LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PENYESALAN


__ADS_3

Mereka berdua saling me ma ngut melepas, me ma ngut dan melepas.


Hingga Guo Yun yang pinggulnya sudah menempati posisi, yang tepat berada di tengah tengah, sepasang paha mulus Nona Zhao yang sedang terbuka lebar.


Dengan satu hentakan kuat, Guo Yun memaksa menembus masuk penghalang, yang tidak mampu menghalangi gerakan kasarnya itu.


Seluruh tubuh Nona Zhao mengejang, kepalanya sedikit mendongak keatas, menampilkan lehernya yang putih jenjang berkulit halus.


Bibirnya terbuka lebar, membentuk huruf o tanpa sadar dia mengeluarkan jeritan kecil dan suara de sah an tidak jelas.


Sepasang matanya yang terpejam rapat, dari kedua sudut matanya, terlihat mengalir dua butir air bening jatuh kebawah.


Sedangkan sepasang tangannya terlihat mencengkram punggung Guo Yun, dengan erat.


Hingga kukunya melesak kedalam kulit punggung Guo Yun.


Guo Yun yang seperti sedang kerasukan, tanpa memperdulikan rin ti han Nona Zhao yang kesakitan di bawah sana.


Dia terus menghentak dengan kasar, semakin lama semakin cepat, Guo Yun terus mempercepat ritme ayunan pinggul nya.


Tanpa di sadari mulutnya terus mengoceh, memanggil nama Gongsun Li, antara sadar dan tidak, dia telah menganggap yang bersamanya, adalah istrinya Gongsun Li.


Nona Zhao yang di bawah sana, tentu dia bisa mendengar dengan jelas ocehan Guo Yun.


Hati dan perasaannya jelas hancur, pertama kali nya, yang selalu dia jaga dan rawat dengan hati hati.


Agar kelak bisa dia berikan pada suami tercintanya.


Kini malah hilang bersama pria, yang tidak pernah mencintai nya, dan lebih parahnya lagi.


Pria itu malah menganggap dirinya, adalah seorang wanita lain.


Tapi semua sudah terjadi, demi menolong Guo Yun, yang sangat dia kagumi dan sangat menarik perhatiannya.


Dia siap menelan semuanya, meski sedih dan hancur perasaan nya, tapi dia tidak akan pernah menyesalinya.


Guo Yun yang permainan nya semakin cepat, sepertinya hampir mencapai puncak nya.


Dia kembali berkata,


"Li mei aku datang, aku tak tahan lagi,..Ufghhh..!"


Akhirnya dia menyemburkan cairan yang memenuhi seluruh celah, dan bagian terdalam dari milik Nona Zhao.


Nona Zhao sendiri, terlihat pasrah, dia terkapar lemas di bawah sana dengan nafas tidak beraturan.


Guo Yun sendiri sambil memeluk tubuh nona Zhao dengan erat, dia langsung jatuh terkulai lemas,


Dalam keadaan antara sadar dan tidak, dia sepenuhnya menganggap gadis yang bersama nya adalah istrinya Gongsun Li.


Keadaan ini menjadi lebih mudah, karena wajah dan bentuk tubuh Kedua gadis itu memang agak mirip.


Meski ada perbedaan, tapi dalam kondisi seperti itu, Guo Yun jelas tidak bisa membedakan nya


Guo Yun tertidur pulas sambil memeluk Nona Zhao.

__ADS_1


Nona Zhao yang awalnya terlihat melamun sedih.


Tapi saat dia melihat Guo Yun, keadaan Guo Yun semakin membaik, suhu tubuh mulai kembali normal.


Nafasnya saat tidur, juga detak jantung nya, semua kini sangat normal.


Nona Zhao akhirnya menghela nafas lega, dan tersenyum penuh pengertian


Lalu dia ikut memejamkan matanya dan mencoba tidur sambil balas memeluk Guo Yun.


Mereka berdua akhirnya tertidur dengan posisi saling berpelukan tanpa bu sa na.


Di mana tubuh mereka berdua yang polos, hanya tertutup selembar kain selimut tipis.


Tapi mereka berdua terlihat tidur dengan sangat nyenyak dan nyaman.


Tidak tahu berapa lama, saat Guo Yun hendak membalikkan badannya.


Dia baru menyadari, di sebelah nya ternyata ada seseorang yang tidur dalam pelukannya.


Guo Yun perlahan-lahan membuka matanya, untuk melihat siapa sosok yang sedang tidur sambil memeluknya.


