
Min Min menghela nafas sedih, dengan kepala tertunduk dia berkata,
"Aku dengar dari datang senior istana, katanya di seluruh kota Shoucun.."
"Kuil ini yang terbaik, bila orang ingin berdoa meminta kesehatan, anak, kebahagiaan dan keutuhan rumah tangga, serta jodoh.."
"Semua yang datang sembahyang dengan tulus, permohonannya, pasti di kabulkan.."
"Makanya aku pilih jauh jauh kemari.."
Ucap Min Min menjelaskan.
Guo Yun menatap Min Min dengan lembut dan berkata,
"Min Min apakah kamu merasa hubungan kita sedang tidak baik, kurang bahagia atau bagaimana..?"
"Sehingga kamu cemas dan khawatir hingga harus kemari berdoa..?"
Tanya Guo Yun sambil menatap Min Min lekat lekat.
Min Min tertunduk diam, tidak menjawabnya.
Dia juga tidak berani beradu tatap, hanya ada air bening yang menetes jatuh ke ujung sepatunya sendiri.
"Min Min bila ada sesuatu jangan di pendam, cerita lah.."
"Kita perlu komunikasi, agar tidak timbul ke salah pahaman, yang tidak perlu.."
Guo Yun pelan pelan memegang kedua sisi wajah, Min Min, membantunya agar melihat kearah Guo Yun.
Begitu wajah Min Min terangkat keatas. Guo Yun sangat terkejut,
Saat dia melihat sepasang mata Min Min, yang terlihat penuh dengan air mata, yang mengembang di sana .
"Ehh Min Min kamu kenapa ? ceritakanlah jangan menangis.."
Ucap Guo Yun kaget
Dia buru buru membantu menghapus airmata Min Min yang menggantung di sana.
Min Min memaksakan diri nya untuk tersenyum, tapi dia malah terlihat agak mewek.
Guo Yun berusaha meyakinkan Min Min untuk bercerita, dengan senyum lembut dan tatapan mata penuh pengertian.
"Semuanya awalnya memang salah ku, aku yang tidak tahu di untung.."
"Aku yang kurang perhatian dan sering mengabaikan Yun ke ke.."
"Aku yang tidak menjalankan kewajiban seorang istri, melayani Yun ke ke dengan baik.."
"Sehingga Yun ke ke akhirnya menyerah dan menjaga jarak dari ku.."
"Awalnya bermula karena aku lupa semua nya tentang kita, sehingga sering bersikap dingin terhadap Yun ke ke."
"Tapi dengan berjalan nya waktu, setelah mendengar cerita dari anak kita Meng Yun."
"Aku mulai yakin dan menyadari hubungan kita yang sebenarnya.."
__ADS_1
"Aku mulai menyesal dan punya keinginan ingin memperbaiki hubungan kita seperti dulu lagi.."
"Tapi kelihatannya semua sudah terlambat, makanya Min Min hanya bisa datang kemari berdoa.."
"Agar semua bisa kembali seperti dulu lagi.."
"Agar hati Yun ke ke bisa sedikit terbuka dan ada sedikit tempat untuk Min Min lagi.."
"Min Min tahu diri, Min Min tentu tidak berani berharap bisa seperti mereka berdua yang serba bisa serba cantik unggul dan penuh perhatian.."
"Min Min hanya.."
Ucap Min Min tersendat, tidak sanggup meneruskan ucapan nya.
Dia keburu terisak, dia harus menutupi mulutnya agar suara tangis sedihnya menyeruak keluar.
Guo Yun menatap Min Min dengan penuh haru, dia maju meraih Min Min masuk kedalam pelukannya.
Guo Yun memeluknya dengan erat, dan berkata,
"Maafkan aku sayang, bila kamu ingin menangis.."
"Menangis lah sepuasnya, aku ada untuk itu, lepaskan semua beban kesedihan mu.."
"Bila kamu kecewa kesal dan marah, juga keluarkan saja, aku juga siap untuk itu.."
"Setelah itu kamu maafkan lah aku, mari kita mulai lagi lembaran baru seperti dulu lagi.."
"Aku janji kedepannya aku akan jadi suami, teman, sahabat, kekasih, yang terbaik untuk mu.."
Min Min menganggukkan kepalanya, beberapa saat dia sambil memeluk erat Guo Yun.
