LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KERAJAAN QIN


__ADS_3

Setelah kembali ke kota Shoucun, Guo Yun dan yang lainnya, kembali melakukan prosesi sembahyang, untuk semua arwah yang gugur dalam pertempuran.


Kasim menyiapkan semua kegiatan upacara sembahyang besar besaran itu dengan cukup baik.


Setelah acara sembahyang selesai, acara pun di akhir dengan pembagian sesajian persembahan gratis, kepada semua masyarakat kota Shoucun yang hadir di sana.


Sedangkan tunjangan tunjangan bagi anggota keluarga, mereka yang sudah gugur ataupun mengalami cacat dalam pertempuran.


Semuanya di atur dan di bayarkan, serta di awasi langsung oleh Li Ba dan Sian Sian yang memilki wewenang penuh, di bantu oleh orang orang dari divisi biro rahasia.


Sebulan kemudian di ibukota Xian Yang, tepatnya didepan istana Kerajaan Qin.


Akhirnya rombongan Zhongshan yang di kawal Liu Qin Lung tiba di depan istana.


Dengan hanya di temani oleh Liu Qin Lung mereka berdua menaiki undakan tangga yang cukup tinggi.


Untuk mencapai ruangan sidang aula utama kerajaan Qin yang terletak di atas sana..


Dengan langkah tenang Zhong San di temani oleh Liu Qin Lung, berjalan memasuki ruangan sidang utama, yang lantainya di lapisi dengan karpet merah.


Kedatangan mereka berdua menjadi pusat perhatian semua menteri dan pejabat kerajaan Qin yang hadir di sana dalam dua barisan yang ada di kanan kiri jalan.


Zhong San dan Liu Qin Lung berjalan di tengah tengah melintasi mereka semuanya.


Tepat menuju kearah Raja Ying Zheng yang sedang duduk di kursi kebesarannya yang megah.


Ying Zheng kursi kebesaran nya terletak di bagian undakan anak tangga tertinggi di dalam ruangan aula yang luas tersebut.


Seratus langkah dari undakan anak tangga menuju kursi kebesaran Ying Zheng.


Langkah Zhong San dan Liu Qin Lung pun terhenti oleh palang tombak pasukan elit pengawal istana.


Setelah mengalami berkali kali percobaan pembunuhan yang hampir merenggut nyawanya.


Ying Zheng menjadi paranoid, bahkan semua menteri bawahan nya, saat datang menghadap dan memberikan laporan kepadanya.


Mereka semua hanya di perbolehkan berdiri di jarak 100 langkah jauhnya dari undakan anak tangga paling bawah.


Di dalam batas 100 langkah, di jaga ketat oleh pasukan pengawal istana yang berlapis lapis.


Zhong San dan Liu Qin Lung setelah tiba di tempat itu, mereka juga harus menaati aturan yang berlaku.


Zhongshan memberi hormat kearah Ying Zheng dan berkata,


"Kedatangan kami hari ini adalah khusus untuk menyampaikan surat tertulis dari Yang Mulia Kerajaan Yue, ke Raja Qin.."


"Suratnya ada di sini, silahkan di ambil.."


Ucap Zhong San dengan suara lantang.


Meski dia cuma seorang menteri sipil tapi mental Zhong San sangatlah kuat.


Dia terlihat sangat berwibawa dan penuh percaya diri, sedikitpun dia tidak terlihat takut, berhadapan dengan Ying Zheng yang terlihat duduk angker di tempat duduk.kebesarannya.

__ADS_1


Ying Zheng memberi tanda kearah Zhao Gao, kasim kepercayaannya untuk maju menjemput surat yang di bawa oleh Zhong San itu.


Zhao Gao, dengan patuh segera meninggalkan posisinya, pergi menghampiri Zhong San, untuk mengambil surat tersebut.


Setelah Zhao Gao tiba di hadapan Zhong San, Zhong San pun menyerahkan surat itu ke Zhao Gao, yang menyambutnya dengan penuh hormat.


Lalu dia segera membawanya dengan langkah cepat, untuk di serahkan ke Ying Zheng.


Zhao Gao membantu membuka surat bersegel itu, setelah memastikan surat itu aman, melalui pemeriksaan Tabib dewa Si Fu.


Surat itu baru diserahkan ke Yin Zheng.


