
Kakek Huang membalas penghormatan pemuda itu dan berkata,
"Maaf kita jadi merepotkan mu.."
"Tidak repot,.. tidak repot.."
"Itu memang sudah jadi tugas dan tanggung jawab kami.."
ucap pemuda itu sambil tersenyum ramah.
"Mari silahkan.."
ucap pemuda itu dengan penuh hormat.
Lalu dia bergerak duluan menjadi penunjuk jalan, menuju jalan setapak, yang terus menanjak keatas.
Jalan setapak itu kecil dan curam sangat sulit di lewati.
Tapi bagi pemuda itu, hal tersebut bukan masalah.
Dia bisa bergerak ringan menuju keatas.
Guo Yun dalam hati harus akui, pemuda penunjuk jalan itu meski cuma bertugas sebagai penjaga di bawah gunung.
Tapi ilmu ringan tubuhnya jelas tidak di bawah dirinya.
Memikirkan hal ini Guo Yun menjadi bersemangat.
"Baru seorang penjaga di bagian paling luar saja, ilmunya sudah lumayan, apalagi para murid utama, dan Zhuangzi sendiri."
batin Guo Yun dalam hati.
Semakin menuju keatas, jalan yang di tempuh semakin sulit, terkadang mereka bertemu rintangan tebing tegak lurus, dengan ketinggian 4 sampai 5 meter.
Bila orang awam niscaya tanpa alat, tak mungkin bisa melanjutkan perjalanan.
Tapi untungnya rombongan kecil yang di pimpin pemuda itu, mereka semuanya bukan orang sembarangan.
Sehingga medan sesulit apapun, bukanlah masalah bagi mereka.
Bahkan Li Ba yang harus menggendong Sian Sian di punggungnya, dia juga terlihat tidak begitu masalah.
Dengan menjejakkan kakinya di tonjolan batu, ataupun cekungan kecil, Li Ba masih mampu melewati tebing tegak lurus setinggi 5 meteran.
Di bawah petunjuk pemuda itu sebagai pembuka jalan, akhirnya mereka tiba di puncak tebing Ling San.
Saat tiba di bagian puncak, mereka bisa menikmati udara sejuk dan pemandangan alam yang indah.
Sungai panjang terbentang berkelok-kelok di bawah sana, seperti seekor ular hijau besar.
Pemuda itu membawa mereka, hingga tiba di ujung tebing.dia menatap kesemua yang hadir dan berkata,
"Semuanya, kita harus melewati tali baja ini, bila ingin bertemu guru besar Zhuangzi.."
__ADS_1
"Bila ada yang ragu, atau merasa tidak mampu, lebih baik tidak usah menyeberang ."
"Tunggu saja di sini, setelah selesai mengantar kakek Huang, aku akan kembali untuk membawa kalian menuju Su Yuan.."
"Jalan menuju Xu Yuan jelas lebih mudah, tidak sesulit jalan yang kita lewati tadi.."
"Hanya saja bila masuk lewat jalur Su Yuan sebagai murid biasa, mungkin perlu 1 bulan atau bahkan lebih, tidak ada kepastian bisa bertemu guru besar.."
ucap pemuda itu memberikan penjelasan ke Li Ba dan Guo Yun.
Kakek Huang menoleh kearah Li Ba dan berkata,
"Ba er kalau kamu kesulitan, biar Sian Sian ikut dengan ku saja, saat menyeberang..."
Li Ba menggelengkan kepalanya dan berkata,
"A,..aku mam, mampu kalian menyeberang lah lebih dulu, a..aku akan menyusul.."
Guo Yun menatap Li Ba dan berkata,
"Aku dan kakak ini akan menyeberang duluan.."
"Setelah kami tiba di seberang, kamu menyusul saja.."
"Biar kakek Huang yang berjaga jaga di belakang.."
Li Ba mengangguk, mengikuti pengaturan Guo Yun tanpa membantah
Setelah mendapatkan kesepakatan, pemuda itupun, mulai bergerak menyeberangi tali jembatan dengan ringan.
Setelah pemuda itu berhasil tiba di seberang dengan selamat, kini giliran Guo Yun yang melayang ringan keatas tali itu, dengan sepasang tangan membentang ke kiri Kanan sebagai penyeimbang.
