LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SITUASI DI DERMAGA ZHONG LU


__ADS_3

Pagi pagi sebelum matahari terbit pasukan besar Guo Yun sudah bergerak meninggalkan kota An Yi.


3 Hari kemudian pasukan besar Guo Yun akhirnya tiba di tepi sungai Wei.


Untuk sampai ke Xian Yang mereka harus menyusuri aliran sungai Wei, hingga tiba di dermaga Zhong Lu.


Dari sana mereka baru bisa langsung menuju kota Xian Yang.


Kota Xian Yang sebenarnya kota yang memilki pertahanan alam yang sangat baik.


Sangat sulit di jangkau dan di serang, tanpa terdeteksi oleh penguasa di Xian Yang.


Tidak perlu menghabiskan biaya besar untuk membangun tembok dinding pertahanan.


Kota itu langsung terlindung oleh bantuan alam.


Selain itu tanah di sekitar itu juga sangat subur, kota kota dan desa di sekitarnya memilki hasil pertanian yang melimpah tiap tahunnya.


Sumber hasil laut dan hasil alam lainnya di daerah itu juga termasuk melimpah.


Xian Yang adalah sebuah kota yang sangat makmur, karena kemakmuran nya, populasi penduduk di sekitar wilayah itu sangat banyak.


Mengumpulkan tentara dan angkatan perang menjadi lebih mudah.


Hal inilah yang membuat Ku Bu Wei menyarankan ke Raja ZhuangXiang ayah Ying Zheng untuk memindahkan ibukota kesana.


Dan membuat kekuatan besar tak terkalahkan di tempat tersebut.


Kini untuk menyerang Xian Yang, Guo Yun pun menghadapi kesulitan itu.


Saat tiba di dermaga penyeberangan Hu Yang, Guo Yun langsung mengalami kesulitan pertama.


Mereka tidak punya kapal penyeberangan, menyewa dari rakyat sekitar pelabuhan.


Jumlah kapal mereka tidak cukup, untuk menyeberangkan pasukan besar Guo Yun.


Dengan menyewa seluruh kapal dan perahu yang ada di sekitar dermaga Hu Yang.


Kapasitas maksimumnya hanya bisa menyeberangkan 1/6 dari keseluruhan pasukan Guo Yun.


Menghadapi situasi ini Guo Yun akhirnya mengumpulkan Ketiga Jendral nya untuk berunding di dalam perkemahan nya.


Di dalam perkemahan Guo Yun duduk diam mendengarkan usulan dan pendapat dari ketiga bawahan nya.


Setelah mendengarkan perdebatan panjang akhirnya Guo Yun pun berkata,


"Kalian bertiga dengarkan perintah."


"Segera kumpulkan dan seleksi seratus ribu pasukan, yang akan di bagi dalam dua bagian.."


"Bagian pertama akan ikut dengan ku langsung menahlukkan dermaga Zhong Lu.."


"Bagian kedua kamu Han Wei yang pimpin mereka menyeberang.."


"Bagian ketiga dan keempat masing masing di pimpin oleh Ying Wu dan A Fu."


"Kalian pimpin 50.000 pasukan saja masing masing bergerak menyusul belakangan."


"Sisa pasukan 100.000 yang tidak terbawa, bergerak kuasai kota Xin Cheng yang tidak jauh dari sini."

__ADS_1


'Tugas tersebut berikan saja ke wakil kalian masing masing, setelah itu mereka boleh bentuk pertahanan jalan mundur kita di sana.."


"Bila ada situasi tidak terduga di Xian Yang nanti.."


"Mereka akan menjadi jalan mundur kita untuk bertahan.."


ucap Guo Yun memutuskan.


"Siap Yang Mulia, "


Jawab ketiga orang itu cepat.


Setelah memberi hormat mereka segera mengundurkan diri, pergi jalankan tugas.


Mereka sudah terbiasa, dan sudah hapal.


Saat pertemuan dengan Guo Yun, mereka hanya perlu bebas menyampaikan pendapat.


Hasil akhirnya Guo Yun lah yang memutuskan, meski terkadang jauh bertolak belakang dengan ide dan usul mereka.


Mereka tidak ada yang keberatan, karena apa yang Guo Yun putuskan tidak pernah gagal.


Mereka hanya perlu jalankan dengan baik, hasilnya tentu akan selalu memuaskan.