Layaknya memeluk sepotong guling.


Melihat sekilas siapa yang sedang tidur pulas memeluknya, Guo Yun pun tersenyum bahagia.


Dan memberikan ciuman lembut di kening gadis, yang sedang tidur memeluknya itu.


Tapi sesaat kemudian, satu persatu ingatan sebelumnya mulai pulih.


Setelah itu dengan pelan pelan dan hati hati, dia memperhatikan siapa sebenarnya gadis, yang sedang tidur pulas sambil memeluknya itu.


Guo Yun akhirnya mendapatkan kenyataan yang sangat mengejutkan.


Dia hampir saja melompat kaget dari ranjang tersebut, saat menyadari siapa gadis yang sedang tidur pulas di sampingnya.


Tapi Guo Yun berhasil menahan diri, dia berusaha bersikap tenang.


Dia mencoba merangkai ulang semua ingatan nya satu persatu.


Akhirnya Guo Yun jelas, apa yang sebenarnya terjadi.


Sambil menghela nafas sedih dan penuh penyesalan.


Guo Yun dengan jantung berdebar keras, mencoba menyingkap sedikit selimut yang menutupi bagian bawah tubuh mereka berdua.


Saat melihat bekas noda di kain sprei putih, yang menjadi alas tempat tidur mereka.


Guo Yun dengan hati-hati menutupnya kembali.


Guo Yun kembali berbaring diam, dengan pasrah tidak berani banyak bergerak.


Dia kini hanya bisa termenung memikirkan apa akibat dari buah perbuatan, yang sangat berdosa ini.


Tadinya dia sempat berpikir, bila dirinya mungkin bukan yang pertama bagi gadis di sampingnya.

__ADS_1


Mungkin hatinya akan sedikit lebih tenang, rasa bersalahnya akan sedikit berkurang.


Tapi setelah dia tadi memastikan ada bekas noda di sana.


Guo Yun langsung lemas, dia kini sepenuh nya merasa sangat bersalah.


Dia saat ini telah dalam masalah besar, entah bagaimana tanggapan istrinya bila mengetahui hal ini.


Dia bahkan sulit dan tidak berani pergi membayangkan nya.


Di tambah lagi, dia telah sepenuhnya gagal dalam tugas, di mana pangeran Ji Ao, yang harus dia lindungi kini telah tewas di bunuh orang.


Saat pulang nanti, dia benar benar tidak tahu, bagaimana cara dia akan menjelaskannya pada Gongsun Yan.


Apalagi semua kejadian ini secara kebetulan, berlangsung di tempat seperti ini.


Bagaimana pun, meski dia melompat ke sungai kuning sekalipun, dosa ini tidak mungkin bisa di cuci hingga bersih.


Tanpa sadar Guo Yun yang terus menerus menghela nafas panjang.


Dia secara tidak sengaja telah menganggu tidur pulas Nona Zhao.


Perlahan lahan Nona Zhao pun terbangun dari tidur pulas nya.


Dia membuka matanya menatap kearah pria tampan, yang sedang di peluknya.


Melihat raut wajah sedih di penuhi rasa bersalah dan menyesal, yang jelas tergambar di wajah Guo Yun.


Nona Zhao sadar apa yang sedang menjadi beban pikiran Guo Yun saat ini.


Perlahan-lahan dia bangun untuk duduk, lalu dia menggunakan selimut menutupi tubuhnya.


Agar bisa leluasa memunguti pakaiannya yang berserakan di atas lantai.


Setelah itu tanpa berkata kata, sambil memunggungi Guo Yun.


Dia mengenakan semua nya kembali satu persatu.


Guo Yun menoleh kearah gadis itu dengan tatapan mata di penuhi rasa bersalah.


Dia terus menatapi rambut hitam panjang nona Zhao yang terurai, menutupi punggungnya yang berkulit putih dan halus.


"Nona Zhao aku minta maaf,..


aku..aku bukan manusia.."


"Aku adalah binatang berwujud manusia, apapun yang ingin kamu lakukan.."


"Lakukan saja, aku siap menerima semua konsekwensinya.."


ucap Guo Yun penuh sesal.


Si Si menarik nafas panjang, kemudian dia menghela nya pelan pelan.


Setelah itu sambil memaksa diri nya untuk tersenyum, dia terus berusaha merapikan pakaian dan rambutnya.

__ADS_1


Setelah itu dia baru memutar badannya, menghadap kearah Guo Yun.


__ADS_2