Guo Yun berlari ringan diatas tali itu, dalam sekejab mata dia sudah tiba di seberang tanpa kesulitan sama sekali.
Saat giliran Li Ba, Li Ba menoleh kearah Sian Sian dan berkata,
"Sian er ja..jangan takut, per..percayalah pada kakak.."
"Sian er pe..pejamkan mata saja..pe..peluk kakak erat-erat, me..mengerti.?"
Sian Sian sambil tersenyum manis menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Aku percaya padamu kak.."
"Ba..baik, ber...bersiaplah kakak akan mulai.."
Li Ba mengambil ancang ancang dengan sedikit berjongkok.
Kemudian sekali dia menghentakkan sepasang kakinya keatas tanah.
Tubuhnya melayang tinggi menuju tali baja yang terbentang.
Kakek Huang menatap kaget melihat cara menyeberang Li Ba.
__ADS_1
Dia sudah bersiap siap memberikan pertolongan, bila terjadi sesuatu hal yang tidak di harapkan.
Tapi untungnya semua berjalan lancar, hanya dengan dua kali lompatan, sekali menyentuh tali baja.
Li Ba sudah tiba di seberang sana dengan caranya sendiri yang agak unik lain dari lain.
Setelah melihat Li Ba dan cucunya sudah selamat tiba di seberang sana.
Kakek Huang melayang ringan melangkah di udara, tanpa menyentuh tali sedikitpun, dia sudah berhasil mendarat ringan di seberang sana
Setelah rombongan kecil itu berhasil menyeberangi jurang lebar itu.
Pemuda itu membawa mereka, tiba didepan sebuah halaman luas yang bagian kiri kanannya di tanami beberapa pohon besar nan rindang.
Di bagian tengah halaman terdapat sebuah pondok kecil sederhana.
Di depan pondok ada sebuah meja batu pualam, di lengkapi empat kursi batu, yang terbuat dari bahan yang sama dengan meja batu tersebut.
Seorang kakek berambut dan berjenggot putih panjang, terlihat sedang duduk di sana, menghadapi sebuah papan catur bergaris kotak kotak, dengan biji catur berwarna hitam putih.
Sesampai di sana pemuda yang mengantarkan rombongan Guo Yun sampai di sana
Dia segera menjatuhkan diri berlutut di sana, memberi hormat dan berkata,
"Guru besar, murid datang menghadap, membawa rombongan yang ingin bertemu dengan anda langsung.."
Kakek itu mengangguk kecil lalu berkata,
"Baiklah Lai Fu, kamu boleh kembali ke pos mu Sekarang.."
"Baik guru besar, murid permisi.."
ucap Lai Fu sambil membenturkan dahinya di atas lantai. setelah itu dia langsung bergegas meninggalkan tempat itu.
Masih tanpa menoleh kakek itu kembali berkata,
"Lao Huang kamu akhirnya tiba juga, aku sudah lama menunggu kedatangan mu.."
"Kemarilah temani aku main beberapa babak.."
Kakek Huang sambil tertawa melayang ringan duduk di hadapan kakek tua itu.
Kakek Huang mengulurkan jarinya tanpa menyentuh bidak catur, dia menggerakkan bidak catur itu, dari sebuah mangkok berpindah ke papan catur bergaris kotak kotak di hadapannya.
Selesai kakek Huang menggerakkan bidak catur nya.
Kakek berjenggot putih itu juga melakukan hal yang sama dalam menggerakkan bidak catur nya.
Catur yang sedang di mainkan oleh kedua kakek itu adalah catur yang paling di gemari oleh masyarakat hingga bangsawan jaman kuno.
Namanya adalah Wei Qi, permainan nya sangat rumit dan banyak perubahan, persis dengan strategi militer.
Guo Yun dan Li Ba tentu saja mengenali kakek itu, karena kakek itulah yang pernah makan bersama mereka di restoran beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
Guo Yun yang pada dasarnya sangat tertarik dengan permainan catur, tanpa sadar sedikit demi sedikit dia merapat untuk melihat permainan catur kedua kakek itu.