Ying Zheng menerima dan membaca isi surat itu dengan sepasang alisnya yang tebal membentuk garis sebilah golok, terlihat berkerut kerut.


Sesaat setelah membaca surat tersebut Ying Zheng langsung membanting nya dengan keras keatas meja di hadapannya.


"Braakkk..!!"


Suasana istana yang hening di kejutkan oleh suara gebrakan meja yang keras.


Sehingga bergema di seluruh ruangan.


"Keparat tahan mereka berdua,! jebloskan kedalam penjara sekarang juga..!"


"Besok tengah hari segera eksekusi mereka, kepalanya kirimkan kembali ke Shoucun..!"


Bentak Ying Zheng geram.


Liu Qin Lung langsung ingin bereaksi, tapi Zhong San memberinya kode agar jangan bertindak sembarangan.


Zhong San menatap kearah Ying Zheng dengan tatapan mata menghina dan berkata,


"Aku dulu berpikir Ying Zheng adalah seorang raja besar yang memiliki pemikiran dan pengetahuan luas.."


"Ternyata aku salah.."


"Ha..ha..ha..ha..!"


"Ya sudah tidak apa apa, silahkan saja.."


Ucap Zhong San tenang.


Tapi tatapan dan tarikan bibirnya, jelas menunjukkan dia sangat meremehkan Ying Zheng.


Kelakuan Zhong San yang tenang dan sikap nya yang berani.


Segera mengundang kasak kusuk di antara para pejabat kerajaan Qin yang hadir.


Ying Zheng sendiri kembali mengerutkan alisnya, menatap kearah Zhong San dengan penasaran.


Zhong San pura pura tidak ambil perduli dengan sikap seisi ruangan, dengan santai dia membalikkan badannya dan berkata,


"Ayo Qin Lung kita segera tinggalkan ruangan yang penuh dengan manusia rendah ini.."

__ADS_1


"Lebih baik kita langsung menuju tempat eksekusi saja, daripada melihat manusia manusia seperti ini.."


Ucap Zhong San terang terangan menghina.


Meski Zhong San terlihat tenang dan santai, sebenarnya di dalam nya, sepasang telapak tangannya penuh keringat dingin.


Jantungnya juga tidak berhenti berdetak dengan sangat kencang, hingga dua sendiri bisa mendengar dengan jelas suara detak jantungnya sendiri.


"Hei kamu tunggu..!"


"Sebutkan dulu siapa nama mu..!"


Teriak Zhao Gao dari belakang, setelah mendapatkan kode mata dari Yin Zheng.


Zhong San diam diam tersenyum lega, begitu dia di panggil kembali.


Zhong San menghentikan langkahnya, tanpa menoleh dua berkata,


"Nama ku Zhong San,.."


"Ada pesan apa silahkan saja, tak perlu basa basi.."


"Aku tidak punya waktu untuk itu.."


"Zhong San bukankah kamu adalah perdana menteri kerajaan Yue..?"


Tanya Ying Zheng heran.


Zhong San mengangguk dan berkata,


"Kepala perdana menteri di tukar kepala perdana menteri kurasa itu cukup layak.."


"Kepala seorang pengawal, di tukar kepala 2 Jendral besar 3 Jendral pangkat sedang, di tambah kepala 500.000 pasukan Qin.."


"Qin Lung hari ini kamu terhitung di tinggikan dan untung besar.."


Ucap Zhong San memberikan sindiran.


Ying Zheng langsung terdiam, dan berpikir keras, menimbang keputusan nya tadi.


Diam diam Ying Zheng jadi teringat pesan ayah biologisnya Lu Bu Wei.


Di mana Lu Bu Wei pernah mengingatkan nya agar berpikir sebelum bertindak, bukan bertindak baru berpikir.


Teringat pesan tersebut Ying Zheng pun berniat mencari tahu hal lebih dari mulut Zhong San.


"Perdana menteri tunggu dulu, tadi saya hanya ingin menguji anda.."


"Tidak ada niat lain.."


"Zhao Gao segera hadiahkan kursi untuk mereka berdua.."


Ucap Ying Zheng yang dengan cepat sudah memutar balik kata.

__ADS_1


Zhao Gao mengangguk patuh, dia segera memberi kode, agar segera di sediakan kursi dan meja untuk Zhong San dan Liu Qin Lung.


.


__ADS_2