Dia menangis sepuasnya dalam pelukan suaminya.
Beberapa saat setelah puas melepaskan semua kesedihannya, keadaannya sudah jauh lebih tenang.
Perlahan-lahan Min Min baru melepaskan pelukannya, dan berkata,
"Tidak ada yang perlu di maafkan, dalam hal ini Yun ke ke tidak salah.."
"Aku lah yang.."
Ucapan nya terhenti oleh ciuman lembut yang di dapatkan oleh Guo Yun dengan hangat dan penuh perasaan.
Min Min awalnya sedikit canggung meresponnya, tapi perlahan-lahan dia mulai bisa menikmatinya dengan rileks.
Hingga beberapa saat kemudian, Min Min berkata pelan,
"Yun ke ke, kamu sebelum kemari apa ada pergi lihat anak anak..?"
"Tidak tahu bagaimana keadaan mereka setelah aku tinggalkan kemari..?"
Ucapan Min Min bagai menyadarkan Guo Yun.
Dia buru buru melepaskan pelukannya dan berkata,
"Mereka tadi ikut dengan ku kemari, aku meminta Meng Yun untuk mengawasi mereka berdua bermain di luar kuil sebentar.."
__ADS_1
"Sedangkan aku sendirian, masuk kedalam kuil mencari mu.."
"Karena tidak bertemu dengan mu, aku akhirnya sampai kemari."
"Di sini aku malah melihat pasangan lain, sedang berselingkuh memadu kasih dan berjanji setia di tempat ini.."
"Wanita itu dari suara dan penampilan bayangan bentuk tubuhnya dari belakang, begitu mirip dengan mu, sehingga aku jadi.."
Ucap Guo Yun sambil tersenyum Canggung tidak meneruskan kata katanya.
Min Min sambil menahan senyum berkata,
"Jadi kamu kenapa ? kamu pasti berpikir aku datang kemari karena ingin berselingkuh dari mu..?"
"Apalagi bila di kaitkan dengan selama beberapa waktu ini, aku selalu bersikap dingin dengan mu, bukan begitu..?"
Ucap Min Min sambil menggeleng gelengkan kepalanya, menahan senyum menatap suaminya lekat lekat.
Guo Yun tersenyum canggung dan mengangguk pelan.
Min Min sambil menahan senyum, dia maju merangkul lengan Guo Yun dan berkata,
"Dasar pikiran ngawur, aku ini istri mu, mati ataupun hidup selamanya hanya akan bersama mu.."
"Emangnya aku seperti kamu, begitu banyak cinta yang di sebar kemana mana..?"
Ucap Min Min sedikit mengomel.
Tapi mulut mengomel, tapi ekspresi nya, jelas menunjukkan dia tidak sedang marah.
Dia justru merasa bahagia, karena suaminya ternyata masih sangat memperhatikan nya.
Suaminya mengkhawatirkan dirinya, hingga meninggalkan urusan negara, kemari hanya khusus untuk menyusulnya.
"Ayo kita pergi lihat anak anak, lihat kamu baru pertama menjaga mereka langsung main tinggal saja.."
"Guo Feng dan Guo Ling masih kecil, bila terjadi sesuatu bagaimana aku mau jelaskan pada kedua istri sempurna mu itu.."
Ucap Min Min mengomeli Guo Yun sambil menarik Guo Yun meninggalkan tempat itu.
Dalam omelan nya, tanpa sengaja muncul sindiran ke Gongsun Li dan Si Si, yang sempat membuatnya cemburu.
Karena akhir akhir ini, Guo Yun lebih dekat dengan kedua istrinya itu.
Guo Yun tentu tahu dan paham, dia tidak meresponnya.
Dia hanya mengikuti saja arah tarikan istrinya dan diam menerima omelan Min Min tanpa membalasnya.
Guo Yun sudah lama tahu, Min Min bahkan sebelum hilang ingatan pun.
Dia sebenarnya tidak terlalu suka hidup dalam keadaan berbagi suami.
Hanya saja karena rasa cintanya yang besar, akhirnya dia mengalah dengan keadaan.
Tapi rasa benih ketidakpuasan itu tetap lah ada, dan itu tidak pernah hilang sampai kapanpun.
Jadi Guo Yun cukup memakluminya, dalam hal ini memang dirinya lah yang bersalah.
__ADS_1