapi seiring dengan melemahnya kekuatan tenaga dalam nya, cepat lambat racun akan beraksi, dia tetap tidak akan pernah bisa selamat."
Ucap Si Fu menjelaskan dengan penuh keyakinan.
"Yang Mulia bagaimana bila kami berdua maju, mempercepat kematian nya..?"
Tanya kakek tua jubah hitam, sambil menatap Ying Zheng dengan serius.
Ying Zheng menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak perlu, biarkan saja."
"Cepat lambat, dia juga tetap adalah seorang yang bakal mati.."
"Tak perlu kalian buang buang tenaga.."
Ucap Yin Zheng tenang.
Yin Zheng bila tidak mengingat keadaan nya sendiri, di mana di dalam kota hanya sisa pasukan tidak sampai 100.000.
Sedangkan Li Si perdana menterinya yang membawa sebagian besar kekuatan pasukan Qin, masih jauh di sana..
Tanpa ragu dia pasti akan menyuruh sepasang kakek hitam putih untuk langsung melenyapkan Guo Yun, diri di dalam matanya itu.
Makin cepat di lenyapkan akan lebih baik, hatinya akan lebih tentram dan tenang.
Daripada nanti muncul hal hal yang di luar dugaan.
Tapi kenyataannya dia benar benar tidak bisa, bila dia maksa.
Orang yang paling pertama hancur lebur tentu adalah dirinya dan kerajaan nya.
Pada dasarnya pasukannya 3 banding satu belum tentu sanggup melawan pasukan harimau hitam, bila sedang siap dan tidak gunakan jebakan.
Bila sampai bentrok tentu sama saja seperti membenturkan telur ke batu karang.
Taruhlah pasukan besar Li Si ada di sini, dia juga akan berpikir dua kali untuk mengusik Guo Yun.
Dia terlalu mengenal Guo Yun, Guo Yun sama seperti ayah kandungnya Lu Bu Wei.
Tidak akan pernah melakukan hal tanpa perhitungan pasti.
Dia yakin sepanjang jalan mundur di belakang Guo Yun tentu ada pasukan harimau hitam yang sudah di siapkan di sana.
Bila dia melakukan pengejaran, pasukannya dalam keadaan kelelahan.
Pasukan Guo Yun yang bersiaga di belakang sana akan keluar menyambut pasukannya.
Itu sama saja dengan dia menggali lubang kubur untuk pasukan nya dan dirinya sendiri.
Dengan berbagai pertimbangan ini, dengan terpaksa Ying Zheng harus merelakan Guo Yun mundur dari melepaskan seluruh tawanan, serta memenuhi tuntutan Guo Yun.
Tapi di depan anak buahnya, tentu saja dia sebagai seorang pemimpin tidak bisa jujur membuka apa yang menjadi pemikiran dan pertimbangan nya.
Dia bisa di cap tidak mampu, bodoh, penakut, pengecut yang tidak punya keberanian memutuskan dengan cepat.
Sehingga dengan cerdik dia menjawabnya dengan alibi pengalihan perhatian, untuk menutupi apa yang sedang menjadi pemikiran nya.
Setelah semuanya di lepaskan dan berdiri di sisi Guo Yun, Li Ba yang paling pertama berkata,
"Kakak bagaimana keadaan mu..?"
__ADS_1
Guo Yun tersenyum menepuk pundak Li Ba dan berkata,
"Jangan khawatir, aku ada Thian Ti Sen Kung Hu Ti..( Tenaga Pelindung Diri Langit dan Bumi ), racun itu tidak akan berpengaruh padaku.."
"Sebaiknya kita mundur.."
Ucap Guo Yun tenang.
"Enggghhmm,..!"
Ucap Gongsun Li sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Dia terlihat sangat tidak puas, seperti ingin berkata sesuatu.
Guo Yun pun segera teringat kondisi istrinya ini.
Dia buru buru melepaskan totokkan yang mengunci syaraf gagu istrinya.
Tapi setelah mencoba nya berulang kali, tetap tidak mampu di lepaskan.
Guo Yun kembali menatap kearah Ying Zheng dan berkata,
"Apa yang kalian lakukan padanya, cepat lepaskan totokan nya..!"
Kedua kakek jubah hitam putih menjengek dingin dan berkata,
"Itu totokan rahasia pulau es dan api, bila mampu kamu buka sendiri.."
"Bila tidak tunggu saja setelah 3 jam totokkan akan terbuka dengan sendirinya.."
"Ingin meminta kami menolong mu membebaskan nya, mimpi saja sana.."
Ucap Kakek Jubah hitam, sambil tersenyum mengejek.
Kakek jubah putih juga ikut menjengek dingin.
"Kakak kalau kamu tidak apa apa,.ayo kita maju habisi mereka semua nya..!"
"Persetan dengan perjanjian..!"
Ucap Li Ba berapi api.
Guo Yun menahan pundak Li Ba menatapnya dengan serius dan berkata,
"Adik Ba dengarkan aku, ayo kita mundur.."
Li Ba menghela nafas panjang dan berkata dengan kepala tertunduk,
"Baiklah kak..mari kita mundur.."
Guo Yun beralih menatap kearah istrinya dan berkata,
"Li Er aku tahu kamu marah dan penasaran, tapi dengarkan aku.."
"Saat ini kita harus mundur.."
Ucap Guo Yun pelan.
"Enggghhmm,..!"
Ucap Gongsun Li masih tetap menggelengkan kepalanya dengan sepasang mata melotot tidak puas.
Guo Yun menyentuh lembut kedua sisi wajah istrinya dan menatap sepasang mata nya dengan mesra dan penuh haru.
__ADS_1
"Sayang sekali ini saja, sekali ini saja, anggap lah aku mohon padamu, kamu harus dengarkan aku.."
"Kita harus mundur..ayo kita pulang.."