Butuh satu hari melakukan persiapan, hari kedua pagi pagi seluruh kapal dan perahu yang di sewa oleh Guo Yun mulai bergerak membawa dirinya dan pasukannya bergerak menuju dermaga Zhong Lu.


Dari kejauhan Guo Yun sudah mendapatkan laporan dermaga Zhong Lu di jaga ketat.


Kapal kapal mereka tidak di ijinkan mendekat.


"Lapor Yang Mulia pengemudi kapal mendapatkan peringatan keras, agar seluruh kapal bergerak kembali ke Hu Yang ."


"Dermaga Zhong Lu di jaga ketat, kita tidak diijinkan mendarat."


"Jangan perdulikan mereka, kapal terus bergerak, tidak boleh berhenti.."


"Kalian bentuk pasukan tameng pengaman, kapal harus terus bergerak merapat.."


"Kita harus kuasai Zhong Lu, apapun resikonya.."


ucap Guo Yun tegas.


"Baik Yang Mulia.."


Jawab komandan itu cepat.


Saat keluar dari bilik kapal di mana Guo Yun berada, Dia segera melepaskan kode.


Agar semua kapal tetap bergerak menuju Dermaga Zhong Lu


Selain itu di puncak menara pengawas, dia juga minta anak buahnya mengibarkan kode bendera.


Agar seluruh pasukan harimau hitam diatas kapal bersiap bertahan dengan barisan tameng mereka.


Kapal kapal dan perahu yang jumlahnya tidak terhitung semuanya segera bergerak mendekati pelabuhan Zhong Lu.


"Boooom...!!"


Boooom...!!"

__ADS_1


Boooom...!!"


Boooom...!!"


Saat kapal yang di tumpangi Guo Yun mulai mendekati dermaga.


5 Buah meriam yang sudah di siapkan di tepi dermaga, segera di tembakkan kearah kapal kapal yang sedang bergerak merapat.


Barisan pasukan Qin terlihat berjaga ketat di sana, bercampur dengan orang orang dunia persilatan, yang terlihat mengenakan pakaian putih dan pengikat kepala kain putih di kening mereka masing masing .


Kapal Guo Yun berguncang keras saat saat peluru peluru meriam itu jatuh menimpa ke sungai dan meledak di sana.


Sungai langsung bergelombang hebat, sehingga kapal kapal mereka tumpangi langsung terguncang miring ke kiri dan kekanan.


Peluru belum mencapai sasaran ke badan kapal, kapal pun sudah di buat hampir terbalik.


Apalagi menimpa kapal, jelas kapal kapal mereka pasti tenggelam.


Guo Yun yang merasa kapal yang di tumpangi nya berguncang hebat.


Dia segera keluar dari bilik kapal untuk melihat situasi.


Pihak Qin ada mainan seperti itu, mirip meriam buatan Si Si dulu.


Guo Yun menjadi sedikit khawatir.


Hal ini di luar prediksinya, dia tidak menyangka pihak Qin masih punya kemampuan mempertahankan diri.


Di mana sebagian besar kekuatan militernya telah di bawa pergi oleh Li Si sang perdana menteri Qin.


Melihat situasi ini, di mana pihak Qin, saat ini mereka sedang menyetel meriam, mengarah ke kapal yang hendak merapat.


Di mana kelima meriam terlihat sedang bersiap menembakkan peluru bola hitam peledak itu lagi kearah kapalnya.


Guo Yun langsung melesat melayang di udara, bagaikan kilat menyambar.


Tubuhnya setiap melayang kebawah akan menotol air, kemudian terbang lagi keatas.


Dia terus bergerak cepat, menuju kearah kelima meriam, yang sedang di persiapkan untuk melakukan tembakan keduanya.


Jendral Li Yung, putranya perdana menteri Li Si, yang bertugas memimpin pertahanan di Zhong Lu.


Segera memberikan instruksi,


"Pasukan panah jatuhkan dia...!"


Teriak Li Yung memberikan perintah nya.


"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"


"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"


"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"


"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"


Puluhan ribu anak panah memenuhi udara di lepaskan kearah Guo Yun.


Untuk mencegahnya mendekat kearah dermaga.

__ADS_1


Li Yung sendiri, setelah memberi instruksi.


Dia segera merapat kearah 4 orang pria paruh baya, yang berdiri tidak jauh dari sana.


__ADS_2